cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER TIPE DOUBLE PIPE SEBELUM REAKTOR PADA PRA-RANCANGAN PABRIK KIMIA CUCUMBER SOAP KAPASITAS PRODUKSI 6.300 TON/TAHUN Intan Mahrissa Ainursyiam; Nanik Hendrawati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.378

Abstract

Pada situasi dan kondisi pandemi seperti ini, memicu orang-orang untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan melakukan cuci tangan menggunakan sabun. Sabun merupakan sufraktan yang berguna sebagai zat pembersih dan berasal dari reaksi saponifikasi trigliserida. Keberhasilan produk sabun, didapatkan dari reaksi antara trigliserida (minyak) dan larutan alkali secara sempurna. Proses saponifikasi terjadi didalam reaktor dengan kondisi operasi 90°C. Untuk mengurangi penggunaan steam dan beban dari reaktor maka, diperlukan pemanasan awal sebelum memasuki reaktor terhadap larutan minyak dari suhu 30°C mencapai 70°C dengan menggunakan alat penukar panas yaitu heat exchanger. Agar tercapai efisiensi yang lebih baik, makadiperlukan perancangan sesuai dengan kebutuhan pemanasan. Upaya terhadap perancangan ini, dilakukan dengan cara memilih jenis heat exchanger, dan melakukan perhitungan terhadap dimensi dari heat exchanger. Dari perhitungan menggunakan aplikasi microsoft exceel, didapatkan data berupa panjang pipa 12 ft, luas perpindahan panas 50,754 ft2, dan juga menghasilkan fouling factor sebesar 0,003 Btu/jam.ft2.F yang mana hasil tersebut sudah sama dengan nilai fouling factor ketentuan. Hal ini menunjukkan bahwa heat exchanger dalam keadaan aman dan layak beroperasi tanpa adanya hambatan.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PEMBUATAN SWEET POTATO SOAP Dyan Ayu Setyaningsih; Nanik Hendrawati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.375

Abstract

Sabun ialah campuran senyawa natrium dengan asam lemak yang digunakan sebagai bahan pembersih tubuh, berbentuk padat dan berbusa. Pada penelitian ini digunakan trigliserida dan natrium hidroksida sebagai bahan dasar pembuatan sabun padat dengan penambahan ekstrak ubi ungu. Ubi ungu memiliki zat anthocyanin yang berkhasiat untuk menangkal radikal bebas, anti kanker dan penyakit kulit degeneratif. Untuk menentukan kapasitas produksi dan seleksi proses perlu dilakukan dalam perencanaan pembangunan pabrik guna menentukan kelayakan berdirinya suatu pabrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyeleksi beberapa metode proses dalam pembuatan sabun padat untuk mengetahui metode proses yang lebih baik dan menentukan kapasitas produksi pabrik yang akan berdiri pada tahun 2024 di Kota Mojokerto dengan metode pertumbuhan rata-rata per tahun. Dalam merencanakan proses pembuatan sabun harus mempertimbangkan berbagai metode proses produksi sehingga diperoleh yang paling efisien untuk menghasilkan produk dengan optimal. Hasil dari penelitian  ini menunjukkan bahwa metode proses produksi yang paling optimal adalah dengan metode saponifikasi trigliserida dan dengan kapasitas produksi pabrik pada tahun 2024 sebesar 5.100 ton/tahun. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pabrik layak untuk didirikan dilihat dari analisis ekonomi yaitu Break Even Point (BEP) sebesar 53%, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15%, Pay Out Time (POT) sebesar 2 tahun, Return Of Investment (ROI) sebesar 33%.
ANALISA PENGGUNAAN TANAH LIAT DAN TANAH LEMPUNG DALAM PEMBUATAN SUBSTRAT SOIL UNTUK AQUATIC PLANT Anggi Wahyu Kusuma; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.360

