cover
Contact Name
Evi Maha Kastri
Contact Email
redaksikelasa@gmail.com
Phone
+6285279491107
Journal Mail Official
redaksikelasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Beringin II No.40 Kompleks Gubernuran Telukbetung, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra
ISSN : 19077165     EISSN : 27214672     DOI : https://doi.org/10.26499/kls.v15i1.21
Core Subject : Education,
KELASA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of KELASA includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. KELASA is published by Kantor Bahasa Lampung, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. KELASA accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 107 Documents
Kata dan Istilah dalam Tradisi Belanger, Bulanger, dan Pelangeran Pada Masyarakat Lampung (Kajian Etnolinguistik) Evi Maha Kastri
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.68

Abstract

This article aims to describe and explain the form, meaning, and use of terms in the belanger tradition in Lampung society. This research is a type of qualitative descriptive research. The research method is divided into three stages, namely (a) the stage of providing data; (b) data analysis stage; and (c) the data presentation stage. The stage of providing data used in this study is the referral method, which is listening to the conversation by interviewing informants in three regions. Then advanced techniques are used, namely recording techniques and note taking techniques. Then the required data is sorted. Once collected, the data is analyzed by being classified based on the form, meaning, and use. The terms belanger, bulanger, and pelangeran have the same meaning, which are both self-cleaning or purifying themselves. The term belanger is for traditional leaders and brides. Then, the term bulanger is intended for a pregnant mother, while the term pelangeran is intended for Muslims who will enter the month of Ramadan. During the belanger ceremony in Negara Aji Baru Village 12 supporting terms were found. While the bulanger tradition in Blambangan Umpu Subdistrict there are 12 supporting terms. Then, the pelangeran tradition in Olok Gading District Village has 3 supporting terms. AbstrakArtikel ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk, makna, dan penggunaan istilah-istilah dalam tradisi belanger pada masyarakat Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian dibagi atas tiga tahap, yaitu (a) tahap penyediaan data; (b) tahap analisis data; dan (c) tahap penyajian data. Tahap penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, yaitu menyimak pembicaraan dengan mewawancarai informan di tiga daerah. Kemudian digunakan teknik lanjutan yaitu teknik rekam dan teknik catat. Lalu dipilah data yang dibutuhkan. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan diklasifikasikan berdasarkan bentuk, makna, dan penggunaannya. Istilah belanger, bulanger, dan pelangeran memiliki persamaan makna, yaitu sama-sama membersihkan diri atau menyucikan diri. Istilah belanger diperuntukkan bagi tokoh adat dan pengantin. Kemudian, istilah bulanger diperuntukkan bagi seorang ibu yang sedang mengandung, sedangkan istilah pelangeran diperuntukkan bagi umat muslim yang akan memasuki bulan Ramadan. Dalam pelaksanaan upacara belanger di Desa Negara Aji Baru ditemukan 12 istilah pendukung. Sementara tradisi bulanger di Kecamatan Blambangan Umpu terdapat 12 istilah pendukung. Kemudian, tradisi pelangeran di Kelurahan Negeri Olok Gading terdapat 3 istilah pendukung.
Nilai-Nilai Edukatif dalam Cerpen Pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah Mega Noviana
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.84

Abstract

The problem studied in this research is educative values in short story choices of perhutani’s green pen award entitled Nyanyian Meranti Merah. This research aimed to identify and describe the educative values in short story choices of perhutani’s green pen award entitled Nyanyian Meranti Merah. Research method used in this research is qualitative descriptive. The source of data in this research is short story choices of perhutani’s green pen award entitled Nyanyian Meranti Merah. Based on the analysis of data shows the short story choices of perhutani’s green pen award 2014 entitled Nyanyian Meranti Merah is full of educative values. The topic that appears in that short story is the forest and the environment. Short story choice of perhutani’s green pen award 2014 entitled Nyanyian Meranti Merah can be used as learning refrences.  AbstrakPermasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah nilai edukatif dalam cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai edukatif yang terdapat dalam cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (dokumentasi). Sumber data penelitian ini adalah cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah sarat dengan muatan nilai-nilai edukatif. Tema yang muncul dalam cerpen tersebut adalah hutan dan lingkungan.  Cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran
Motif dan Cerita Legenda Urbandalam Masyarakat Lampung Diah Meutia Harum
Kelasa Vol 14, No 2 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i2.5

