Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, “Sultan Maulana Hasanuddin” State Islamic University of Banten. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic History Islamic Culture Islamic Civilization Islamic Tradition Islamic Literature Islamic Philology and Literature Islamic Archeology Local Islam and Culture Islamic Arts and Architecture
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 2 (2009): December 2009"
:
10 Documents
clear
Pembelajaran Bunyi Bahasa Arab
zaki gufron
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3505
Bahasa dalam manifestasinya yang pertama adalah berupa ujaran atau bunyi, maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. Bukan sembarang bunyi saja, melainkan bunyi tertentu, yang agak berbeda-beda menurut bahasa tertentu. Di dalam pengajaran bahasa asing dalam hal ini bahasa Arab, peranan bunyi sangat penting. Seseorang yang ingin berhasil secara akurat didalam belajar bahasa Arab, maka ia pertama-tama harus mencapai kemampuan melakukan kebiasaan pengucapan yang baru. la harus membiasakan pengucapan bunyi-bunyi bahasa asing dengan akurat seperti pemilik bahasa itu sendiri. Pembelajaran bunyi ini juga sangat penting dalam mencapai keterampilan menyimak dang berbicara.
Sejarah dan Karya Sunan Al-Darimi
Zaenal Abidin
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3497
Para ahli hadis dalam membuat sebuah karya yang monumental, bukanlah semudah yang kita bayangkan, banyak para muhadistisin berkelana menuntut ilmu, mencari hadis-hadis yang keberadaanya tidak bisa dijangkau oleh muhadisin. Sisi lain muhadisin dihadapkan dengan pemilahan hadis, atau mengkategorikan sebuah hadis, ada hadis yang bertemakan aqidah, tauhid, dan hadis yang bertemakan fiqh, sehingga memunculkan istilah dalam kitabnya tersebut. Istilah sunan merupakan istilah bagi kitab yang bertemakan kitab fiqh. al-Darimi merupakan salah satu tokoh yang menamakan kitabnya adalah dengan "sunan". Dalam tulisan ini akan dipaparkan biografi Darimi, metodologi penulisan kitab, dan kritik terhdap Sunan al-Darimi Kata Kunei : biografi, sunan, metodologi penulisan
Alat-Alat Evaluasi Pendidikan
enung nugraha
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3513
Setiap lembaga pendidikan senantiasa mengadakan evaluasi baik itu tes masuk maupun tes-tes yang dilaksanakaan oleh guru di dalam kelas. Hal itu dilakukan salah satunya adalah untuk mengukur dan menilai keberhasilan pembelajaran yang dilakukan pada satu kurun waktu. Evaluasi pendidikan juga memiliki fungsi balk untuk siswa, guru maupun lembaga pendidikan, bahkan pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Evaluasi pendidikan adalah seluruh proses berkenaan dengan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengambilan keputusan terhadap proses pendidikan. Evaluasi pendidikan terdiri dari keguatan mengukur dan menilai. Mengukur adalah mengadakan tes maupun non tes kepada peserta didik, yang disusun terdiri dari butir-butir tes maupun nontes. Sedangkan menilai adalah mengambil keputusan berdasarkan pengukuran yang dilakukan. Oleh karena itu mengukur bersifat kuantitatif karena berhubungan dengan score sedangkan menilai bersifat kualitatif. Untuk dapat mengambil kesimpulan benar dan obyektif maka salah satunya adalah menentukan alat-alat evaluasi yang tepat dengan jenis materi, jumlah materi maupun karakteristik peserta didik. Terdapat alat evaluasi yang kemudian disebut dengan teknik evaluasi. Diantaranya adalah tes dan non tes. Tes contohnya adalah tes obyektif dan tes subyektif berupa essay bebas. Selain itu juga ada non tes yaitu wawancara, Daftar check, riwayat hidup, kuesioner dan kurikulum vitae. 'Cats Kunci : Evaluasi pendidikan, penilaian dan pengukuran.
Antara Bahasa dan Berbudaya: Studi Atas Pengaruh Relasi Bahasa dengan Budaya
ida nursida;
Siti Shalihah
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3509
Berbahasa merupakan kegiatan manusia setiap saat ketika dalam berhubungan dengan orang lain. Dilihat dari fungsinya, bahasa merupakan alat untuk mengkomunikasikan perasaan, pikiran dan gagasan kepada orang lain. Dalam perkembangannya Bahasa menjadi ciri dari sebuah kebudayaan. Minimal menjadi pembeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain dari sisi penggunaan bahasanya. Seperti bagaimana kita membedakan antara bahasa sunda Banten dengan bahasa sunda Parahiyangan dan lain sebagainya. Antara berbahasa dan berbudaya nampaknya menunjukan pada proses kreatif bagaimana kita berbahasa dan berbudaya. Lantas sejauh mana bahasa dan budaya saling mempengaruhi? Apakah bahasa dipengaruhi oleh budaya atau sebaliknya?. Kata Kunci : Pengaruh, Relasi, Bahasa dan Budaya
Ijaz Dasar-dasar Ijtihad Kemu'jizatan Al-Qur'an
Yuyun Rohmatul Uyuni
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3495
Setiap nabi yang diutus Allah SWT kepada suatu kaum selalu mendapat tantangan dari kaumnya. Tantangan yang paling umum dihadapi oleh para nabi adalah pengingkaran terhadap status kenabian dan kerasulannya. Hampir semua nabi dan rasul diminta oleh kaumnya untuk menunjukkan tanda-tanda kenabian dan kerasulannya. Setiap tantangan tentu membutuhkan jawaban. Dalam sejarah para nabi ditemukan bahwa diantara jawaban yang diberikan Allah melalui nabi dan rasul-Nya adalah mu'jizat, Mu jizat ini lazim dijadikan pertanda kenabian dan kerasulannya. Tulisan yang berjudul Ijaz menggambarkan secara ringkas segala sesuatu yang berkaitan dengan keistimewaan, kekuatan dan keagungan Al-Qur'an dalam melemahkan orang-orang yang menentangnya. Kata Kunci :jenis-jenis, penafsiran mu jizat
Krisis Ilmu Pengetahuan Modern
mochamad arifinal
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3510
Ilmu Pengetahuan Modern tidak mampu menjawab segala permasalahan hidup manusia sehingga dibutuhkan suatu formula Baru untuk memecahkannya. Kajian ini merupakan penelaahan terhadap kegagalan ilmu pengetahuan modem (sekuler) yang menyebabkan krisis kehidupan manusia dan memberikan dampak negatif yang cukup besar terhadap perubahan masyarakat intemasional dalam memandang ilmu pengetahuan, sehingga memunculkan pandangan yang keliru dan memunculkan suatu dogma bahwa ilmu itu bersifat netral (bebas nilai). Menurut penulis dari sinilah awal mula terjadinya krisis ilmu pengetahuan modern itu.
