cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): MARCH" : 8 Documents clear
Budidaya Perikanan Skala Kecil: Studi Kasus Ternak Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) di Desa Mojosari Kecamatan Kras Kabupaten Kediri Tri Widayatsih; Nina Lisanty; Agustia Dwi Pamujiati; Satriya Bayu Aji
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.796

Abstract

This study examined a small-scale gourami cultivation system based on soil ponds at a gourami cultivation center in Kediri Regency, namely Mojosari Village, Kras District. The economic analysis was based on interview, observation, and documentation data collected from 30 gourami farmers. Preliminary data documentation showed that gourami cultivation was characterized by a fairly long cultivation period. Although from observations, the cultivation of gourami was performed traditionally with minimal use of appropriate technology, less attention to the quality of cultivation techniques, and less efficient use of production costs, the results of data analysis show that this cultivation was profitable and feasible to continue. The total business cost of gourami on the criteria for a narrow pond was IDR 25,855,334.00 and in the criteria for an average pool area was IDR 44,170,834.00. The average production of gourami in small-size pond was 1342 kg and in large-size pond was 2157 kg with fish price of IDR 32,000 per kilogram. The total average income of gourami farming on the criteria for small-size and large-size pond area were IDR 42,944,000.00 and IDR 69,024,000.00 respectively, with an average income of IDR 17,088,666.00 and IDR 24,853,666.00 respectivelyStudi ini meneliti sistem budidaya ikan gurami skala kecil berbasis kolam tanah di sentra budidaya ikan gurami di Kabupaten Kediri, yaitu Desa Mojosari Kecamatan Kras. Analisis ekonomi didasarkan pada data wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dikumpulkan dari 30 peternak ikan gurami di lokasi penelitian. Dokumentasi data awal menunjukkan bahwa budidaya ikan gurami ditandai oleh periode budidaya yang cukup panjang. Meski dari observasi tampak bahwa budidaya ikan gurami ini dilakukan secara tradisional dengan sangat minimnya penggunaan teknologi tepat guna, kurang memperhatikan aspek mutu teknik budidaya, dan kurang efisien dalam penggunaan biaya produksi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa budidaya ini menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Biaya total usaha rata–rata ternak ikan gurami pada kriteria luas kolam sempit sebesar Rp25.855.334,00 dan pada kriteria luas kolam luas rata–rata sebesar Rp44.170.834,00. Produksi rata–rata usaha ternak ikan gurami pada luas kolam sempit sebesar 1342 kg dan pada luas kolam luas sebesar 2157 kg dengan harga ikan sebesar Rp32.000,00 per kilogram. Total penerimaan rata–rata usaha ternak ikan gurami pada kriteria luas kolam sempit dan luas masing-masing sebesar Rp42.944.000,00 dan Rp69.024.000,00 dengan pendapatan rata–rata masing-masing sebesar Rp17.088.666,00 dan Rp24.853.666,00. 
Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Produk Tempe Di Sentra Produksi Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek Jawa Timur Andika Putra Setiawan; Widi Artini; Agustia Dwi Pamujiati
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.797

