cover
Contact Name
Viar Agastya Saputra
Contact Email
jp2m.sv@ugm.ac.id
Phone
+6285729547161
Journal Mail Official
jp2m.sv@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Yacaranda Sekip Unit I, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat
ISSN : 26209608     EISSN : 26209594     DOI : -
The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, especially UGM, which can be applied in the community. JP2M generally focuses on several issues as follows: 1. Community empowerment training in food security, energy, economy, health, local culture, creative economy 2. Application of technology engineering 3. Education for sustainable development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): NOV" : 9 Documents clear
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dengan Pemanfaatan Sumber Daya Pedesaan Untuk Mewujudkan Desa Mandiri Pangan Di Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung Simparmin Br Ginting
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.38931

Abstract

Desa Kediri memiliki  potensi sumber daya yang besar berupa lahan pekarangan yang luas, Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna serta tersedianya pupuk bioslurry yang merupakan limbah dari biogas kotoran sapi. Namun demikian rendahnya taraf pengetahuan warga menyebabkan potensi sumber daya yang besar tersebut menjadi kurang berdaya. Oleh karena itu tim  program pengembangan desa mitra (PPDM) 2018 melakukan pendampingan yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi yang ada, salah satunya untuk pembuatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), kebun kolektif, dan kolam lele kolektif guna memenuhi kebutuhan sayur dan lauk harian  untuk rumah tangga dalam rangka mewujudkan desa mandiri pangan. Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini adalah memberikan pengetahuan tentang Teknik budidaya tanaman organik, pembuatan pupuk organik, teknik budidaya ikan lele organik, dan pembuatan pakan lele organik. Hasilnya telah terbangun 20 unit KRPL, 3 unit kebun kolektif dengan total luasan 1/8 ha yang ditanami  berbagai jenis tanaman menggunakan pupuk bioslurry,  sehingga dapat memenuhi kebutuhan sayur harian. Selain itu, telah terinstal juga 2 unit kolam lele berkapasitas 5 m3.
Pembuatan Peta Foto Udara Kelurahan Wates Waljiyanto Waljiyanto; Rochmad Muryamto; Muhammad Iqbal Taftazani; Ruli Andaru; Untung Rahardjo; Gondang Riyadi; Wahyu Marta Mutiarasari; Annisa Farida Hayuningsih; Anindya Sricandra Prasidya; Ni Putu Praja Chintya
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.42294

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Wates merupakan sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo. Pada awal bedirinya Kelurahan Wates ini berbentuk desa, dimana seluruh asset menjadi milik desa dan digunakan seluasnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan warga Desa Wates. Pada tanggal 1 Desember 2010 status Desa Wates berubah menjadi Kelurahan Wates. Kelurahan Wates merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kulon Progo, sehingga secara tidak langsung aktivitas kelurahan berpengaruh terhadap kelangsungan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo karena terbatasnya anggaran, beberapa aspek dasar dalam hal data geospasial juga tidak muncul di dalam Renja 2017. Sebagai contoh belum adanya rencana kegiatan dalam hal pemetaan desa/kelurahan. Sehingga hal ini bisa menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan data geospasial. Dari pemaparan permasalahan di atas, dimana yang menjadi pokok permasalahan adalah ketiadaan data geospasial, maka dapat diberikan solusi dengan pengadaan salah satu bentuk data geospasial, yaitu Peta Foto Udara Kelurahan Wates skala besar, yaitu antara 1:1000 – 1:5000. luaran dari pengabdian ini, yaitu berupa Peta Foto Udara Kelurahan Wates skala besar. Dari peta foto yang akan dihasilkan ini, nantinya dapat dikembangkan untuk membuat peta-peta turunan lainnya, seperti peta sarana-prasarana, peta jaringan jalan, dan sistem informasi desa yang direncanakan akan dibuat dalam pengabdian masyarakat pada tahun-tahun berikutnya. Kata Kunci: peta foto, foto udara, Wates, geospasial ABSTRACT Kelurahan Wates located in Wates District, Kulon Progo Regency. In the beginning, the Kelurahan Wates Wates was in the form of a village, where all assets belonged to the village and the company to the Wates community and village. On December 1st, 2010, the status of Wates Village changed to Kelurahan Wates. Wates Subdistrict is the center of Kulon Progo Regency government, indirectly for the kelurahan that is related to Kulon Progo Regency Government due to limited budgets, some things in the geospatial data will not appear in Renja 2017. For example, there are no planned activities regarding village / kelurahan mapping. Thus, this can be an opportunity for universities to carry out research and community service activities, especially in the availability of geospatial data. From the presentation of the problem, the main thing is the absence of geospatial data, and it can be provided with one form of geospatial data, namely the large-scale Wates Urban Air Photo Map, which is between 1: 1000-1: 5000. The output from this service, in the form of Large-scale Wates Urban Air Photo Map. From the maps that will be produced, it can be developed to make other derivative maps, such as facilities and infrastructure maps, road network maps, and village information systems that will be created in community service in the following years.. Keywords: aerial map, aerial photograph, Wates, Geospatial
APLIKASI TEKNOLOGI FINISHING KAYU BAGI KELOMPOK PERTUKANGAN DESA PAGERHARJO, KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULON PROGO, D.I. YOGYAKARTA Agus Ngadianto; Silvi Nur Oktalina; Eko Prasetyo; Agung Budhi Wibowo
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.43513

