cover
Contact Name
Dina Elisabeth Latumahina
Contact Email
dina.latumahina@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dina.latumahina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No. 5, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Indonesia, 65301
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Missio Ecclesiae
ISSN : 20865368     EISSN : 27218198     DOI : -
Missio Ecclesiae adalah jurnal open access yang menerbitkan artikel tentang praktek, teori, dan penelitian dalam bidang teologi, misiologi, konseling pastoral, kepemimpinan Kristen, pendidikan Kristen, dan filsafat agama melalui metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kriteria publikasi jurnal ini didasarkan pada standar etika yang tinggi dan kekakuan metodologi dan kesimpulan yang dilaporkan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober" : 6 Documents clear
Persahabatan Inkarnatif Dalam Mempertahankan Solidaritas Masyarakat Pada Acara Slametan Legia Suripatty; Jammes Junaedy Takaliuang
Missio Ecclesiae Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.193

Abstract

Tujuan penelitian: Menganalisis keyakinan warga mempertahankan tradisi Slametan, proses kegiatannya, sebagai media interaksi dan komunikasi dimana terjadi perjumpaan antara komunitas Islam dan Kristen, maka persahabatan Inkarnatif menjadi model pendekatan dalam mempertahankan solidaritas. Metode penelitiannya kualitatif dan kajian literatur. pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian: (1) Tradisi Slametan masih menjadi keyakinan warga, karena memaknai keselamatan, sebagai waktu yang sakral, saat terbaik untuk mengirim doa kepada arwah keluarga, (2) sarana mengumpulkan warga saling berinteraksi. (3) Proses pelaksanaannya pada tiga pedukuhan (Tambuh, Songgoriti dan Krajan / Klumutan) di rumah dan mushola kemudian diakhiri di ruang serbaguna kelurahan Songgokerto (4) Slametan sebagai media komunikasi untuk berinteraksi antar individu, (5) Perilaku tradisi ini berfungsi mempertahankan solidaritas.
Pelayanan Gereja (Kingmi) Di Tanah Papua Terhadap Anak Jalanan Kota Sorong Yulian Anouw; Heni Sigap
Missio Ecclesiae Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.182

