cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 899 Documents
APLIKASI TUNING DENGAN METODE COHEN-COON PADA PENGENDALI SUHU AIR (SE 404) SECARA SIMULASI DAN PRAKTIKUM Wahyudi, Moch. Ikhsan; Irfin, Zakijah; Suharti, Profiyanti Hermien; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.6776

Abstract

Tuning merupakan proses penentuan parameter pengontrol untuk mendapatkan nilai respon kontrol yang optimal. Respon suatu plant dapat diatur melalui pemilihan parameter-parameter kendali yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan respon dari pengendali suhu air ditinjau dari Integral Absolute Error (IAE), overshoot, dan response time menggunakan metode Cohen-Coon yang dilakukan secara simulasi menggunakan Scilab 6.1.1 dan praktikum. Pada sistem pengendalian terdapat beberapa variabel diantaranya process variable, manipulated variable, set point, dan disturbance. Penelitian diawali dengan melakukan tuning pada mode open loop untuk menentukan persamaan fungsi hantar proses. Kemudian, nilai Kp, ti, dan tD dihitung menggunakan persamaan tuning metode Cohen-Coon dengan memasukkan nilai Kp 0,21; t 6,5 detik; td 2,28 detik; dan tc 4,39 detik. Tahap akhir dari penelitian ini yaitu analisis hasil respon tuning dari metode Cohen-Coon secara simulasi dan praktikum. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sistem kontrol Proportional Integral Derivative (PID) cenderung menghasilkan respon tuning yang lebih baik dibandingkan dengan sistem kontrol lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kontrol terbaik pada pengendali suhu air yaitu Proportional Integral Derivative Controller yang menghasilkan respon berupa offset, overshoot, dan response time berturut-turut sebesar 7,159%; 0,163; dan 24,030 detik pada hasil praktikum.
ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI RAGI TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Wulandari, Adinda Putri; Ardiansyah, Fikri; Fani, Luqman Aji Bagus; Putra, Syahrheza Kurniawan; Dewi, Ernia Novika; Suryandari, Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.6939

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak hasil olahan dari buah kelapa yang memiliki banyak kandungan asam laurat. Salah satu metode yang digunakan untuk menghasilkan VCO yaitu metode fermentasi. Metode fermentasi dilakukan dengan menambahkan ragi tempe untuk proses pemecahan emulsi santan sehingga membentuk VCO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ragi tempe terhadap karakteristik dari VCO. Proses pembuatan VCO terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap pembuatan santan, tahap pembuatan starter, tahap fermentasi dan tahap analisis produk. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu konsentrasi ragi tempe sebesar 7,27% dan 15%. Parameter yang digunakan untuk karakteristik VCO meliputi kadar air, bilangan asam, densitas, viskositas dan yield. Hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi ragi tempe berpengaruh terhadap karakteristik VCO. Pada analisis produk VCO, yield tertinggi diperoleh sebesar 12% dengan penambahan ragi tempe sebesar 7,27%. Selain itu, nilai asam lemak bebas pada produk VCO sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2022 dengan nilai asam lemak bebas maksimal 0,2%.
STUDI PENGARUH KONSENTRASI RAGI ROTI TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Fani, Luqman Aji Bagus; Suryandari, Ade Sonya; Ardiansyah, Fikri; Wulandari, Adinda Putri; Putra, Syahrheza Kurniawan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.6941

Abstract

Salah satu produk yang dapat dihasilkan dari buah kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang dapat dibuat melalui proses fermentasi tanpa pemanasan dengan penambahan ragi sebagai starter. Kualitas produk VCO dapat dilihat berdasarkan yield, pH, densitas, viskositas, kadar air, dan asam lemak bebas. Penelitian ini dilakukan dengan waktu fermentasi selama 24 jam dan penambahan ragi roti dengan konsentrasi ragi 7,27%, 10,52%, dan 15%. Berdasarkan analisis produk VCO, yield tertinggi diperoleh pada konsentrasi ragi 10,52%, yaitu sebesar 10,80%. Selain itu, produk VCO yang diperoleh telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008, dengan kadar asam lemak bebas maksimal 0,2%.
PENGARUH PERSENTASE FABA SEBAGAI ALTERNATIVE RAW MATERIAL TERHADAP LSF, SIM, DAN ALM PADA PT. SEMEN GRESIK Ramadhani, Aisha Shabrina; Ramadhana, Rucita; Laksono, Ilham Dirga
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7168

