cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 914 Documents
ANALISA PERFORMA BIOMEMBRAN FILTRASI LIMBAH CAIR BATIK BERBASIS BACTERIAL CELLULOSE LIMBAH KULIT NANAS TERIMPREGNASI PVA Ardiansyah, Fikri; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7210

Abstract

Batik merupakan salah satu komoditas tekstil dengan produktivitas tinggi, namun proses produksinya menghasilkan limbah cair yang mengandung bahan kimia berbahaya. Untuk mengatasi permasalahan ini, dikembangkan biomembran filtrasi berbasis bacterial cellulose dari limbah kulit nanas menggunakan Acetobacter xylinum. Biomembran ini diperkuat dengan polivinil alkohol (PVA) untuk meningkatkan sifat fisik dan mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi serta menganalisis performa biomembran pada filtrasi limbah cair batik. Tahapan penelitian terdiri dari tiga tahap: (1) fabrikasi bacterial cellulose dari limbah kulit nanas, (2) impregnasi PVA dengan variasi konsentrasi (1; 1,5; 2; dan 2,5% m/v dalam 100 mL akuades), dan (3) karakterisasi performa membran. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi PVA menurunkan porositas dan fluks membran, mengindikasikan perubahan sifat permeabilitasnya. Analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan selulosa melalui pergeseran bilangan gelombang pada gugus -OH, C-H, dan C-O-C akibat impregnasi PVA. Dengan demikian, biomembran berbasis limbah kulit nanas dengan impregnasi PVA memiliki potensi sebagai media filtrasi limbah cair dalam industri batik.
PERANCANGAN COOLER UNTUK PENURUNAN SUHU PRODUK HIGH FRUCTOSE SYRUP BIJI NANGKA Putri, Anggini Islamiach Anugerah; Susanti, Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7250

Abstract

Pemanfaatan biji nangka sebagai bahan baku High Fructose Syrup (HFS) merupakan salah satu strategi dalam pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah. Dalam proses produksinya, tahap pendinginan HFS setelah evaporasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan produk dan mencegah degradasi termal. Perancangan ini bertujuan untuk merancang sistem pendingin menggunakan Shell and Tube Heat exchanger (STHE) dengan material Carbon Steel SA 283 Grade C. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data suhu, laju alir, dan sifat fisik fluida, serta perhitungan area perpindahan panas, koefisien perpindahan panas, dan pressure drop. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh luas area perpindahan panas sebesar 316,17 ft² dan beban panas sebesar 287.244,803 Btu/jam, dengan koefisien perpindahan panas keseluruhan sebesar 14,731 Btu/jam.ft².°F. Nilai luas perpindahan panas yang melebihi 200 ft² menjadi dasar pemilihan STHE sebagai tipe heat exchanger yang dipilih. Material Carbon Steel SA 283 Grade C dipilih karena sifat mekaniknya yang baik, kemudahan fabrikasi, serta ketersediaannya yang luas dan ekonomis. Hasil ini menunjukkan bahwa rancangan STHE yang dibuat mampu memenuhi kebutuhan pendinginan HFS secara efisien dan sesuai dengan kebutuhan industri.
PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR DARI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN EKOENZIM Zuhri, Akhmad Misbakhuz; Irfin, Zakijah; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7279

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat mendorong bertambahnya kebutuhan terhadap produk kebutuhan dasar, salah satunya sabun mandi cair. Sabun mandi cair berfungsi menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan kulit dari kotoran serta bakteri akibat aktivitas harian. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sabun mandi cair berbahan dasar minyak goreng sawit serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi kalium hidroksida (KOH) dan penambahan ekoenzim terhadap mutu sabun cair yang dihasilkan. ekoenzim digunakan sebagai bahan aditif alami karena mengandung senyawa asam organik yang berpotensi menurunkan kadar alkali bebas sehingga meningkatkan keamanan sabun terhadap kulit. Pembuatan sabun cair dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pembuatan soap base, pelarutan, dan penambahan ekoenzim. Variabel yang digunakan meliputi variasi konsentrasi KOH dan variasi penambahan ekoenzim. Produk sabun cair dianalisis berdasarkan parameter pH, organoleptik, kadar alkali bebas, dan berat jenis, kemudian dibandingkan dengan standar SNI 06-4085-1996 tentang syarat mutu sabun mandi cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik diperoleh pada konsentrasi KOH sebesar 40% dengan penambahan ekoenzim sebesar 4%. Sabun yang dihasilkan memiliki pH 9,5, berbentuk cair kental, beraroma khas, dan berwarna cokelat. Kadar alkali bebas sebesar 0,042% dan berat jenis 1,01014 g/mL menunjukkan bahwa sabun mandi cair yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan mutu SNI 06-4085-1996.
EVALUASI KINERJA IPAL DALAM PENGURANGAN PARAMETER PENCEMAR DI INDUSTRI FARMASI Imania, Amanda Putri; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7294

