cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 235 Documents
KEJADIAN PASIEN PULANG ATAS PERMINTAAN SENDIRI (PAPS) DI RSUD RAJA AHMAD THABIB PROVINSI KEPULAUAN RIAU Liza Wati; Umu Fadhilah; Endang Dwi Hastuti
Menara Medika Vol 4, No 1 (2021): VOL 4 NO 1 SEPTEMBER 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i1.2795

Abstract

Pasien Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS) merupakan salah satu indikator penilaian mutu pelayanan rawat inap.  Menurut Standar Pelayanan Minimal (SPM) tidak boleh lebih dari 5 %. Meningkatnya kasus pasien pulang paksa memiliki dampak terhadap rumah sakit antara lain adalah menurunkan kinerja dan citra Rumah Sakit, dalam jangka lama dapat penurunan pendapatan Rumah Sakit. Pulang paksa merupakan tanda adanya ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Selama tahun 2017 kejadian pasien pulang atas permintaan sendiri didapatkan sebanyak 2,4% naik menjadi 2,7 % ditahun 2018 di RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepualauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kejadian pasien pulang atas permintaan sendiri di RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau. Desain menggunakan metode deskriptif, Populasi dalam penelitian ini adalah pasien di ruang rawat inap dengan PAPS selama tahun 2018 sebanyak 43 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Insidental. dengan jumlah  sampel sebanyak 27 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan  sebagian besar responden (77,8%) memiliki tingkat pendidikan rendah, sebagian besar (40,7) usaha kecil, sebagian besar (62,9) berpenghasilan rendah, lebih dari separuh responden (55,6%) tidak menggunakan asuransi kesehatan, lebih dari separuh (63%) responden puas dengan sikap petugas dan lebih dari separuh (59,3%) memiliki persepsi yang positif terhadap penyakit yang dideritanya. Rekomendasi penelitian adalah memberikan informasi yang jelas kepada pasien untuk dapat memanfaatkan asuransi kesehatan, manfaat bagi perawat memahami setiap kebutuhan pasien baik biopsikososialspiritual dan ekonomi serta memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan saat perawatan agar pasien tidak mengalami PAPS.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT “S” Ani Setianingsih; Ai Susi Susanti
Menara Medika Vol 4, No 1 (2021): VOL 4 NO 1 SEPTEMBER 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i1.2741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit “S”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaf dan bersifat asosiatif kausal dengan cara mengumpulkan data melalui metode survey, yaitu melakukan observasi langsung dan membagikan kuisioner kepada pasien dan keluarga pasien di salah satu unit rawat inap Rumah Sakit “S”. Secara umum kepuasan pasien rawat inap yang dilihat dari tingkat kesesuaian harapan pasien terhadap indikator kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit “S” ditunjukan dengan hasil determinasi koefisien sebesar 82%, artinya dapat diketahui besarnya pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 82% dan sisanya 18% dipengaruhi oleh variabel lain. Sehingga Penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa indikator reliability, responsiveness dan emphaty sangat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap Rumah Sakit “S”, sedangkan assurance dan tangible masih belum berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap Rumah Sakit “S”. Untuk mempertahankan kelebihan-kelebihan yang ada dan meningkatkan kualitas pelayanan pada indikator-indikator yang menurut pasien masih belum sesuai dengan yang diharapkan, rumah sakit dapat mengamati secara rutin pelayanannya dengan peningkatan sarana dan prasarana, meningkatkan jaminan rasa aman, nyaman, dan lebih memperhatikan terhadap kebutuhan dan keinginan pasien.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER DAN MUROTAL TERHADAP TINGKAT NYERI PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKAR BARU Bunga Tiara Carolin; Jenny Anna Siauta; Indah Meilani Wuryandari
Menara Medika Vol 4, No 1 (2021): VOL 4 NO 1 SEPTEMBER 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i1.2579

