cover
Contact Name
Viar Agastya Saputra
Contact Email
jp2m.sv@ugm.ac.id
Phone
+6285729547161
Journal Mail Official
jp2m.sv@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Yacaranda Sekip Unit I, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat
ISSN : 26209608     EISSN : 26209594     DOI : -
The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, especially UGM, which can be applied in the community. JP2M generally focuses on several issues as follows: 1. Community empowerment training in food security, energy, economy, health, local culture, creative economy 2. Application of technology engineering 3. Education for sustainable development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Pembuatan Rangka Atap dan Sarana Pendukungnya Bangunan Pengolah Sampah Desa Banjararum Kalibawang Bambang Herumanta
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.43477

Abstract

Garbage in Banjararum is increasing due to the source of garbage that always increases. The source of garbage comes from stalls, schools, health centers, and agriculture. To handle the garbage needs a solution to reduce the negative impact on health society. Implementation is carried out with stages, measurements, installation of stakes, excavation of foundation, installation of roof, installation of columns, walls, roof truss, and roof cover.  Followed by making a machine room, pools to collect the garbage. The results of this community service are that the garbage processing building consists in the engine room, Pools for garbage collection that will be processed.
Pembuatan Toko Online Produk-Produk Khas di Kawasan Menoreh Kulonprogo Imam Fahrurrozi; Muhammad Rifqi Al Fauzan; Tika Erna Putri; Rendra Dwi Firmansyah; Ronald Adrian; Atikah Suriani
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.43478

Abstract

One of the activities of dedication to the community of Vocational School UGM aims to create an Online Store of typical products in Menoreh area, Samigaluh District, Kulon Progo Regency. Menoreh is a very potential area not only because of its natural resources, it is proved by the existence of government support through the Ministry of Tourism which establish Menoreh as the National Tourism Strategic Area (KSPN) Borobudur. Menoreh area also save a lot of tourism potential that is still not well developed. Not much information can be obtained from the internet about tours in Menoreh, especially about the original products of Menoreh area such as the chips of the merchant, suroloyo coffee and many other products. So need a special Web-based Online Store to promote these products so as to improve the information and sales of original products of the region. In addition to making the Online Store products typical of the Menorah area, community service activities also provide training for the admin in each village in Menoreh area. As a result the typical products of the Menorah area can be accessed on the URL page: produk.menoreh.org and each village has an admin who is responsible for the promotion of original products from their respective villages.
APLIKASI TEKNOLOGI FINISHING KAYU BAGI KELOMPOK PERTUKANGAN DESA PAGERHARJO, KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULON PROGO, D.I. YOGYAKARTA Agus Ngadianto; Silvi Nur Oktalina; Eko Prasetyo; Agung Budhi Wibowo
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.43513

Abstract

Kelompok pertukangan Muda Taruna Makmur dan Mitra Mandiri merupakan kelompok usaha mikro dibidang produk perkayuan dan mebel yang berlokasi di Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. Kelompok pertukangan ini beranggotakan pemuda-pemuda dalam satu desa. Mengingat potensi kayu dari hutan rakyat di Desa Pagerharjo yang sangat besar, maka sangat potensial sekali untuk dibuat usaha pembuatan produk mebel serta kerajinan. Permasalahan yang dialami oleh kelompok mitra adalah rendahnya kemampuan dalam membuat produk perkayuan sampai tahap finishing, kurangnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana pemasaran, minimnya kemampuan dalam membuat inovasi dan desain produk serta kurangnya keahlian dalam teknologi finishing kayu. Selama ini, produk perkayuan yang dihasilkan adalah berupa produk mebel setengah jadi seperti meja, kursi dan lemari yang dijual ke industri mebel kayu yang lebih besar atau dijual ke konsumen secara langsung. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kelompok pertukangan di Desa Pagerharjo dalam teknologi finishing kayu, manajemen pemasaran serta membuat inovasi desain produk. Solusi yang ditawarkan dalam program ini meliputi: pelatihan teknologi finishing produk perkayuan atau mebel, peningkatan kemampuan dalam desain dan inovasi produk  serta pelatihan penggunaan teknologi informasi sebagai sarana pemasaran. Kata kunci: Kelompok pertukangan, mebel, produk kayu, teknologi informasi, teknologi finishing
PENYULINGAN MINYAK KENANGA DAN PRODUK TURUNANNYA DI DESA JINGAH HABANG ILIR, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.44822