Peranan Pendidikan Keluarga Islam dalam Mengantisipasi Perkembangan Informasi
Nana Suryapermana
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3492
Informasi adalah proses penyampaian dari sebuah kejadian kepada seseorang atau kepada orang banyak tentang sesuatu untuk diketahui atau yang ingin di ketahui. Sejak jaman primitive hingga sekarang, semua kelom-pok manusia bergantung kepada perm komunikasi tatap muka atauberhadap-hadapan. Namun manusia memerlukan sistem penyampaian informasi untuk mengatasi keterbatasan lingkup, waktu dan ruang. Informasi pada masa lampau dilakukan dengan alat-alat yang sangat sederhana, yaitu dari cars penyampaian "mulut ke mulut", menggunakan asap atau suara-suara benda-benda dengan kode-kode tertentu, bahkan sampai menggunakan menara-menara yang diharapkan dapat mempercepat dan memperluas hubungan komunikasi. Kemajuan cara-cara komunikasi manusia terus berkembang, hingga ditemukannya cara-cara menulis, informasi dapat disampaikan secara lebih lugs lagi.
Pendidikan Non-Ko-Edukasi Dalam Perspektif Gender (Kasus Madrasah Mu'allimat Muhammadiyah Yogyakarta)
Siti Fauziyah
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3489
Madrasah Mu'allimat Muhammadiyah Yogyakarta adalah lembaga pendidikan Islam tingkat menengah di bawah naungan persyarikatan Muhammadiya hyang berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah lainnya. Madrasah Mu'allimat Muhammadiyah Yogyakarta menjadi istimewa karena berada langsung di bawah pimpinan pusat Muhammadiyah dan dikelola sebagai sekolah khusus calon kader Muhammadiyah. Madrasah Mu'allimat Muhammadiyah Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan tertua persyarikatan Muhammadiyah yang telah memberikan kontribusi besar bagi pemberdayaan kaum perempuan Indonesia terutama pada awal abad ke-20 di saat perempuan belum memperoleh pendidikan yang layak sebagaimana pendidikan yang telah diperoleh kaum laki-laki. Dalam usahanya memberdayakan kaum perempuan, Madrasah Mu'allimat Yogyakarta menyelenggarakan pendidikan bagi perempuan dengan system non-ko-edukasi (pendidikan khusus/ pendidikan siswa sejenis dengan system boarding school atau sekolah berasrama). Materi yang diajarkan merupakan mata pelajaran yang dikompromikan antara ilmu agama, ilmuu non-agama, dan kemuhammadiyahan.
Penyelenggaraan Perpustakaan yang Mampu Menjaga Pelestarian Bahan Pustaka
Eva Syarifah Wardah
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3502
Penyelenggaraan perpustakaan sangat penting `untuk menjaga pelestarian bahan pustaka secara fisik maupun menyelamatkan nilai-nilai informasi yang terkandung di dalamnya. Agar tujuan dan fungsi perpustakaan dapat tercapai secara balk sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan, maka perpustakaan harus dikelola dengan balk sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen. Hal yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan perpustakaan meliputi lokasi gedung, perabotan dan peralatan, penataan ruang koleksi, pengembangan koleksi, perawatan dan pelestarian, dan sistem pelayanan. Selain itu peningkatan sumber daya manusia dari pustakawan/pengelola perpustakaan sangat penting untuk meningkatkan mutu dan kinerja perpustakaan.
Kilas Pandang Ajaran "Pola Hubungan Kemasyarakatan" dalam Agama Budha
Erdi Rujikartawi
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3487
Buddha adalah seorang manusia. la terlahir sebagai manusia, dan sebagai manusia juga hidupNya berakhir. Pada akhirnya ia menjadi manusia yang luar biasa (accharya manussa) meskipun ia tidak pernah memuliakan dirinya sendir. Sang Budha dalam menjabarkan system moral dan filosofi tidak menuntut kepercayaan membuta dari para pengikutnya. Begitu-pun dalam setiap ajaranya tidak bersifat agresif, kepercayaan dogmatis dan tidak mendorong upacara dan ritual tahayul, tetapi menganjurkan jalan yang membimbing seorang murid melalui kehidupan suci. Jalan bimbingan seorang guru yang mengajarkan pemikiran murni untuk rnemperoleh kebijaksanaan tertinggi clan pembehasan dari segala kejahatan, yang disebut Dhamma Kata Kunci : budha, ajaran, cinta kasih