cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 182 Documents
POLA ASUH ORANGTUA DAN KONSEP DIRI ANAK DIDIK LPKA BANDUNG Romayana Sari Lumbantoruan; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23130

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, bagaimana pengaruh pola asuh orangtua dalam pembentukan konsep diri, serta rasa bersalah yang dimiliki oleh anak didik pelaku pembunuhan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) kelas II A, Bandung. Subyek penelitian ini sendiri adalah seorang anak didik pelaku pembunuhan yang berumur 16 tahun. Data penelitian yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Melalui penelitian ini juga memberikan informasi, seberapa besar peranan orangtua atas masalah yang timpa oleh anaknya, serta bagaimana respon anak atas perilaku yang telah klien perbuat. Dari penelitian yang di lakukan, memberikan hasil bahwa peran orangtua sangat berpengaruh terhadap konsep diri anak, serta rasa bersalah yang dimiliki. Melaui penelitian ini, subyek menyatakan tidak bersalah atas apa yang telah klien perbuat, hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, yang tidak lain adalah orangtuanya. Sehingga subjek cenderung berperilaku tidak aktif terhadap kegiatan yang diadakan oleh pihak LPKA, sukar bergaul dengan teman-teman yang berada di LPKA, mudah tersinggung, dan bersikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya.  This research was conducted to find out, how the influence of parenting in the formation of self-concept, as well as the guilt that is owned by ANDIK of perpetrators of murder in Special Correctional Institutions of Children (LPKA) class II A, Bandung. The subject of this study was a 16-year-old student of murder. Research data obtained from interviews and observations. Through this research also provides information, how big the role of parents on the problems that befall the child, and how the child responds to the behavior he has done. From the research that was done, the results showed that the role of parents greatly influences the child's self-concept, as well as the guilt they have. Through this study, the subject stated his innocence for what he had done, this was also influenced by his social environment, which was none other than his parents. That's make the subject tends to behave inactively towards the activities held by the LPKA, it is difficult to get along with friends who are in LPKA, easily offended, and do not care about the surrounding environment.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA SEHINGGA MENGHASILKAN SUATU HUBUNGAN YANG ERAT ANTAR PETUGAS K3L UNPAD Dhea Sekar Ayu; Hetty Krisnani
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18252

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja petugas apakah membuat petugasnya nyaman atau tidak menggunakan hasil penelitian 2018. Pada penelitian terdapat 10 responden yang dipakai datanya. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan teknik survey untuk mendapatkan data primer dan studi pustaka untuk mendapatkan data sekunder. Universitas Padjadjaran saat ini sedang melakukan penataan pengelolaan tenaga K3L agar sesuai dengan tujuannya yaitu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dalam hal ini masyarakat Jatinangor. K3L ini bertugas membersihkan pekarangan fakultas, menyapu jalan, dan lain-lain. Sikap dan perilaku petugas K3L dipengaruhi oleh lingkungan kerja. Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kinerja petugas baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga menciptakan kondisi lingkungan kerja yang kondusif. Lingkungan kerja yang kondusif akan memungkinkan seorang petugas untuk lebih bersemangat lagi sehingga pekerjaan yang dihasilkan akan memuaskan. Seseorang akan senang pada pekerjaan itu apabila ia telah merasakan kenyamanan di lingkungan kerjanya
PROGRAM CSR YAYASAN UNILEVER INDONESIA BERDASARKAN TEORI TRIPLE BOTTOM LINE Ricky Michael; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23116