Abstract

Industri farmasi menghasilkan limbah cair non-B3 yang mengandung berbagai parameter pencemar, seperti pH, amoniak, total coliform, minyak dan lemak, BOD, COD, serta TSS. Jika tidak dikelola secara tepat, limbah ini berisiko mencemari lingkungan. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan fasilitas yang dirancang untuk mengolah cairan sisa proses atau limbah sehingga dapat dibuang ke lingkungan dengan aman. Untuk menjaga kualitas lingkungan, kinerja IPAL perlu dipantau dan dievaluasi secara berkala agar penurunan parameter pencemar sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja IPAL milik salah satu industri farmasi di Jawa Timur dalam menurunkan parameter pencemar. Metode yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data sekunder dari hasil pengujian laboratorium terhadap sampel influent dan effluent IPAL selama periode Januari hingga Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata nilai pencemar yang signifikan antara konsentrasi influent dan effluent pada semua parameter, kecuali pH. Berdasarkan uji one-way ANOVA (p-value 0,05), diperoleh nilai Fhitung < Fkritis yang berarti hipotesisi nol (H0) ditolak, sehingga terdapat perbedaan rerata nilai pencemar yang signifikan antara konsentrasi influent dan effluent IPAL. Berdasarkan hasil perhitungan,diperoleh removal efficiency amoniak sebesar 91,9%; total coliform 93,0%; BOD 90,1%; COD 90,1%; dan TSS 61,6%, sedangkan minyak dan lemak telah sesuai baku mutu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja IPAL masih mampu mempertahankan efisiensi pengolahan limbah hingga memenuhi standar kualitas limbah yang ditetapkan.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL, MASSA ADSORBEN DAN JENIS ADSORBEN TERHADAP PEMURNIAN MINYAK CENGKIH (SYZYGIUM AROMATICUM) Anggraini, Lidia Kusuma; Takwanto, Anang; Rizka, Lailil Aulia
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7341

Abstract

Minyak cengkih hasil penyulingan tradisional seringkali tidak memenuhi standar mutu akibat komposisi kimia yang tidak sesuai, seperti rendahnya kadar eugenol dan tingginya senyawa pengotor. Untuk mengatasi hal tersebut, metode adsorpsi dipilih karena kemampuannya dalam menyerap senyawa pembentuk warna dan pengotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis, ukuran partikel, dan massa adsorben terhadap peningkatan mutu minyak cengkih. Proses pemurnian dilakukan menggunakan adsorben karbon aktif dan zeolit dengan variasi ukuran partikel (-10/+18, -18/+30, -30/+50 mesh) dan massa (5, 10, 15, 20% b/v). Parameter mutu yang dianalisis meliputi warna, berat jenis, kadar eugenol, dan kadar β-caryophyllene. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan menggunakan adsorben karbon aktif ukuran -30/+50 mesh dengan massa 20%, yang mampu memperbaiki warna minyak secara signifikan serta menghasilkan berat jenis 1,0187 g/mL, kadar eugenol 70,15%, dan kadar β-caryophyllene 17,18%. Meskipun belum sepenuhnya memenuhi SNI 06-2387-2006, penelitian ini membuktikan bahwa proses adsorpsi dapat meningkatkan mutu minyak cengkih.
EVALUASI EFFISIENSI KONDENSOR UNIT 1 PADA PT PLN NUSANTARA POWER UP TANJUNG AWAR-AWAR Yuanditra, Baiq Mutiara Sabana; Takwanto, Anang; Latif, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7360

