cover
Contact Name
Muhammad Ilham Akbar Alamsyah
Contact Email
231320043.muhammadilham@uinbanten.ac.id
Phone
+6285798995400
Journal Mail Official
hikmatul.luthfi@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani, Kemanisan, Kec. Curug, Kota Serang, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Al-Fath
ISSN : 19782845     EISSN : 27237257     DOI : https://doi.org/10.32678/alfath
Al-Fath: published twice a year since 2007 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Interpretation of the quran. This journal is published by the Alquran and its Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten INDONESIA. Al-Fath focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, and Theology. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Alquran and its Interpretation, Hadith, and Theology around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 192 Documents
Jual Beli Online Perspektif Maqasid Tafsir Jasser Auda Tilawati, Anis
Al-Fath Vol 14 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v14i1.1316

Abstract

Today, online shop is no stranger to anyone who lives in digital era, it can even be a hobby that is not just a necessity. The problem is a shift of tradition in that phenomenon, for example; there are no face-to-face moments in online shop, then how does Islam see it? For this reason, the author uses the maqasid interpretation perspective offered by Jasser Auda to researching online shop in Islam. Auda expands the maqasid theory with development and rights. The findings is include the Qur'an and the hadith do not speak explicitly related to online shop because it was not discovered at the time of the Prophet, but there are several principles of buying and selling according to Islam which can be found in the online sale and purchase transactions. Development of online shop transactions is able to realize an economy that is more practical and easier for all parties. In addition, the rights of the seller and buyer are also fulfilled in the transaction. There is the principle of tasamuh (tolerant and easy) which allows Islamic syari'at to develop according to the times.
Intoxication and Sobriety in Sufi Tradition Ade Fakih Kurniawan
Al-Fath Vol 3 No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i1.3295

Abstract

Masalah ketuhanan selalu menjadi tema perdebatan tiada akhir. Masing-masing membicarakan-Nya dengan perspektifnya sendiri. Ahli Kalam memandang Allah melalui tanzih-Nya, Allah yang tak pernah terjangkau oleh siapapun dan apapun. Sedangkan para sufi memandang Allah selalu dekat dan bisa “dijangkau” oleh manusia. Meskipun para sufi menyatakan “keterjangkauan” Allah, namun mereka mengekspresikannya secara berbeda. Sebagian sufi memandang Allah bisa dijangkau dengan tetap menjaga keterbatasan dan pembedaan antara manusia dengan Tuhannya melalui jalur penghambaan, Sang Khalik dan makhluk, Yang Hakiki dan yang nisbi. Sedangkan sufi lainnya ada yangmenegaskan bahwa Allah omnipresen, imanen, dan dapat menyatu dengan manusia (hulul), atau manusia dapat menyatu dengan Tuhan (ittihad), atau dalam pemikiran imaginal Tuhan dapat dipandang imanen dan hadir dalam segala sesuatu (wahdatul wujud). Karena itu, untuk menerangkan kondisi psikologis tersebut, biasanya para ahli tasawuf menganalisisnya melalui dua kondisi (ahwal) yang dialami para pencari Tuhan (salik), yakni kondisi mabuk (sukr) dan sadar (sahw).
Al-Suwar Al-Qur’āniyyah Ahmad Hidayat
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3344

Abstract

Jumlah surat al-Qur’an sebagaimana dirilis al-Zarkasyi dalam al-Burhan dan dikuatkan al-Suyuthi dalam al-Itqan adalah 114, diawali dari al-Fatehah dan diakhiri di al-Nas. Para Ilmuan Islam mengklasifkasikan surat-surat al-Qur’an menjadi empat kelompok surat, al-Thiwal, al-Mi‘un, al-Matsani, dan al-Mufasshal. Tasmiyah (penamaan) surat-surat al-Qur’an seperti dikatakan al-Suyuthi adalah Tauqifi, bukan produk Ijtihad. Ada beberapa surat memiliki nama lebih dari satu bahkan banyak nama seperti al-Fatehah. Banyaknya nama bagi satu surat menunjukkan akan keagungan surat tersebut, katsratul Ismi li Musamman Wahidin yadullu ‘ala Syarafl Musamma. Kontroversi muncul ketika parallmuan Islam menyikapi tata urutan surat-surat al-Qur‘an. Ada yang mengatakan Tauqifi, ada yang mengatakan Ijtihadi, dan ada pula yang mengatakan kombinasi antara Tauqifi dan Ljtihadi. Terlepas dari kontroversi tersebut, tetaplah hasil kodifikasi Mushaf Utsmani harus diberi apresiasi yang tinggi karena telah mendapat Ijma’ (consensus) para Sahabat.
Komunikasi: Definisi dan Sejarah Perkembangannya Ilah Holillah
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3350

