cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 175 Documents
EDUKASI KEBERFUNGSIAN SOSIAL MASYARAKAT MELALUI PLATFORM DIGITAL Hery Wibowo; Maulana Irfan; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.31910

Abstract

Terjadinya perubahan dalam kehidupan bermasyarakat adalah sebuah konsekuensi perkembangan jaman yang menjadi bagian dari kehidupannya. Bagi masyarakat yang siap menghadapi berbagai perubahan sosial, tidak akan ada kendala, namun bagi masyarakat yang tidak siap, akan menimbulkan ketidakberfungsian sosial dalam kehidupannya. Jika melihat situasi saat ini, dimana Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir satu  tahun, secara umum tidak ada yang siap dalam menghadapinya. Situasi ini memaksa masyarakat harus menghadapi dan beradaptasi dengan Pandemi Covid-19, meski berbagai sektor kehidupan mengalami keterpurukan baik dari sektor kesehatan maupun perekonomian. Selain kedua sektor tersebut, gangguan terjadi pula pada sektor pendidikan. Meski saat ini kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh  atau metode Daring diterapkan, tetapi secara faktual masih terjadi kendala di lapangan.Di era saat ini kemampuan untuk melakukan pola hidup dan pola interaksi digital menjadi tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Satu keberuntungan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia saat ini berupa aktifitas keseharian yang telah terbiasa menggunakan tehnologi digital dan kemampuan menggunakan berbagai aplikasi  seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal yang menjadi masalah adalah minimnya pemahaman dan praktik dalam membangun alternatif metode edukasi yang menarik minat bagi warga belajar terutama dalam membangun keberfungsian sosial individu atau masyarakat dalam menjalankan perannya.Artikel ini memaparkan alternatif platform edukasi keberfungsian sosial dengan skema preventif dan promotif. Program edukasi yang diberikan mencakup upaya untuk membangun pemahaman (kognitif), peningkatan sikap positif (afektif) dan keterampilan (psikomotorik). Saluran penyampaian layanan diberikan melalui platform online, yaitu media video Youtube, media sosial Instagram dan media website.
PENERAPAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MELALUI LEMBAGA FILANTROPI MEDIA DI INDONESIA Nurul Izza Nabila; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.37055

Abstract

Hadirnya lembaga filantropi di Indonesia merupakan sebuah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lembaga filantropi yang didirikan oleh perusahaan media berperan dalam pengelolaan dana dari masyarakat untuk masyarakat yang lebih membutuhkan, seperti korban bencana alam, sosial, maupun kemanusiaan. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dimana penulis menjelaskan penerapan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan media di Indonesia melalui pendirian lembaga filantropi. Lembaga filantropi media yang dibahas meliputi Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK), MNC Peduli, dan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP). Penerapan kegiatan CSR tersebut membantu masyarakat prasejahtera melalui bantuan uang, barang, maupun tenaga relawan. Namun, sebaiknya hasil pengumpulan dana tidak hanya sekadar bantuan sementara, melainkan harus dilakukan pemberdayaan bagi masyarakat prasejahtera.  The presence of philanthropic institutions in Indonesia is a form of corporate responsibility towards improving people's welfare. Philanthropic institutions established by media companies play a role in managing funds from the community for people who are in greater need, such as victims of natural, social and humanitarian disasters. The writing of this article uses a descriptive approach, where the author explains the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) activities carried out by media companies in Indonesia through the establishment of philanthropic institutions. The philanthropic media organizations discussed included the Kompas Humanitarian Fund Foundation (DKK), MNC Peduli, and the Pundi Amal Peduli Kasih Foundation (YPP). The implementation of these CSR activities helps underprivileged communities through financial assistance, goods, and volunteers. However, it is better if the results of the collection of funds do not only provide temporary assistance, but also empower the underprivileged communities.
PENTINGNYA MENINGKATKAN KESADARAN ORANG TUA AGAR TIDAK MELAKUKAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP ANAK Shafira Putri Ramadhani; Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.33729