Abstract

Dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), kinerja kondensor sangat berpengaruh terhadap efisiensi termal pembangkit dan kestabilan operasi unit. Penurunan kinerja kondensor dapat menyebabkan meningkatnya kehilangan energi panas dan menurunkan performa turbin secara keseluruhan. Kondensor merupakan komponen penting dalam siklus Rankine pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berfungsi mengembalikan uap bekas turbin menjadi air. Permasalahan umum yang terjadi adalah penurunan efisiensi akibat fouling, pembentukan kerak (scale), dan berkurangnya laju alir air pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi kondensor pada Unit 1 PLTU Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar, Tuban, Jawa Timur. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung dan pengumpulan data real time terhadap parameter suhu uap dan air pendingin serta laju alir air pendingin, kemudian dianalisis menggunakan neraca massa dan neraca panas. Hasil perhitungan menunjukkan efisiensi kondensor sebesar 94,6%, menandakan kinerja kondensor masih dalam kategori sangat baik. Kesimpulannya, efisiensi kondensor pada PLTU Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar tergolong optimal, namun diperlukan pemeliharaan rutin dan pemantauan berkala untuk mencegah penurunan efisiensi di masa mendatang.
PENINGKATAN KUALITAS ESTER C-130 PADA PROSES ESTERIFIKASI DENGAN GLISERIN USP GRADE DAN GLISERIN EX-LAB Putri, Aqilla Sharfina Mazaya; Prayitno; Prasetya, Desta Enggar Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7451

Abstract

Peningkatan kualitas ester modifikasi gondorukem penting untuk mendukung penggunaannya pada industri perekat, cat, tinta, dan pelapis yang memerlukan bahan dengan stabilitas tinggi. Gondorukem hasil destilasi getah pinus masih memiliki keterbatasan berupa mudah teroksidasi, perubahan warna, dan bilangan asam tinggi. Namun, penggunaan gondorukem secara langsung sering kali terbatas karena sifat fisik dan kimia yang kurang sesuai untuk aplikasi industri tertentu sehingga kestabilan produk menjadi rendah. Kandungan asam resin utama dalam gondorukem yaitu asam abietat dan asam pimarat yang menyebabkan gondorukem mudah mengalami oksidasi sehingga warnanya mudah berubah dan stabilitasnya menurun jika terpapar udara terbuka karena asam-asam resin ini memiliki gugus karboksilat (-COOH) dan ikatan rangkap konjugasi (pada asam abietat) yang sangat reaktif secara kimia. Ikatan rangkap ini dapat dengan mudah berinteraksi dengan oksigen di udara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas gondorukem melalui proses esterifikasi menggunakan gliserin dengan tingkat kemurnian berbeda, yaitu gliserin USP Grade (United States Pharmacopeia) dan gliserin Ex-Lab sebagai pembanding untuk meningkatkan sifat fisiko-kimia dan performa gondorukem. Proses esterifikasi dilakukan pada suhu 250 °C selama 90–160 menit dengan pengadukan intensif untuk memastikan reaksi berlangsung optimal. Produk ester yang dihasilkan kemudian dianalisis melalui pengujian warna, softening point, bilangan asam, dan viskositas guna mengevaluasi peningkatan mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses esterifikasi mampu meningkatkan kualitas gondorukem, ditunjukkan oleh warna produk yang lebih cerah, peningkatan softening point pada kisaran 130 ± 5 °C, serta penurunan bilangan asam dibandingkan bahan awal. Nilai viskositas produk berada pada rentang Z-1 hingga Z-3 yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi industri. Kualitas produk terbaik diperoleh pada penggunaan gliserin Ex-Lab yang menghasilkan bilangan asam lebih rendah dengan sifat fisik yang tetap memenuhi spesifikasi produk ester C-130.
ANALISIS EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK BIOPESTISIDA DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Prayoga, Verdi Rizal; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7484

