Articles
879 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU KAPUR PADA pH DAN JUMLAH VOLUME ENDAPAN DARI NIRA MENTAH TEBU
Menggala Sayekti;
Rosita Dwi Chrisnandari;
Kristian Dony
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.331
Nira mentah tebu merupakan bahan baku dari produksi gula yang didapatkan dari hasil perasan batang tebu pada stasiun penggilingan. Kejernihan nira ini menjadi acuan dalam kualitas produk gulanya, sehingga harus ditambahkan susu kapur dalam proses penjernihannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh volume susu kapur terhadap nilai pH nira dan volume endapan yang terbentuk. Proses pengendapan campuran nira dengan susu kapur ini selama 10 menit. Variasi pH yang ditentukan antara lain 8.5; 8.6; 8.7; 8.8; 8.9 dan pH 9 dimana dalam setiap pH dilakukan 3 kali percobaan sehingga terdapat 18 sampel yang dapat diteliti. Hasil dari penelitian ini didapatkan volume susu kapur berkisar antara 2.8-5.5 ml untuk menaikkan nilai pH nira, sementara volume endapan yang terbentuk berjumlah nilai 9-22 ml, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin banyak volume susu kapur yang ditambahkan maka pH nira mentah tebu akan semakin mendekati basa dan volume endapan yang terbentuk juga semakin banyak.
HIDROLISIS RAW SUGAR SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MONO NATRIUM GLUTAMAT DENGAN VARIASI pH, SUHU, DAN KONSENTRASI
Nadua Bella Wardani;
Mei Susanti;
Yanty Maryanty;
Erik Widiarto
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i1.178
Analisis DS (Direct Sugar)/ TS (Total Sugar) merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui kadar glukosa bebas yang terdapat dalam kandungan gula total dalam suatu karbohidrat. Analisis ini digunakan untuk mengetahui kandungan glukosa pada bahan baku pembuatan MNG (Mono Natrium Glutamat) seperti tetes tebu, tepung tapioka, tepung jagung, maupun raw sugar yang telah melalui proses hidrolisis yang divariasikan pada prosesnya. Hidrolisis merupakan proses dekomposisi kimia dengan menggunakan air untuk memisahkan ikatan kimia dari substansinya. Hidrolisis sukrosa (raw sugar) merupakan proses pemecahan molekul disakarida (sukrosa) menjadi monosakarida (fruktosa dan glukosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum proses hidrolisis raw sugar dengan menggunakan analisis DS/ TS. Hasil dari penelitian ini didapatkan kondisi optimum proses hidrolisis raw sugar sebagai bahan baku cadangan pembuatan MNG (Mono Natrium Glutamat) terjadi pada pH 2,8, suhu 60oC, dan konsentrasi raw sugar 40%.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI INDUSTRI SABUN CAIR BERBAHAN BAKU VIRGIN COCONUT OIL (VCO)
Septian Dicky Ardiansyah;
Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i2.209
Indonesia merupakan produsen kelapa utama di dunia setelah Philipina. Salah satu produk olahan kelapa adalah Virgin Coconut Oil. Sabun dapat dihasilkan dari Virgin Coconut Oil karena mengandung asam lemak. Sabun mandi merupakan kebutuhan pokok yang universal. Karena hampir semua manusia diseluruh dunia memakai sabun untuk keperluan hidupnya, diantaranya adalah untuk membersihkan diri. Sabun memiliki banyak bentuk, salah satunya adalah sabun cair. Sabun dapat dibentuk dengan menggunakan beberapa metode sehingga perlu dilakukan seleksi proses. Proses yang digunakan pada industri ini adalah proses saponifikasi trigliserida karena bahan baku yang tidak banyak macamnya, suhu operasi dan tekanan yang relatif rendah sehingga lebih hemat dalam pemakaian energi, tidak ada penggunaan katalis, dan desain peralatan juga tidak rumit karena prosesnya yang sederhana. Pada industri sabun mandi cair harus dilakukan penentuan kapasitas agar kapasitas produksi industri sesuai dengan kebutuhan konsumsi masyarakat dan tidak mengalami kerugian. Penentuan kapasitas produksi dapat dilakukan dengan menggunakan metode linier. Dengan mempertimbangkan faktor bahan baku dan perubahan pola hidup masyarakat akan kesehatan maka industri ini ditentukan berkapasitas 750 ton/tahun.
