cover
Contact Name
Vilya Syafriana
Contact Email
v.syafriana@istn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainstechfarma@istn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi ISTN, Jl. Moh. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20867816     EISSN : 27761878     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel penelitian kefarmasian meliputi kimia farmasi, biologi farmasi, bahan alam farmasi, teknologi farmasi, farmasi komunitas dan klinis, serta bioteknologi farmasi.
Articles 163 Documents
Efektivitas Anti Nyamuk Elektrik Komersial dengan Anti Nyamuk Elektrik dari Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe) Terhadap Aedes aegypti Muhammad Taufiqurrahman; Vilya Syafriana
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.801 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i2.450

Abstract

Indonesia memiliki banyak tumbuhan yang mengandung senyawa insektisida, salah satunya adalah tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Senyawa flavonoid, saponin dan streoid yang terkandung di dalam jahe merah diduga mampu sebagai anti nyamuk alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak etanol rimpang jahe merah terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental murni dengan post test only control group design dengan 6 perlakuan dan 3 pengulangan. Konsentrasi ekstrak etanol rimpang jahe merah yang digunakan yaitu 20%, 25%, 30%, 35%. Konsentrasi 0% sebagai kontrol negatif dan dibandingkan dengan anti nyamuk elektrik komersial (control positif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 35% ekstrak etanol jahe merah mampu membunuh larva nyamuk Aedes aegypti paling banyak, yaitu 25 nyamuk dengan waktu pengamatan 3 jam dibanding kelompok konsentrasi lainnya. Pada uji Krusskal-Wallis memperoleh hasil (p <0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti antara kelompok konsentrasi yang diteliti dengan pembanding. Analisis memperoleh hasil, terdapat perbedaan antara konsentrasi 20% dan 25% dibandingkan dengan anti nyamuk elektrik komersial, sedangkan pada konsentrasi 30% dan 35% tidak terdapat perbedaan dilihat dari waktu pengamatan terakhir. Ekstrak etanol rimpang jahe merah berpotensi dalam membunuh nyamuk Aedes aegypti.
Supramolekul Oligomer (Struktur Multimer Sitokrom c (Cyt c)) Wahyu Fitriana; Ratika Rahmasari
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.213 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i2.453

Abstract

Kimia supramolekul saat ini sedang berkembang pesat pada berbagai fungsi sistematik. Protein memainkan peranan penting pada organisme hidup, mencakup 50% bobot sel kering. Protein heme bertanggung jawab pada banyak aktivitas biologis esensial. Domain swapping menjadi salah satu mekanisme terbentuknya struktur multimer. Sitokrom c (Cyt c), suatu protein transfer elektron, dapat mengalami domain swapping membentuk struktur dimer, trimer, dan kuarterner yang memiliki kemampuan oksidasi dan apoptosis yang lebih tinggi dibandingkan monomer. Metionin80 menstabilkan monomer Cytc dengan koordinasinya terhadap heme. Namun, disosiasi Met80 dari heme, tidak berpengaruh pada terbentuknya struktur multimer. Struktur multimer Cyt c akan tetap terbentuk tanpa disosiasi Met80.
Uji Aktivitas Ekstrak Air Daun Singawalang (Petiveria alliacea L.) terhadap Enzim α-Glukosidase Munawarohthus Sholikha; Meta Yunita Primayanti; Wahyu Fitriana
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.506 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i2.455

Abstract

Singawalang (Petiveria alliacea L.) adalah tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional dan telah terbukti secara preklinis sebagai obat diabetes melitus. Akarbose adalah salah satu obat oral antidiabetes yang mempunyai mekanisme kerja menghambat enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi inhibisi enzim α-glukosidase oleh ekstrak air daun singawalang serta ekstrak kombinasi daun singawalang dengan akarbose. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reaksi enzimatik secara in vitro. Hasil percobaan, menunjukkan bahwa ekstrak air dan kombinasi ekstrak air daun singawalang-akarbose tidak memiliki aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase sedangkan untuk akarbose memiliki nilai IC50 0,246 μg/mL. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ekstrak air daun singawalang maupun kombinasi dari ekstrak air daun singawalang dengan akarbose tidak memiliki potensi dalam menghambat enzim α-glukosidase.
Profil Kesesuaian Terapi Obat Dispepsia Terhadap Formularium Pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Tk. IV Cijantung Jakarta, Jakarta Timur, Periode Januari – Desember 2016 Lili Musnelina; Dewa Gede Agung AR
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.806 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i2.456

