cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 175 Documents
MENGUBAH POLA PIKIR NEGATIF PADA REMAJA MELALUI COGNITIVE RESTRUCTURING Qotrunnada Salsabilah; Rudi Saprudin Darwis
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.31894

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang paling membingungkan dalam kehidupan seseorang. Masa ini adalah masa di mana banyak hal berubah, dan remaja yang mengalaminya bukan saja harus beradaptasi dengan perubahan fisik, namun juga dalam memahami berbagai hal yang terjadi pada lingkungan sosialnya, dan ditambah pula dengan kondisi remaja yang juga mengalami perkembangan dalam aspek psikologisnya. Masa remaja merupakan tahapan perkembangan yang paling krusial. Tahapan ini membutuhkan banyak sekali perhatian, terutama dari figur orang tua. Kehilangan figur orang tua dapat membuat remaja yang sedang melewati masa tersebut dapat memiliki pemikiran negative tentang dirinya. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana terbangunnya distorsi kognitif pada remaja yang menjadi subjek dalam kajian dan bagaimana cara distorsi kognitif membuat remaja mempercayai sesuatu yang sesungguhnya tidak terjadi. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui kegiatan praktikum pekerjaan sosial dengan individu dan kelompok. Metode yang digunakan untuk membantu remaja selaku klien adalah cognitive restructuring form (CRF). Hasil kajian menunjukkan distorsi kognitif yang dimiliki oleh remaja dapat diperbaiki dengan membantah pemikiran negatif yang dimilikinya. Hal ini selanjutnya dapat membantu remaja untuk mencapai keadaan di mana dia mulai mampu memiliki self talk positif akan kejadian yang terjadi padanya dan membantunya untuk mengatasi distorsi negatif yang dimilikinya
PENANGANAN STRES DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN METODE EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) Aisyah Roziika; Meilanny Budiarti Santoso; Moch. Zainudiin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.28454

Abstract

Semenjak Desember 2019, Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) menjadi fokus utama dunia. Tercatat lebih dari 8 juta kasus positif diagnosa COVID-19 di seluruh dunia dengan total kematian lebih dari 400 ribu jiwa. Penyebaran yang terus terjadi secara luas dan cepat ini berdampak pada kehidupan sosial manusia yang mengakibatkan pikiran berlebihan hingga tak terkendali dan menimbulkan stres. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi literatur yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Penulisan artikel ini betujuan untuk membahas dampak dari pandemi COVID-19 yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan membahas Emotional Freedom Therapy sebagai terapi alternatif untuk mengurangi tingkat stres di masa pandemi COVID-19. Penggunaan EFT yang cukup efisien sebagai alternatif di masa pandemi COVID-19, dapat mengurangi tingkat stres dan menghilangkan energi-energi negatif yang dapat menyebabkan kecemasan, takut, hingga stres.
PENDEKATAN BERBASIS KEKUATAN DALAM MENINGKATKAN WELLNESS LANSIA Muthia Fadhila Khairunnisa; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.34266

Abstract

Pendekatan berbasis kekuatan menjadi salah satu metode yang dipakai oleh pekerja sosial untuk menyelesaikan masalah atau meningkatkan keberfungsian sosial kliennya, termasuk lansia. Lansia sebagai kelompok yang memerlukan perhatian khusus memiliki karakteristik individu tersendiri, berupa potensi dan kekuatan, yang dapat dimaksimalkan sehingga bisa mencapai kesehatan yang multidimensional—yang meliputi 7 Dimensi Kesehatan; fisik, lingkungan, spiritual, sosial, profesional, intelektual, serta emosional. Artikel ini membahas bagaimana lansia dapat dilihat melalui perspektif sumber daya yang dapat dikembangkan oleh pekerja sosial melalui pendekatan berbasis kekuatan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan menggunakan perspektif Model Ekologi dari Penuaan yang memandang keterkaitan karakteristik individu lansia dengan tekanan dari lingkungannya. Hasilnya, pekerja sosial dapat menggunakan pendekatan berbasis kekuatan untuk menyehatkan lansia secara holistik dengan memerhatikan tiga domain analisis; domain individu, interaksional, dan kontekstual, untuk mencapai tingkat keterlibatan dalam hidup lansia yang baik.
PENYALAHGUNAAN NAPZA DALAM DUNIA ENTERTAINMENT Sofia Zahara; Raden Roro Michelle Fabiani; Tsaniya Zahra Y.W; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.31866

