cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 175 Documents
UPAYA ADAPTASI MODERNISASI KEGIATAN LANSIA MELALUI MEDIA SOSIAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 Tiara Salsabilla; Moch. Zainuddin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.34269

Abstract

Teori modernisasi penuaan menekankan pada pengurangan status lansia di kehidupan sosial, karena terjadinya berbagai kemajuan teknologi dan industri yang lebih menguntungkan kaum muda. Dalam perkembangan teknologi, khususnya pada masa pandemi, kegiatan-kegiatan pada kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Kegiatan-kegiatan yang sebelumnya dilakukan di luar jaringan (offline), kini karena adanya pandemi COVID-19, masyarakat perlu melakukan jaga jarak dan melaksanakan berbagai kegiatan dalam jaringan (online). Dengan kondisi yang disampaikan teori modernisasi, status lansia yang berkurang dalam modernisasi berkaitan dengan hambatan lansia dalam menggunakan teknologi. Beberapa hambatan yang dialami lansia dalam menggunakan teknologi dan media sosial yaitu; (1) hambatan intrapersonal; (2) hambatan struktural; dan (3) hambatan fungsional. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode studi kepustakaan untuk dapat menggambarkan bagaimana upaya adaptasi modernisasi kegiatan lansia melalui media sosial pada masa pandemi COVID-19, dengan mempertimbangkan hambatan serta kerentanan lansia di era modern. Selain itu, dalam artikel ini juga dibahas bagaimana dukungan serta bantuan lingkungan lansia dapat membantu upaya adaptasi.
Proses Staffing dan Pengembangan Staf Relawan Covid-19 Oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat Khofiyya Fathimah Az Zahra F.; Soni A. Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.31954

Abstract

Dalam pandemi Covid-19 pemerintah, swasta, dan masyarakat memfokuskan pada penanganan Covid-19. Hal ini juga dilakukan salah staunya oleh pemerintah Jawa Barat melalui Jabar Digital Service  (JDS)dalam rangka rekrutmen kerelawanan dalam penanganan Covid-19 di Jawa Barat. Proses staffingkerelawan Covid-19 ini penting dilakukan mengingat angka positif Covid-19 selalu mengalami kenaikanyang tajam per harinya. Sumber daya manusia yang melimpah menjadikan tidak adanya kekhawatiranbagi organisasi pelayanan sosial dalam melaksanakan rekrutmen relawan. Selain itu, kegiatanpengembangan yang dilakukan untuk kerelawanan dapat memperoleh tambahan keterampilan danpengetahuan baru yang bermanfaat bagi pelaksanaan setiap kegiatan relawan, juga manfaatnya semakinbesarnya rasa komitmen relawan terhadap organisasi akan memberikan dampakpositif. Penelitian inimenggunakan metode studi kepustakaan. Untuk memperoleh data yang diperlukan, penelitimenggunakan dokumentasi dan studi literature. Dalam proses staffing juga terdapat beberapa tahapyang dilakukan oleh calon relawan sebelum diterima sebagai relawan dalam sebuah organisasipelayanan sosial.
Hubungan Eksploitasi Anak dalam Perspektif Hak Asasi Manusia dengan Tingkat Kematian Anak Auriel Karina Siti Zutema; Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.28386

Abstract

Anak merupakan anugerah Tuhan yang harus dilindungi dan dikasihi. Namun sayangnya, dewasa ini, banyak kasus eksploitasi yang terjadi dan menimpa anak-anak, bahkan seringkali terjadi di kalangan keluarga mereka sendiri. Hal ini biasanya terjadi dikarenakan adanya faktor keluarga dan ekonomi yang terjadi di internal keluarga dari anak tersebut. Lebih jauh terkait hal ini, jumlah anak yang mengalami eksploitasi ini seringkali juga menunjukkan hubungannya dengan angka kematian anak yang ada di Indonesia. Tulisan ini akan membahas bagaimana hubungan eksploitasi yang terjadi pada anak-anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia dengan tingkat kematian anak. Penelitian menggunakan pendekatan interdisipliner dengan menggabungkan ilmu hukum dan ilmu kesejahteraan sosial, yang berkaitan dengan eksploitasi anak dan perlindungan anak. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris, yaitu untuk melihat bagaimana eksistensi peraturan yang berlaku yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi anak dengan kondisi sosial atau kondisi nyata bagi anak-anak tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksploitasi yang terjadi pada anak-anak memberikan sumbangsih bagi peningkatan angka kematian anak di Indonesia. Terdapat berbagai pendekatan-pendekatan dan mekanisme-mekanisme alternatif yang harus diambil dan dilakukan oleh pemerintah dalam menghentikan peningkatan angka eksploitasi anak, yang salah satunya bisa ditiru dari negara Australia.
PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY KOMPAS GRAMEDIA BERDASARKAN TRIPLE BOTTOM LINE Dwi Haryanti
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 1 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i1.33815