Abstract

Desa Jingah Habang Ilir memiliki potensi besar sebagai desa penghasil bunga-bungaan (melati, kenanga, dan mawar). Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pada usaha budidaya bunga ini adalah harga jualnya tidak stabil, masa jual bunga yang pendek karena bunga harus dalam kondisi segar ketika dipasarkan, dan kemampuan penguasaan teknologi mereka masih relatif rendah untuk menciptakan produk-produk lain yang bisa diperoleh dari bunga.  Dengan kegiatan Ipteks bagi Masyarakat yang berjudul IbM Penyulingan Minyak Atsiri (Kenanga) di Desa Jingah Habang Ilir, pelaksana kegiatan bertujuan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Bunga kenanga yang pada awalnya dijual dalam kondisi segar dengan harga rata-rata Rp.15.000,00 per 1000,00 tangkai bunga diolah menjadi produk turunannya yaitu minyak atsiri yang berpotensi untuk dibuat sebagai bahan parfum, hand and body lotion, lulur mandi, aroma terapi dan cream message. Pembuatan produk-produk turunan dari bunga kenanga ini dapat meningkatkan nilai jual dan masa simpannya. Selain itu dengan adanya pelatihan penyulingan minyak atsiri (Kenanga) dan aneka produk turunannya pada masyarakat Desa Jingah Habang Ilir mengubah pandangan mereka bahwa bunga merupakan komoditi yang bisa dikembangkan menjadi berbagai produk yang laku di pasaran. Kegiatan pelatihan penyulingan minyak atsiri (kenanga) di Desa Jingah Habang Ilir ini berjalan dengan baik dan lancar. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif melakukan pembuatan berbagai produk yang diajarkan dan mempraktikkannya sendiri setelah kegiatan berlangsung.
Skema Model Vertikultur dan Implikasinya Bagi Pemberdayaan Masyarakat Studi Kasus: Desa Salam Karangpandan Sukoharjo Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si, Ph.D
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.44846

Abstract

Skema pemberdayaan desa sehat dapat dilakukan dengan visi utama peningkatan perekonomian masyarakat desa. Peran serta dan rasa memiliki masyarakat desa menjadi modal utama agar masyarakat yang bersangkutan dapat melakukan aktivitas perekonomiannya secara mandiri dan berkelanjutan.  Desa sehat adalah salah satu bukti dari kemandirian desa di dalam melaksanakan kehidupan di tingkat akar rumput. Dalam kenyataannya berbagai persoalan yang ada di tingkat akar rumput merupakan fenomena kehidupan riil, di mana masyarakat melakukan kegiatan langsung yang bersentuhan dengan sumberdaya alam. Tata nilai yang berlaku di tingkat kampung merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi untuk mendukung terciptanya desa sehat.  Metode yang dilakukan oleh pemberdayaan di desa Salam adalah dengan sistem inovasi pertanian baru dengan pola tanam ke atas yaitu vertikultur. Sistem  budidaya  pertanian  secara  vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah dengan  lahan  terbatas, dan atau pengalihfungsian lahan pekarangan warga yang tidak bernilai ekonomis menjadi memiliki nilai panenan. Misalnya,  lahan  1  meter mungkin  hanya  bisa  untuk menanam  5 batang  tanaman,  dengan  sistem  vertikal  bisa  untuk  20  batang  tanaman.  Sementara itu, vertikultur organik adalah budidaya tanaman secara vertikal dengan menggunakan sarana media tanam, pupuk, dan pestisida yang berasal dari bahan organik non kimiawi. Tanaman organik yang dapat dibudidayakan dan sesuai dengan sistem vertikultur adalah jenis tanaman sayur-sayuran dan tanaman obat-obatan yang memiliki perakaran yang dangkal dan memiliki berat yang relatif ringan sehingga tidak akan terlalu membebani media tanam vertikultur pada pertumbuhan tanaman tersebut.  
Optimalisasi Kegiatan Posyandu dengan Pelatihan Kader melalui Program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) ari indra susanti; Fedri Ruluwedrata Rinawan
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): MAY
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.45268

