cover
Contact Name
Evi Maha Kastri
Contact Email
redaksikelasa@gmail.com
Phone
+6285279491107
Journal Mail Official
redaksikelasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Beringin II No.40 Kompleks Gubernuran Telukbetung, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra
ISSN : 19077165     EISSN : 27214672     DOI : https://doi.org/10.26499/kls.v15i1.21
Core Subject : Education,
KELASA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of KELASA includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. KELASA is published by Kantor Bahasa Lampung, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. KELASA accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 107 Documents
PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI PENUTUR SUNDA DI KABUPATEN PANGANDARAN JAWA BARAT Nani Darmayanti
Kelasa Vol 16, No 1 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i1.174

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemertahanan bahasa Sunda sebagai alat komunikasi penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran di tengah gempuran migrasi bahasa Jawa dan nasionalisasi bahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik. Adapun secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Penyediaan data yang dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Cimerak, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahasa Sunda masih sering digunakan secara konsisten oleh penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran, pada tiga ranah komunikasi, yaitu ranah kekeluargaan, kekariban, dan ketetanggaan; (2) Faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran adalah faktor demografis, faktor geografis, faktor psikososial-ekonomis, dan faktor politis.
PANTUN MELAYU BANGKA: KAJIAN BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA Sarman Sarman Sarman
Kelasa Vol 15, No 2 (2020): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v15i2.137

Abstract

Abstract People of Bangka, one of Indonesia’s region, keeps using pantun in their various traditional and national activities. However, it is a deep concern that such oral traditions is about to extinct. Therefore, a  study on pantun is important. This study aimed to examine the form, function, and meaning of the Malayan-Bangka pantun. This research used descriptive qualitative method and documentation techniques. Primary data source were speech and printed information. Secondary data sources were theory of stucture and meaning of poetry by I.A. Richard, theory of function by William R. Bascom, and theory of meaning (semantics) by Pateda. The research resulted that  Malayan-Bangka pantun had a distinctive structure and inner structure of meaning. Besides, Malayan-Bangka pantun  functioned as means  of communication, identity, decorating oral traditions, education and sermon speech, embodiment of customs, entertainment, cultural symbols, cultivating heroism, as well as a means of connecting Malayan-Bangka community. Key words: Malayan-Bangka pantun,  structure,  function, and meaning
KEKUASAAN PADA WACANA NEGOSIASI DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN POWER IN THE NEGOTIATION DISCOURSE IN A NOVEL ENTITLED CANTIK ITU LUKA WRITTEN BY EKA KURNIAWAN Zainal - Abidin
Kelasa Vol 15, No 2 (2020): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v15i2.116

Abstract

AbstrakPenelitian tentang Kekuasaan pada Wacana Negosiasi dalam Novel Cantik Itu Luka (CIL) Karya Eka Kurniawan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekuasaan dalam novel tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan permasalahan (1) siapakah pihak yang dominan dan yang dimarjinalkan dalam wacana negosiasi pada novel CIL karya Eka Kurniawan, (2)  ideologi apa yang ingin disampaikan pengarang, dan (3) bagaimana cara menyampaikan ideologi tersebut. Data berupa kata, gabungan kata, dan kalimat di dalam novel tersebut dikumpulkan metode pustaka atau dokumentasi dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dominansi budaya feodal terhadap budaya komunis, penguasa terhadap feodal, komunis terhadap penguasa, feodal terhadap kekerasan, kekerasan terhadap penguasa sehingga secara terbalik budaya-budaya dominan tersebut memarjinalkan budaya yang termarjinalkan. Ideologi yang ingin disampaikan adalah budaya Indonesia akan mati bersama generasi muda Indonesia jika meneruskan budaya feodal, keras, komunis, dan penguasa/kapitalis. Ideologi ini disampaikan melalui hegemoni wacana negosiasi kolaborasi (win-win), dominasi (win-lose), akomodasi (lose-win), dan menghindari konflik (lose-lose). AbstractThis study regarding power in the negotiation discourse in a novel entitled Cantik Itu Luka (CIL) written by Eka Kurniawan aimed to describe power in the novel. This research is a qualitative research with the problems (1) who are the dominant and marginalized parties in the negotiation discourse in Eka Kurniawan's novel CIL, (2) what ideology the author wants to convey, and (3) how to convey the ideology. Data consisting of words, combinations of words, and sentences in the novel were collected through observation and note-taking technique. The research findings revealed that dominance of feudalism against communism, rulers against feudalism, communism against rulers, feudalism against violence, violence against rulers were found in the novel. In addition, these dominant systems marginalized the marginalized systems. The ideology to be conveyed is that Indonesian culture would disappear if the Indonesian applied feudalism, violence, communism, and capitalism. This ideology was conveyed through the hegemony of the discourse of negotiation on collaboration (win-win), domination (win-lose), accommodation (lose-win), and conflict avoidance (lose-lose). 
FALSAFAH MAMBANGKIK BATANG TARANDAM DALAM KABA SUTAN LEMBAK TUAH: TINJAUAN SOSIOLOGIS Fitria Dewi; Dini Oktarina
Kelasa Vol 16, No 1 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i1.136

