cover
Contact Name
Fatma Siti Fatimah
Contact Email
fatmasitifatimah@almaata.ac.id
Phone
+6285643752595
Journal Mail Official
ijhaa@almaata.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJHAA/about/editorialTeam
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Hospital Administration
ISSN : 2621265X     EISSN : 26212668     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Hospital Administration (IJHAA) is the journal which will publish scientific article about research in health and hospital management. The focus of this journal is in Occupational Health and safety, Financial Management, Health Regulation and Policy, Human Resources Management, Medical Record Management, Quality Management of Health Services, Public Health Management, Hospital Accreditation, infection control management and patient safety. These article is analyzed by quantitaticely and qualitatively.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Hubungan Karakteristik Perawat dan Self-Efficacy Terhadap Kepatuhan Hand Hygiene Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Menur Intan Putri Wirahana Shanty; Sendy Ayu Mitra Uktutias; Muhadi Muhadi
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2020.3(2).61-67

Abstract

Health Care Associated Infections (HAIs) menjadi salah satu masalah kesehatan diberbagai Negara, termasuk Indonesia. Bentuk mencegah HAIs adalah dengan melakukan hand hygiene. Berdasarkan laporan audit kebersihan tangan ada yang belum mencapai standar yaitu 100% pada beberapa ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik dan self-efficacy terhadap kepatuhan hand hygiene perawat. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 46 perawat rawat inap di RS Jiwa Menur Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dan dilakukan uji koefisien kontingensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa yang berhubungan lebih signifikan adalah variabel masa kerja dengan nilai probabilitas 0,376. Dan diketahui dari hasil analisis diperoleh kepatuhan perawat melakukan hand hygiene sebesar 82,4%. Dapat disimpulkan bahwa semakin lama masa kerja dan semakin tinggi self-efficacy maka tingkat kepatuhan hand hygiene akan semakin tinggi juga dan sebaliknya. Oleh karena itu disarankan bagi pihak rumah sakit untuk memberikan pelatihan terkait hand hygiene serta memberikan reward dan punishment pada perawat yang patuh dan tidak patuh.Kata Kunci: Hubungan; Self-Efficacy; Hand hygiene
Lama Waktu Tunggu Persiapan Tim Berhubungan dengan Kecemasan Pasien Gangguan Jantung yang akan Dilakukan Trans Esophageal Echocardiography di Ruang Echo Mahfud Mahfud; Sri Merdila W
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2020.3(2).53-60

Abstract

AbstrakUpaya menegakkan diagnosis atau kepentingan terapi pada penderita penyakit jantung dapat dilakukan pemeriksaan yang bersifat non invasive maupun invasif. Salah pemeriksaannya adalah Trans Esophageal Echocardiography (TEE). Kecemasan dapat timbul saat tindakan TEE. Kecemasan yang meningkat pada saat tindakan TEE dapat mempengaruhi proses, kualitas dan. Waktu tunggu adalah salah satu bagian dari faktor yang mempengaruh kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama waktu tunggu persiapan tim dengan kecemasan pada pasien yang akan dilakukan tindakan TEE. Metode yang di gunakan adalah kuantitatif berupa studi korelasi  dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 31 responden dengan tehnik pengambilan yaitu accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan kuesioner kecemasan Zung-Self  (SRAS). Hubungan antara kedua variabel dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil Uji korelasi antara perubahan tekanan darah dengan lama waktu tunggu memiliki hubungan signifikan (p=0,023) dengan keeratan sedang (r = 0,408), sedangkan Hasil uji korelasi antara lama waktu tunggu dengan skor cemas menunjukkan nilai p = 0,477(p>0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,133. Peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara lama waktu tunggu persiapan tim dengan kecemasan pasien yang akan dilakukan tindakan TEE.  
Studi Fenomenologi: Loyalitas Keikutsertaan Peserta PBPU BPJS Kesehatan di Kabupaten Bantul 2020 Dafiniatul Ulum; Fatma Siti Fatimah; Sumarni Sumarni
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2020.3(2).68-73