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan dalam upaya menciptakan pembangunan berkelanjutan. Pada tahun 1997 Elkington mempopulerkan Triple Bottom Line (TBL) yang mencakup profit, people, dan planet. Konsep ini menekankan perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada profit saja namun juga people dan planet. Kompas Gramedia sebagai grup perusahaan yang memiliki berbagai bidang usaha menyelenggarakan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terkumpul dalam Inspirasi Nusantara. Inspirasi Nusantara terbagi menjadi 3 yaitu Inspirasi Pendidikan, Inspirasi Lingkungan, serta Inspirasi Budaya. Kompas Gramedia telah menerapkan Triple Bottom Line melalui berbagai program CSR nya. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki concern CSR pada bidang budaya melalui program Inspirasi Budaya berupa pendirian Bentara Budaya.
Upaya Peningkatan Kesadaran Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Terhadap Anak dan Remaja Putus Sekolah Di RT 04/RW 05 Kelurahan Kebon Kangkung Kota Bandung Bimbi Gita Rama Putri; Maulana Irfan; Meilanny Budiarti Santoso
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.31796

Abstract

Wilayah Kecamatan Kiaracondong, Kelurahan Kebon Kangkung, Kota Bandung memiliki 11 RW. Masing-masing RW memiliki kompleksitas masalah yang berbeda-beda dan potensi yang dapat dikembangkan. Masalah yang menjadi fokus kegiatan ini adalah anak dan remaja putus sekolah yang jumlahnya tersebar di Wilayah Kebon Kangkung, terutama di RW 5. Pendidikan merupakan aspek kehidupan penting yang menjadi hak dasar bagi semua anak. Faktor penyebab adanya masalah putus sekolah ini tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja, namun perlu memahami secara menyeluruh keadaan mereka, baik dari faktor keluarga, teman, lingkungan sosial, maupun dari dalam diri anak itu sendiri. Rendahnya motivasi dan pola pikir anak yang seringkali menjadi penghambat proses anak untuk melanjutkan sekolah. Sehingga dampak yang ditimbulkan pun anak menjadi malas dan kurang memahami arti penting nilai pendidikan. Dalam artikel ini,menjelaskan proses kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan metode asesmen dan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tujuan untuk menganalisis masalah dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil proses diskusi bersama masyarakat, upaya yang ditentukan guna meningkatkan keinginan anak untuk sekolah adalah dengan penerapan program sosialisasi tentang pentingnya pendidikan dan adanya aktivitas pembelajaran dengan melibatkan peran aktif dari organisasi masyarakat dalam membantu upaya penanganan masalah. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat  ini mewujudkan perencanaan program peningkatan kesadaran bagi mereka yang mengalami putus sekolah.
PERILAKU SELF-HARM ATAU MELUKAI DIRI SENDIRI YANG DILAKUKAN OLEH REMAJA (SELF-HARM OR SELF-INJURING BEHAVIOR BY ADOLESCENTS) Thesalonika Tarigan; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.31405

Abstract

Self-harm behavior is a form of behavior that done to deal with emotional distress or emotional pain by hurting him/herself without any intention of committing suicide. From various studies, adolescents are the one who have high intention of this behavior. There is still a few research for this issue because of the iceberg phenomenon. This issue rated as iceberg phenomenon because there is much number of cases that have not been revealed. This article provides a literature review on self-harm or self-injuring behavior in adolescents and the factors that have the potential to cause self-injury in adolescents. The research objective was to find out and get more information about self-harm behavior. The method that was used in this article is a literature review. The result is self-harm behavior mostly done by adolescent because adolescence is a period of time where there are full of conflicts so that they are vulnerable to doing self-harm. Potential factors to cause adolescents to injuring themself which was discussed below are loneliness, high level of difficulty in responding to negative experiences and a low level of tolerance for the problem sat hand, emotional focus coping, external and internal factors, and communication patterns/style with parents.
KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Rudi Saprudin Darwis; Yurika Shafa Miranti; Shahnaz Raisya Saffana; Shafa Yuandina
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.37495