Abstract

Anak merupakan aset yang paling berharga yang dimilki oleh suatu negara, karena nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Anak adalah anugerah dan titipan yang diberikan oleh Tuhan yang sudah seharusnya dijaga serta dilindungi. Namun justru saat ini anak seringkali dihadapkan pada kondisi yang darurat, dimana mereka menjadi korban kekerasan dari orang-orang terdekatnya bahkan orang tuanya sendiri. Padahal setiap anak memiliki hak untuk dapat mencapai dan memperoleh kebahagian serta kesejahterannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyebab mengapa orang tua bisa melakukan tindak kekerasan pada anak serta bagaimana cara pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melakukan tindak kekerasan pada anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, terlebih faktor  kondisi emosinoal. Kondisi emosional orang tua yang kurang stabil akan cenderung memicu terjadinya tindak kekerasan. Karena hal itu dianggap sebagai solusi alternatif dalam mendisiplinkan dan mengajari anak. Akibat perlakuan yang salah dari orang tua tersebut, tanpa disadari mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan sang anak. Perlindungan pada anak sangat diperlukan guna mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkulitas bagi masa depan. Peningkatan kesadaran pada orang tua pun tidak kalah pentingnya agar mereka dapat memahami dan mengambil tindakan yang sesuai untuk menciptakan sistem perlindungan  dan pengasuhan yang baik bagi anak.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) Debby Maharani; Rima Hardianty; Wildan Muhammad Nur Ikhsan; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.36798

Abstract

HIV/AIDS saat ini telah menjadi isu global yang menyebar hampir diseluruh belahan dunia. sudah menjadi keharusan bahwa tujuan utama dukungan dan perawatan ODHA dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup. Adapun tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dan faktor-faktor yang dapat menghambat kualitas hidup ODHA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan data yang digunakan didalam artikel ini didapatkan dari data base google scholar dan menghasilkan journal, artikel ilmiah, literatur review yang sesuai dengan isu atau masalah yang akan peneliti cari. pencarian mulai dilakukan pada bulan Agustus akhir-selesai. Stigma dan diskriminasi akan berujung pada terhambatnya ODHA untuk berfungsi secara sosial didalam lingkungannya, penurunan kualitas hidup ODHA tentunya disebabkan oleh faktor-faktor diantaranya yaitu Dukungan Sosial, Kepatuhan Minum Obat dan Lama Terapi ARV , Kriteria diagnosis dan infeksioportunistik. Stigma membuat kualitas hidup ODHA menjadi lebih buruk, sehingga perlu adanya upaya untuk menanggulangi stigma masyarakat terhadap ODHA. ODHA mengalami gangguan psikis dikarenakan permasalahan sosial dan emosional yang membuat dirinya merasa terasingkan dari lingkungan sosialnya. ODHA tentunya membutuhkan dukungan serta motivasi dari berbagai pihak, oleh karena itu saran dari peneliti bagi ODHA maupun setiap stakeholder yang mempunyai peranan penting didalam menentukan kualitas hidup ODHA agar sama-sama dapat berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA dengan memberikan dukungan baik itu dukungan dari keluarga, sahabat, dan dukungan dari lingkungan sosialnya.
FAMILY SUPPORT TERHADAP MANTAN PENYALAHGUNA NAPZA DALAM MENCEGAH TERJADINYA RELAPSE (KEKAMBUHAN) Topan Parta Winata; Sheila Natalia; Rezki Rahmacahyani; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.31906

Abstract

Masalah penyalahgunaan napza merupakan masalah yang sangat kompleks. Prevalensi penyalahgunaan napza di Indonesia bisa dibilang masih cukup tinggi. Dalam menangani masalah tersebut dibutuhkan berbagai upaya. Salah satunya adalah upaya rehabilitasi. Namun program rehabilitasi yang diberikan belum mampu mencegah relapse 100% pada mantan penyalahguna napza yang sudah mengikuti program tersebut. Melihat fenomena ini, dibutuhkan upaya lain agar mantan penyalahguna napza tidak kembali relapse. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan adanya dukungan sosial terutama dari keluarga. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk melihat bahwa dengan adanya dukungan dari keluarga yang diberikan kepada mantan penyalahguna napza, baik melalui dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informasi, diharapkan dapat mencegah terjadinya relapse atau kekambuhan. Hal ini dikarenakan seseorang yang telah keluar dari lembaga rehabilitasi memiliki kemungkinan mengalami relapse (kambuh). Kemudian penulisan artikel ini termasuk dalam penelitian kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Penulis melakukan studi kepustakaan dalam mengumpulkan data. Dukungan keluarga yang diberikan kepada mantan penyalahguna napza dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri seorang mantan penyalahguna napza. Adanya dukungan dari orang-orang terdekatnya dapat menghindarkan mereka dari penggunaan napza kembali. The problem of drug use is a very complex problem. The prevalence of drug use in Indonesia is still quite high. In dealing with this problem, various efforts are needed. One of them is being rehabilitation effort. However, the rehabilitation program provided has not been able to 100% prevent relapse of former drug abusers who have participated in the program. Seeing this phenomenon, other efforts are needed so that former drug abusers do not relapse. One of the efforts that can be done is the existence of family support. The purpose of writing this article is to see that the support provided by family for former drug abusers, either through emotional support, reward support, instrumental support, and information support are expected to prevent relapse. This is because someone who has left the rehabilitation institution has the possibility of experiencing a relapse. This article is included as qualitative research using descriptive method. The author conducted a literature study in collecting the data. Family support given to former drug abusers can increase the self-confidence of a former drug abuser. Having support from their closest people can prevent them from using drugs again.
PERAN PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM PENCEGAHAN STUNTING Bastian Rahmadi Chandra; Rudi Saprudin Darwis; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.35060