Abstract

Kelompok pertukangan Muda Taruna Makmur dan Mitra Mandiri merupakan kelompok usaha mikro dibidang produk perkayuan dan mebel yang berlokasi di Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. Kelompok pertukangan ini beranggotakan pemuda-pemuda dalam satu desa. Mengingat potensi kayu dari hutan rakyat di Desa Pagerharjo yang sangat besar, maka sangat potensial sekali untuk dibuat usaha pembuatan produk mebel serta kerajinan. Permasalahan yang dialami oleh kelompok mitra adalah rendahnya kemampuan dalam membuat produk perkayuan sampai tahap finishing, kurangnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana pemasaran, minimnya kemampuan dalam membuat inovasi dan desain produk serta kurangnya keahlian dalam teknologi finishing kayu. Selama ini, produk perkayuan yang dihasilkan adalah berupa produk mebel setengah jadi seperti meja, kursi dan lemari yang dijual ke industri mebel kayu yang lebih besar atau dijual ke konsumen secara langsung. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kelompok pertukangan di Desa Pagerharjo dalam teknologi finishing kayu, manajemen pemasaran serta membuat inovasi desain produk. Solusi yang ditawarkan dalam program ini meliputi: pelatihan teknologi finishing produk perkayuan atau mebel, peningkatan kemampuan dalam desain dan inovasi produk  serta pelatihan penggunaan teknologi informasi sebagai sarana pemasaran. Kata kunci: Kelompok pertukangan, mebel, produk kayu, teknologi informasi, teknologi finishing
PENYULINGAN MINYAK KENANGA DAN PRODUK TURUNANNYA DI DESA JINGAH HABANG ILIR, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.44822

Abstract

Desa Jingah Habang Ilir memiliki potensi besar sebagai desa penghasil bunga-bungaan (melati, kenanga, dan mawar). Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pada usaha budidaya bunga ini adalah harga jualnya tidak stabil, masa jual bunga yang pendek karena bunga harus dalam kondisi segar ketika dipasarkan, dan kemampuan penguasaan teknologi mereka masih relatif rendah untuk menciptakan produk-produk lain yang bisa diperoleh dari bunga.  Dengan kegiatan Ipteks bagi Masyarakat yang berjudul IbM Penyulingan Minyak Atsiri (Kenanga) di Desa Jingah Habang Ilir, pelaksana kegiatan bertujuan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Bunga kenanga yang pada awalnya dijual dalam kondisi segar dengan harga rata-rata Rp.15.000,00 per 1000,00 tangkai bunga diolah menjadi produk turunannya yaitu minyak atsiri yang berpotensi untuk dibuat sebagai bahan parfum, hand and body lotion, lulur mandi, aroma terapi dan cream message. Pembuatan produk-produk turunan dari bunga kenanga ini dapat meningkatkan nilai jual dan masa simpannya. Selain itu dengan adanya pelatihan penyulingan minyak atsiri (Kenanga) dan aneka produk turunannya pada masyarakat Desa Jingah Habang Ilir mengubah pandangan mereka bahwa bunga merupakan komoditi yang bisa dikembangkan menjadi berbagai produk yang laku di pasaran. Kegiatan pelatihan penyulingan minyak atsiri (kenanga) di Desa Jingah Habang Ilir ini berjalan dengan baik dan lancar. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif melakukan pembuatan berbagai produk yang diajarkan dan mempraktikkannya sendiri setelah kegiatan berlangsung.
Skema Model Vertikultur dan Implikasinya Bagi Pemberdayaan Masyarakat Studi Kasus: Desa Salam Karangpandan Sukoharjo Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si, Ph.D
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.44846