Abstract

 BPJS Kesehatan merupakan program penyelenggaraan jaminan sosial di bidang Kesehatan.  Kepesertaan BPJS adalah wajib bagi setiap warga negara Indonesia, PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) adalah salah satu jenis peserta Non PBI yang iurannya dibayar secara mandiri oleh peserta BPJ Kesehatan, peserta jenis ini dianggap sebagai salah satu penyebab dari defisitnya BPJS, karena tidak disiplin dalam membayar iuran kepesertaan BPJS-nya dan menyebabkan perubahan tarif iuran BPJS Kesehata.   Perubahan tarif iuran BPJS Kesehatan ini pun diramalkan akan membuat lebih banyak peserta PBPU yang berhenti membayar iuran BPJS-nya.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran loyalitas peserta PBPU BPJS terhadap keikutsertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Bantul tahun 2020. Metode Penelitian: Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Pengambilan sampel menggunakan metode proposive sampling dengan Jumlah sampel 6 responden. Hasil Penelitian: Loyalitas Keikutsertaan peserta PBPU BPJS Kesehatan di Kabupaten Bantul cukup tinggi, dengan batasan ketika perubahan tarif iuran terjadi lagi dengan jumlah yang lebih tinggi maka peserta PBPU BPJS akan menyesuaikan kelas dengan kemampuan keuangan peserta seperti penurunan kelas dari kelas 2 ke kelas 3.  Secara umum peserta puas dengan layanan BPJS Kesehatan, alasan responden mengikuti BPJS Kesehatan karena diwajibkan dan merasa membutuhkan atau perlu untuk mengikuti program BPJS Kesehatan, alas anresponden memilih menjadi peserta PBPU BPJS Kesehatan kelas 2 karena merasa mampu dan cukup berada di kelas 2, responden percaya terhadap pihak BPJS Kesehatan, rutin membayar iuran BPJS Kesehatan, dan akan terus mengikuti Program BPJS Kesehatan, Informasi-informasi seperti perubahan tarif iuran, perubahan kelas kepesertaan, sanksi bagi peserta yang tidak tertib membayar iuran, dan aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan sudah tersampaikan dengan baikkepada peserta BPJS Kesehatan. Kesimpulan: Loyalitas Keikutsertaan peserta PBPU BPJS Kesehatan di Kabupaten Bantul cukup tinggi, dengan batasan ketika perubahan tarif iuran terjadi lagi dengan jumlah yang lebih tinggi maka peserta PBPU BPJS akan menyesuaikan kelas dengan kemampuan keuangan peserta seperti penurunan kelas dari kelas 2 ke kelas 3. Kata Kunci:Loyalitas; Pengalaman; Peserta PBPU; BPJS Kesehatan; Program BPJS Kesehatan 
Analisis Pengaruh Pemahaman Akreditasi dan Karakteristik Individu terhadap Kinerja Karyawan Medis dan Non Medis di RSUD Kabupaten Karanganyar Oktavy Budi Kusumawardhani; Mirah Rejeki; Antasya Octaviana; Intan Nurcahyaningsih; Riszi Ramadhani
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2020.3(2).74-79

Abstract

Latar Belakang: Akreditasi menunjukkan komitmen nyata sebuah rumah sakit untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas asuhan pasien, memastikan bahwa lingkungan pelayanannya aman dan rumah sakit senantiasa berupaya mengurangi risiko bagi para pasien dan staf rumah sakit. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemahaman akreditasi dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan medis dan non medis di RSUD Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu karyawan medis yang berkarya di RSUD Kabupaten Karanganyar dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini dengan metode simple random sampling. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi berganda. Kontribusi Penelitian: Penelitian ini dapat mengetahui pengaruh pemahaman akreditasi dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan medis dan non medis di RSUD Kabupaten Karanganyar. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pemahaman akreditasi dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan medis sebesar 0,031 kurang dari 0,05 pada nilai signifikan dan tabel F yaitu 2.730 lebih dari F tabel 2.20 dan tidak ada pengaruh pada pemahaman akreditasi dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan non medis dengan nilai Sig 0,471 lebih dari nilai kepercayaan 0,05 dan tabel F 0.929 yang kurang dari F tabel 2,20. Kesimpulan: Pada kinerja karyawan medis yang berpengaruh yaitu pemahaman akreditasi sedangkan untuk karakteristik individu tidak terdapat pengaruh ke kinerja karyawan. Sedangkan untuk kinerja karywan non medis baik pemahaman akreditasi atau karakteristik individu tidak terdapat pengaruh.Kata Kunci: Pemahaman Akreditas, Karakteristik Individu, Kinerja Karyawan Medis, Kinerja Karyawan Non Medis,
Hubungan Pengetahuan dan Konsep Diri Terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul Sumarni Sumarni; Choirul Anwar
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2020.3(2).80-85