Abstract

Semen merupakan produk yang menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat. Bahan baku utama pembuatan semen terdiri dari batu kapur dan tanah liat yang diperoleh dari hasil penambangan. Namun, apabila dilakukan penambangan secara terus menerus maka cadangan sumber daya tersebut akan menurun dan mengalami kelangkaan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, PT Semen Gresik menggunakan alternative raw material yang dapat disubstitusikan pada bahan baku utama seperti fly ash bottom ash atau yang dikenal dengan FABA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase penambahan FABA yang optimal untuk dicampur dengan tanah liat sehingga menghasilkan angka LSF, SIM, dan ALM yang memenuhi target pembentukan mix pile. Hal ini penting dilakukan karena FABA tidak dapat menggantikan tanah liat sepenuhnya, sehingga apabila rasio FABA dan tanah liat tidak sesuai maka akan berpengaruh pada proses pembentukan semen. Manfaat penelitian ini bagi industri semen adalah memperpanjang masa pakai bahan baku utama namun tetap mampu menghasilkan semen dengan kualitas unggul. Metodologi yang digunakan yaitu mencampurkan FABA dengan batu kapur dan tanah liat kemudian dianalisis menggunakan X-Ray Fluorescence. Parameter yang diamati adalah nilai LSF, SIM, dan ALM. Hasil yang didapatkan yaitu komposisi optimal FABA sebesar 25% wt untuk digunakan sebagai substitusi tanah liat.
OPTIMASI SUBSTITUSI FABA TERHADAP TANAH LIAT MENGGUNAKAN PERHITUNGAN RAW MIX DESIGN Wulandari, Widyaiswara Nirmala; Ramadhana, Rucita; Risyat, Andris Syahrul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7169

Abstract

PT Semen Gresik merupakan industri yang berperan untuk memenuhi kebutuhan semen dalam negeri pada pembangunan infrastruktur. Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang termasuk dalam kategori limbah berbahaya merupakan salah satu limbah yang dihasilkan. FABA dimanfaatkan kembali menjadi bahan alternatif yang dapat menggantikan tanah liat. Pemanfaatan FABA sebagai bahan alternatif pengganti tanah liat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah berbahaya, menekan biaya produksi dan juga dapat meminimalisir dampak dari aktivitas pertambangan. Namun, penggunaan FABA dapat mengubah komposisi produk semen sehingga tanpa pengaturan yang tepat justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Untuk itu, diperlukan bahan korektif yang merupakan material tambahan untuk menyesuaikan komposisi kimia dan fisika bahan baku agar memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Penelitian ini menjadi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan FABA dalam menggantikan tanah liat tanpa mengorbankan kualitas produk akhirnya. Parameter kualitas yang digunakan mengacu pada standar laboratorium PT Semen Gresik melalui perhitungan raw mix design. Dalam penelitian ini, dilakukan uji substitusi FABA dengan variasi  50%, 75%, dan 100% (%wt). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi FABA sebesar 75% (%wt) paling optimal, dengan komposisi bahan korektif berupa batu kapur high grade sebesar 14,33% (%wt), pasir besi 1,66% (%wt), dan pasir silika 6,28% (%wt). Komposisi bahan baku ini menghasilkan nilai LSF sebesar 100,09, SIM 2,35, dan ALM 1,72. Nilai-nilai tersebut berada dalam rentang standar produksi klinker, sehingga dapat disimpulkan bahwa substitusi FABA sebesar 75% (%wt) mampu menghasilkan raw mix design yang sesuai dengan spesifikasi teknis untuk pembuatan semen.
ANALISIS KINERJA TURBIN UAP BERDASARKAN PARAMETER EFISIENSI ISENTROPIS DAN EFISIENSI TERMAL INDUSTRI PEMBANGKIT LISTRIK Faikoha, Karima Nur; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7178