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat menjadi lebih baik, terutama pada bidang sosial, ekonomi, dan politik. Sedangkan, kewirausahaan sosial adalah konsep yang mengutamakan kolaborasi, inovasi, dan kreasi dalam pelaksanaannya yang menghasilkan aktivitas ekonomi. Berdasarkan hal tersebut, kewirausahaan sosial dapat menjadi salah satu solusi pemberdayaan masyarakat untuk memecahkan permasalahan sosial yang ada di masyarakat yaitu kemiskinan. Dengan demikian, kewirausahaan sosial berperan dalam pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penulisan studi pustaka ini untuk menggambarkan bagaimana kewirausahaan sosial berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Penulisan ini disusun dengan metode studi literatur dan dilanjutkan dengan menyimpulkan konsep-konsep yang menjadi fokus pembahasan, melakukan pencarian mengenai penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat dan peran kewirausahaan sosial. Dalam artikel ini diperoleh hasil bahwa kegiatan kewirausahaan sosial berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kewirausahaan sosial dalam pemberdayaan masyarakat menghasilkan sebuah pelatihan kewirausahaan dengan membangun jaringan agar mendapat daya ungkit lebih dengan terbukanya akses terhadap media partner yang akan membantu usaha tersebut. Dengan begitu, kewirausahaan dapat dianggap berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Community empowerment aims to improve community empowerment for the better, especially in the social, economic, and political fields. Meanwhile, social entrepreneurship is a concept that prioritizes collaboration, innovation, and creation in its implementation to produce economic activity. Based on this, there is great hope that social entrepreneurship can be a solution for community empowerment to solve social problems that exist in society, namely poverty. Thus, social entrepreneurship plays a role in community empowerment which aims to improve community welfare. The purpose of writing this literature study is to find out and prove that social entrepreneurship plays a role in community empowerment. This writing was compiled using the literature study method and continued by concluding the concepts that were the focus of the discussion, conducting a search on previous research related to community empowerment and the role of social entrepreneurship. In this article, the results show that social entrepreneurship activities have their own role in community empowerment. That way, entrepreneurship can be considered to play an important role in community empowerment which aims to improve people's welfare.
MONITORING DAN EVALUASI BTB (BAZNAS TANGGAP BENCANA) DALAM MENEKAN RESIKO KETERPARAHAN KEMISKINAN AKIBAT BENCANA Wildan Muhammad Nur Ik'hsan; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.34154

Abstract

BTB (Baznas Tanggap Bencana) merupakan unit kerja bidang pendistribusian dan pendayagunaan Baznas, mempunyai tugas utama yakni untuk menekan resiko keterparahan kemiskinan akibat bencana, dalam mencapai tugasnya BTB mendapatkan dukungan dari pihak internal maupun eksternal, selanjutnya didalam menjalankan tugasnya tentunya terdapat beberapa kekurangan dan hambatan, sehingga lembaga senantiasa selalu memonitoring dan mengevaluasi setiap kegiatan yang dilakukan oleh BTB, agar supaya BTB menjadi lebih baik dan berkembang didalam melakukan kegiatan untuk mencapai tujuannya tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana lembaga memonitoring serta mengevaluasi BTB (Baznas Tanggap Bencana) dalam menekan keterparahan kemiskinan akibat bencana, Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, Teknik pengumpulan data yang dilakukan didalam penelitian ini adalah Wawancara secara terstruktur, dan observasi, hasil dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh lembaga berupaya untuk memberikan solusi dari setiap hambatan dan kekurangan yang dihadapi oleh tim BTB dalam memberikan bantuan kepada masyarakat miskin korban bencana alam maupun non alam, dengan cara meningkatkan integritas personil, penambahan relawan serta meningkatkan kapasitas kemampuan yang harus dimiliki oleh personil BTB dengan cara melakukan pelatihan rescue serta berupaya untuk menekan hambatan tersebut dengan meningkatkan fasilitas serta meningkatkan keabsahan data penyintas.Kata kunci : BTB, monitoring, evaluasi
AKSESIBILITAS PELAYANAN PUBLIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI INDONESIA Firda Silvia Pramashela; Hadiyanto Abdul Rachim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.33529

