cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
fdati028@gmail.com
Phone
+6281392037831
Journal Mail Official
ojsjpp@gmail.com
Editorial Address
Jl Magelang Kopeng km 7 Tegalrejo Magelang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu
ISSN : 27145964     EISSN : 27145964     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan salah satu jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) yang berlokasi di Magelang yang terbit pertama kali pada tahun 2005. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu-ilmu peternakan yang meliputi Penyuluhan Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Pakan ternak, Kesehatan hewan, dan produksi ternak.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 6 (2022): April" : 5 Documents clear
Perbedaan Waktu Fermentasi Menggunakan Fermentator PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) Akar Bambu Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Urine Sapi Kandungan Nutrisi Tinggi Nur Prabewi; Puji Hartati; Muhammad Nuur Fauzi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.859

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang paling Efektif dalammenghasilkan pupuk organik cair (POC) urine sapi dengan penambahan PlantGrowth Promoting Rhizobakteri (PGPR) sebagai fermentator alami. Mengetahuikandungan makro dalam pupuk organik cair (POC) urine sapi dengan penambahanPlant Growth Promoting Rhizobakteri (PGPR) sebagai fermentator alami. Variabelyang dikaji adalah kadar kandungan N, P, dan K. Metode analisis datamenggunakan metode deskriptif komparatif. Rancangan penelitian menggunakan 2perlakuan yaitu Perlakuan P1 dengan waktu fermentasi 7 hari menggunakankomposisi urin sapi, empon-empon, dan PGPR,. Sedangkan perlakuan P2 berupaurin sapi, empon-empon, dan PGPR dengan waktu fermentasi 14 hari. Kandunganunsur hara pada perlakuan 1 lebih rendah yaitu N sebesar 0,18%, P sebesar0,02%, dan K sebesar 0,32%. Pada perlakuan 2 memiliki hasil kandungan unsurhara lebih tinggi dengan N sebesar 0,17%, P sebesar 0,02%, dan K sebesar 0,43%.Kesimpulan bahwa waktu yang paling efektif dalam pembuatan POC denganpenambahan PGPR (akar Bambu) sebagai fermentator alami menghasilkan PupukOrganik Cair yang mempunyai kandungan unsur hara makro yang tinggi adalahFermentasi selama 14 hariABSTRACTThis study aims to determine the most effective time in producing cow urineliquid organic fertilizer (POC) with the addition of Plant Growth PromotingRhizobacteria (PGPR) as a natural fermenter. Knowing the macro content in cowurine liquid organic fertilizer (POC) with the addition of Plant Growth PromotingRhizobacteria (PGPR) as a natural fermenter. The variables studied were the levelsof N, P, and K content. The data analysis method used a comparative descriptivemethod. The research design used 2 treatments, namely treatment P1 with a 7-day fermentation time using the composition of cow urine, empon-empon, and PGPR.While the P2 treatment consisted of cow urine, empon-empon, and PGPR with afermentation time of 14 days. The nutrient content in treatment 1 was lower, namely N by 0.18%, P by 0.02%, and K by 0.32%. In treatment 2, the nutrient content washigher with N of 0.17%, P of 0.02%, and K of 0.43%. The conclusion that the most effective time in making POC with the addition of PGPR (Bamboo root) as a natural fermenter to produce Liquid Organic Fertilizer which has a high macronutrient content is Fermentation for 14 days.Keywords: Cow Urine, Bamboo Root, Fermentation Time, and POC.
Kandungan Bakteri Asam Laktat dalam Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Isi Rumen Domba Aninda Ayu Arizka; Joko Daryatmo; Muzizat Akbarrizki; Fika Asti Fanani
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.856