Abstract

Industri Pembangkit Listrik merupakan salah satu perusahaan pembangkit listrik dengan kapasitas 660 MW. Pembangkit ini menggunakan turbin uap untuk mengkonversi energi panas menjadi energi mekanik, lalu diubah menjadi energi listrik. Agar kinerja Industri Pembangkit Listrik dapat berjalan dengan efisien dan sesuai standar, diperlukan performance test secara berkala, khususnya pada turbin uap. Parameter yang sering digunakan untuk analisis kinerja turbin uap adalah efisiensi isentropis, efisiensi termal, dan turbine heat rate. Efisiensi isentropis digunakan untuk membandingkan kondisi aktual terhadap kondisi ideal alat. Efisiensi termal adalah persentase energi panas yang dapat diubah menjadi kerja. Turbine heat rate adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menghasilkan 1 kWh energi listrik. Tujuan analisis  ini adalah  mengevaluasi kinerja turbin uap pada Industri Pembangkit Listrik terhadap parameter efisiensi isentropis, efisiensi termal, turbine heat rate, dan membandingkan hasil perhitungan efisiensi isentropis dari hasil perhitungan nilai aktual dengan nilai teoritis. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan, nilai efisiensi isentropis pada High Pressure Turbin sebesar 82,45%, pada Intermediate Pressure Turbin sebesar 80,4%, dan pada Low Pressure Turbin sebesar 68,3%. Nilai heat rate dan efisiensi termal pada net turbine heat rate masing masing sebesar 2087,2 kcal/kWh dengan efisiensi termal sebesar 41,22% sedangkan nilai gross turbine heat rate 1987,8 kcal/kWh dengan efisiensi termal sebesar 43,28%.  
PEMBUATAN BIOETANOL DARI SEKAM PADI DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE Permatasari, Intan Permatasari; Wahyuni, Dwi; Rulianah, Sri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7190

Abstract

Sekam padi merupakan limbah proses penggilingan padi dan mengandung lignoselulosa yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi besar sebagai bahan baku sumber energi alternatif. Lignoselulosa pada sekam padi tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Karena kandungan selulosanya yang relatif tinggi yaitu 34,34-43,80%, maka bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh konsentrasi sekam padi dan waktu fermentasi terhadap kadar dan yield bioetanol yang dihasilkan dan untuk mengetahui kondisi terbaik dari variabel yang diaplikasikan. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: sekam padi dikeringkan dan dikecilkan ukurannya sampai 60 mesh, selanjutnya dilakukan proses delignifikasi dengan NaOH 15% pada suhu 121oC selama 1 jam, kemudian dalam pembuatan bioetanol menggunakan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Penelitian ini menggunakan enzim selulase 4% (b/b) dan yeast Saccharomyces cerevisiae 4% (b/v). Hasil bioetanol dengan metode SSF dianalisis kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Dalam proses SSF, dilakukan variasi terhadap konsentrasi sekam padi 5, 7,5, 10, 12,5, dan 15% (b/v), serta fermentasi selama 4, 5 dan 6 hari. Hasil penelitian membuktikan bahwa konsentrasi sekam padi dari 5 sampai  10% kadar dan yield etanol mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan lama waktu fermentasi. Namun, pada konsentrasi 12,5 dan 15% mengalami penurunan kadar dan yield etanol. Kondisi operasi terbaik dari variabel yang digunakan pada pembuatan bioetanol dengan melakukan fermentasi selama 6 hari dan menggunakan konsentrasi sekam padi sebanyak 7,5% (b/v) diperoleh kadar etanol yang dihasilkan mencapai 1,71% dan yield etanol sebesar 6,40%.
PERANCANGAN TANGKI PENCUCIAN PEMURNIAN K₂SO₄ PADA PRARANCANGAN PABRIK K₂SO₄ DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO Robbany, Muhammad Dusturuddin; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7220

Abstract

Sungai Kalipait di Banyuwangi mengandung senyawa asam sulfat alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk sintesis kalium sulfat (K₂SO₄). Namun, proses reaksi menghasilkan campuran garam seperti KCl dan NaCl yang menurunkan kemurnian produk. Untuk meningkatkan kemurnian K₂SO₄, dilakukan pemisahan berbasis kelarutan diferensial dalam metanol melalui proses pencucian. Penelitian ini bertujuan merancang tangki pencucian berbasis metanol yang sesuai untuk proses pemurnian tersebut. Perancangan dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan mekanikal dan termodinamika, serta mengacu pada standar American Society of Mechanical Engineers – Boiler and Pressure Vessel Code dan American Petroleum Institute. Hasil desain menunjukkan bahwa tangki memiliki diameter total 75,32 inci dan tinggi silinder 31,49 inci, dengan tutup atas dan bawah berbentuk ellipsodial. Tangki dilengkapi sistem agitasi tipe turbin enam bilah dengan panjang bilah 180 mm dan kebutuhan daya pengaduk sebesar 2,54 HP. Selain itu, disertakan empat nozzel fungsional untuk pemasukan, pengeluaran, ventilasi, dan pengamatan. Evaluasi kekuatan struktur menunjukkan bahwa ketebalan dinding dan sambungan telah memenuhi kriteria keselamatan operasi pada tekanan atmosferik. Dengan demikian, tangki pencucian ini layak diimplementasikan untuk proses pemurnian K₂SO₄ berbasis metanol.
PROSES PRODUKSI TRIASETIN DARI REAKSI ASETILASI GLISEROL MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN BERBASIS BIOMASSA DAN ZIF-8 SERTA APLIKASINYA SEBAGAI BIOADITIF BAHAN BAKAR Indratma, Rafif Sakhi; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7240