Abstract

Dispepsia merupakan suatu sindroma atau kumpulan gejala/keluhan berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut merasa penuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil karakteristik terapi obat dispepsia dan kesesuaian terapi obat dispepsia terhadap formularium. Penelitian ini merupakan bersifat deskriptif non eksperimental. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif terhadap 100 pasien yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Tk. IV Cijantung selama periode Januari sampai dengan Desember 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (73%), jumlah pasien yang terbanyak terdapat pada usia 45 – 56 tahun (27%), jenis terapi yang banyak digunakan adalah omeprazole (17,19%), kombinasi obat yang banyak digunakan adalah kombinasi antagonis H2+Prokinetik+kelompok obat lain (14%), ketepatan dosis dan frekuensi yang paling tepat (85,3%), lama terapi obat yang terbesar adalah 1-7 hari diperoleh (89,4%), kesesuaian jenis terapi yang terbanyak diresepkan sesuai terhadap formularium adalah ranitidine (14,4%) dan kesesuaian terapi obat dispepsia terhadap formularium diperoleh (85,9%), yang artinya sudah >80%, bahwa penerapan formularium pada penggunaan terapi obat dispepsia di rumah sakit Tk.IV Cijantung Jakarta Timur sudah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan formularium rumah sakit.
Efektivitas Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Sebagai Antigloukoma Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus L.) Lisana Sidqi Aliya; Dania Arbeta
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.859 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i2.457

Abstract

Sambung nyawa (Gynuraprocumbens (Lour.) Merr.) merupakan tanaman yang bagian daunnya dikenal memiliki kandungan berbagai metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid steroid/terpenoid, saponin dan tanin yang memiliki banyak khasiat untuk mengobati berbagai penyakit, seperti hipertensi, penyakit ginjal, diabetes mellitus dan sebagainya. Aktivitas biologis daun sambung nyawa sebagai antihipertensi dan diuretik dapat digunakan untuk terapi pada penderita glaukoma karena dapat menurunkan tekanan intraokuler (TIO) mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efektivitas daun sambung nyawa sebagai antiglaukoma pada tikus putih jantan galur Wistar sebagai hewan uji. Daun sambung nyawa dimaserasi menggunakan etanol 96% selama 72 jam, kemudian diuapkan hingga menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental kemudian disuspensikan menggunakan 0,5% Na-CMC. Hewan uji terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yakni kelompok kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (asetazolamid 4,5 mg/200 g BB), dosis I (126 mg/200 g BB), dosis II (252 mg/200 g BB) dan dosis III (504 mg/200 g BB); masing-masing berjumlah 5 ekor. Hewan uji diinduksi prednisolon asetat 1% sebanyak 12 tetes selama 1 jam (1 tetes tiap 5 menit), kemudian 30 menit setelah induksi, hewan uji diberikan perlakuan sesuai dengan kelompoknya. Pengukuran TIO dilakukan dengan menggunakan tonometer Schiotz sebanyak 4 kali pengulangan pada jam ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 sesudah perlakuan. Hasil pengujian dilanjutkan dengan mencari persentase penurunan tekanan bola mata dari masing-masing kelompok perlakuan, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah dengan batas kemaknaan 5% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dosis secara signifikan menurunkan tekanan intraokuler bola mata tikus putih jantan yang diinduksi prednisolon asetat 1% dibandingkan dengan kontrol negatif. Efektivitas antiglaukoma ekstrak etanol daun sambung nyawa bahkan sebanding dengan efektivitas asetazolamid sebagai kontrol positif.
Pengaruh Ekstrak Bonggol Pisang Kepok terhadap Kadar Gula Darah Tikus yang Diinduksi Aloksan Desy Muliana Wenas; Ika Septiana; Lisana Sidqi Aliya
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.132 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.516

Abstract

Bonggol pisang telah dikenal berpotensi sebagai bahan obat tradisional. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kemampuan ekstrak bonggol pisang dalam mengurangi Kadar Gula Darah (KGD). Bonggol pisang kepok diekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, serta disiapkan dengan dosis konsentrasi 50, 100, 200 mg/200 g berat badan tikus yang diberikan secara oral pada tikus yang diinduksi dengan aloksan monohidrat (diabetes). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bonggol pisang kepok dapat mengurangi kadar gula dalam darah pada tikus yang telah diinduksi aloksan. Konsentrasi terbaik dalam penurunan KGD ialah 200 mg/200 g berat badan tikus, namun ekstrak bonggol pisang kepok masih kalah dibandingkan kontrol positif glibenklamid. Hasil penelitian tersebut dimaksudkan untuk membantu pengembangan produk obat antidiabetes yang berguna bagi bidang kesehatan di kalangan masyarakat.
Analisis Biaya Terapi Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Rawat Inap di RSUP Fatmawati Periode 2018 Ainun Wulandari; Putu Rika Veryanti
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.701 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.517