Abstract

The KKN program is an effort to develop student creativity in helping and jumping directly to the problems that exist in society. That problem, including the lack optimal functioning of posyandu, such as recording and reporting of data that is still manual, lack of funds, and lack of cadre knowledge in Giving Additional Foods (PMT) varies. The community service activities are part of KKN activities many of 12 people  consisting of the Faculty of Government and Social Sciences, MIPA Faculty, Food Engineering Faculty, and Psychology Faculty. This activity was held in October until November 2018 in Pasawahan village. This activity is in the form of various training for cadres, such as training for the use of the iposyandu application for recording and reporting data during posyandu activities, training on Additional Food Making (PMT) to be given to toddlers who come to Posyandu as well as business fund training and sponsorship. Cadres were given a pretest and posttest before and after the training was given. With the implementation of various trainings, cadre knowledge and skills are improving in managing and implementing posyandu activities.
TRANNING KASIR DALAM RANGKA PENGEMBANGAN SKILL SISWA SMK DI BIDANG PERBANKAN DAN KEUANGAN Diana Widhi Rachmawati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.45423

Abstract

Metode kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan secara ceramah dan tanya jawab di Gedung Seminar UPTD BLPT Sumsel. Tema yang diangkat “Tranning Kasir Bagi Siswa – Siswi SMK Perbankan Aluminika Palembang Dalam Rangka Mengembangkan Skill Siswa SMK Di Bidang Perbankan dan Keuangan”. Narasumber pada kegiatan ini adalah Dosen Universitas PGRI Palembang dan BME Group Jakarta, yang saat itu sekaligus juga sebagai Section Head dan Customer Development Manager di PT Lottemart Grosir Palembang. Peserta yang menghadiri dalam kegiatan ini merupakan siswa dan guru SMK Perbankan Aluminika Palembang. Kegiatan tim PkM ini telah terlaksana dengan baik dan selesai sebagaimana waktu yang telah ditentukan. Setelah masing-masing pemateri memberikan  penjelasan, diberikan kesempatan untuk guru dan siswa mengajukan beberapa pertanyaan materi yang diberikan, Kesimpulan, Laporan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dan diselesaikan melalui prosedur dengan sebenar-benarnya yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan di siswa. dan guru tidak hanya itu juga, kegiatan PkM yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2015  juga dapat meningkatkan dan membangkitkan rasa profesionalisme dosen Universitas PGRI Palembang dan BME Group Jakarta, sekaligus sebagai perwujudan keikutsertaan perusahaan PT Lottemart Grosir Palembang dalam mencerdaskan  bangsa, juga  meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta didik khususnya guru dan siswa di lingkungan SMK Perbankan Aluminika Palembang. Saran, Harapannya kegiatan ini dapat terus dilaksanakan  secara  berkelanjutan guna memberikan pengetahuan  dan  memperdalam pengetahuan atau  pemahaman guru dan siswa tentang pengembangan skill siswa SMK di bidang perbankan dan keuangan. Kata Kunci : Tranning Kasir SMK Perbankan Aluminika Palembang
Edukasi Menjadi Remaja Sehat dan Berkualitas Melalui Program SMART Remaja Fitriani Mediastuti
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): NOV
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.47462