Abstract

Balita stunting dipahami sebagai balita yang mengalami permasalahan kondisi gizi kronis, kondisi tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor yang meliputi keadaan sosial dan perekonomian orang tua, asupan nutrisi atau gizi saat masa kehamilan, riwayat penyakit yang dialami bayi, dan kurangnya nutrisi atau gizi pada bayi serta pola asuh yang tidak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, terlebih pada masa 1.000 HPK. Dalam jangka pendek akan berdampak pada terpengaruhinya beberapa aspek seperti aspek kognitif, aspek motorik, dan aspek verbal yang mengalami hambatan. Dalam jangka yang panjang stunting menyebabkan kondisi perawakan pada balita kurang proporsional pada usia remaja menuju dewasa. Stunting juga meningkatkan resiko obesitas di masa yang akan mendatang. Stunting juga berdampak pada kesehatan reproduksi yang menurun. Anak stunting juga memiliki penurunan kapasitas belajar, sehingga performa dan produktivitasnya di sekolah akan berkurang dan tidak optimal. Pelaksanaan intervensi sensitive dilakukan lebih berfokus pada penanganan faktor-faktor yang secara tidak langsung mempengaruhi kondisi asupan gizi yang menyumbang terjadinya stunting. Intervensi gizi sensitif memiliki sumbangsih yang signifikan yaitu sebesar 70 % dalam upaya pencegahan terjadinya stunting meskipun secara tidak langsung. Pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) berperan sebagai agen perubahan untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat agar tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai. Tujuan tersebut ialah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang issue stunting dan menangani kasus stunting dengan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat oleh kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK). Stunting toddlers are understood as toddlers who experience problems with chronic nutritional conditions, these conditions are influenced by many factors including the social and economic conditions of parents, nutritional intake or nutrition during pregnancy, history of illness experienced by infants, and lack of nutrition or nutrition in infants and patterns of nutrition. parenting that is not in accordance with the growth and development of children, especially during the 1,000 HPK period. In the short term, it will affect several aspects such as cognitive aspects, motor aspects, and verbal aspects that experience obstacles. In the long term, stunting causes stature conditions in toddlers to be less proportional from adolescence to adulthood. Stunting also increases the risk of obesity in the future. Stunting also has an impact on declining reproductive health. Stunting children also have a decreased learning capacity, so their performance and productivity in school will be reduced and not optimal. The implementation of sensitive interventions is carried out more focused on handling factors that indirectly affect the condition of nutritional intake that contributes to stunting. The sensitive nutrition intervention has a significant contribution of 70% in preventing stunting even though it is indirectly. Family Welfare Empowerment (PKK) acts as an agent of change to implement community empowerment so that health development goals can be achieved. The aim is to increase public awareness about the stunting issue and handle stunting cases by implementing community empowerment by the Family Welfare Empowerment Group (PKK).
PENGORGANISASIAN KOMUNITAS PENGOJEK DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Arie Surya Gutama; Rudi Saprudin Darwis; Moch Zainuddin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.38105

