cover
Contact Name
Muhamad Shoheh
Contact Email
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287774201904
Journal Mail Official
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 14126478     EISSN : 26227657     DOI : https://doi.org/10.32678/tsaqofah
Core Subject : Humanities, Social,
Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, “Sultan Maulana Hasanuddin” State Islamic University of Banten. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic History Islamic Culture Islamic Civilization Islamic Tradition Islamic Literature Islamic Philology and Literature Islamic Archeology Local Islam and Culture Islamic Arts and Architecture
Articles 208 Documents
Pendekatan Feminisme dalam Kritik Kesastraan Muhamad Shoheh
Tsaqofah Vol 8 No 1 (2010): June 2010
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v8i1.3452

Abstract

Pengungkapan makna feminisme yang dapat diterapkan bagi semua perempuan agaknya sulit dilakukan karena tidak ada definsi abstrak yang dapat dipedomi. Hal ini dapat terjadi karena definisi feminisme itu dapat berubah-rubah sesuai dengan ralitas kultural dan kenyataan sejarah yang konkret. Apabila kita memaknai feminisme itu sebagai upaya memperjuangkan ketidakadilan gender dan feminis itu sendiri merupakan gerakan kaum perempuan untuk menolak segala sesuatu yang dimarginalisasikan, disubordinasikan, dan direndahkan oleh budaya dominan baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun kehidupan sosial maka sesungguhnya semangat perempuan yang seperti ini sudah mulai nampak sejak zaman firaun
Penyelenggaraan Perpustakaan yang Mampu Menjaga Pelestarian Bahan Pustaka Eva Syarifah Wardah
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3502

Abstract

Penyelenggaraan perpustakaan sangat penting `untuk menjaga pelestarian bahan pustaka secara fisik maupun menyelamatkan nilai-nilai informasi yang terkandung di dalamnya. Agar tujuan dan fungsi perpustakaan dapat tercapai secara balk sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan, maka perpustakaan harus dikelola dengan balk sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen. Hal yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan perpustakaan meliputi lokasi gedung, perabotan dan peralatan, penataan ruang koleksi, pengembangan koleksi, perawatan dan pelestarian, dan sistem pelayanan. Selain itu peningkatan sumber daya manusia dari pustakawan/pengelola perpustakaan sangat penting untuk meningkatkan mutu dan kinerja perpustakaan.
Tradisi Masyarakat Serang solahudin al-yubi
Tsaqofah Vol 8 No 2 (2010): December 2010
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v8i2.3436

Abstract

Tradisi di suatu masyarakat memiliki makna yang penting bagi masyarakatnya. Tradisi atau ritual lainnya di Serang merupakan ritual perayaan yang sakral untuk dilkakukan. Dari ritual ibadah yang sifat mabdad dan ghoiru maabdoh, masyarakat serang menunjukan ketaatan dan memiliki nilai nilai budaya dalam kehidupannya. salah satunya adalah tradisi terpenting adalah panjang mulud
Ateisme Dan "Ateisme" Helmy Faizi Ulumi
Tsaqofah Vol 6 No 02 (2008): December 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i02.3498

Abstract

Tulisan ini berusaha menggambarkan beberapa teori tentang ateisme, sejarah, dan jenis-jenisnya. Kata ateisme berakar dari kata Yunani atheos yang berarti tanpa tuhan. Secara garis besar, sejarah ateisme dibagi menjadi tiga zaman, yaitu abad ke-6 S.M., zaman modern, dan era kontemporer. Istilah ateisme merujuk pada penolakan tuhan dan segala hal yang berkaitan dengannya, yang bersifat teoritis maupun praksis; penolakan terhadap ajaran ketuhanan yang terlalu berjarak dengan manusia (teologi tuhan matt); dan berarti agama dan kepercayaan non-teistik, yang lebih menekankan pengembangan spiritualitas manusia. Kata Kunci: tuhan, ateisme, non-teistik, agama
Perbandingan Antara Hikayat Indraputra dan Puspakrema dari sisi Tematik mohamad soheh
Tsaqofah Vol 9 No 01 (2011): June 2011
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v9i01.3414