Abstract

Skema pemberdayaan desa sehat dapat dilakukan dengan visi utama peningkatan perekonomian masyarakat desa. Peran serta dan rasa memiliki masyarakat desa menjadi modal utama agar masyarakat yang bersangkutan dapat melakukan aktivitas perekonomiannya secara mandiri dan berkelanjutan.  Desa sehat adalah salah satu bukti dari kemandirian desa di dalam melaksanakan kehidupan di tingkat akar rumput. Dalam kenyataannya berbagai persoalan yang ada di tingkat akar rumput merupakan fenomena kehidupan riil, di mana masyarakat melakukan kegiatan langsung yang bersentuhan dengan sumberdaya alam. Tata nilai yang berlaku di tingkat kampung merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi untuk mendukung terciptanya desa sehat.  Metode yang dilakukan oleh pemberdayaan di desa Salam adalah dengan sistem inovasi pertanian baru dengan pola tanam ke atas yaitu vertikultur. Sistem  budidaya  pertanian  secara  vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah dengan  lahan  terbatas, dan atau pengalihfungsian lahan pekarangan warga yang tidak bernilai ekonomis menjadi memiliki nilai panenan. Misalnya,  lahan  1  meter mungkin  hanya  bisa  untuk menanam  5 batang  tanaman,  dengan  sistem  vertikal  bisa  untuk  20  batang  tanaman.  Sementara itu, vertikultur organik adalah budidaya tanaman secara vertikal dengan menggunakan sarana media tanam, pupuk, dan pestisida yang berasal dari bahan organik non kimiawi. Tanaman organik yang dapat dibudidayakan dan sesuai dengan sistem vertikultur adalah jenis tanaman sayur-sayuran dan tanaman obat-obatan yang memiliki perakaran yang dangkal dan memiliki berat yang relatif ringan sehingga tidak akan terlalu membebani media tanam vertikultur pada pertumbuhan tanaman tersebut.  
TRANNING KASIR DALAM RANGKA PENGEMBANGAN SKILL SISWA SMK DI BIDANG PERBANKAN DAN KEUANGAN Diana Widhi Rachmawati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.45423

Abstract

Metode kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan secara ceramah dan tanya jawab di Gedung Seminar UPTD BLPT Sumsel. Tema yang diangkat “Tranning Kasir Bagi Siswa – Siswi SMK Perbankan Aluminika Palembang Dalam Rangka Mengembangkan Skill Siswa SMK Di Bidang Perbankan dan Keuangan”. Narasumber pada kegiatan ini adalah Dosen Universitas PGRI Palembang dan BME Group Jakarta, yang saat itu sekaligus juga sebagai Section Head dan Customer Development Manager di PT Lottemart Grosir Palembang. Peserta yang menghadiri dalam kegiatan ini merupakan siswa dan guru SMK Perbankan Aluminika Palembang. Kegiatan tim PkM ini telah terlaksana dengan baik dan selesai sebagaimana waktu yang telah ditentukan. Setelah masing-masing pemateri memberikan  penjelasan, diberikan kesempatan untuk guru dan siswa mengajukan beberapa pertanyaan materi yang diberikan, Kesimpulan, Laporan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dan diselesaikan melalui prosedur dengan sebenar-benarnya yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan di siswa. dan guru tidak hanya itu juga, kegiatan PkM yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2015  juga dapat meningkatkan dan membangkitkan rasa profesionalisme dosen Universitas PGRI Palembang dan BME Group Jakarta, sekaligus sebagai perwujudan keikutsertaan perusahaan PT Lottemart Grosir Palembang dalam mencerdaskan  bangsa, juga  meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta didik khususnya guru dan siswa di lingkungan SMK Perbankan Aluminika Palembang. Saran, Harapannya kegiatan ini dapat terus dilaksanakan  secara  berkelanjutan guna memberikan pengetahuan  dan  memperdalam pengetahuan atau  pemahaman guru dan siswa tentang pengembangan skill siswa SMK di bidang perbankan dan keuangan. Kata Kunci : Tranning Kasir SMK Perbankan Aluminika Palembang
Edukasi Menjadi Remaja Sehat dan Berkualitas Melalui Program SMART Remaja Fitriani Mediastuti
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.47462

Abstract

Remaja memiliki risiko tinggi terkait dengan aktivitas seksual dini dan tidak aman yang akan berdampak terjadinya infeksi menular seksual, HIV/AIDS dan kehamilan berisiko. Adanya informasi yang akurat sangat dibutuhkan oleh remaja dalam membentuk pribadi yang sehat dan berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, pemutaran film edukasi dan diskusi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMP PGRI Kasihan Bantul, pada hari Rabu, 23 Januari 2019. Sasaran pengabdian ini adalah siswa SMP dengan  jumlah 79 siswa. Materi tersebut diambil dari buku SMART Remaja untuk menggapai remaja yang SMART (Sehat secara Mandiri dan Bertanggungjawab). Mayoritas siswa berusia rata-rata 13 tahun dan tinggal bersama orangtua kandung sebesar 93,67%. Pendidikan ayah mayoritas SMA yaitu sebesar 55, 70 % dan ibu mayoritas juga SMA yaitu sebesar 59, 49%. Pekerjaan ayah mayoritas petani/ buruh yaitu sebesar 39.24% dan ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga sebesar 62.03 %.  Masih ada siswa yang belum  pernah mendapatkan materi kesehatan reproduksi remaja sebesar 27.85 %. Secara kuantitatif ada kenaikan skor pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan, yaitu sebesar 10,45%. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi menjadi remaja sehat dan berkualitas melalui program SMART Remaja, efektif. Semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki seseorang tentang kesehatan reproduksi remaja, misal dampak dari perilaku berisiko maka akan meningkatkan perilaku positif pada seseorang.
Pelatihan Pengutan Brand Serta Penggunaan Digital Marketing Bagi Kelompok Batik Sariwarni Kabupaten Madiun Wildanul Isnaini
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.49046