Abstract

Substrate soil merupakan media tanam yang ada didalam aquascape yang mengandung unsur organik serta mineral yang penting bagi tumbuhan air. Bahan baku utama dari substrate soil bermacam-macam bisa dari pasir maupun tanah, tetapi penggunaan tanah dalam pembuatan substrate soil dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pasir dikarenakan tanah memiliki sifat yang berat serta melekat dan mampu mengikat akar tanaman dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan bahan baku tanah liat dan tanah lempung pada pembuatan substrate soil terhadap ketahanan soil yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kering dengan bahan utama yaitu tanah liat dan tanah lempung sebanyak 500 gram, kotoran kambing dan arang sebanyak 50 gram. Dari hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bahan baku tanah liat memiliki tingkat ketahanan bahan baku tanah liat lebih  baik dibandingkan dengan bahan baku tanah lempung yang dibuktikan dengan hasil perendaman substrate soil di dalam air menunjukkan bahwa selama 7 hari substrate soil masih tahan terhadap air. Sedangkan untuk analisa pH penggunaan bahan baku tanah liat memiliki memiliki nilai pH yang sesuai yaitu sebesar 6,2 dihari pertama dan dihari ke tujuh pH air sebesar 7. Hasil dari analisa TDS bahan baku tanah liat memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan bahan baku tanah lempung yaitu dengan rentang 200-320 mg/l untuk tanah liat dan 298-400 mg/l untuk tanah lempung. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku tanah liat memiliki hasil analisa  yang sesuai standar untuk kehidupan organisme akuatik.
STUDY ON DOUBLE-EFFECT DISTILLATION PROCESS FOR SEPARATING METHANOL-WATER USING ASPEN PLUS V10 Zauziah Pramiswari Putri; Cucuk Evi Lusiani; Zhang Zhishan
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.384

Abstract

Methanol (also known as CH3OH, methyl alcohol, hydroxymethane, wood alcohol, or carbinol) is a widely used primary raw material. It is one of the first organic chemicals to find extensive laboratory and industrial use. Methanol and water are ideal binary systems that can be separated by conventional distillation. This study aims to separate methanol-water using a simulated double-effect distillation process in Aspen Plus. To obtain a higher purity of methanol and consider the high energy consumption of the distillation process, double-effect distillation with a double column was used. Furthermore, the single-column and double-effect distillation processes can be simulated by Aspen Plus software. The software version used in this simulation is Aspen Plus V.10 with NRTL thermodynamics methods as binary interaction parameters. The double effect distillation column was equipped with a heat exchanger, splitter, and pump. Moreover, a design specification is needed to get the purity of methanol as wanted. Compared to each column process, the temperature profile of each column process is directly proportional to the number of stages. By simulation process that has been carried out, the purity of methanol in the single-column process and double-effect distillation process is slightly different with 97.1% and 97.2%, respectively. In the double-effect distillation process, columns C1 and C2 save 0.6% and 0.37% of energy in the single-column process, respectively. It indicates that the double-effect distillation has obvious advantages over single-column distillation in terms of purity of methanol and energy saving.
DESAIN DIRECT CONTACT HEAT EXCHANGER (DCHE) PADA UNIT MASAKAN DEFEKASI - REMELT - KARBONATASI (DRK) DI PG KEBON AGUNG MALANG Alya Putri Ramadhanty; Christyfani Sindhuwati; Tiara Nur Azizah; Firmansyah Agil Saputra
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.380

Abstract

Gula adalah salah satu komoditas yang banyak diproduksi di Indonesia untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gula yang ada di Indonesia ummnya diproduksi dengan menggunakan nira tanaman tebu atau raw sugar. Raw sugar yang digunakan akan dilelehkan dan dimurnikan kembali dengan menggunakan metode pemurnian defekasi-karbonatasi. Pada PG Kebon Agung yang berada di Kabupaten Malang, proses ini dilakukan di unit masakan Defekasi-Remelt-Karbonatasi (DRK). Gula yang telah dilelehkan kembali dengan air kemudian dimasukkan ke rangkaian peralatan karbonatasi, salah satunya adalah reaktor karbonatasi. Pada kenyataannya, reaktor ini memiliki beban kinerja yang cukup besar karena suhu bahan yang masuk sangat rendah. Untuk menanggulangi masalah ini, sebuah peralatan pertukaran panas dengan jenis direct contact akan ditambahkan pada rangkaian tersebut. Sebelum dipasangkan, peralatan perlu dirancang terlebih dahulu. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain dari peralatan direct contact heat exchanger (DCHE) yang akan dipasangkan pada unit DRK PG Kebon Agung. Untuk mendapatkan desain DCHE yang dikehendaki, data lapangan serta data asumsi perlu dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan proses penghitungan dengan menggunakan berbagai rumus yang tersedia serta pembuatan gambar alatnya. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan, peralatan DCHE yang digunakan memiliki diameter luar sebesar 1,1222 meter dengan tinggi 10,4480 meter. Maka dari itu, peralatan ini dinilai layak dari segi ekonomi maupun kegunaannya untuk digunakan pada proses pemanasan awal bahan sebelum masuk ke reaktor karbonatasi.  
PENGARUH PENGGUNAAN MOLASE DAN ARANG TERHADAP KETAHANAN DAN PH AIR SERTA KEJERNIHAN GRANULA PADA PEMBUATAN SOIL SUBSTRATE Rizqi Putri Amalia; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.372