Abstract

LATAR CERPEN-CERPEN PADA BUKU ANTOLOGI DARAH PENANDA KARYA PARA PENGARANG KALIMANTAN SELATAN Agus Yulianto
Kelasa Vol 12, No 2 (2017): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v12i2.46

Abstract

AbstractThe aim of this research is to know the description of settings including setting of place, time, andsocial cultural condition in the antology Darah Penanda. The problem of this research is how thosesettings are described in the short stories. The research method used in this research is qualitativedescriptive method and documentary method combined with reading-writing technique. Dataanalysis uses content analysis. Based on the analysis, it can be understood that settings of place ofthe short stories in Darah Penanda antology are town, rivers, peat bog houses, and food stalls.Settings of time show the relationship with factual time. Settings of socio cultural present all socialclasses in Banjarese society and the existence of cultural change phenomenon in Banjarese societyin Kalimantan Selatan Province. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendeskripsian latar yang meliputi latar tempat,waktu dan sosial budaya yang terdapat di dalam buku antologi Darah Penanda. Masalah yangterdapat dalam penelitian ini adalah bagaimana pendeskripsian latar yang meliputi latar tempat,waktu dan sosial budaya yang terdapat di dalam buku antologi Darah Penanda. Metode penelitianyang di gunakan adalah metode deskripsi kualitatif serta metode dokumentasi yang dibantudengan teknik baca dan catat. Adapun analisis data digunakan dengan menggunakan contentanalysis atau analisis konten. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa latar tempat yangterdapat dalam cerpen-cerpen dalam buku antologi Darah Penanda berupa kota-kota, sungai,rawa, rumah, dan warung. Latar waktu ditunjukkan dengan keterkaitannya dengan waktu faktual.Latar sosial budaya menampilkan seluruh lapisan kelas sosial dalam masyarakat Banjar sertaadanya fenomena perubahan budaya dalam masyarakat Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan itusendiri.
PUTRI LELAWAH: ANALISIS NILAI PENDIDIKAN BUDAYA KARAKTER CERITA RAKYAT LAMPUNG Sarman Sarman
Kelasa Vol 13, No 1 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i1.63

Abstract

Abstract Folklore which is one of the cultural products with various local wisdom is now more and more concern. Children prefer to read pop or contemporary stories that do not necessarily have characters that match their development. Education is not just about the knowledge of right and wrong, more on the growth of good attitudes and habits in everyday life, whether in the family, school, community, and country. Through pragmatic study and values of character education with hermeneutics method in Lampung speaking dogung, revealed is the story of Putri Lelawah containing thirteen categories, religious, honesty, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, appreciate achievement , communicative, peaceful love and responsibility. AbstrakEksistensi cerita rakyat sebagai salah satu produk kebudayaan dengan berbagai kearifan lokalnya saat ini sudah semakin memprihatinkan. Anak-anak lebih suka membaca cerita-cerita yang pop atau kekinian yang belum tentu mempunyai nilai karakter yang sesuai dengan perkembangan mereka. Pendidikan karakter bukan hanya pada pengetahuan tentang benar dan salah semata, melainkan lebih pada penumbuhan sikap dan kebiasaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun negara. Melalui kajian pragmatis dan nilai-nilai pendidikan karakter serta dengan metode hermeneutika dalam dongeng berbahasa Lampung terungkap bahwa cerita Putri Lelawah memuat tiga belas nilai pendidikan karakter, yakni religiusitas, kejujuran, toleransi, kedisiplinan, kerja keras, kreativitas, kemandirian, jiwa demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai dan tanggung jawab.
Tragedi UBL Berdarah dalam Anomie Karya Rilda A. Oe.Taneko Dian Anggraini
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.79