Abstract

Latar belakang: Persentase persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan telah mencapai 82,7% pada tahun 2018. Salah satu permasalahan saat proses persalinan adalah nyeri persalinan. Nyeri persalinan merupakan bentuk dari rasa tidak menyenangkan karena adanya kontraksi otot Rahim. Terdapat metode untuk mengatasi nyeri peralinan diantaranya dengan aromaterapi lavender dan murotal. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender dengan murotal terhadap tingkat nyeri pada ibu bersalin. Metodologi:  Penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment dengan control grup pre-test-post-test design. Sampel dalam penelitian ini ibu bersalin primigravida berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 responden aromaterapi lavender 15 responden murotal. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independen t-test. Hasil: Hasil analisis univariat intensitas nyeri sebelum diberikan aromaterapi lavender mean 6,27 dan sesudah mean 5,33. Intensitas nyeri sebelum diberikan murotal mean 6,67 dan sesudah mean 4,27. Hasil analisis bivariat nilai mean pada intensitas nyeri sesudah diberikan aromaterapi lavender sebesar 5,33 dan nilai mean pada intensitas nyeri sesudah diberikan murotal sebesar 4,27 dengan tingkat signifikansi 0,016. Simpulan dan Saran: Murotal lebih efektif menurunkan skala nyeri persalinan kala 1 fase aktif dibandingkan dengan aromaterapi lavender. Diharapkan kepada pelayanan kesehatan agar dapat mengaplikasikan metode murotal sebagai metode asuhan untuk ibu bersalin yang mengalami nyeri sehingga ibu bersalin dapat menjalankan proses persalinan dalam keadaan nyaman.
PENGARUH POLA ASUH (DEMOKRATIS, PERMISIF, OTORITER DAN CUEK) TERHADAP SIBLING RIVALRY PADA ANAK PRASEKOLAH Ernawati Ernawati; Syamilatul Khariroh
Menara Medika Vol 4, No 1 (2021): VOL 4 NO 1 SEPTEMBER 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i1.2802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara pasrial maupun pengaruh secara bersama-sama pola asuh demokratis, permisif, otoriter dan cuek terhadap sibling rivalry pada anak usia pra sekolah TK Periwi Tanjungpinang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis statistik regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel demokratis secara parsial tidak berpengaruh terhadap sibling rivalry, variabel permisif secara parsial tidak berpengaruh terhadap sibling rivalry, variabel otoriter secara parsial berpengaruh terhadap sibling rivalry, variabel cuek secara parsial berpengaruh terhadap sibling rivalry. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh demokratis, permisif, otoriter dan cuek secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap sibling rivalry.
POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK UMUR 1–36 BULAN Wasis Pujiati; Meily Nirnasari; Rozalita Rozalita
Menara Medika Vol 4, No 1 (2021): VOL 4 NO 1 SEPTEMBER 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i1.2803

Abstract

Stunting (kerdil) adalah suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Indonesia masuk dalam 5 besar negara dengan jumlah anak usia dibawah 5 tahun mengalami stunting yang tinggi. Di Indonesia, diperkirakan 7,8 juta anak usia di bawah 5 tahun mengalami stunting. Berdasarkan data di Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang, pada tahun 2018 terdapat 46 anak yang stunting dan pada tahun 2019 terdapat 30 anak yang stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada anak umur 1-36 bulan di Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kuantitatif observasional dengan desain korelasi untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 anak stunting yang teregister selama satu bulan terakhir di Puskesmas Batu 10 Kota Tanjungpinang dan sampel  berjumlah 30 anak dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square didapatkan p value = 0,012 (< 0,05) lebih kecil dari nilai signifikasi 5% (<0,05) yang artinya ada hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada anak umur 1-36 bulan di Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang. Diharapkan kepada ibu dan petugas kesehatan untuk memperhatikan pola pemberian makan untuk menurunkan kejadian stunting.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN CAIRAN PASIEN HEMODIALISA Yusnaini Siagian; Dian Ning Alit; Suraidah Suraidah
Menara Medika Vol 4, No 1 (2021): VOL 4 NO 1 SEPTEMBER 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i1.2801