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isi rumen sebagai bahanbaku probiotik yang mengandung bakteri asam laktat sebagai alternatif penggantiprobiotik komersial. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode RancanganAcak Lengkap (RAL) pola searah dengan tiga perlakuan setiap perlakuan diulangsebanyak tiga kali sehingga jumlah satuan percobaan ada sembilan unit. Perlakuanadalah sebagai berikut: Perlakuan Kontrol adalah Probiotik Komersial (P0), PerlakuanI menggunakan Isi rumen +Molases+dedak (P1); Perlakuan II menggunakan Isirumen+molases (P2). Dapat disimpulkan bahwa Mikroorganisme lokal (MOL) yangdibuat dengan bahan isi rumen domba dan molases (P2) menghasilkan jumlah bakteriasam laktat (BAL) paling banyak yakni 4,22x10⁸ ± 65,301 daripada probiotik komersial(P0) dan mikroorganisme lokal (MOL) dengan bahan iri rumen domba, molases, dan dedak yang dibuat menggunakan derigen (P1) (P<0,01). Nilai pH padamikroorganisme lokal (MOL) yang dibuat dengan bahan isi rumen domba dan molases(P2) memiliki pH paling tinggi yakni 3,84 ± 0,378 namun masih dalam kisaran pHnormal yakni 3,9-4,2 (P<0,01).ABSTRACTThis study aimed to determine the potential of rumen contents as raw materialfor probiotics containing lactic acid bacteria as an alternative to commercial probiotics.nine units. The study treatments were as follows: Control treatment was CommercialProbiotics (P0), Treatment I used rumen contents + molasses + bran (P1); Treatment II used rumen contents + molasses (P2). The results showed that local microorganisms (MOL) made with lamb rumen contents and molasses (P2) produced the highest number of lactic acid bacteria (LAB) which was 4.22x10⁸ ± 65.301 than commercial probiotics (P0) and local microorganisms. (MOL) with sheep rumen envy, molasses, and bran prepared using a derrigen (P1) (P<0.01). The pH of local microorganisms (MOL) made with lamb rumen contents and molasses (P2) had the highest pH of 3.84 ± 0.378 but was still in the normal pH range of 3.9-4.2 (P<0.01) .Keywords: Lactic Acid Bacteria, Local Microorganisms, Sheep Rumen Contents, Fermentation
Respons Wanita Tani Terhadap Pembuatan Telur Asin Dengan Teknologi Manipulasi Suhu di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Suharti Suharti; Apriliana Dewi; Etty Nuri Hendrarti
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.858

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons wanita tani terhadappembuatan telur asin dengan manipulasi suhu di Desa Trasan dan mengetahuipengaruh karakteristik wanita tani (umur, pendidikan, pengalaman mengolah telurasin dan tingkat kosmopolitan) terhadap respons. Desain kajian yang digunakan yaituone shot case study. Variabel yang diamati terdiri dari variabel dependen beruparespons wanita tani di Desa Trasan dari aspek pengetahuan, aspek sikap, aspekketerampilan, serta variabel independen meliputi umur, pendidikan, pengalamanmengolah telur asin dan tingkat kosmopolitan. Pengumpulan data menggunakanmetode wawancara dan observasi dengan teknik pendekatan individu. Analisisdeskriptif digunakan untuk mengetahui respons wanita tani dan analisis regresi linierberganda untuk mengetahui karakteristik wanita tani yang mempengaruhi respons.Sampel terdiri dari 30 orang yang ditentukan menggunakan teknik Purposive samplingdengan kriteria merupakan anggota aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa TrasanKecamatan Bandongan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat respons wanitatani di Desa Trasan Kecamatan Bandongan berada pada kategori sangat tinggidengan skor 2503. Karakteristik (umur, pendidikan, pengalaman mengolah telur asindan tingkat kosmopolitan) secara simultan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadaprespons wanita tani di Desa Trasan. Secara parsial karakteristik wanita tani yangberpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap respons adalah umur, pendidikan dan tingkatkosmopolitan dengan nilai koefisien regresi berturut-turut sebesar -0,149, 1,151,0,329, 1,005. sedangkan pengalaman mengolah telur asin tidak berpengaruh nyata(P > 0,05) terhadap respons wanita tani dalam pembuatan telur asin dengan teknologimanipulasi suhu.ABSTRACTThis study aimed to determine the response of peasant women to themanufacture of salted eggs with temperature manipulation in Trasan Village and todetermine the effect of the characteristics of peasant women (age, education, experience in processing salted eggs and cosmopolitan level) on the response. The study design used is a one shot case study. The variables observed consisted of the dependent variable in the form of the response of peasant women in Trasan Village from the aspect of knowledge, aspects of attitude, aspects of skills, as well as independent variables including age, education, experience in processing salted eggs and the cosmopolitan level. Collecting data using interview and observation methods with individual approach techniques. Descriptive analysis was used to determine the response of peasant women and multiple linear regression analysis to determine the characteristics of peasant women that affect the response. The sample consisted of 30 people who were determined using a purposive sampling technique with the criteria of being an active member of the Peasant women Group in Trasan Village, Bandongan District. The results of the analysis show that the response level of peasant women in Trasan Village, Bandongan District is in the very high category with a score of 2503. Characteristics (age, education, experience in processing salted eggs and cosmopolitan level) simultaneously have a significant effect (P < 0.05) on responses peasant women in Trasan Village. Partially, the characteristics of female farmers that have a significant effect (P < 0.05) on the response are age, education and cosmopolitan level with the regression coefficient values of -0.149, 1.151, 0.329, 1.005, respectively. while the experience of processing salted eggs had no significant effect (P > 0.05) on the response of peasant women in making salted eggs with temperature manipulation technology.Keywords: Response, Peasant women, Salted Eggs, Temperature Manipulation
Pemanfaatan Temulawak Molases Blok (TMB) Sebagai Pakan Suplemen Ternak Domba Yang Terinfeksi Cacing Saluran Pencernaan Andang Andiani Listyowati; Sumaryanto Sumaryanto; Ayu Febriayani
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.889