Abstract

Permintaan bahan bakar dengan oktan tinggi semakin meningkat dengan tujuan untuk menaikkan performa mesin. Hal ini mendorong pembuatan bioaditif berupa octane booster untuk membantu meningkatkan angka oktan pada bahan bakar. Triasetin merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai peningkat angka oktan dan efisiensi pembakaran. Selain berasal dari bahan alami, triasetin dapat terurai secara alami tanpa meninggalkan residu yang berbahaya, sehingga aman untuk mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi triasetin dari asetilasi gliserol menggunakan katalis biomassa dan ZIF-8. Penelitian dilakukan dengan aktivasi karbon tempurung kelapa menggunakan asam sulfat, lalu dikalsinasi dengan furnace pada suhu 500°C selama 3 jam. Kemudian digunakan sebagai katalis pada reaksi asetilasi gliserol pada suhu 105°C, rasio mol reaktan 1:5, dan konsentrasi katalis 5%. Hasil terbaik dari reaksi asetilasi dengan katalis karbon aktif menunjukkan konversi sebesar 51,72%, yield produk 58,47%, dan selektivitas terhadap triasetin sebesar 0,47%. Uji aplikasi triasetin sebagai bioaditif bahan bakar menunjukkan peningkatan angka oktan sebesar 17,021%, penurunan kadar CO sebesar 74,772%, serta peningkatan kadar CO2 dan O2 masing-masing sebesar 8% dan 3,704%. Hasil ini menunjukkan bahwa triasetin memiliki potensi yang baik sebagai bioaditif bahan bakar.
EVALUASI KINERJA ELEKTRODEIONISASI (EDI) DALAM MENURUNKAN KADAR KONDUKTIVITAS DAN SILIKAT PADA WATER TREATMENT PLANT INDUSTRI FARMASI Khusnaya, Ata; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7273

Abstract

Kualitas air sangat penting dalam industri farmasi, terutama dalam produksi Purified Water (PW) yang harus memenuhi standar baku mutu. Salah satu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas air adalah Sistem Elektrodeionisasi (EDI), berfungsi menurunkan kadar konduktivitas dan silikat yang mempengaruhi kualitas air dan kinerja peralatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja EDI dalam menurunkan kadar konduktivitas dan silikat pada Water Treatment Plant industri farmasi, serta mengukur efisiensi sistem dalam mencapai standar kualitas. Data sekunder mengenai konduktivitas dan silikat pada aliran inlet dan outlet EDI bulan Januari 2024 dikumpulkan dan dianalisis menggunakan grafik tren untuk melihat fluktuasi serta memastikan kualitas air sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Analisis diperkuat dengan uji statistik One-Way ANOVA untuk menguji adanya perbedaan signifikan antara kedua aliran tersebut.  Hasil analisis menunjukkan sistem EDI telah mampu menurunkan kadar konduktivitas dan silikat dengan efisiensi 89,2% dan 80,4%. Efisiensi ini menunjukkan EDI efektif dalam menghilangkan ion terlarut yang dapat menyebabkan kontaminasi produk dan risiko pembentukan kerak serta korosi pada peralatan. Hal ini didukung dengan hasil uji statistik ANOVA yang menunjukkan nilai F hitung lebih besar dari F tabel sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara aliran inlet dan outlet pada sistem EDI. Walaupun kinerja EDI tergolong baik, efisiensinya sedikit di bawah standar optimal sebesar 95%. Kondisi ini dipengaruhi oleh usia EDI sehingga menyebabkan penurunan kinerjanya. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengawasan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas air yang dihasilkan.