Abstract

Tulisan singkat ini bermaksud membandingkan karya sastra klasik Nusantara, yakni Hikayat Indraputra dan Puspakrema. Kedua karya sastra tersebut dipilih karena keduatya mempunyai kandungan isi yang hampir sama. selain itu, meski keduanya berasal dari daerah dan tradisi yang berbeda masing-masing dari Melayu dan lombok, Nusa Tenggara Barat, namun keduanya juga memiliki titik temu dari sisi penuturan kisah yang dibawanya, yakni sama-sama berisi kisah petualangan ajaib. Perbandingan akan dilakukan dari sisi tema dan amanat yang diusung. Proses perjalanan suatu bentuk karya sastra klasik Nusantara ke wilayah lain terus mengalami persesuaian dan bahkan pribmuisasian dan sesuaikan dengan kebutuhan pembacanya. Unsur-unsur lama tempat asalnya be mengalami penciutan, jika tidak pereduksian, lalu digantikan dengan sisi lain yang dibutuhkan sehinga sebuah karya sastra itu memperoleh posisinya dihati penikmat dan pembacanya. Baik Indraputra maupun Puspakrema, sama-sama mengandung unsur didaktis dan aksori sufi yang perlu dikaji lebih lanjut agar kita bisa tmengambil pesan dan faedah. Kata Kurici : Hikayat Indraputra, Puspakrema, Genre, Akgoris Sufi
Kilas Pandang Ajaran "Pola Hubungan Kemasyarakatan" dalam Agama Budha Erdi Rujikartawi
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3487

Abstract

Buddha adalah seorang manusia. la terlahir sebagai manusia, dan sebagai manusia juga hidupNya berakhir. Pada akhirnya ia menjadi manusia yang luar biasa (accharya manussa) meskipun ia tidak pernah memuliakan dirinya sendir. Sang Budha dalam menjabarkan system moral dan filosofi tidak menuntut kepercayaan membuta dari para pengikutnya. Begitu-pun dalam setiap ajaranya tidak bersifat agresif, kepercayaan dogmatis dan tidak mendorong upacara dan ritual tahayul, tetapi menganjurkan jalan yang membimbing seorang murid melalui kehidupan suci. Jalan bimbingan seorang guru yang mengajarkan pemikiran murni untuk rnemperoleh kebijaksanaan tertinggi clan pembehasan dari segala kejahatan, yang disebut Dhamma Kata Kunci : budha, ajaran, cinta kasih
Islam Progresif : Sebuah Pergeseran Paradigma Beragama Ade Fakih Kurniawan
Tsaqofah Vol 6 No 02 (2008): December 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i02.3493

Abstract

Tulisan ini mencoba mengulas tentang fenomena gerakan keagamaan, yakni Islam Progresif. Islam Progresif itu lahir sebagai konsekuensi dari gesekan sosiologis agama (khususnya Islam) dengan problem problem sosial yang ada di lingkungan di mana agama itu Nadir. Bisa juga dikatakan bahwa lahirnya reaksi ini disebabkan oleh sifat agama yang adaptif terhadap problem yang ada di masyarakat supaya tetap survive di tengah pergolakan yang terjadi dan bisa juga memainkan peranannya yang proporsional. Kata Kunci : Islam, Ijtihad, Kemanusiaan
Radikalisme Islam Dalam Perspektif Banten Kholid Suhaemi
Tsaqofah Vol 6 No 01 (2008): June 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i01.3458