Abstract

Temulawak Molases Blok (TMB) sebagai pakan tambahan yang lengkapkandungan gizinya dan bermanfaat bagi domba. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian TMB sebagai pakan suplemen untuk meningkatkanpalatabilitas pakan, konsumsi pakan, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahanorganik serta mengurangi telur cacing pada domba yang terinfeksi cacing saluranpencernaan. Ternak domba yang digunakan adalah Domba Ekor Tipis (DET) jantandengan umur 6-8 bulan, sebanyak sepuluh ekor dengan bobot badan rata–rata 20 kgdan positif terdapat terlur cacing Haemonchus contortus pada feses domba. Penelitianini menggunakan metode Uji T, Rancangan ini membandingkan antara domba yangdiberi pakan hijauan dan konsentrat dengan domba yang diberi pakan hijauan dankonsentrat ditambah TMB Analisis yang digunakan analisa Uji Independent SampleT-Test. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian TMB berpengaruh secarasignifikan (P<0,05) terhadap palatabilitas pakan hijauan DET sebesar 261gram/ekor/5menit dan palatabilitas pakan konsentrat DET sebesar 49gram/ekor/5menit. Pemberian TMB berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadaptingkat konsumsi pakan hijauan DET sebesar 1.861 gram/ekor/hari dan tingkatkonsumsi pakan konsentrat DET sebesar 269 gram/ekor/hari. Pemberian TMBberpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering DETsebesar 79,444%. TMB berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadap kecernaanbahan organik DET sebesar 83,439%. berpengaruh secara signifikan (P<0,05)terhadap kecernaan bahan kering DET sebesar 79,444%. TMB berpengaruh secarasignifikan (P<0,05) terhadap pengurangan jumlah telur cacing pada domba yangterinfeksi cacing saluran pencernaan. TMB berpengaruh secara signifikan (P<0,05)terhadap palatabilitas pakan, konsumsi pakan, kecernaan bahan kering, dankecernaan bahan organik serta mengurangi telur cacing pada DET yang terinfeksicacing saluran pencernaan.
Persepsi Peternak Domba Terhadap Pengobatan Penyakit Infeksi Cacing (Haemonchiasis) Menggunakan Biji Pinang (Areca Catechu) di Desa Payaman Kecamatan Secang Rosa Zulfikhar; Budi Purwo Widiarso; Fitrah Chairunisa; Akimi Akimi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.922

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Payaman, Kecama\tan Secang, Kabupaten Magelang dengan tujuan untuk mengetahui persepsi peternak domba terhadap pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang (Areca catechu), serta mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap persepsi peternak domba dalam pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang (Areca catechu). Kajian penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan rancangan kajian yaitu desain one-shot case study artinya dalam kajian ini dilakukan dengan satu kali perlakuan yaitu penyuluhan kemudian dilakukan observasi atau pengambilan data. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu 45 responden dengan mengunakan metode purporsive sampling. Pengukuran persepsi menggunakan panduan wawancara berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Variabel dalam kajian ini terdiri dari variabel independen yaitu umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak serta variabel dependen yaitu persepsi peternak. Hasil dari analisis deskriptif yang diperoleh menunjukkan bahwa persepsi peternak domba terhadap pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang berada dalam kategori baik yaitu dengan nilai sebesar 2.746 dan rata-rata 61,02. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak secara simultan atau bersama-sama berpengaruh sangat signifikan (P˂0,01) terhadap persepsi peternak domba. Secara parsial atau individu umur dan tingkat pendidikan berpengaruh sangat signifikan (P˂0,01) terhadap persepsi peternak domba sedangkan pengalaman beternak berpengaruh signifikan (P˂0,05) terhadap persepsi peternak domba.

Page 1 of 1 | Total Record : 5