Abstract

Historical literature binds facts in society in the frame of the author's imagination. Therefore, this study aims to describe the tragedy of the UBL that occurred in 1998. The researcher used a historical and mimetic approach. The data is used, namely bleeding events that occur in the Anomie novel. The results of the analysis indicate that the Lampung student demonstration took place as a form of solidarity of the Draft Law on the Prevention of Hazards (PKB) in Jakarta. As a result of the iron hands of the security forces, two Lampung students had to lose their lives, the outbreak of clashes between students and security forces allegedly involved the involvement of people who wanted to get a one-sided profit. This novel reveals that the ruler is the owner of all powers that can easily exert the power to take action. AbstrakSastra sejarah membalut fakta yang ada di masyarakat dalam bingkai imajinasi penulis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tragedi UBL yang terjadi pada tahun 1998. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan historis dan mimetik. Data yang digunakan ialah peristiwa berdarah yang terjadi dalam novel Anomie. Hasil analisis menunjukkan bahwa aksi mahasiswa Lampung terjadi sebagai bentuk solidaritas terhadap demontrasi RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) di Jakarta. Dalam peristiwa tersebut, dua orang mahasiswa Lampung harus kehilangan nyawa. Pecahnya bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan ditenggarai adanya keterlibatan oknum yang ingin mendapat keuntungan sepihak. Novel ini mengungkapkan bahwa penguasa adalah pemilik segala kuasa yang dapat dengan mudah mengerahkan kekuatan untuk melakukan tindakan.
Pelaksanaan Mulok Bahasa Lampung dalam Upaya Pelestarian Bahasa Lampung di Kabupaten Lampung Selatan Ratih Rahayu
Kelasa Vol 15, No 1 (2020): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v15i1.90

Abstract

This study describes the conditions of the implementation of the Lampung language mulok in the effort to preserve the Lampung language and what efforts have been made by the local government in the context of their development and development. This study was conducted in South Lampung Regency. The results of this study are expected to be useful to find out the conditions of the implementation of the Mulok Lampung language in South Lampung Regency and what efforts have been made by the local government in the context of fostering regional languages. Based on the results of the study it can be concluded that the Mulok language in Lampung has sufficiently increased students 'positive attitudes towards regional languages as well as increasing students' knowledge and skills. However, the implementation of the Lampung language mulok in South Lampung Regency experienced several obstacles that needed improvement in several parts. Lampung language teaching as a local content that aims for students to have basic knowledge and skills to communicate using language that is good and right in accordance with the language and spelling of Lampung needs to be improved through curriculum improvement and improving the quality and welfare of teachers. AbstrakKajian ini menjabarkan kondisi pelaksanaan mulok bahasa Lampung dalam upaya pelestarian bahasa Lampung serta upaya apa yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam rangka pembinaan dan pengembangannya. Kajian ini dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan. Hasil kajian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengetahui kondisi pelaksanaan mulok bahasa Lampung di Kabupaten Lampung Selatan serta upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka pelestarian bahasa daerah. Berdasarkan hasil kajian maka dapat disimpulkan bahwa mulok bahasa Lampung telah cukup meningkatkan sikap positif siswa terhadap bahasa daerah juga menambah pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Namun demikian, pelaksanaan mulok bahasa Lampung di Kabupaten Lampung Selatan mengalami beberapa kendala yang perlu perbaikan di beberapa bagian. Pengajaran bahasa Lampung sebagai mulok yang bertujuan agar peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar berkomunikasi menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan lafal dan ejaan bahasa Lampung perlu ditingkatkan melalui perbaikan kurikulum dan peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru.
CAMPUR KODE PADA MEDIA RUANG PUBLIK DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Muhammad Andri Zulfadli
Kelasa Vol 12, No 1 (2017): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v12i1.41

Abstract

AbstractCode mixing is a language phenomenon in sociolinguistic study. Actually, code mixing often occursin a variety of phenomena in the society, including in the variety of public space media. Thephenomenon of code mixing in the public space medias is often seen, especially in heterogeneouscommunities of ethnics, cultures, and languages, such as in Lampung Timur area. The objective ofthis research is to reveal the interference of code mixing on the public medias in Lampung TimurRegency. This research is conducted by using observation method and image documentation. Dataare analyzed by using Huberman's content analysis and reduction techniques. Then, the analyzeddata are explained through Hoffman's theoritical approach on the occurrence of mixed-codephenomenon. The results reveal that there is an existence of code mixing phenomenon in publicspace medias. Code mixing can occur because of some factors namely, the first, there is a crossingbetween the language and culture of the people of Lampung (transmigration effects); secondly,code mixing occurs between Indonesian, English and local languages; and third, code mixingoccurs at word, phrase, and sentence levels. The result of this study is expected to be a referenceof science development and language policy. AbstrakCampur kode adalah gejala kebahasaan dalam ilmu sosiolinguistik. Ternyata, campur kode seringdilakukan masyarakat dalam berbagai ragam, termasuk ragam media ruang publik. Fenomenacampur kode di media ruang publik akan sering terlihat, terlebih pada masyarakat di wilayahheterogen dari sisi etnik, budaya, dan bahasa, seperti di wilayah Lampung Timur. Penelitian inibertujuan untuk mengungkap terjadinya campur kode dalam ranah media publik di KabupatenLampung Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi dandokumentasi gambar. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi dan reduksiHuberman. Kemudian, data yang dianalisis dijelaskan melalui pendekatan teori Hoffman tentangterjadinya gejala campur kode. Hasil penelitian mengungkapkan adanya fenomena campur kodedi media ruang publik. Campur kode dapat terjadi karena pertama, adanya silang bahasa danbudaya masyarakat Lampung (pengaruh transmigrasi di Lampung), kedua, campur kode terjadiantara bahasa Indonesia, daerah, dan bahasa Inggris, dan ketiga, campur kode terjadi padatingkat kata, frasa, dan kalimat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukanpengembangan ilmu pengetahuan dan penyusunan kebijakan kebahasaan.
THE EFFECTIVITY OF REOG DANCE IN LEARNING BAHASA INDONESIA FOR BIPA STUDENTS IN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Andi Indah Yulianti
Kelasa Vol 13, No 1 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i1.58