Abstract

AbstrakKinerja adalah penampilan  hasil  karya  tidak  terbatas  kepada personel  yang  memangku  jabatan  fungsional  maupun struktural,  tetapi  juga  kepada keseluruhan jajaran personel di dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan secara masing-masing maupun secara bersamaan antara pengetahuan dan konsep diri terhadap kinerja perawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2020. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan studi survei analitik menggunakan metode survey dengan rancangan cross sectional study. Sampel yang diambil sebanyak 134 perawat. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan dengan uji chi square serta multivariat dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara masing-masing bahwa (1) variabel pengetahuan berhubungan signifikan terhadap kinerja (p=0,025), (2) konsep diri berhubungan signifikan terhadap kinerja (p=0,032), (3) pengetahuan dan konsep diri tidak berhubungan signifikan dengan kinerja (p=0,997), dan secara bersama-sama (4) variabel pengetahuan dan konsep diri berhubungan signifikan terhadap kinerja. Hasil penelitian juga menunjukkan dari kedua variabel tersebut, konsep diri merupakan variabel yang paling berhubungan terhadap kinerja. 
Analisis Faktor Resiko Sepsis Neonatal terhadap Clinical Outcome di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rizal Fauzi; Titik Nuryastuti; Ika Puspitasari
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2020.3(2).86-93

Abstract

 AbstrakSepsis neonatal merupakan sindrom klinik yang terjadi secara sistemik dari penyakit infeksi yang terjadi pada 4 minggu pertama kehidupan. Sepsis neonatal merupakan urutan ketiga penyebab kematian neonatal, setelah kelahiran prematur dan komplikasi terkait intrapartum (atau asfiksia). Kejadian sepsis neonatal dapat diamati pada bayi yang dilahirkan dengan asfiksia, prematuritas, berat badan lahir rendah, dan faktor-faktor lainnya seperti jenis persalinan, perawatan antenatal yang diterima, pemberian makanan campuran untuk bayi baru lahir, dan perawatan tali pusat diyakini berkontribusi pada insidensi sepsis neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antar faktor resiko terjadinya sepsis neonatal yang dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan clinical outcome pasien. Penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan desain cohort retrospective. Data dari rekam medis pasien terdiagnosis sepsis neonatal di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUP DR.Sardjito Yogyakarta pada periode 1 Januari – 31 Desember 2015. Data yang memenuhi kriteria inklusi dikumpulkan dan dicatat, kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis bivariat untuk melihat hubungan variabel penelitian dengan clinical oucome. Analisis yang digunakan adalah uji statistik Chi-Square-fisher. Hasil penelitian ini diketahui sepsis neonatus banyak dialami pasien dengan jenis kelamin laki-laki 58,73%; berat badan lahir ≤ 2.500 gram 73,02%; lama perawatan lebih dari 15 hari 55,56%. Hasil uji analisis bivariat uji Chi square-fisher secara statistik tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan clinical outcome (p = 0,695), berat badan lahir dengan clinical outcome (p=0,070), lama rawat inap dengan clinical outcome (p=0,305), infeksi penyerta dengan clinical outcome (p=0,223) dan asfiksia dengan clinical outcome (p=0,559) Kata Kunci: Sepsis neonatal; NICU; Clinical outcome

Page 1 of 1 | Total Record : 6