Abstract

Soil substrate adalah media tanam aquascape  yang merupakan bagian dasar dari aquascape yang bersentuhan langsung dengan akar tanaman. Fungsi dari soil susbstrat selain untuk media tanam yaitu untuk menutrisi tumbuhan. Pembuatan soil substrate menggunakan bahan baku tanah dan humus. Untuk meningkatkan ketahanan bentuk granula soil substrate, pada penelitian ini digunakan molasses sebagai perekat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengunaan molase dan arang terhadap kejernihan dan pH air serta ketahanan granula pada pembuatan soil substrate.  Proses pembuatan substrate soil diawali dengan pencampuran bahan baku tanah humus dan tanah taman kemudian dicampur dengan bahan tambahan perekat berupa molase yang dispreykan. Variabel yang digunakan yaitu molase 10 mL, 20 mL dan 30 mL dengan pengenceran dengan air 1 : 10 dengan variasi persen arang 5%, 10% dan 15% dengan metode wet granulation. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak kadar molase memiliki ketahanan bentuk granula yang lebih baik dibandingkan dengan sampel blangko. Semakin banyak arang maka kejernihan air dalam aquascape  semakin jernih walaupun granula dalam keadaan hancur.
STUDI PENGGUNAAN KATALIS CaO-NaOH PADA PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Titik Susanti; Mas’udah Mas’udah; Sandra Santosa
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.361

Abstract

Berbagai macam penelitian pembuatan biodiesel telah banyak dilakukan, mulai dari penggunaan berbagai macam jenis tanaman biji-bijian, katalis, metode reaksi dan sebagainya. Selama ini sebagian besar penelitian menggunakan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, dimana penggunaan bahan ini menimbulkan konflik karena merupakan bahan pangan. Oleh karena itu, pemanfaatan minyak jelantah yang merupakan limbah penggunaan minyak sawit dipilih sebagai alternatif bahan baku biodiesel. Penggunaan katalis homogen seperti NaOH, selama ini menghasilkan biodiesel dengan nilai yield yang tinggi dibanding katalis heterogen. Akan tetapi, penggunaan katalis homogen sering menimbulkan reaksi saponifikasi yang mengganggu proses konversi biodiesel. Oleh karena itu, pengkombinasian antara katalis homogen dan heterogen dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan katalis CaO-NaOH terhadap yield, densitas dan viskositas produksi biodiesel dari minyak jelantah. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah proses transesterifikasi dengan variasi suhu reaksi yaitu 60°C, 65°C dan 70°C, serta persentase jumlah katalis CaO-NaOH yang ditambahkan sebesar 1%, 2% dan 3% dari berat minyak dengan perbandingan CaO:NaOH 1:1. Untuk rasio mol minyak dan metanol yang digunakan adalah 1:6. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan campuran katalis CaO-NaOH berpengaruh terhadap beberapa parameter biodiesel yang diuji. Parameter terbaik yang hampir mendekati standar kualitas biodiesel didapatkan pada variabel suhu reaksi 65°C dan persentase jumlah katalis CaO-NaOH sebesar 1% dari berat minyak dimana nilai yield biodiesel sebesar 85%, densitas 0,857 g/ml, viskositas 0,65 cst.
KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) HASIL FERMENTASI SELAMA ≥ 24 JAM MENGGUNAKAN RAGI ROTI DENGAN KONSENTRASI NUTRISI YEAST 6% B/V Alvira Alwa Setyorini; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.381