STUDI OPTIMASI PRESSURE SWING DISTILLATION PADA PEMURNIAN ETANOL MENGGUNAKAN CHEMCAD
Moch Farhein Ferdinal;
Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i2.217
Bioetanol merupakan salah satu bahan yang memiliki prospek yang besar sebagai sumber energi. Bedasarkan proses pemisahannya, etanol dan air membentuk azeotrop pada komposisi 87,2% mol dengan tekanan sebesar 1 atm. Standar minimum bioetanol layak digunakan sebagai bahan bakar adalah 99,5% mol etanol. Destilasi Pressure Swing merupakan salah satu proses pemisahan yang dapat menaikkan kadar etanol hingga 99,5% mol. Destilasi pressure swing dimana memiliki mekanisme dimana proses tersebut etanol dimurnikan menggunakan 2 kolom destilasi dengan tekanan proses yang berbeda. Proses destilasi ini menggunakan kolom fraksinasi. Tekanan kolom divariasikan pada kolom LP (low pressure) menggunakan tekanan 1; 1,5; dan 2 atm, untuk kolom HP (high pressure) menggunakan tekanan 10 dan 15 atm. Hasil optimasi kolom destilasi didapatkan bahwa kadar distilat terbaik sebesar 99,5% mol dimana pada prosesnya pada kondisi operasi tekanan kolom LP sebesar 1 atm dan kolom HP sebesar 15 atm. Proses memiliki akumulasi beban kondensor dan beban reboiler sebesar 67.017,6 MJ dan 68.521,1 MJ.
PENGOLAHAN TEMPURUNG KELAPA MENJADI ARANG DAN ASAP CAIR DENGAN METODE SEMI-BATCH PYROLYSIS
Dewi Ratna Sari;
Ariani Ariani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i2.236
Biomassa sangat melimpah di Indonesia, salah satu yang sangat melimpah yaitu pohon kelapa. Di Indonesia pemanfaatan buah kelapa baru sebatas daging buahnya untuk dijadikan santan, kopra dan minyak. Untuk tempurung kelapa hanya sebatas dibakar untuk menghasilkan arang sehingga perlu dilakukan pemanfaatan agar tidak mencemari lingkungan serta diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif bagi masyarakat maupun industri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh suhu reaktor, dan waktu proses terhadap yield arang dan asap cair yang dihasilkan. Serta menganalisis arang dan asap cari yang dihasilkan dari proses pirolisis. Dengan metode semi-batch pyrolysis yang dilakukan pada tempurung kelapa sebanyak 1000 g digunakan peubah suhu 350, 400, 450℃ dan waktu proses 60, 80, 100 menit. Yield arang yang dihasilkan berkisar 33,25% dan yield asap cair berkisar 43,52%. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh suhu yaitu semakin tinggi suhu maka yield arang yang dihasilkan semakin rendah sedangkan yield asap cair semakin tinggi. Pengaruh dari waktu proses yaitu semakin lama waktu proses, yield arang yang dihasilkan semakin rendah dan yield asap cair semakin tinggi.