Abstract

Umumnya penyandang disabilitas masih memiliki stigma negative untuk beberapa masyarakat Indonesia. Penyandang disabilitas juga memiliki kesetaraan hak yang sama dengan warga negara Indonesia yang lain, salah satunya hak mendapatkan pelayanan public. Dengan adanya Pasal 19 mengenai hak pelayanan public, seharusnya penyandang disabilitas memiliki hak atas pelayanan public secara optimal, wajar, bermartabat tanpa diskriminasi.. Namun masih banyak fasilitas public yang diberikan oleh pemerintah tidak mendukung aksesibilitas pelayanan public bagi penyandang disabilitas. Oleh karena itu penting dilakukan kajian tentang aksesibilitas pelayanan publik yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas di berbagai kota di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh kota di Indonesia masih belum optimal dalam aksesibilitas pelayanan public bagi penyandang disabilitas. Generally, people with disabilities still have a negative stigma for some Indonesians. Persons with disabilities also have the same rights as other Indonesian citizens, one of which is the right to get public services. With the existence of Article 19 regarding the right to public services, persons with disabilities should have the right to optimal, fair, dignified public services without discrimination. However, there are still many public facilities provided by the government that do not support the accessibility of public services for persons with disabilities. Therefore, it is important to conduct a study on the accessibility of public services specifically for persons with disabilities in various cities in Indonesia. The method used is a qualitative approach through literature study. The results showed that out of ten cities in Indonesia, the accessibility of public services for persons with disabilities is still not optimal.
Perlindungan Hak Penyandang Disabilitas Untuk Memperoleh Pekerjaan dan Penghidupan yang Layak Karinina Anggita Farrisqi; Farid Pribadi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.36862

Abstract

Melihat adanya peraturan yang ada di dalam UUD 1945, menyatakan bahwa akan memberikan memberikan jaminan dan perlindungan hukumkepada seluruh masyarakat indonesia, termasuk pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, tanpa terkecuali yaitu penyandang disabilitas. Permasalahannya disini adalah masih banyak penyandang disabilitas mengalami diskriminasi atas dirinya serta pendidikan yang ditempuh mereka juga rata-rata masih dibawah. Hal itu memberikan jarak yang cukup jauh antara penyandang disabilitas dengan non disabilitas. Ketika kita melihat atau menyebut negara Indonesia, langsung tertuju, bahwa negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Bentuk perlindungan HAM ini menjadi kewajiban bagi pemerintah Indonesia. Tujuan dari research ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemenuhan HAM bagi pekerja penyandang disabilitas untuk survive dalam kehidupannya. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan hukum normatif dan sosiologis yuridis. Hasil penelitian menyatakan bahwa belum sepenuhnya pemenuhan HAM khususnya pemenuhan hak bekerja bagi penyandang disabilitas dilaksanakan. Karena masih banyak benturan atau lemahnya peraturan dalam pemerintah. Hal itu  menjadi sangat penting untuk dijadikan sebagai pembenahan serta komitmen pemerintah agar penyandang disabilitas memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. Seeing the existing regulations in the 1945 Constitution, it is stated that it will provide legal guarantees and protection to all Indonesian people, including work and a decent living for humanity, without exception, namely persons with disabilities. The problem here is that there are still many people with disabilities who experience discrimination against themselves and the education they take is also still below average. This provides a considerable distance between persons with disabilities and non-disabled persons. When we see or mention Indonesia, we immediately see that it is a country that upholds human rights. This form of human rights protection is an obligation for the Indonesian government. The purpose of this research is to find out how to fulfill human rights for workers with disabilities to survive in their lives. The research method is qualitative with a normative legal approach and juridical sociology. The results of the study stated that the fulfillment of human rights, especially the fulfillment of the right to work for persons with disabilities, had not been fully implemented. Because there are still many conflicts or weak regulations in the government. This is very important to be used as an improvement and commitment by the government so that people with disabilities can get decent jobs and livelihoods.

Page 8 of 18 | Total Record : 175