Abstract

                                                                       ABSTRAKSaat ini, penyalahgunaan NAPZA di Indonesia meningkat dan menimbulkan permasalahan yang kompleks. Salah satunya, kalangan yang sedang disorot oleh masyarakat adalah selebriti. Hal tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan pengguna narkotika di kalangan selebriti sebanyak 9% pada tahun 2019. Selebritis yang merupaka role model bagi masyarakat, tentunya harus dapat menjaga sikap dan nama baiknya dan harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat bukan memberikan contoh yan buruk yang dapat ditiru oleh masyarakat sehingga menyebabkan permasalahan sosial. Peredaran narkotika yang terjadi di kalangan selebriti dimulai dari golongan tertinggi hingga terendah dan harga narkotika tersebut bervariasi dimulai dari harga yang mahal dan murah. Maka dari itu, masyarakat maupun selebriti dapat dengan mudah mendapatkan dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut. Tujuan dari penggunaan narkotika di kalangan selebriti tersebut adalah mengurangi rasa stress, kesedihan, kesepian, meningkatkan stamina dan meredakan emosi. Tetapi, penggunaan tersebut dapat menimbulkan adanya kecanduan. Dampak yang terjadi dalam penyalahgunaan narkotika dalam kalangan selebriti dapat memunculkan adanya stigma negative dan hilangnya pekerjaan pada selebriti tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi bagi pembaca agar dapat mencerna informasi sebaik-baiknya untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk dan mana yang patut untuk dicontoh sehingga tidak mnimbulkan permasalahan sosial di masyarakat.  ABSTRACTCurrently, drug abuse in Indonesia is increasing and it creates complex problems. One of them, the circles that are being highlighted by the public are celebrities. This is due to an increase in drug users among celebrities by 9% in 2019. Celebrities who are role models for society, of course, must be able to maintain their attitudes and good names and must provide a good example to society, not provide bad examples that can be imitated. by society causing social problems. The circulation of narcotics that occurs among celebrities starts from the highest to the lowest classes and the prices of these narcotics vary from high to low. Therefore, people and celebrities can easily get and consume these illegal drugs. The purpose of using narcotics among these celebrities is to reduce stress, sadness, loneliness, increase stamina and reduce emotions. However, its use can lead to addiction. The impact that occurs in narcotics abuse among celebrities can lead to negative stigma and job losses for these celebrities. This study aims to provide education and information for readers in order to digest the information as well as possible to determine what is good and what is bad and which ones should be emulated so as not to cause social problems in society.
PROGRAM CSR BUDIDAYA KOPI KAMOJANG BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN PROPER EMAS PT INDONESIA POWER KAMOJANG POMU Ibnu Agus Santosa; Eva Wirabuana; Yeyep Sofyan Iskandar; Yunara Yunara; Dito Hastha Krisandy; Rara Ayu Rahmadani; Luthfiansyah Hadi Ismail
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.33733

Abstract

Program budidaya kopi Kamojang merupakan salah satu program CSR PT Indonesia Power Kamojang POMU yang berfokus pada pemberdayaan petani kopi di sekitar area operasional perusahaan. Pertanian kopi sebagai salah satu komoditas utama area Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, layak untuk diberikan pendampingan yang bersifat memberdayakan, sehingga diharapkan melalui program ini, produktivitas pertanian kopi meningkat dan berkualitas, sehingga pendapatan kelompok semakin meningkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk program CSR yang dilaksanakan ini memiliki 3 unsur yakni Corporate Social Marketing, Corporate philanthropy dan Socially responsible. Berdasarkan hasil penelitian, tahapan pemberdayaan yang belum dilakukan adalah tahapan terminasi. Perusahaan PT. Indonesia Power Kamojang POMU  dapat melaksanakan program yang bersifat pemberdayaan serta memiliki unsur inovasi (kebaruan dan memberikan perubahan secara komprehensif), kolaborasi antar pihak-pihak terlibat (stakeholders), pelaksanaan program yang terorganisir dan berbasis data empiris (dari tahap perencanaan melalui riset pemetaan sosial/social mapping hingga evaluasi melalui riset indeks kepuasan masyarakat/IKM atau social return on investment/SROI) serta menghasilkan dampak-dampak positif yang terukur (ekonomi, sosial, lingkungan dan kesejahteraan).
PENANGANAN KEBIASAAN MEROKOK DI MASA PANDEMI COVID-19 Arik Anfasa Salsabil; Meilanny Budiarti Santoso; Moch. Zainudiin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.28458

Abstract

Merokok dipandang sebagai kebiasaan yang sudah banyak dilakukan dan menjadi wajar untuk dilakukan terutama di kalangan remaja Indonesia. Ditengah pandemi ini merokok merupakan kebiasaan yang sangat berbahaya karena bisa memperburuk sistem kerja paru-paru dan membuat paru-paru menjadi lebih lemah untuk beroprasi.  Kondisi tersebut dapat menurunkan fungsi paru-paru untuk mengambil oksigen dari udara. Hal ini dapat melemahkan sistem imun sehingga tubuh sulit untuk melawan virus Corona yang masuk. Dengan berhenti merokok orang bisa meningkatkan imunitas tubuh untuk memerangi Covid-19 ini. Dengan dilakukanya metode-metode seperti token ekonomi dan behavioral therapy yang efektif, diharapkan mampu untuk bisa membuat seseorang mengurangi bahkan berhenti dari kebiasaan merokok tersebut. Teknik pengambilan data tersebut diambil dari catatan deskriptif.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN SPIRITUALITAS LANSIA DALAM KESIAPAN MENGHADAPI KEMATIAN Fitria Fitria; Nandang Mulyana
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.34267