Abstract

 Permasalahan pasien gagal ginjal kronis yang sudah menjalani terapi hemodialisa adalah kepatuhan terutama dalam pembatasan asupan cairan. Kelebihan asupan cairan terjadi akibat ketidakpatuhan yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup pasien hemodialisa bahkan kematian. Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan bagi pasien yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam merupakan tujuan penelitian ini. Desain penelitian yang digunakan adalah  desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang dari jumlah populasi 184 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sample. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan pengukuran berat badan pada periode pre dan post HD. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak responden berumur  56 – 65 tahun yaitu 13 orang (35,1%), mayoritas berjenis kelamin laki – laki yaitu 29 orang (78,4%), paling banyak  berpendidikan tinggi  yaitu sebanyak 23 orang (62,2%), sebagian besar sudah tidak bekerja sebanyak 22 orang (59,5%), sebagian besar menjalani lama hemodialisis ≥ 1 tahun  yaitu 19 orang (51,4%),  mayoritas mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 24 orang  (64,9%) dan sebagian besar memiliki perilaku patuh dalam pembatasan asupan cairan  yaitu  sebanyak 22 orang (59,5%). Analisis yang digunakan adalah Pearson, Chi-square dan Spearman. Berdasarkan hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pasien hemodialisa adalah variabel lama menjalani HD (p value 0,012, dukungan keluarga (p value 0,00) dan yang tidak berhubungan adalah variabel usia (p value 0,749), jenis kelamin (p value 0,312), pendidikan (p value 0,652) dan pekerjaan (p value 0,956). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan kepatuhan dengan lama menjalani HD dan dukungan keluarga. Tidak ada hubungan kepatuhan dengan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan. Saran untuk pelayanan keperawatan khususnya unit HD memberikan health education secara simultan baik pada pasien HD maupun keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran pasien untuk patuh dalam pembatasan asupan cairan.
PERAN KINERJA UNIT HUBUNGAN MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN VAKSINASI COVID 19 BAGI MASYARAKAT DI RUMAH SAKIT KOTA BANDUNG Eka Salpitri; Ira Fitria Sari; Ai Susi Susanti
Menara Medika Vol 4, No 1 (2021): VOL 4 NO 1 SEPTEMBER 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i1.2777

Abstract

Pandemi covid 19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit corona virus 2019 yang disingkat covid 19 di seluruh dunia, Karena di Indonesia kasus positif nya tinggi maka pemerintah mengadakan program vaksinasi untuk upaya mencegah kasus positif yang tinggi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran kinerja unit hubungan masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi covid 19 bagi masyarakat di Rumah Sakit Kota Bandung. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deksriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan kuesioner, teknik pengambilan sampel menggunakan metode slovin dengan hasil akhir berjumlah 79 orang dengan yang dibuat oleh peneliti dan telah dilakukan uji validitas dan reabilitas hasil penelitian didapatkan terdapat 7 pertanyaan yang valid dan 3 pertanyaan yang tidak valid dan uji reabilitas berada pada skor 0,757 karena skornya <0,700 dapat dinyatakan reliabel. Hasil penelitian sebagai berikut: gambaran peran kinerja unit hubungan masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi covid 19 bagi masyarakat di Rumah Sakit Kota Bandung memperoleh hasil pengolahan data tanggapan responden dengan rata-rata 3,53 kriteria hasil pengujian ”Baik”. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan peran kinerja unit hubungan masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi covid 19 di Rumah Sakit Kota Bandung berada dalam kategori baik hal ini dapat dilihat dari pengetahuan dan sikap pemberian edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesiapan dalam pemberian vaksin covid 19.
GAMBARAN DATA KUNJUNGAN PASIEN POLIKLINIK KE INSTALASI FARMASI RSUD MAJALAYA SELAMA PANDEMI Fauzia Fadillah; Ceria Febiana
Menara Medika Vol 4, No 1 (2021): VOL 4 NO 1 SEPTEMBER 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i1.2766