Abstract

Remaja memiliki risiko tinggi terkait dengan aktivitas seksual dini dan tidak aman yang akan berdampak terjadinya infeksi menular seksual, HIV/AIDS dan kehamilan berisiko. Adanya informasi yang akurat sangat dibutuhkan oleh remaja dalam membentuk pribadi yang sehat dan berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, pemutaran film edukasi dan diskusi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMP PGRI Kasihan Bantul, pada hari Rabu, 23 Januari 2019. Sasaran pengabdian ini adalah siswa SMP dengan  jumlah 79 siswa. Materi tersebut diambil dari buku SMART Remaja untuk menggapai remaja yang SMART (Sehat secara Mandiri dan Bertanggungjawab). Mayoritas siswa berusia rata-rata 13 tahun dan tinggal bersama orangtua kandung sebesar 93,67%. Pendidikan ayah mayoritas SMA yaitu sebesar 55, 70 % dan ibu mayoritas juga SMA yaitu sebesar 59, 49%. Pekerjaan ayah mayoritas petani/ buruh yaitu sebesar 39.24% dan ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga sebesar 62.03 %.  Masih ada siswa yang belum  pernah mendapatkan materi kesehatan reproduksi remaja sebesar 27.85 %. Secara kuantitatif ada kenaikan skor pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan, yaitu sebesar 10,45%. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi menjadi remaja sehat dan berkualitas melalui program SMART Remaja, efektif. Semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki seseorang tentang kesehatan reproduksi remaja, misal dampak dari perilaku berisiko maka akan meningkatkan perilaku positif pada seseorang.
Workshop Sistem Informasi Geografis (SIG): Peningkatan Kapasitas Petugas Surveilans Puskesmas di Wilayah Kabupaten Gunung Kidul dalam Pembuatan Peta Sebaran Penyakit M Syairaji; Ismil Khairi Lubis
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): MAY
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.48297

Abstract

One of surveillance quality is the data should be usefull for prevention and disease control as wellas detecting pattern or trend. This only can be done if the data have analyzed. Map is one of dataanalyzing which is important to draw disease distribution. In this training, Primarly health caresurveillance officer are expected to know and able to make simple map with GeospatialInformation System (GIS) software. This activity is software using training using free software epiinfo version 7.2 by CDC where previously the participants have given brief material about GIS inthe field of health. Observation was conduct to see if there are increasing of skill for makingdigital map. The participants also given a modul to help them re-learning after completion of theactivity. Based on the observation during training, participant looked enthusiastic and active inasking questions. For observation results, it showed increasing 100% of skill for creating mapswhereareas berfore workshop there are no participant who experienced for making digital maps.Over all, this training is effective to provide refreshing and knowledge in the field of informationtechnology that supports health data processing and analyzing in Puskesmas.
Pembuatan Peta Citra Desa Ngargosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Taufik Hery Purwanto; Karen Slamet Hardjo; Agung Jauhari; Rendy Putra Maretika
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): MAY
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.48302

Abstract

Availability and understanding about the importance of spatial data, especially Village Maps, forrural communities are still minimum. Ngargosari Village, a village in Samigaluh District, KulonProgo Regency, was almost never used spatial data or maps to support the development.Whereas, UU 6 of 2014 concerning Villages states that Village Maps are the basis of informationand support systems in policy making. Village Map is a basic thematic map that containselements and information such as regional boundaries, roads/ infrastructure, topography,waters, facilities, and land use, which were presented in image maps, maps of facilities andinfrastructure, as well as land cover maps and land use (Perka BIG No. 3 in 2016 concerningTechnical Specifications for Presentation of Village Maps). Therefore, this community serviceaims to emphasize an understanding of the importance of Geospatial Information. Thecommunity is involved in making Village Maps through participatory mapping. The methods thatwere used are a remote sensing approach, field survey, and Focus Group Discussion (FGD)involving the Village Head, Village Officials, Hamlet Heads and Community Leaders. The resultsof this service are in the form of a map of the image of the Ngargosari Village which containsinformations about the boundaries of the village administration and hamlets, and also regionalfacilities and infrastructure.