Abstract

Spritualitas adalah keadaan dimana adanya hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan, dan tuhannya. Spiritualitas mempunyai dimensi yang menyediakan kekuatan ketika seseorang berada pada tekanan emosi, penyakit fisik dan kematian dalam setiap tahap perkembangnnya termasuk pada lansia. Salah satu masalah yang sering dialami lansia adalah kesiapan mereka dalam menghadapi kematian yang didasari oleh perilaku kerohaniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi kesehatan spiritual lansia dalam kesiapan menghadapi kematian. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menggunakan literature yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kesehatan spiritual lansia terhadap kesiapan menghadapi kematian dipengaruhi oleh makna hidup, konsep agama dan ketuhanan, interaksi sosial, konsep sakit sehat, kesejahteraan dan spiritualitas, serta kematian itu sendiri. Selain itu, adanya kesiapan dan ketidaksiapan lansia dalam menghadapi kematian dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa kematian tidak dapat ditolak, perbuatan masa lalu yang dilakukan, dan keinginan untuk terus bersama keluarga yang dicintai.
ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN FAKTOR INTERNAL ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL: YAYASAN ISTANA BELAJAR ANAK BANTEN Wandi Adiansah; Soni Akhmad Nulhaqim; Maulana Irfan; Muhammad Fedryansyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.32032

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor eksternal dan faktor internal organisasi Yayasan Istana Belajar Anak Banten. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi non-partisipasi dan studi dokumentasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer akan diperoleh dari beberapa informan yaitu Founder & Managing Director Yayasan ISBANBAN dan staff Yayasan ISBANBAN. Untuk data sekunder berasal dari studi dokumentasi laporan Yayasan ISBANBAN dan studi dari penelitian terdahulu. Data yang telah terkumpul akan dianalisis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal lembaga terdiri dari empat faktor utama yaitu faktor ekonomi, faktor sosiologis, faktor politik/professional dan faktor teknologi. Sedangkan faktor internal lembaga terdiri dari enam komponen faktor internal organisasi yaitu tujuan organisasi, misi, dan filsafat, perencanaan organisasional, operasi organisasi, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber keuangan.
Peran Pekerja Sosial Terhadap Anak Korban Pedofilia Nurul Izza Nabila; R Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.33756

Abstract

Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih sering terjadi di lingkungan masyarakat. Kekerasan seksual tersebut tidak hanya terjadi  di luar lingkungan keluarga, namun juga dapat terjadi di dalam keluarga.  Salah satu bentuk kekerasan seksual yang sering terjadi kepada anak adalah pedofilia. Pedofilia merupakan bentuk kekerasan atau pelecehan seksual, dimana pelaku merupakan seorang dewasa yang menggunakan anak sebagai rangsangan seksualnya. Dalam menangani  anak yang menjadi korban  pedofilia, diperlukan seorang profesional yang dapat membantu  anak dalam penyelesaian masalah, yaitu pekerja sosial. Pekerja sosial mengupayakan agar anak tetap mampu menjalankan keberfungsian sosialnya dan mencapai kesejahteraannya. Sebagai profesi yang dapat menangani masalah tersebut, pekerja sosial memiliki berbagai peran dalam membantu anak sebagai korban. Dalam artikel ini, metode yang digunakan adalah metode studi literatur, dimana penulis mengumpulkan sumber data berbagai kajian ilmiah yang berkaitan dengan peran pekerja sosial dalam menangani anak sebagai korban pedofilia. Hasil dari penulisan artikel ini adalah  pekerja sosial memiliki dapat berperan sebagai networker, broker, support person, pendidik, pekerja sosial klinis, mediator, saksi ahli, dan advokator.
SOSIALISASI PRINSIP KEWIRAUSAHAAN SEJAK USIA REMAJA DI DESA CINTAMULYA KABUPATEN SUMEDANG Risna Resnawaty; Nunung Nurwati; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.28752

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara berkembang yang  memiliki Jumlah penduduk menurut data Ditjen Dukcapil pada Triwulan II 2018 mencapai 263,9 juta jiwa, namun masih minim memiliki wirausahawan. Contohnya adalah di Desa Cinta Mulya yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Desa ini dikenal sebagai desa para pengrajin yang memiliki keterampilan dalam mengolah bahan baku kayu menjadi kerajinan yang telah dipasarkan di tingkat lokal, nasional bahkan internasional, namun masih sedikit orang yang berprofesi sebagai wirausahawan. Melihat fenomena tersebut dirasa penting untuk mendidik sumberdaya manusia yang ada terutama siswa untuk dapat mengetahui dan mempraktekkan prinsip-prinsip kewirausahaan sejak rermaja sehingga di masa depan jumlah wirausahawan dapat meningkat dan mampu berdaya saing di dunia global. Oleh karena itu, Program Pengabdian Masyarakat (PPM) dihadirkan dan difasilitasi oleh mahasiswa KKN UNPAD kepada siswa untuk memfasilitasi tercapainya tujuan tersebut. Program tersebut berjudul “Sosialisasi Prinsip Kewirausahaan Sejak Usia Remaja di SMPN 4 Jatinangor Desa Cinta Mulya Kabupaten Sumedang”.

Page 7 of 18 | Total Record : 175