Abstract

Penelitian dilaakuan Pelayanan Gereja (Kingmi) di Tanah Papua terhadap Anak Jalanan di Kota Sorong. Studi kasus “Anak Jalanan Kota Sorong Papua Barat. adalah pelayanan gereja terhadap Anak Jalanan di Kota Sorong. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan kontribusi pikiran teologis-misiologis dengan mengkaji pengajaran Alkitab tentang anak Jalanan, bagaimana manajemen pelayanan gereja dilakukan kepentingan anak Jalan atau hanya focus Pelayanan seperti Khotba dimimbar saja. Dengan demikian, diharapkan terbentuk suatu pemahaman tentang manajemen pelayanan Gereja (Kingmi) di Tanah Papua terhadap Anak Jalanan di Kota Sorong yang obyektif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara teologis maupun metodologis. Pendekatan riset yang diterapkan untuk menjawab isu inti masalah pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan metodologi kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui riset pendahuluan (observasi partisipatoris; pada saat menjalani masa Penelitian anak jalanan di Lapangan Kota Sorong,serta wawancara yang dilakukan terhadap 7 (tujuh) orang pemimpin dan pelayan Gereja (Kingmi) di Tanah Papua di Kota Sorong, yang terdiri dari 5 (Lima) kategori, yaitu: pertama, pelayan sebagai Pemimpin Gereja (Kingmi) di Tanah Papua di Kota Sorong; kedua, pelayan anak Jalanan sebagai Gembala,Penginjil sidang Gereja (Kingmi) di Tanah Papua; ketiga, Anak Jalanan dikota sorong, Keempat, Anak Lahir Besar Kota Sorong (Labeso). Kelima, orang tua Anak jalanan dikota Sorong, dan Selain itu, data diperoleh melalui studi kepustakaan, dengan membaca, menganalisis, dan menemukan ide-ide dari buku-buku yang mendukung pembahasan pokok masalah yang dikaji. untuk menegaskan fakta tentang peran penting manajemen pelayanan gereja bagi anak Jalanan dikota Sorong, Dengan demikian, temuan ini menegaskan pemahaman yang telah temukan, tentang pentingnya penerapan manajemen teologis-misiologis pelayanan Gereja (Kingmi) di tanah Papua.Jemaat Bukit Zaitun Sorong terhadap Anak Jalanan The research was conducted by the Church Service (Kingmi) in Tanah Papua on Street Children in Sorong City. Case study “Street Children in Sorong City, West Papua.” is the church's ministry to street children in Sorong City. This research was conducted as an effort to contribute theological-misiological thoughts by studying Bible teaching about street children, how church service management is carried out for the benefit of street children or only focusing on services such as preaching in the pulpit. Thus, it is hoped that an understanding of the management of Church services (Kingmi) in Tanah Papua will be formed towards street children in Sorong City which is objective, and can be accounted for both theologically and methodologically. The research approach applied to answer the core issues of this research is a descriptive approach with a qualitative methodology. Data collection techniques were carried out through preliminary research (participatory observation; during the research period for street children in the Sorong City Square, as well as interviews with 7 (seven) Church leaders and servants (Kingmi) in Tanah Papua in Sorong City, which consisted of 5 (five) categories, namely: first, servants as Church Leaders (Kingmi) in the Land of Papua in Sorong City; second, street children ministers as pastors, evangelists for church congregations (Kingmi) in Papua; third, street children in the city of Sorong, Fourth , Children Born Big in Sorong City (Labeso) Fifth, parents of street children in Sorong City, and In addition, data were obtained through literature study, by reading, analyzing, and finding ideas from books that support the discussion of the main problems studied. To confirm the facts about the important role of church service management for street children in the city of Sorong, this finding confirms the understanding that has been found, regarding the the importance of implementing the theological-misiological management of the Church's ministry (Kingmi) in Papua. The Bukit Zaitun Sorong Congregation for Street Children
TEOLOGI MINJUNG DI KOREA DAN IMPLIKASINYA BAGI MASYARAKAT PAPUA Delon Mussa; Grace V. Desidery
Missio Ecclesiae Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.186

Abstract

Penindasan merupakan persoalan yang masih terus terjadi dimana-mana, teologi minjung merupakan ekspresi dari bentuk gerakan pembebasan bagi kaum yang tertindas untuk melepaskan diri dari penderitaan yang dialami. Yesus yang dipahami sebagai bagian dari Minjung hadir sebagai penyelamat dan pemberi harapan baru. Terkait dengan Minjung kehidupan masyarakat Papua yang masih kental akan penindasan dan keterpinggiran juga mempunyai cara dalam mengekspresikan kehidupan yang dialami masyarakat Papua lewat keterampilan seni yang menjadi ciri khas masyarakat Papua.
Spiritualitas Kaum Muda di Tengah Perkotaan dalam Era Digital Dionisius Barai Putra; Antonius Denny Firmanto
Missio Ecclesiae Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.187