Abstract

Perusahaan merupakan badan usaha yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, seperti membuka lapangan kerja dan menyediakan barang kebutuhan masyarakat. Akan tetapi tanpa disadari perusahaan memiliki dampak terhadap lingkungan masyarakat sekitar yang cenderung negatif. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan wujud pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Berguna untuk mencegah dan menangani potensi respon negatif hingga masalah yang timbul di sekitar perusahaan. Three bottom line yang merupakan konsep yang menjelaskan dan menata tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan melalui 3P (Planet, Profit, People). PT Unilever Indonesia Tbk. merupakan perusahaan swasta yang memiliki program CSR melalui Yayasan Unilever Indonesia. YUI yang memiliki tiga pilar yaitu Pilar Peningkatan Taraf Hidup; Pilar Lingkungan; Pilar Kesehatan, Kesejahteraan dan Nutrisi berkerja dengan misi mencari dan memberdayakan potensi masyarakat, memberikan nilai tambah bagi masyarakat.   The company is a business entity that provides many benefits to the community, such as opening jobs and providing goods for the community. However, the company unwittingly has an impact on the surrounding community environment which tends to be negative. Corporate Social Responsibility (CSR) is a manifestation of the implementation of corporate social responsibility to the community. Useful to prevent and deal with potential negative responses to problems that arise around the company. Three bottom line which is a concept that explains and organizes corporate responsibility towards the environment through 3P (Planet, Profit, People). PT Unilever Indonesia Tbk. is a private company that has a CSR program through the Unilever Indonesia Foundation. YUI which has three pillars, namely the Life Level Improvement Pillar; Environmental Pillar; The pillar of Health, Welfare and Nutrition works with the mission of finding and empowering community potential, providing added value to the community.
Gambaran Aktualisasi Diri Penyandang Disabiitas Fisik yang Bekerja Chika Riyanti; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28483

Abstract

Penyandang disabilitas fisik merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghambat diri mereka untuk menciptakan kehidupan yang layak. Salah satu upaya untuk menciptakan kehidupan yang layak yaitu dengan bekerja. Hak untuk bekerja bagi penyandang disabilitas telah dilindungi oleh peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Salah satu upaya mengimplementasikan peraturan tersebut untuk melindugi hak bekerja bagi penyandang disabilitas daksa yaitu melalui Disabled People’s Organisations (DPO).Dengan adanya upaya dari Disabled People’s Organisations (DPO) untuk mewujudkan hak bekerja bagi penyandang disabilitas, juga merupakan perwujudan kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri merupakan kebutuhan untuk mengoptimalkan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh individu. Melalui lima aspek utama dalam aktualisasi diri, dapat dilihat bagaimana individu tersebut mengaktualisasikan dirinya. Kelima aspek tersebut ialah creativity, morality, self acceptance, spontaneity, dan problem solving.Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Penelitian ini ingin memberikan gambaran mengenai pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri penyandang disabilitas fisik yang bekerja. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini, melalui bekerja penyandang disabilitas fisik dapat menyalurkan potensi dan kemampuan yang dimiliki sehingga pemenuhan akan kebutuhan aktualisasi diri dapat terwujud.
REHABILITASI SOSIAL BAGI REMAJA DENGAN DISABILITAS SENSORIK Nida Salsabila; Hetty Krisnani; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 3 (2018): Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i3.20496

Abstract

Salah satu masalah sosial yang dihadapi saat ini adalah permasalahan tentang orang dengan Orang dengandisabilitas, seperti stigma negatif, akses yang terbatas yang membuat orang dengan disabilitas menjadi orang yang tergantung kepada bantuan orang lain, ketidaksamaan kesempatan untuk berpartisipasi di dunia kerja, dan masih banyak lagi. Masalah-masalah tersebut adalah masalah yang umum dihadapi orang dengan disabilitas, termasuk remaja dengan disabilitas. Orang denganOrang denganRemaja merupakan masa pertumbuhan yang rentan karena mereka berada pada posisi yang bukan lagi anak-anak dan bukan juga orang dewasa apalagi remaja Orang dengandengan sensorikdisabilitas sensorik yang kesulitan untuk mengaktualisasikan dirinya. Rehabilitasi sosial merupakan salah satu pelayanan sosial yang dapat membantu perkembangan remaja Orang dengansensorikdengan disabilitas sensorik.
REINTEGRASI SOSIAL KORBAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI P2TP2A DKI JAKARTA ERVANI FARADILLAH RAHMAN; HERY WIBOWO
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.34497