Abstract

Perkembangan ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner. Perkembangan komunikasi terjadi di zaman Sebelum Masehi, dan juga pada masa Romawi (sebagai perkembangan dari Yunani kuno sekitar tahun 500 SM-5 M) mengalami kendala, karena pada masa itu Romawi mengalami masa kegelapan (dark ages). Padahal, masa kegelapan yang terjadi di Eropa ini merupakan sisi lain dari masa keemasan peradaban Islam, dimana pada masa ini perkembangan ilmu pengetahuan (termasuk aktifitas komunikasi) cukup signifikan. Kemudian fenomena komunikasi berkembang pula pada awal ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg (1457). Padahal, pada abadabad sebelumnya, aktifitas komunikasi sudah berkembang cukup pesat yang berlangsung di zaman pertengahan (persebaran agama). Mungkin masa ketika diketemukannya mesin cetak itu sendiri terjadi di zaman renaissance, dimana_ pemikiran-pemikiran ilmuwan telah bebas dari dogma-dogma agama. Makalah ini mencoba mengangkat masa perkembangan komunikasi di muka bumi.
Konsep Iman, Islam, Kufr, dan Ahli Kitab dalam Qur’an, Liberation & Pluralism Nurul Huda
Al-Fath Vol 9 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v9i2.3333

Abstract

Salah satu manifestasi (dan konsekuensi) meningkatnya kekakuan teologi Islam adalah pembakuan istilah-istilah seperti iman, Islam dan kufr. Istilah-istilah ini tidak lagi dipandang sebagai kualitas yang dapat dimiliki individu; kualitas yang dinamis dan beragam intensitasnya sesuai dengan tahap-tahap hidup individu itu. Bahkan, istilah-istilah itu kini dipandang sebagai kualitas yang tertanam dalam kelompok, sebagai pagar karakteristik etnis. Cara istilah ini dipergunakan di dalam al-Qur’an dan beberapa literatur tafsir menunjukkan bahwa hubungan antara pemaknaan awal dengan penggunaannya saat ini telah agak berselisih. Meski beberapa aspek pemaknaan kontemporer berakar dari yang awalnya, ada aspek lain yang telah diabaikan sepenuhnya.
LAILATUL QADAR DALAM PERSPEKTIF AHMAD AL-SHAWI : (Studi Kitab Hasyiah 'Ala Tafsir al-Jalalain) Hikmatul Luthfi
Al-Fath Vol 16 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v16i1.5675

Abstract

The book Hashiyah 'ala Tafsir al-Jalalain by Ahmad al-Shawi is one of the most popular tafsir books in Indonesia, while Lailatulqadar is a night that is the favorite of the Muslim community every year. This article discusses lailatulqadar according to Ahmad al-Shawi in his interpretation including time, indicators and practices. The results of the research show that with regard to time, indicators, and lailatulqadar practices, al-Shawi not only explains in full the opinions of various scholars, both fiqh, hadith, and Sufism in a naqli manner, but also explains tajribi (experience) and is supported by history. from the scholars. The Tajribi aspect has a Sufistic character, this is possible because al-Shawi is a Sufi expert with a khalwatiyya tradition.
Lataif Perspektif Tafsir Sufi Najm al-Din al-Kubra Ulum, Fahmi Raudhatul
Al-Fath Vol 14 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v14i1.3368