Abstract

AbstractCulture-based learning is an attempt to internalize Indonesian language to foreign speakers through cultural introduction. This research was conducted with the aims to find out is Reog dance effective in acquiring vocabularies through Reog dance practice. The implementation of Reog dance is done to eleven BIPA Students from eight countries namely Thailand, India, Madagascar, South Korea, Timor Leste, Ukraine, Tajikistan, and Sudan in the Faculty of Cultural Science, Universitas Brawijaya. The data examined in this research were qualitative data from interview and observation. From the data analysis, writer found out that acquiring Bahasa Indonesia by learning Reog dance is less effective than practicing Bahasa Indonesia by doing conversation in everyday life. AbstrakPembelajaran bahasa Indonesia berbasis budaya merupakan upaya menginternalisasi bahasa Indonesia kepada penutur asing melalui pengenalan budaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran bahasa melalui tarian Reog dalam memperoleh kosakata bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa melalui tarian Reog dilakukan kepada sebelas peserta BIPA dari delapan Negara, yaitu Thailand, India, Madagaskar, Korea Selatan, Timor Leste, Ukraina, Tajikistan, dan Sudan pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya. Data yang diteliti dalam penelitian ini adalah data kualitatif dari wawancara dan observasi. Dari hasil analisis data, penulis menemukan bahwa pemerolehan Bahasa Indonesia melalui pembelajaran tari Reog kurang efektif dibandingkan mempraktikkan bahasa Indonesia secara langsung dengan melakukan percakapan dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Konteks Bahasa dalam Pembelajaran Bipa di Anuban Muslim Satun School Thailand Sahrul Romadhon
Kelasa Vol 13, No 2 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i2.74

Abstract

This research is more focused on Mattayum (high school) students at Anuban Muslim Satun School, Thailand. The problem faced by the teacher is to determine the appropriate method for teaching Indonesian at the school. This is because there are several factors, such as the strong influence of the Siamese language (native Thai language), it is not customary for learners to use Indonesian, and the strong influence of the Malay language which seems to be considered the same as Indonesian. This study uses a qualitative method of the type of grounded theory. Data analysis used structural analysis in accordance with the production of the language context written by students at Anuban Muslim Satun. The purpose of this study is to analyze the production of student writing. The results obtained from this study are recommendations on Indonesian language learning methods for Foreign Speakers (BIPA) based on language contexts. AbstrakPenelitian ini lebih difokuskan kepada pemelajar Mattayum (SMA) di Anuban Muslim Satun School, Thailand. Masalah yang dihadapi oleh pengajar adalah menentukan metode yang tepat untuk mengajarkan bahasa Indonesia di sekolah tersebut. Hal tersebut karena adanya beberapa faktor, seperti kuatnya pengaruh bahasa Siam (bahasa asli Thailand), tidak terbiasanya pemelajar menggunakan bahasa Indonesia, dan kuatnya pengaruh bahasa Melayu yang seolah-olah dianggap sama dengan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis grounded theory. Analisis data menggunakan analisis struktural sesuai dengan produksi konteks bahasa tulis pemelajar di Anuban Muslim Satun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis produksi tulisan pemelajar. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah rekomendasi metode pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis konteks bahasa.

Page 6 of 11 | Total Record : 107