Abstract

ABSTRAK             Pandemi Covid-19 telah menurunkan pendapatan pengojek di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Mahasiswa yang biasanya menjadi konsumen utama mereka tidak berada di kawasan tersebut karena kebijakan belajar dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya-upaya alternatif dalam penguatan kapasitas para pengojek agar dapat mengatasi situasi pada situasi pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode snowball. Informan yang dipilih merupakan pengojek yang berlokasi di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Pendekatan teoritik yang digunakan adalah community organizing, khususnya dimensi penguatan kapasitas. Penguatan kapasitas terdiri dari beberapa aspek, yaitu munculnya kepemimpinan lokal, berkembangnya organisasi lokal yang bersifat formal dan informal, terbukanya akses komunikasi vertikal dan horizontal diantara para pengojek, dan terbukanya hubungan para pengojek dengan pihak luar. Hasil penelitian menunjukkan penguatan kapasitas pengojek di lokasi penelitian belum optimal dilihat pada aspek kepemimpinan lokal dan hubungan para pengojek terdampak dengan pihak luar. Hal ini disebabkan belum adanya pemimpin yang bertugas untuk mengatur pesanan para penumpang dan pengojek pangkalan belum melakukan kolaborasi dengan pihak luar. Oleh karena itu, peneliti menyarankan para pengojek perlu optimalisasi penguatan kapasitas mereka antara lain dengan cara pendampingan pelatihan, seperti penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, peneliti juga menyarankan  pengojek pangkalan juga dapat meniru layanan ojek online. Untuk meningkatkan pendapatan, pengojek pangkalan sebaiknya melakukan perubahan transformasi layanan ojek, seperti penyesuaian tarif, layanan antar jemput, layanan antar barang, mengadakan promosi, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.  STRENGTHENING THE CAPACITY OF MOCKERS IN THE FACE OF THE COVID-19 PANDEMIC ABSTRACT             The Covid-19 pandemic has decreased the revenue of mockers in Jatinangor District of Sumedang. Students who are usually their main consumers are not in the area due to home study policies. This research aims to illustrate alternative efforts in strengthening the capacity of mockers to be able to overcome the situation in the Covid-19 pandemic situation. The study used a qualitative approach with the snowball method. The informant selected is a mocker located in Jatinangor District of Sumedang. The theoretical approach used is community organizing, especially the dimension of capacity strengthening. Capacity strengthening consists of several aspects, namely the emergence of local leadership, the development of local organizations that are formal and informal, the open access to vertical and horizontal communication between the mockers, and the open relationship of the mockers with outsiders. The results showed that the strengthening of the capacity of the mocker at the research site has not been optimally seen in aspects of local leadership and the relationship of affected mockers with outsiders. This is because there is no leader in charge of arranging the orders of passengers and the base mocker has not collaborated with outside parties. Therefore, researchers suggest that mockers need to optimize their capacity strengthening, among others, by means of training assistance, such as the use of information and communication technology. In addition, researchers also suggest base mockers can also imitate online motorcycle taxi services. To increase revenue, base mockers should make changes in the transformation of motorcycle taxi services, such as tariff adjustments, shuttle services, freight forwarding services, conducting promotions, and collaborating with various parties. 
MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN BANTARAN SUNGAI CITARUM SEKTOR 7 KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG Wildan Muhammad Nur Ikhsan; Rudi Saprudin Darwis; Mochammad Zainuddin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 1 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i1.40707

Abstract

Hadirnya program Citarum Harum menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi pencemaran di sungai Citarum. Meskipun demikian, pengelolaan bantaran sungai Citarum menjadi tanggungjawab semua pihak masyarakat maupun stakeholder lainnya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan  modal sosial dalam pengelolaan bantaran sungai Citarum yang dilakukan oleh masyarakat dan stakeholder lainnya. Penelitian dilaksanakan di sektor 7 Kecamatan Baleendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data pada penelitian ini diperoleh melalui proses wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan literature review yang meliputi aspek-aspek modal sosial, yaitu; Bonding, Bridging dan Linking social Capital. Wawancara dilakukan dengan pemerintah setempat, lembaga, masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum, dan satuan tugas Citarum Harum. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat beserta stakeholder lain telah mampu memanfaatkan modal sosial yang mereka miliki dalam pengelolaan bantaran sungai melalui Bonding, Bridging dan Lingking, hal ini memberikan dampak yang baik terhadap keberlanjutan pengelolaan bantaran sungai Citarum, Namun salah satu wilayah yakni Rancamanyar belum bisa mengoptimalkan modal sosial yang mereka miliki dikarenakan beberapa hal yang menghambatnya.
PERAN PENDAMPING PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENANGGULANGAN ANAK STUNTING PADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT Hanifah Fatwa Nadilla; Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 1 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i1.39561