Abstract

Kekerasan seksual tidak hanya terjadi dikalangan orang dewasa melainkan anak-anak dapat menjadi korban dari kekerasan seksual. Dengan angka kasus yang semakin meningkat, Departemen Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Kesehatan, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebagai upaya memberikan pelayanan bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan. Adapun tahapan yang dilakukan setelah pemberian layanan dianggap selesai yaitu reintegrasi sosial. Penelitian ini membahas mengenai pemahaman yang menyeluruh dari Reintegrasi Sosial Korban Kasus Kekerasan Seksual Anak di P2TP2A DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif guna memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pelaksanaan reintegrasi sosial saat dan sebelum pandemi, tahapan tertentu dari pelaksanaan reintegrasi sosial, serta terdapat peluang dan hambatan dari pelaksanaan reintegrasi sosial di P2TP2A DKI Jakarta.
POLA ASUH ORANG TUA DAN KENAKALAN REMAJA Adristinindya Citra Nur Utami; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.22831

Abstract

Di era ini, kenakalan remaja sudah sangat sering terjadi. Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma aturan dan tata hukum masyarakat yang di lakukan pada usia remaja atau transisi dari masa anak-anak ke dewasa. Perilaku yang menyimpang dari norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja merupakan problema yang sering terjadi pada remaja baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika tidak ditangani dengan baik, kenakalan remaja dapat berubah menjadi perilaku criminal dan dapat membawa remaja tersebut ke dalam penjara. Bila ditelusuri secara mendalam perkembangan kejahatan remaja banyak di pengaruhi dari kehidupan keluarga dan masyarakat. Keluarga memiliki peranan penting dalam mencegah kenakalan remaja. Salah satu cara yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegah kenakalan remaja adalah dengan menggunakan pola asuh yang tepat. Pola asuh yang digunakan oleh orang tua memberikan pengaruh pada perilaku anak. Menurut hasil assessment di LPKA Sukamiskin, Bandung, ditemukan keterkaitan atau pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap kenakalan dan perilaku criminal yang dilakukan oleh remaja.  ABSTRACTIn this era, juvenile delinquency is very common. Juvenile delinquency is an act that violates the norms and rules of law of society that are done in adolescence or the transition from childhood to adulthood. Behavior that deviates from criminal law norms committed by adolescents is a problem that often occurs in adolescents both in the family, school, and society. If not handled properly, juvenile delinquency can turn into criminal behavior and can bring the teenager into prison. When traced in depth the development of juvenile crime is influenced by family life and society. Family has an important role in preventing juvenile delinquency. One way that families can do to prevent juvenile delinquency is to use proper parenting. Parenting is used by parents to influence children's behavior. According to the results of the assessment at Sukamiskin LPKA, Bandung, it was found that the relationship between parents' parenting and delinquency behavior was carried out by teenagers.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERNIKAHAN DINI PADA PEREMPUAN Rima Hardianti; Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.28415

Abstract

Manusia merupakan mahkluk yang setiap saat berinteraksi dengan manusia maupun makhluk lainnya. Dalam menjalani kehidupannya manusia akan selalu membutuhkan orang lain, manusia tidak dapat mencapai keinginannya oleh dirinya sendiri. Maka dari itu, disebutlah manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan dibutuhkan oleh orang lain.Manusia saling membutuhkan dengan manusia lainnya tentunya dalam hal yang posistif. Salah satu manusia membutuhkan orang lain yaitu untuk menjadi pendamping hidupnya. Untuk mendukung keinginan mengembangkan keturunannya itu, tentunya melalui proses Pernikahan atau Perkawinan. Pernikahan adalah sebuah peristiwa hidup dimana terucapnya janji suci antara laki-laki dan perempuan. Di Indonesia, syarat seseorang bisa melakukan pernikahan yaitu apabila wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun, sedangkan bagi laki-laki 19 (sembilan belas) tahun hal ini tercantum dalam undang-undang tentang Pernikahan. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh sepasang remaja (laki-laki dan perempuan) yang masih berumur kurang dari 20 tahun dan belum matang secara fisik, fisiologis maupun psikologis.  Pernikahan dini yang terjadi umunya dilakukan oleh remaja perempuan . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif Studi Pustaka. Pernikahan dini yang terjadi pada perempuan disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor budaya dan adat istiadat, faktor orangtua, faktor ekonomi, faktor pendidikan, dan faktor dari dalam diri individu. Pernikahan dini juga memberikan dampak, yakni dampak bagi individu yang melakukannya, dampak bagi keluarganya dan bagi masyarakat atau negara
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK WARGA BINAAN SOSIAL DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK PUTRA UTAMA 4 CENGKARENG Indah Sari Pebrianti; Maulana Irfan
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.34253