Abstract

 AbstrakMambangkik batang tarandam adalah salah satu peribahasa yang hidup dalam masyarakat Minangkabau. Peribahasa itu bermakna membangkitkan kembali muruah atau kehormatan yang telah lama terpendam atau terabaikan karena suatu keadaan. Makna peribahasa itu terefleksi dalam Kaba Sutan Lembak Tuah (KSLT). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai filosofis yang terkandung dalam peribahasa mambangkik batang tarandam dalam KLST, faktor-faktor penyebab ‘batang terendam’, dan upaya yang dilakukan untuk ‘membangkit batang yang terendam’ tersebut. Penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat untuk mengumpulkan data.  Pendekatan sosiologi sastra dengan teori refleksi dan metode analisis isi digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan nilai filosofis yang terkandung dalam peribahasa mambangkik batang tarandam adalah semangat untuk terus berbuat kebaikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor penyebab ‘batang terendam’ adalah 1) keegoisan, 2) kekuasaan, dan 3) fitnah. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk membangkit batang terendam adalah 1) berserah diri pada Allah, 2) menjaga sikap, 3) suka menolong, 4) jujur dan amanah, dan 5) arif bijaksana.  AbstractMambangkik Batang Tarandam is a proverb that lives in Minangkabau society. This proverb means to revive muruah or honor that has been hidden or neglected for a long time due to a situation. The meaning of the proverb is reflected in Kaba Sutan Lembak Tuah (KSLT). This study aims to describe the philosophical values contained in the proverb mambangkik batang tarandam in KSLT, the factors that cause "submerged stem", and the efforts made to "raise the submerged stem". This research uses observation methods and note taking techniques to collect data. The sociology of literature approach with the theory of reflection and content analysis methods were used to analyze the data. Based on the research, it was found that the philosophical value contained in the proverb Mambangkik Batang Tarandam is the spirit to keep doing good things. The results also showed that the factors causing the 'submerged trunk' were 1) selfishness, 2) power, and 3) slander. While the efforts made to raise the submerged stems are 1) surrender to Allah, 2) maintain attitude, 3) like to help, 4) honest and trustworthy, and 5) wise wisdom.
PRINSIP KERJA SAMA DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ANTARA PAMAN SAYUR DAN PELANGGAN: TINJAUAN PRAGMATIK jahdiah diah
Kelasa Vol 16, No 1 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i1.112

Abstract

The objective of this research is to describe the violation and the use of the cooperative principle that is classified based on four maxims; they are maxim of quantity, the maxim of quality, the maxim of relation, and the maxim of manner.  This research uses the basic theory of pragmatic by focusing on the cooperative principle stated by Grice. This research uses a descriptive method. The data source of this research is the speech of the vegetable seller and his customers.  Data collection was taken from January--Febuary 2020. The data analysis is using a contextual heuristic method. Based on the result of the study, there are two violations of the maxim of quantity, two data of violations of the maxim of relation. The use of the cooperative principle is more commonly found in this research, namely, there are ten cooperative principles, three maxims of quantity, one maxim of quality, four maxims of relation, and two maxims of manner.
VARIASI DAN INOVASI LEKSIKAL BAHASA LAMPUNG Kiki Zakiah Nur
Kelasa Vol 15, No 2 (2020): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v15i2.111

Abstract

Makalah ini mengkaji variasi dan inovasi leksikal bahasa Lampung yang terdapat di wilayah yang secara geografis berbatasan dengan kampung yang masyarakatnya berbahasa Jawa dan kampung yang masyarakatnya berbahasa Lampung. Penjaringan data berpatokan pada kosakata Swadesh dan budaya dasar berdasarkan medan makna. Pendeskripsian data berdasarkan perbedaan dialektal atau subdialektal pada tataran fonologis, morfologis, dan leksikal. Objek penelitian berupa perbedaan realisasi bunyi yang terjadi pada antarpenutur bahasa Lampung di Desa Sukaraja Nuban. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi dan inovasi bahasa Lampung yang terbentuk secara fonologis, morfologis, dan leksikal. Hasil analisis menunjukkan bahwa sejumlah kosakata bahasa Lampung memiliki variasi fonologis, morfologis, dan leksikal. Dari penjaringan 200 kosakata, penulis menemukan 62 kosakata yang bervariasi leksikal serta sejumlah inovasi internal bahasa Lampung yang terjadi pada tataran leksikal. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa ada 76 gloss yang menampilkan inovasi internal yang sebagian besar berupa inovasi bentuk.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN TULISAN PEMELAJAR BIPA DI SEKOLAH HUNTINGTOWER, AUSTRALIA Mukhammad Isnaeni
Kelasa Vol 15, No 2 (2020): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v15i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesalahan bahasa Indonesia dalam karangan yang dibuat oleh pemelajar BIPA di Sekolah Huntingtower, Australia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel karangan atau tulisan yang dibuat oleh pemelajar BIPA kelas 9 dan kelas VCE di Sekolah Huntingtower, Australia tahun 2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen. Data dikumpulkan dengan cara pemberian tanda atau identifikasi pada data yang diduga mengandung kesalahan berbahasa. Selanjutnya data dianalisis dan dideskripsikan berdasarkan taksonomi kategori linguistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa di dalam tulisan pemelajar BIPA dapat dikelompokkan menjadi empat kategori kesalahan, yaitu kesalahan penggunaan preposisi, kesalahan penggunaan konjungsi, kesalahan bentuk dan pilihan kata (morfologi) dan kesalahan dalam tataran sintaksis.
SIMBOL KUPU-KUPU DALAM CERPEN SETO MENJADI KUPU-KUPU KARYA A.S. LAKSANA: KAJIAN SEMIOTIKA Riki Fernando
Kelasa Vol 16, No 1 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i1.164