Abstract

Kunjungan pasien poliklinik adalah salah satu indikator mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Majalaya. Jumlah kunjungan pasien poliklinik ke instalasi farmasi mengalami kenaikan dan penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah kunjungan pasien poliklinik ke instalasi farmasi RSUD Majalaya selama tahun 2020 dari bulan Januari sampai dengan Desember 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kunjungan pasien poliklinik ke instalasi farmasi paling banyak terjadi pada bulan Februari yaitu sebanyak 6777 kunjungan pasien, dan terendah pada bulan Mei yaitu sebanyak 2104 kunjungan pasien. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pasien poliklinik yang datang berkunjung ke RSUD Majalaya berpengaruh pada situasi dimana status pandemi diberlakukan, seperti bulan Februari yang belum mewabahnya virus corona, dan bulan Mei yang saat itu diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Saran dari penelitian ini adalah RSUD Majalaya dan masyarakat dituntut untuk selalu mentaati protokol kesehatan yang berlaku agar pandemi segera usai.Kata Kunci : kunjungan, poliklinik, rumah sakit, pandemi
EFEKTIFITAS EDUKASI KESEHATAN DEMONSTRASI SENAM KAKI DIABETES TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENDERITA DIABETES MELLITUS Trisiwi Kusuma Ningrum; Maswarni Maswarni; Mervillo Isza; Sabrina Dwina Putri
Menara Medika Vol 4, No 2 (2022): VOL 4 NO 2 MARET 2022
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i2.3084

Abstract

Diabetes Melitus ( DM ) merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat dari gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah terjadinya kerusakan pembuluh darah kecil yang dapat mengakibatkan ulkus diabetic maupun masalah kesehatan lainnya. Senam kaki diabetes merupakan salah satu bentuk latihan yang dapat dilakukan oleh penderita diabetes  untuk memperlancar sirkulasi darah sehingga gula darah penderita diabetes dalam keadaan terkontrol. Edukasi kesehatan menggunakan metode yang tepat sangat penting diperhatikan agar penderita diabetes betul betul tahu dan bisa mempraktekkannya sendiri untuk melakukan senam kaki diabetes di rumah.  Tujuan  penelitian ini adalah ingin mengetahui efektifitas edukasi kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan penderita diabetes tentang senam kaki diabetes.  Penelitian ini dilaksanakan terhadap 10 responden sebagai sampel penelitian  dengan menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan desain pre test and post test one group yang diolah menggunakan uji paired sampel t test.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  edukasi kesehatan demonatrasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan penderita diabetes tentang senam kaki diabetes yang ditunjukkan dengan uji statistic dengan nilai p value 0,000. nilai mean perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan demonastrasi adalah 23,9 dengan standar deviasi 3,213
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL KUCING–KUCINGAN DALAM MENINGKATKAN MOTORIK KASAR PADA ANAK UMUR 4-5 TAHUN DI DESA TARAI BANGUN KABUPATEN KAMPAR Putri Wulandini; Roni Saputra; Feny Windisari
Menara Medika Vol 4, No 2 (2022): VOL 4 NO 2 MARET 2022
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i2.3085

Abstract

Gerak motorik kasar adalah gerak anggota badan secara kasar atau keras. Menurut Berk. semakin anak bertambah dewasa dan kuat tubuhnya, maka gaya geraknya semakin sempurna. Keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar meliputi kegiatan seluruh tubuh atau sebagian tubuh. Keterampilan koordinasi motorik kasar mencakup ketahanan, kecepatan, kelenturan, ketangkasan, keseimbangan dan kekuatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motoric kasar anak di desa tarai bangun rt. 02 rw 03 kabupaten Kampar melalui permainan tradisional kucing-kucingan pada aspek keseimbangan, kecepatan, daan kelincahan. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian komparatif, desain penelitian pretest-postet with control grup. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berjumlah 30 anak usia 4-5 tahun, 10 orang anak perempuan dan 20 orang anak laki-laki.Berdasarkan ujiMann-Whitneydi atas, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,004 (p<0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan motorik kasar antara kelompok intervensi dan kontrol. Apabilai dilihat dari nilai rata-rata motorik kasar pada kelompok intervensi (82,963) lebih tinggi dibandingkan nilai kelompok kontrol (70,370)

Page 8 of 24 | Total Record : 235