Abstract

Pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena hampir seluruh bagian kelapa dapat dimanfaatkan, salah satunya yaitu daging buah kelapa. Salah satu produk olahan daging buah kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang dapat dibuat melalui proses fermentasi tanpa pemanasan dengan penambahan ragi sebagai starter. VCO yang diolah tanpa pemanasan tidak akan merusak komponen penting yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas VCO hasil fermentasi selama ≥ 24 jam menggunakan ragi roti dengan konsentrasi nutrisi yeast 6% b/v. Kualitas produk VCO ditinjau berdasarkan yield, warna, aroma, rasa, dan pH. Penelitian ini dilakukan menggunakan ragi roti pada waktu fermentasi selama 24, 30, dan 36 jam. Berdasarkan hasil analisis produk VCO, dapat diketahui bahwa yield VCO paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi selama 24 jam yaitu sebesar 18,1% dan nilai yield menurun seiring dengan bertambahnya waktu fermentasi. Produk VCO yang dihasilkan memiliki sifat fisik yang sesuai dengan syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008, yaitu tidak berwarna dan jernih, aroma khas kelapa segar, dan rasa khas minyak kelapa. Untuk analisis nilai pH, produk VCO yang dihasilkan pada waktu fermentasi selama 24 hingga 36 jam dengan menggunakan ragi roti memiliki nilai pH yang sama yaitu 5.
ANALISA KELAYAKAN PABRIK PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS MIKROORGANISME LOKAL DARI LIMBAH CAIR TAHU KAPASITAS 4200 TON/TAHUN Annisa Nuris Fajaria; Hardjono Hardjono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.377

Abstract

Analisa kelayakan digunakan untuk mengetahui pra rancangan pabrik pupuk organik cair berbasis mikroorganisme lokal dari limbah cair tahu telah melengkapi aspek produk layak diperjualbelikan, lokasi strategis, dan keuntungan ekonomi. Tahapan analisa kelayakan adalah tinjauan pendirian pabrik meliputi lokasi pabrik, ketersediaan bahan baku, pemasaran dan utilitas, uraian proses pra rancangan pabrik, analisa ekonomi. Tinjauan pendirian pabrik berada di kabupaten Pasuruan dikarenakan ketersediaan bahan baku utama limbah cair tahu berada di kota Probolinggo, serta kemudahan dalam transportasi dan pemasaran. Uraian proses pra rancangan pabrik pupuk oganik cair terdapat 6 unit proses, yaitu unit persiapan, unit fermentasi, unit pemisahan, unit nitrifikasi I, unit nitrifikasi II, unit evaporasi. Hasil analisis ekonomi, nilai Return On Invesment sebelum pajak sebesar 25,51% dan setelah pajak 22,94%. Nilai Pay Out Time sebelum pajak diperoleh 3,9 tahun dan sesudah pajak 4,4 tahun. Nilai Break Even Point adalah 50,51% dan nilai Shut Down Point diperoleh 27,65%. Nilai dari Internal Rate of Return sebesar 27%.
PERHITUNGAN EFISIENSI HIGH PRESSURE HEATER PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP PT POMI UNIT 3 Adinda Dwi Ifvournamasari; Shafara Najla Marinda Sukmawanta; Yanty Maryanty; Erwan Yulianto
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.373

Abstract

PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (PT POMI) Probolinggo merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan bahan bakar batu bara. Perusahaan ini merupakan penyuplai listrik untuk wilayah Jawa dan Bali. Pada industri pembangkit listrik, High Pressure Heater (HPH) merupakan alat penukar kalor yang berfungsi sebagai pemanas air umpan sebelum masuk ke boiler. Kerusakan pada High Pressure Heater (HPH) dapat mengurangi umur, efektifitas dan performa dari High Pressure Heater (HPH) serta suhu air pengisi boiler pada inlet economizer akan turun, sehingga butuh pemanasan yang lebih besar. Hal ini mengakibatkan konsumsi bahan bakar pada boiler akan naik sehingga menyebabkan penurunan pada efisiensi siklus PLTU dan peningkatan biaya produksi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung efisiensi High Pressure Heater (HPH) pada PT POMI Unit 3 sehingga dapat dilakukan perawatan (maintenance) yang baik secara berkala untuk menghemat biaya operasional harian pada alat tersebut. Perhitungan efisiensi high pressure heater pada PT POMI Unit 3 dilakukan dengan metode perhitungan neraca massa dan neraca panas. Variabel yang digunakan yaitu perbedaan suhu masuk pada Unit HP FWH 8A yaitu sebesar 256,9oC dan pada Unit HP FWH 8B yaitu sebesar 256,1oC. Dari hasil perhitungan didapatkan efisiensi pada Unit HP FWH 8A yaitu sebesar 94,76% sedangkan pada Unit HP FWH 8B yaitu sebesar 94,33%. Hasil efisiensi didapatkan dari perbandingan Qsteam dan Qwater di mana semakin besar suhu maka semakin besar perbandingan Qsteam dan Qwater sehingga semakin besar pula efisiensi pada alat heater begitu pula sebaliknya semakin kecil suhu maka semakin kecil perbandingan Qsteam dan Qwater sehingga semakin kecil efisiensi pada alat heater.