Abstract

Spiritualitas kaum muda di era digital sangat penting. Apalagi di tengah kemajuan teknologi yang memberikan kemudahan bagi kaum muda dalam mencari berbagi informasi yang mereka perlukan. Melihat kemudahan seperti ini kaum muda secara perlahan kurang menyadari tentang spiritualitas. Kurangnya kesadaran kaum muda dalam menghidupi spiritualitas di tengah zaman ini di pengaruhi oleh beberapa aspek salah satunya aspek internal. Dimana kaum muda lebih senang dengan dunianya sendiri daripada bergaul dengan orang-orang disekitarnya. Namun pergaulan mereka cendrung pada orang yang lama daripada orang yang baru. Hal ini yang membuat mereka terjebak dalam dunia teknologi, sehingga membuat sikap mereka menjadi individualis atau suka dengan dunia sendiri. Sikap seperti ini menjadi sebuah persoalan dalam mewujudkan spiritualitas di tengah dunia teknologi sekarang. Metode penulisan yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan sumber buku dan jurnal. Selain itu menggunakan Kuesioner untuk lebih mengetahui pemahaman kaum muda tentang spiritualitas di era digital. Tujuan dari penulisan ini melihat problem yang dialami oleh kaum muda tentang spiritualitas, di era digital ini. Spiritualitas adalah sikap yang sebenarnya harus mereka miliki secara penuh. Namun mereka mulai kurang menyadari betapa pentingnya spiritualitas di tengah kehidupann mereka sebagai penerus bangsa dan gereja di zaman ini. Dalam penulisan ini penulis juga menemukan bahwa kaum muda masih memiliki sikap individualis. Sikap seperti ini dilihat dari beberapa sumber yang kaitannya dengan topic ini. Maka dalam menghidupi spiritualitas ini harus memiliki relasi, kerendahan hati dan kesadaran dari kaum muda di era digital. Hal tersebut akan sangat membantu kaum muda di tengah dunia teknologi sekarang.
Nilai Dan Otoritas Firman Tuhan Menurut Kitab Mazmur 19 Bagi Kehidupan Para Hamba Tuhan Maria Hanie E.
Missio Ecclesiae Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.191

Abstract

Taurat, yakni Firman Allah, merupakan landasan hidup umat Tuhan. Dualoh batu berisi ringkasan dari semua perintah dan ketetapan Tuhan yang diberikan kepada Musa, bagi umat Tuhan. Dua loh batu itu kemudian disimpan dalam tabut perjanjian, yang selalu diletakkan di ruang Maha Kudus, kemah pertemuan atau di Bait Allah. Disebut “kemah pertemuan” atau Bait Allah karena merupakan tempat di mana Allah ingin bersekutu dengan umat-Nya. Dalam sejarah bangsa Israel, ternyata mereka sering mendukakan hati Tuhan, dengan mengabaikan atau menyimpang dari Firman Tuhan, yang berdampak dalam kehidupan yang tidak berkenan kepada Tuhan, baik secara spiritual, moral, dan praktis. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bahwa Firman Allah memiliki nilai dan otoritas tinggi dalam hidup orang percaya. Dan metode penelitian yang penulis pakai adalah eksegetis terhadap teks Mazmur 19, dan untuk mendapat data konkrit tetang kehidupan orang percaya dalam kaitannya dengan Firman Tuhan, maka penulis menyebarkan angket, dengan sembilan pertanyaan terbuka dan satu pertanyaan tertutup
Kritik Yesus Terhadap Rabi (Guru) Yahudi Berdasarkan Analisis Eksegetis Atas Kecaman Yesus Terhadap Ahli-Ahli Taurat Dan Orang-Orang Farisi Dalam Matius 23: 1-12 Erikson SM
Missio Ecclesiae Vol. 11 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v11i2.192

Abstract

Yesus sering berselisih dengan para rabi orang Yahudi, Kaum Tuarat dan Farisi menentang Yesus karena Dia menyatakan ajaran dan tindakannya berbeda dari para rabi lainnya. Mengenai pendidikan dan pelatihan formal Yesus sebagai rabi untuk menjadi pengajaran di Bait Allah, adat atau tradisi dalam mengajar orang Yahudi bagi komunitas Yahudi pada waktu itu, juga menjadi persoalan. Oleh sebab itu topik ini sangat menarik untuk diteliti. Metode penelitian yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif kajian pustaka. Peneliti akan mencari referensi dan hasil penelitian relevan yang kemudian akan diolah untuk menjadi suatu jawaban mengenai permasalahan ini. Dengan penelitian ini ditemukan bahwa Yesus sebagai seorang rabi) menyampaikan kritiknya terhadap orang Farisi dan ahli Taurat (berdasarkan Matius 23:1-12), meliputi masalah: nilai/posisi ahli Taurat dan orang Farisi- sebagai rabi, integritas, dan otoritas Yesus sebagai Rabbi sejati, sehingga Yesus mengutuk Ahli Taurat dan Orang Farisi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6