ANALISA EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN YOGURT DARI BAHAN BAKU KEDELAI DENGAN KAPASITAS 7000 TON/TAHUN
Annisa Kusuma Nur Rachmawati;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i2.253
Pendirian pabrik yogurt dari bahan baku kedelai ini menjadi salah satu inovasi mengenai pengolahan susu kedelai di Indonesia. Dengan adanya pabrik ini maka akan mendukung pemerintah dalam hal industri olahan pangan dan ekonomi di masyarakat. Pabrik yogurt dari bahan baku kedelai ini didirikan dengan kapasitas 7000 ton/tahun. Pabrik yogurt kedelai ini berbentuk Persereoan Terbatas (PT) terletak di Lamongan, Jawa Timur. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pendirian pabrik berskala industri secara ekonomi. Evaluasi ekonomi dilakukan berdasarkan perbandingan antara grafik Cumulative Net Present Value (CNPV) terhadap perubahan parameter yaitu nilai kurs dolar. Dari hasil perhitungan ekonomi menunjukkan pabrik yogurt kedelai memperoleh keuntungan jika nilai tukar dolar di bawah Rp 18.000.nilai Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp. 352.698.835.386, Gross Profit Margin (GPM) sebesar 108.904.561.261,7, Pay Out Time (POT) dalam waktu 3,1 tahun, Rate Of Investment (ROI) sebelum pajak 51,46% dan sesudah pajak sebesar 24,08%, Break Event Point (BEP) sebesar 46%, dan titik Shut Down Point (SDP) terjadi pada kapasitas 1147,85 ton. Dari hasil analisa ekonomi tersebut menunjukan bahwa semua parameter menunjukkan nilai positif yang menunjukkan bahwa proyek pabrik yogurt ini layak didirikan dan dijalankan secara komersial dalam skala besar.
STUDI LITERATUR PROSES PEMBUATAN MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PADAT-CAIR
Rahmadhona Giowinda Islami;
Frida Arlista;
Mufid Mufid
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i2.262
Melimpahnya jumlah limbah padat penyosohan padi yaitu dedak di Indonesia berpotensi untuk dijadikan minyak pangan. Minyak pangan berbasis dedak padi dapat djadikan sebagai alternatif pengganti minyak pangan berbasis kelapa saawit, karena minyak dedak padi mengandung senyawa fitokimia dalam jumlah tinggi, antioksidan dan beberapa jenis lemak. Umumnya pembuatan minyak dedak padi dilakukan dengan metode konvensional yaitu soxhlet extraction. Dalam pengolahannya meliputi 4 proses utama yakni stabilisasi, ekstraksi, distilasi dan analisa produk. review ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu stabilisasi dan rasio pelarut dengan dedak terhadap rendemen minyak yang dihasilkan, kadar asam lemak bebas dan densitasnya. Hasil rendemen minyak tertinggi pada penelitian Nasir dkk sebesar 18,34%. Kadar asam lemak bebas menggunakan pelarut n-heksana dan ethanol pada penelitian Nasir dkk masih memenuhi standar yaitu 34,49-49,76%. Densitas terbaik pada penelitian Suryati dkk sebesar 0,901 g/ml yang berarti hampir mencapai SI 01-3555-1998 minyak dedak padi yaitu 0,916 g/ml.
PENGARUH WAKTU PIROLISIS SERBUK GERGAJI KAYU TERHADAP HASIL ASAP CAIR
Ita Handayani;
Khalimatus Sa'diyah
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.227
Penggunaan kayu di Indonesia sebagai bahan baku utama industri mebel sangat besar, sehingga limbah yang dihasilkan seperti serbuk dan potongan-potongan kecil kayu juga banyak. Serbuk gergaji kayu jati digunakan dalam penelitian karena limbah industri meubel ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, padahal keberadaannya melimpah ruah. Salah satu teknologi aplikatif yang dikembangkan untuk pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu adalah mengolahnya menjadi asap cair. Pada penelitian ini dilakukan percobaan dengan variasi waktu pemanasan pirolisis dan jenis kayu menjadi asap cair. Variasi waktu yang digunakan adalah 30, 45, 60, 75, dan 90 menit dengan jenis kayu yang digunakan adalah campuran kayu jati dan kayu mahoni bermassa 100 gram dengan rasio massa 50:50. Proses pirolisis dilakukan dengan menggunakan tungku atau kompor dengan setting pemanasan maksimum di kompor. Hasil asap cair dianalisa volume asap cair, densitas, %yield, nilai pH dan warna yang dihasilkan. Semakin lama waktu proses pirolisis maka semakin banyak volume asap cair yang dihasilkan. Dalam penelitian ini volume asap cair terbesar yang dihasilkan selama 90 menit memiliki densitas sebesar 0,48 g/cm3 dan %yield sebesar 58%. Nilai pH yang dihasilkan yaitu 5 dan produk asap cair berwarna hitam pekat. Hasil asap cair pada penelitian termasuk dalam golongan grade 3.