Abstract

Pertanian merupakan sektor vital dalam perekonomian Indonesia, namun menghadapi tantangan serangan hama yang mengurangi hasil panen. Penggunaan pestisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti biopestisida dari asap cair tempurung kelapa. Indonesia menghasilkan 2.754.948 ton kelapa per tahun, tetapi pemanfaatan tempurung kelapa masih terbatas. Tempurung kelapa mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa yang ideal untuk pirolisis menghasilkan asap cair sebagai biopestisida. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan pendirian pabrik biopestisida kapasitas 3.000 ton/tahun melalui analisis ekonomi melalui analisis kelayakan dan analisis profitabilitas. Analisis yang dilakukan meliputi Total Capital Investment (TCI), Total Production Cost (TPC), serta parameter profitabilitas seperti Rate of Return (ROR), Pay Out Time (POT), Break Even Point (BEP), dan Shut Down Rate (SDR). Hasil analisis menunjukkan TCI sebesar Rp45,8 miliar dengan laba bersih Rp13,6 miliar, ROR 35%, dan POT 2,22 tahun, mengindikasikan kelayakan proyek. Pemanfaatan limbah tempurung kelapa ini tidak hanya mengurangi polusi tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan mendukung pertanian berkelanjutan.
ANALISIS EFISIENSI BOILER MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG PADA PT PLN NUSANTARA POWER UP UNIT 9 KAPASITAS 660 MW Pratama, Andhika Rifqi Putra; Naryono, Eko; Yusuf, Novan Kurnia
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7522

Abstract

Boiler adalah komponen utama dalam sistem tenaga uap yang berfungsi untuk memproduksi uap guna menggerakkan turbin. Pada PT PLN Nusantara Power Unit 9 Paiton menggunakan boiler jenis coal fired drum dengan bahan bakar batubara untuk menghasilkan campuran fase cair dan uap  yang selanjutnya kedua fase dipisahkan dengan steam drum. Uap yang dihasilkan kemudian dipanaskan lebih lanjut menjadi superheated steam untuk menggerakkan turbin.  Efisiensi pembentukan superheated steam ini  bergantung pada kinerja perpindahan panasdi  dalam boiler. Oleh karena itu, analisis efisiensi boiler menjadi penting untuk menentukan besarnya energi optimal yang berasal dari bahan bakar diubah menjadi uap. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi boiler menggunakan dua metode, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Pada metode langsung, efisiensi dihitung dengan membandingkan energi panas yang terkandung dalam uap yang dihasilkan dengan energi dari bahan bakar yang digunakan. Pada metode tidak langsung dengan menghitung kehilangan panas selama proses pembakaran. Data operasional yang diperoleh berasal dari performance test bulan September 2024, dengan kapasitas pembangkit sebesar 660 MW. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi boiler mencapai 84,95% berdasarkan metode langsung, dan 84,691% berdasarkan metode tidak langsung.
ANALISIS KINERJA HEAT EXCHANGER-02 PADA CRUDE DISTILLATION ATMOSPHERIC UNIT PPSDM MIGAS CEPU Putri, Kharistya Indah; Izza, Anisa Nurul; Ariani, Ariani; Purwanto, Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7525

Abstract

Pada industri pengolahan crude oil, menjaga kinerja perpindahan panas yang optimal sangat penting untuk memastikan efisiensi energi dan kestabilan operasi. Heat exchanger (HE) merupakan komponen penting dalam proses pengolahan crude oil, khususnya pada tahap pemanasan awal sebelum crude oil masuk ke dalam furnace. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja HE-02 tipe shell and tube yang digunakan pada Crude Distillation Atmospheric Unit di PPSDM Migas Cepu serta memberikan rekomendasi untuk pengoptimalan alat berdasarkan hasil analisis yang diperoleh. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter efisiensi perpindahan panas, fouling factor (Rd), dan pressure drop. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi perpindahan panas HE-02 hanya mencapai 66,18%, lebih rendah dari standar minimum 80%, dengan nilai Rd sebesar 0,294 hr.ft².°F/Btu yang jauh melebihi batas maksimum 0,005 hr.ft².°F/Btu. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh pembentukan kerak dari endapan parafin dan senyawa sulfur dalam crude oil. Meskipun demikian, sistem masih layak secara hidraulik karena pressure drop yang didapatkan sebesar 0,0104 psi di sisi shell dan 0,002567 psi di sisi tube, di mana hal ini sudah di bawah batas maksimal yang diizinkan yaitu 10 psi. Diperlukan tindakan preventif berupa pembersihan rutin dan evaluasi operasional untuk memulihkan performa alat dan menjaga efisiensi proses secara berkelanjutan.