Abstract

ABSTRAKAnak merupakan cikal bakal penerus bangsa, namun berbagai permasalahan anak seolah tidak ada habisnya, salah satunya adalah hak untuk dapat tumbuh dan berkembang. Untuk menjawab persoalan tersebut pemerintah dan beberapa stakeholder membuat alternatif pemecahan yakni membentuk lembaga pelayanan sosial. Lembaga pelayanan sosial hadir sebagai wadah untuk mensejahterakan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Panti sosial asuhan anak merupakan salah satu bentuk dari pelayanan sosial yang memberikan pelayanan kepada anak-anak yang mengalami hambatan dalam melaksanakan fungsi sosialnya.Bentuk upaya pemecahan permasalahan sosial dapat dilakukan dengan melalui pendekatan individu, keluarga, kelompok, maupun komunitas. Salah satu diantaranya yaitu memberikan dan membentuk terapi aktivitas kelompok. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga hal tersebut mempengaruhi bagaimana pola perkembangan yang ada dalam diri mereka. Terapi aktivitas kelompok dinilai dapat membantu remaja memenuhi kebutuhan dan tugas perkembangan secara positif. Penelitian ini menggunakan studi literatur, yang mana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terapi aktivitas kelompok yang dilakukan di Panti Sosial Asuhan Putra Utama 4 Cengkareng. Dari hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terapi aktivitas kelompok di Panti Sosial Asuhan Putra Utama 4 Cengkareng yakni terapi kelompok dengan tema “Belajar melipat baju dengan rapi” dinilai mampu untuk meningkatkan perkembangan diri pada warga binaan sosial. 
Peran Pekerja Sosial dalam Penerapan Therapeutic Community Adristinindya Citra; Annisya Triana; Gina Sonia; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.31851

Abstract

Kasus penyalahgunaan NAPZA menjadi salah satu permasalahan yang cukup besar dan sering terjadi di Indonesia. Tidak hanya di kota-kota besar, penyalahgunaan NAPZA sudah memasuki seluruh pelosok negeri dan menyebabkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakatnya, sehingga masalah penyalahgunaan NAPZA menjadi masalah multidimensional. Oleh karena itu, dalam penyelesaiannya memerlukan sinergitas antarelemen dalam masyarakat termasuk pekerja sosial. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pekerja sosial dalam bidang rehabilitasi, khususnya melalui theurapetic community sebagai salah satu langkah untuk menyembuhkan dan memulihkan keberfungsian sosial korban penyalahgunaan NAPZA. Artikel ini ditulis dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pokok permasalahan yang berkaitan dengan peran pekerja sosial dalam melakukan theurapetic community. Hasilnya, pekerja sosial khususnya dalam penerapan theurapetic community dapat berperan sebagai sebagai pendamping, pengawas, dan fasilitator dalam melakukan pendekatan terapi psikososial yang berlandaskan prinsip self-help group dengan cara memberikan kepedulian dan bantuan kepada sesama rekan dalam grup untuk kepulihan bersama dan merubah perilaku negatif menjadi kearah yang lebih positif.  Substance abuse become one of the big problems in Indonesia. Not only in big cities, substance abuse has entered all corners of the country and caused changes in various aspects of people's lives, so that the problem of substance abuse becomes a multidimensional problem. Therefore, in its settlement requires synergy between the interelments in the community including social workers. This article aims to describe the role of social workers in the field of rehabilitation, especially through theurapetic community as one of the steps to heal and restore the social functioning of victims. This article is written with qualitative approach and descriptive method of analitative that aims to give an overview of the main problems related to the role of social workers in conducting theurapetic community. As a result, social workers, especially in the application of theurapetic community can act as a companion, supervisor, and facilitator in conducting psychosocial therapy approach based on the principle of self-help group by providing care and assistance to fellow colleagues in the group for mutual health and change negative behavior into a more positive behavior.

Page 6 of 19 | Total Record : 182