Abstract

Tulisan ini adalah analisis sastra terhadap cerpen Seto Menjadi Kupu-Kupu karya A.S. Laksana dengan menggunakan teori semiotika struktural. Analisis ini membahas simbol kupu-kupu yang diceritakan sebagai hasil perubahan wujud tokoh utama di akhir cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen ini memiliki aspek intertekstual dalam kaitannya dengan kebudayaan Cina, terutama cerita rakyat Liang-Zhu atau Sam Pek-Eng Tay. Dalam kaitannya dengan kebudayaan Cina, simbol kupu-kupu yang terdapat di dalam cerpen ini dapat dimaknai sebagai idealisasi cinta suci Seto terhadap gadis pujaan hatinya, sekalipun mereka tidak pernah menjalani kebersamaan dalam jalinan cinta sebelumnya.
THE LEARNING OF NARRATIVE TEXT USES A COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MODEL Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.215

Abstract

AbstractThe learning model used can be a determining factor for the success of learning in the classroom. One of the learning models used in learning to write narrative texts is the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model. This model combines reading and writing skills in an integrated manner so that it is assumed to influence learning outcomes to write narrative texts, especially imaginary story texts. This research was a quantitative study with a correlational method. This study aims to describe students' responses to the learning model and the influence of the learning model on writing narrative text skills. The results showed that the student response to the learning model was very good with a percentage of 83.64%. The relationship between the learning model variable and the narrative text writing variable is significant and very strong seen from the correlation value range, namely 0.781. The learning model factor affects the ability to write narrative text by 61% and the remaining 39% is influenced by other factors. Collaboration carried out in groups starting from reading alternately, looking for keywords, providing responses, and writing collaborative results has a good impact on the ability to retell the content of fantasy story texts according to the story elements both oral and written.Keywords: learning, narrative text, cooperative model, CIRC AbstrakModel pembelajaran yang digunakan dapat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran di kelas. Salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran menulis teks naratif adalah model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Model ini memadukan keterampilan membaca dan menulis secara terintegrasi sehingga diasumsikan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar menulis teks naratif, khususnya teks cerita imajinasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap model pembelajaran dan pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan menulis teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa terhadap model pembelajaran sangat baik dengan persentase 83,64%. Hubungan antara variabel model pembelajaran dengan variabel penulisan teks naratif adalah signifikan dan sangat kuat dilihat dari rentang nilai korelasinya yaitu 0,781. Faktor model pembelajaran mempengaruhi kemampuan menulis teks naratif sebesar 61% dan sisanya 39% dipengaruhi oleh faktor lain. Kolaborasi yang dilakukan dalam kelompok mulai dari membaca secara bergantian, mencari kata kunci, memberikan tanggapan, dan menulis hasil kolaboratif berdampak baik pada kemampuan menceritakan kembali isi teks cerita fantasi sesuai dengan unsur-unsur cerita baik lisan maupun tulisan.Kata-kata kunci: pembelajaran, teks naratif, model kooperatif, CIRC
TINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF PUBLIC FIGURE ‘RA’ SEBAGAI MC PADA ACARA TIK-TOK AWARDS Uzlah Ilmi Irwan
Kelasa Vol 16, No 2 (2021): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v16i2.227

Abstract

The success of an event largely depends on the MC (Master of Ceremony). A MC is considered professional, if he can communicate well and be able to improvise. The MC also has to recognize what situation and type of program they will bring so that he can choose the right speech when communicating. The existing speech relates to the types of speech acts studied in the field of pragmatics. This study uses a qualitative descriptive method in which the author describes the context and meaning of a video appearance of the MC presenting an event in which the author observes the speech and sees the context of the situation that occurs when the speech takes place. In non-formal events, many types of speech acts are used, one of which is expressive illocutionary speech acts, including expressions of gratitude, praise, congratulations and apologies.Key words: MC, context, meaning, expressive speech

Page 9 of 11 | Total Record : 107