Abstract

 Kelompok Batik Sariwarni merupakan salah satu kelompok batik yang ada di Kabupaten Madiun, tepatnya berada di Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari. Kelompok Batik Sariwarni yang berdiri sejak tahun 2013 ini diketuai oleh Siti Suwarni serta beranggotakan 9 ibu rumah tangga. Kelompok ini memproduksi 4 jenis batik yaitu tulis, cap, eco print, serta batik dengan pewarna alam. Batik tulis corak porang manto adalah yang paling laris. Kelompok batik sariwarni meproduksi batik untuk stok serta customize sesuai dengan keinginan pelanggan. Pemesanan produk custom oleh dinas atau pemerintahan lebih mendominasi penjualan jika dibandingkan dengan pembelian secara individu. Dengan cara custom ini pelanggan dapat memilih corak ataupun warna sesuai keinginan. Setelah dilakukan observasi dan wawancara kepada Kelompok Batik Sariwarni, didapatkan informasi tentang beberapa permasalahan yang ada yaitu pemasaran yang kurang optimal, kreativitas anggota kelompok yang masih perlu ditingkatkan, serta belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).  Dari permasalahan yang diungkapkan oleh mitra, dipilih permasalahan yang akan diselesaikan terlebih dahulu sesuai dengan disiplin ilmu yang dipunyai yaitu pemasaran Jika dilihat dari cara dan strategi pemasaran saat ini, masih ada beberapa hal yang dapat dibenahi seperti penambahan media pemasaran online, spesifikasi market place, hingga memperkuat branding. Telah dilakukan 2 pelatihan yaitu pelitahan Penguatan Brand dan Pemasaran serta Pelatihan Digital Marketing. Program pelatihan penguatan brand dan pemasaran serta digital marketing berjalan dengan lancar. Pelatihan Penguatan Brand dan Pemasaran dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 20,37% dan pelatihan digital marketing dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 10,91%.
OPTIMALISASI WEBSITE KEDIRIMENJUAL.COM UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PRODUK UMKM KABUPATEN KEDIRI MELALUI DIGITAL MARKETING Setyo Tri Wahyudi; Sonny Subroto M Laksono; Sovia Rosalin; Deasy Chrisnia Natalia; M. Daniel Septian
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.53746

Abstract

Digital marketing menjadi kunci untuk mengembangkan dan mengenalkan produk daerah di kancah global. Pemerintah Daerah Kediri memfasilitasi pelaku UMKM dalam pemasaran produk melalui website kedirimenjual.com yang dikelola Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri. Melalui Kegiatan Program Doktor Mengabdi (DM Mengabdi) yang digagas oleh LPPM Universitas Brawijaya, berusaha membantu dalam upaya mengoptimalkan website tersebut. Berdasarkan identifikasi permasalahan, terdapat beberapa aspek yang perlu dibenahi untuk optimalisasi website meliputi spesifikasi website, sumberdaya manusia pengelola website, dan UMKM yang akan memasarkan produknya.Desain kegiatan dilakukan melalui tahapan analisis komparasi website kedirimenjual.com dengan kompetitor sejenis, analisis kebutuhan content/muatan website Kedirimenjual.com, merancang dan membangun sistem aplikasi website Kedirimenjual.com, uji coba website kedirimenjual.com, dan pemeliharaan website dengan update content dan informasi produk UMKM di Kabupaten Kediri. Optimalisasi spesifikasi website telah dilakukan dengan melakukan desain ulang website sebelumnya, sehingga lebih dinamis dan interaktif dengan beberapa fitur tambahan. Sedangkan peningkatan kemampuan pengelola website juga telah dilakukan dengan pelaksanaan Training of Trainers bagi pengelola Admin di Dinas Perdagangan. Berdasarkan evaluasi dan monitoring oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri, kegiatan optimalisasi website Kedirimenjual.com telah memberikan dampak signifikan bagi pengembangan dan promosi UMKM di wilayah Kabupaten Kediri dan luar daerah. Namun demikian, menjaga keberlanjutan bagi pelaku UMKM dalam berproduksi serta memasarkan melalui platform website masih menjadi tantangan bagi Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terukur untuk menjaga keberlanjutan website tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 9