STUDI EFEKTIVITAS DISINFEKTAN ALAMI DARI EKSTRAK DAUN PULAI (ALSTONIA SCHOLARIS) UNTUK MENURUNKAN JUMLAH BAKTERI DI TOILET UMUM
Poppy Puspa Maya;
Fania Ayu Rahmadhani;
Anisa Rahma Dewi;
Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.313
Salah satu penerapan protokol kesehatan di era pandemi COVID-19 adalah proses desinfeksi menggunakan disinfektan. Menyemprotkan disinfektan pada permukaan benda berguna untuk mematikan spora bakteri. Disinfektan dari bahan kimia sintetis dapat mereduksi bakteri dengan cepat. Namun menyisakan residu yang sulit terurai. Maka penggunaannya perlu dikurangi. Salah satu bahan alami yang dapat dijadikan disinfektan adalah daun pulai (Alstonia scholaris). Selain ketersediaannya melimpah di alam, efektivitas daun pulai sebagai antibakteri berhubungan dengan kandungan alkaloidnya. Metode penelitian ini, diawali dengan sampling menggunakan metode cotton swab yang kemudian dilakukan uji antibakteri dengan metode difusi agar Kirby Bauer. Media yang digunakan yaitu lactose broth dan nutrient agar. Dengan bantuan cakram disc yang diinokulasikan ekstrak daun pulai variabel konsentrasi ekstrak daun pulai yaitu 0, 25%, 50% 75% dan 100% di atas media berisi biakan bakteri. Kemudian diinkubasi dengan inkubator pada suhu 37°C selama 24 jam. Efektivitas disinfektan dapat terlihat dari ukuran diameter zona hambat yang terbentuk yang diiukur dengan jangka sorong. Didapatkan efektivitas zona hambat bakteri terbesar pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 8,8 mm. Studi ini membuktikan bahwa ekstrak daun pulai (Alstonia scholaris) efektif digunakan sebagai bahan alami disinfektan untuk menurunkan jumlah bakteri di toilet umum.
ESTIMASI TEMPERATUR CONDENSOR REFLUX (136 H09) PADA REGENERATION UNIT UNTUK PENGHEMATAN KONSUMSI TEG
Tessa Audia Linarta;
Christyfani Sindhuwati;
Hardjono Hardjono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i2.197
The dehydration process is one of the processes that is often found in natural gas processing plants. TEG (triethylene glycol) is a glycol compound commonly used in natural gas dehydration processes. TEG is used as an absorbent for water absorption which is still contained in natural gas which can cause hydrate and corrosion. This absorption process is carried out at the TEG contactor, the TEG that has been used will be regenerated, if it has been regenerated, the TEG will be used again. The purpose of this research is to estimate the appropriate temperature for the TEG regeneration unit absorption process, because there are many TEG losses in this process. TEG losses occur in the TEG regenerator and are usually caused by the temperature of the reflux condenser which is not quite right, causing the TEG to be evaporated out into the atmosphere with water vapor. Losing the TEG is a problem for critical operations in dehydrated systems. The step used to reduce TEG losses is to heat the temperature of the condenser to 100°C by changing the reboiler temperature from 190°C to 197.3°C.