Abstract

Fenomena stunting merupakan permasalahan skala global terkait kondisi anak dengan keadaan tubuh pendek. Beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting adalah faktor kemiskinan yang didalamnya mencangkup beberapa faktor lain seperti  kurangnya pemenuhan gizi yang cukup, rendahnya tingkat pendidikan Ibu, kurangnya pemenuhan sanitasi air bersih dan sebagainya. Stunting dari kacamata ilmu sosial merupakan permasalahan sosial yang kompleks karena berkaitan dengan kesejahteraan Ibu dan Anak. Maka dari itu salah satu program Kementerian Sosial yaitu Program Pendamping Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program yang melakukan intervensi pencegahan stunting melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan pemberian materi yang disampaikan langsung oleh pendamping PKH termasuk materi mengenai stunting. Peran dan yang harus dimiliki oleh pendamping PKH dalam mengatasi permasalahan termasuk permasalahan stunting yaitu peran dan keterampilan sebagai fasilitator, peran dan keterampilan sebagai pemberian edukasi kepada penerima manfaat, peran sebagai perwakilan antara pemerintah dan masyarakat atau sebaliknya serta keterampilan yang harus mampu dimiliki seperti menguasi keterampilan dalam hal-hal yang berkaitan dengan teknis. Dalam menganalisis permasalahan stunting, pendamping PKH juga tidak hanya melihat dari segi individu/orang nya melainkan juga harus melihat dari sisi kondisi lingkungannya karena, kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap masalah yang terjadi di masyarakat.Kata Kunci: Stunting, Pendamping PKH, KPM 
PRAKTIK SUPPORT GROUP BAGI ORANG DENGAN SKIZOFRENIA Ai Siti Mardiah; Aulia Rahmawati; Tahrizi Fathul Aliim; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 1 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i1.40200

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikologis serius yang dapat memberikan pengaruh terhadap pikiran, perasaan, serta perilaku individu yang ditandai dengan hilangnya pemahaman terhadap realitas serta kemampuan citra diri. Skizofrenia dapat memengaruhi kualitas hidup dan fungsi sosial penderitanya melalui distorsi negatif dengan memperburuk emosi, pikiran, dan perilakunya. Orang dengan skizofrenia (ODS) membutuhkan bantuan, penerimaan, dan ikatan sosial yang positif dengan lingkungan sosial mereka selain tindakan medis terutama selama fase transisi yang mana bisa didapatkan melalui kelompok dukungan (support group). Metode: Penelitian kualitatif dengan metode kajian pustaka dilakukan dalam penelitian ini. Literatur-literatur dan hasil-hasil penelitian didapatkan melalui pencarian informasi sekunder seperti google scholar maupun  publish. Hasil: Kelompok dukungan (support group) merupakan salah satu metode pendekatan psikososial yang digunakan bagi pemulihan orang dengan skizofrenia (ODS) yang terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup, harapan hidup, fungsi sosial, serta dapat mengurangi kekambuhan penyakit pada penderita. Selain itu, kelompok dukungan (support group) juga memberikan kesempatan bagi orang dengan skizofrenia (ODS) agar dapat saling berbagi pengetahuan maupun pengalaman serta saling membantu selama proses pemulihan sehingga dapat melanjutkan perannya kembali dalam kehidupan bermasyarakat. Kesimpulan: Dengan demikian, adanya kelompok dukungan (support group) sangatlah efektif sebagai metode pertolongan bagi orang dengan skizofrenia (ODS).Kata kunci : support group,   skizofrenia,   KPSI ABSTRACT                 Schizophrenia is a serious psychological disorder that can affect the thoughts, feelings, and behavior of individuals characterized by a loss of understanding of reality and self-image abilities. Schizophrenia can affect the quality of life and social functioning of sufferers through negative distortions by worsening their emotions, thoughts, and behavior. People with schizophrenia (ODS) need help, acceptance, and positive social bonds with their social environment in addition to medical treatment, especially during the transition phase which can be obtained through support groups. Methods: Qualitative research with literature review method was carried out in this study. The literature and research results were obtained through secondary information searches such as Google Scholar and  Publish. Results: The support group is one of the psychosocial approach methods used for the recovery of people with schizophrenia (ODS) which is proven to improve quality of life, life expectancy, social function, and can reduce disease recurrence in sufferers. In addition, support group also provide opportunities for people with schizophrenia (ODS) to share knowledge and experiences with each other and help each other during the recovery process so that they can resume their role in social life. Conclusion: Thus, the existence of a support group (support group) is very effective as a method of help for people with schizophrenia (ODS).Keywords: support group, schizophrenia, KPSI 

Page 9 of 18 | Total Record : 175