Abstract

Radikalisme sering kali dipahami oleh banyak kalangan degan pengertian yang amat berbeda. Pada umumnya mereka memahami tidak berakar pada indikator dan sumber ilmiah yang jelas. Akibat dari minusnya sumber yang di gunakan, pemahaman terhadap makna radikalisme terjebak pada sikap pejoratif dan subsektif. Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai landasan hidup umat Islam sangat menjunjung tinggi martabat dan hak-hak hidup universitas kemanusiaan. Islam hanya membenarkan melakukan hukuman mati dan gisos dengan cara hag. Itupun tidak boleh dilakukan dengan cara sewenang-wenang oleh perseorangan atau dengan tindakan menghakimi sendiri. Hukuman semacam itu hanya boleh dilakukan oleh Ulil Amri (pemerintah) setelah diproses berdasarkan bukti kekuatan hukum (ijtihad hukum)Kata Kunci : Radikalisme, Al-Qur'an dan Al-Hadits, Pemerintah Serta Hukum
Ba'du Muhtawayat Kitab Al-Bayani Wa At-Tabyini Liljahiz annida tusolihah; M Mui'zzudin
Tsaqofah Vol 6 No 02 (2008): December 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i02.3507

Abstract

Mengkaji kitab al-Bayern wa at-Tabyin ditulis oleh Abu Usman Amr bin Bahr al-Jahii memiliki cita rasa kebalagahan yang sangat tinggi yang menghindari kesulitan dalam pemahaman kemaknaan sastra Arab yang selama ini dialami bagi pebelajar bukan penutur bahasa. Dalam kajian karya memberikan klasifikasi al-Bayern dengan kajian makna leksikal, makna isyarat, makna tulisan, makna konvensi ), dan pragmatik atau keadaan yang disebut makna nubah. Penjabaran tentang klasifikasi al-Bayern, al Jahiz telah mengklasifikasi lima aspek tentang makna, yaitu; makna leksikal berupa makna kata di dalam bahasa Arab, seperti makna denotatum (hakiki), makna konotatum (Majazi), makna murodif, makna mustarok dan lain-lainnya, makna isyarah berupa makna bahasa isyarat dengan menggunakan bahasa isyarat tangan, kepala, mata, kening sebagai bahasa isyarat anggota tubuh inanusia dan bisa juga dengan menggunakan bahasa isyarat alat lain, seperti membahasakan ajakan supaya datang kemari ketika dua orang komunikan yang berjauhan berkomunikasi dengan melambaikan pedang atau baju. Dan juga bisa saja dengan mengacungkan pedang atau cambuk keatas dengan diayun-ayun sebagai isyarat bahasa memberikan ancaman atau tantangan bagi komunitas bangsa Arab, makna tulisan sebagaimana difirmankan Allah Swt dalam (Q. S. al Alaq: 4-5). Kata Kunci: Balagah, al-Bayan, dan sastra Arab
Auguste Comte Dan Ide Positivismenya Udi Mufrodi Mawardi
Tsaqofah Vol 6 No 01 (2008): June 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i01.3477

Abstract

Sebagai ahli waris zaman renaissance, filsafat zaman modern memang bercorak "antroposentris", artinya yang menjadi pusat perhatian adalah alam, manusia, masyarakat, dan sejarah.' Hal ini kiranya dapat dilihat dalam perkembangan filsafat Francis pada abad ke 19 M. Filsafat itu berhubungan erat dengan usaha-usaha idealistis untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Sesuai dengan cita-cita luhur revolusi Francis "kebebasan, persamaan, dan persaudaraan", dicanangkan suatu rencana "utopis" untuk masyarakat. Utopis berasal dari kata Yunani "utopia", artinya suatu negara teladan yang belum ada, tetapi yang berfungsi sebagai model yang mau direalisasikan dengan usaha bersama-soma Auguste Comte adalah filosof Perancis yang menekuni sosiologi. Bertotak dari sosiologi sebagai ilmu eksakta, is melihat bahwa perkembangan intelektual intelektual manusia ada tiga tahap, yaitu teologis, metrafisis, dan positif. Yang pertama diibaratkan oleh Aguste Comte sebagai kanak-kanak yang kedua sebagai pemuda, dan yang ketiga sebagai orang dewasa. Pada tahap yang terakhir inilah manusia menganggap bahwa yang berarti itu hanya proposisi analitik yang dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Pendapatnya yang demikian,dikenal dengan "positivisme", yaitu suatu teori yang menolak setiap bentuk metafisika. Mori ini berkembang di Inggris dan Mesir. Kata Kunci :aguste comte, pemikiran, positive