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit kronis saluran napas yang ditandai dengan obstruksi jalan napas yang progresif. Prevalensi PPOK di Indonesia mencapai 3,7% dan WHO memprediksi jika pada tahun 2030 PPOK akan menjadi penyebab kematian ketiga. Penatalaksanaan terapi yang tepat pada pasien PPOK dapat mencegah angka kematian dan juga meminimalkan biaya terapi. Analisis biaya penyakit dilakukan untuk dapat mengevaluasi beban ekonomi dari suatu penyakit pada masyarakat sehingga diketahui biaya yang dapat dihemat jika penyakit dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran biaya medik langsung pasien PPOK rawat inap di RSUP Fatmawati dilihat dari perspektif rumah sakit. Data dalam penelitian menggunakan data retrospektif, yaitu berupa data rekam medik dan data administrasi pembiayaan terapi pasien PPOK rawat inap di RSUP Fatmawati periode 2018. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa biaya medik langsung yang dikeluarkan seorang pasien PPOK rawat inap adalah Rp. 12.155.822 dengan rata-rata lama hari rawat ≥ 6 hari. Biaya rata-rata terkait penggunaan obat sebesar Rp. 2.238.747, biaya kamar Rp. 4.013.571, biaya laboratorium Rp. 1.944.493, biaya jasa medis Rp. 1.723.782, dan biaya tindakan lain Rp. 2.235.229.
Formulasi Gel Ekstrak Lobak (Raphanus sativus L.) sebagai Antioksidan dan Inhibitor Tirosinase Munawarohthus Sholikha; Amelia Febriani; Ajeng Wahyuningrum
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.669 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.518

Abstract

Umbi lobak (Raphanus sativus L.) mengandung flavonoid yang diduga dapat menjadi antioksidan dan menghambat aktivitas tirosinase yang berkhasiat sebagai pencerah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan gel stabil yang mengandung ekstrak umbi lobak stabil yang memiliki aktivitas antioksidan dan penghambatan tirosinase. Umbi lobak diekstraksi dengam metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dibuat variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%. Evaluasi fisik meliputi, organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, sifat alir, waktu lekat, dan sineresis. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhidrazil) dan penghambatan tirosinase menggunakan substrat L-DOPA. Hasil uji evaluasi fisik ketiga gel bersifat homogen, pH 5,3-6,3, nilai viskositas 11500-71000 cPs, mempunyai sifat alir pseudoplastis, waktu lekat >30 menit dan tidak sineresis. Hasil uji stabilitas menunjukkan gel stabil secara fisik. Ekstrak lobak memiliki nilai IC50 antioksidan 781,17 µg/mL dan penghambatan tirosinase 43,44%. Nilai antioksidan gel formula I, II, III berturut-turut sebesar 5,81%, 8,87% dan 10,16%. Penghambatan tirosinase dengan substrat L-DOPA diperoleh gel formula I, II, III berturut-turut sebesar 46,44%, 45,66% dan 44,85%.
Herpes Simplex Virus Tipe 1: Prevalensi, Infeksi dan Penemuan Obat Baru Marina Ika Irianti; Wahyu Fitriana; Ayun Erwina Arifianti; Ratika Rahmasari
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.692 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.519

Abstract

Herpes Simplex Virus Tipe 1 (HSV-1) merupakan salah satu virus herpes yang dapat menyebabkan infeksi seumur hidup pada manusia. Struktur dan kandungan protein pada herpes simplex virus, serta pengunaan berulang obat anti-HSV merupakan faktor yang terlibat dalam kemunculan resistensi. Produk bahan alam yang bervariasi dapat menjadi sumber potensial dalam penemuan obat baru. Pencarian obat baru sebagai alternatif dari obat anti-herpes yang sudah ada, terutama dari produk bahan alam, merupakan hal penting yang harus dilakukan.
Perbaikan Stres Oksidatif Ekstrak Etanol dan Fraksi Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) pada Tikus yang Diinduksi Streptozotosin-Nikotinamid Wahyu Nuraini Hasmar; Rina Herowati; Gunawan Pamudji
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.767 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.520

Abstract

Peningkatan stres oksidatif pada kondisi diabetes melitus (DM) dapat menyebabkan penurunan aktivitas pertahanan antioksidan dalam tubuh sehingga tubuh tidak mampu melawan radikal bebas dan memicu terjadinya kerusakan sel. Salah satu sumber antioksidan alami yaitu bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemik dan peningkatan aktivitas enzim antioksidan SOD, GPx, serta penurunan kadar MDA. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only group design. Tikus putih jantan galur Wistar (Rattus norvegicus) dikondisikan DM tipe 2 dengan induksi streptozotosin 60 mg/kg BB dan nikotinamid 150 mg/kg BB. Pengujian dilakukan berdasarkan aktivitas enzim antioksidan SOD, GPx, MDA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi-fraksi bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) mempunyai aktivitas sebagai antihiperglikemik. Fraksi n-heksan bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dosis 50 mg/kg BB mempunyai aktivitas yang paling baik sebagai antihiperglikemik, menigkatkan aktivitas enzim SOD, GPx dan menurunkan kadar MDA.

Page 6 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 18 No. 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 18 No 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 2 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 1 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 2 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 1 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 1 (2017): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 9 No 2 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2 No 1 (2011): Sainstech Farma More Issue