Abstract

Humans are created so perfectly, both given reason and lust, the war against lust applies to all mankind in the world, in this war the enemy is invisible to the eye, the enemy is very delicate, lat}a>’if as a means to fight the passions that must be processed as little as possible The results of this thesis are as follows: Shaykh Najmuddin Kubra in muqodimah said "Lat}a>’if is a hidden secret sign, and revealed from kalam, by revealing favors, lust and explanations for their hearts, their souls and they understand secrets, and knowledge of true science. The division 7 lat} a> if as follows: a). lat}i>fah qolabiah. b). lat}i>fah nafsiyah. c). lat}i>fah qolbyah. d). lat}i>fah sirriah. e). lat}i>fah ruhiyyah. f). lat}i>fah khafiyah. g). lat}i>fah h}aqiyah. In Surah T{a>ha> [20]: 7, Surah Al-Imran [3]: 67, Surah An-Nisa [4]: 43, Surah Al-Maidah [5]: 73, Surah Al-An'am [6]: 52 , these verses become the details in the discussion of this paper.
RAGAM RIWAYAT DAN TAFSIR KISAH SULAIMAN DALAM AD-DAKHIL FI AT-TAFSIR Fathar, Masilatur rohmah
Al-Fath Vol 15 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v15i2.4224

Abstract

Banyak riwayat Isra’iliyat yang masuk dalam dunia tafsir, khususnya dalam ayat-ayat yang menjelaskan tentang kisah-kisah para Nabi. Kisah Nabi Sulaiman As adalah salah satu kisah yang ada dalam al-Qur’an yang dalam penafsirannya dirasuki kisah Isra’iliyat sehingga menodai penafsiran terhadap ayat-ayat kisah tersebut. Dari sanalah peneliti tertarik menelusuri penyimpangan-penyimpangan tersebut untuk memurnikan penafsiran agar menjadi jelas antara al-Ashil dan Ad-Dakhil dalam tafsir kisah Nabi Sulaiman As. Dengan mengkaji Q.S an-Naml: 44, Q.S Saba’: 34, dan ayat-ayat yang dijadikan bukti Negeri Saba’ di Indonesia oleh Fahmi Basya, maka artikel ini menghasilkan dua poin kesimpulan. Pertama, kisah yang mengandung riwayat Isra ’iliyat terdapat pada kisah Nabi Sulaiman As dan ratu Balqis serta Kisah Nabi Sulaiman As yang diuji dengan kekuasaannya. Kedua, penafsiran Negeri Saba’ bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah dari para arkeolog sehingga kisah tersebut menjadi bagian dari Ad-Dakhil dalam tafsir al-Qur’an.
Implikasi Naskh Dalam Penafsiran Al-Qur'an Muslimah, Neng Rahmila
Al-Fath Vol 15 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v15i1.4482

Abstract

The concept of naskh still an interesting issue in the study of the Qur’an both in the classical and contemporary era. This can be seen from various interpretations in addressing the verses that are considered contradictory. This is the task of academics in the field of the Qur’an to uncover the concept of naskh, especially the initiators of the naskh theory in the contemporary era which have different criticisms and opinions regarding the concept of naskh it self. Thus, the question will arise, are there any verses in the Qur’an which are contradictory? are there any verses that are dysfunctional? this problem has caused controversy among the ulama.
SUKAWASTUDI KASUS PEMBACAAN AL-MA’TSURAT DI PONDOK PESANTREN MODERN DAAR EL-ISTIQOMAH NA KOTA SERANG SUKAWANA KOTA SERANG nisa, Halyun; Nabila, Sofia Nurun; Rachmawati, Neti
Al-Fath Vol 17 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v17i1.6190

Abstract

This article is a research report about the 'alive' Al-Qur'an at the Daar El-Istiqomah Modern Islamic Boarding School. Specifically, the Al-Qur'an verses contained in Al-Ma’tsurat which are read by male and female students are read regularly every morning and evening. This research does not examine the verses of the Qur'an as a text that must be understood with the meaning of several scientific disciplines, but using the Living Qur'an approach, this approach seeks to examine the form of interaction of Muslim groups towards the Qur'an in the aspect of applying the verses of the Qur'an. 'an to everyday life.