Abstract

Observing the high interest of the Indonesian people towards the consumption of tempe, a research focused on the analysis of consumer behavior towards the purchase of tempe products was carried out in the tempe production centers. The research was focused on the reasons of consumers purchasing tempe products which include price factors, quality factors, service factors, and psychological factors. The analysis was based on interview data collected from 60 respondents, taken from the criteria of 30 consumers who bought few tempe product and 30 consumers who bought a large quantity of tempe products. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the consumer purchasing behavior of tempe products in tempe production centers in Kampak District, Trenggalek Regency was influenced by the dominant factor of affordable prices, the quality of products packaged with hygienic packaging, friendly sales service, and subscription factors. These four factors are expected to be taken into consideration for producers and marketers to determine their marketing strategy in a fairly tight industrial competition in the future.Melihat animo masyarakat Indonesia yang cukup tinggi terhadap konsumsi tempe, maka dilakukan penelitian yang dititikberatkan pada analisis perilaku konsumen terhadap pembelian produk tempe di sentra produksi tempe. Penelitian difokuskan kepada alasan konsumen membeli produk tempe yang meliputi faktor harga, faktor kualitas, faktor pelayanan, dan faktor psikologis. Analisis didasarkan pada data wawancara yang dikumpulkan dari 60 responden, yang diambil dari kriteria 30 konsumen yang membeli produk tempe sedikit dan 30 yang membeli produk tempe dalam jumlah banyak. Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik garis besar bahwa perilaku pembelian konsumen atas produk tempe di sentra produksi tempe di Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek dipengaruhi oleh faktor dominan harga yang terjangkau, kualitas produk yang dikemas dengan kemasan yang higienis, pelayanan penjualan yang ramah, dan faktor langganan. Keempat faktor ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para produsen dan pemasar untuk dapat menentukan strategi pemasaran dalam persaingan industri yang cukup ketat di masa yang akan datang.
Analisis Kelayakan Usaha Tiwul Instan Di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek Agustia Dwi Pamujiati; Ahmad Haris Hassanudin Slamet; Wim Ambawati
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.798

Abstract

The business prospect of instant tiwul prospects has recently been promising, as different kind of aroma and flavors of the product being developed. One of the areas producing instant tiwul is Trenggalek Regency. The purpose of this research was to analyse the cost and income as well as business feasibility of instant tiwul in Bendunan District, Trenggalek Regency. The methodology employed in this research was descriptive and qualittive for the analysis. Parameters observed in this research included production costs, revenue, net prsent value, IRR, net B/C ratio, and BEP. The research results showed that production costs of cassava processing to instant tiwul was IDR 445.430 / production process of with production capacity of 170 kg of raw material cassava producing instant tiwul of 100 kg. The revenue was IDR 650.000 and income of IDR 204.570 per production process. The BEP unit was 69 kg and BEP of price was IDR 4.551 /kg. The feasibility of instant tiwul processing enterprises in the district was profitable and worthy for having provide the NPV of 43.948.219, the IRR was larger than bank rate (33,10 % / year and 12 %/year), and having the Net B/C Ratio more than 1 of 1.62.Tiwul instan mempunyai prospek bisnis yang cukup menjanjikan dengan berbagai macam cita rasa yang berbeda. salah satu daerah yang memproduksi tiwul instan yaitu Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biaya dan pendapatan serta kelayakan usaha tiwul instan yang sudah dikembangkan di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskripstif dan kualitatif. Parameter pengamatan yang diamati yaitu biaya produksi, penerimaan, Net Present Value, IRR, Net B/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi usaha pengolahan singkong menjadi tiwul instan sebesar Rp. 445.430/proses produksi dengan kapasitas produksi 170 kg bahan baku singkong dan menghasilkan 100 kg tiwul instan. Penerimaan yang didapat dari usaha tiwul instan sebesar Rp. 650.000 dan pendapatan sebesar Rp. 204.570 per satu kali proses produksi. Jumlah BEP produksi sebanyak 69 kg, sedangkan BEP harga sebesar Rp. 4.551/kg. Tingkat kelayakan usaha pengolahan tiwul instan di Desa Suren Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek menguntungkan dan layak diusahakan karena memiliki nilai NPV positif (43.948.219), nilai IRR lebih besar (33,10%/tahun) daripada suku bunga bank (12%/tahun), dan memiliki nilai Net B/C ratio lebih dari 1 (1,62). 
Pengaruh Umur Pindah Tanam Bibit Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Labu Parang (Cucurbita Moschata Durch) muharram, Muhammad; Junaidi, Junaidi; Saptorini, Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.799

Abstract

Labu Parang is one of the vegetables that is widely grown and has a high content of antioxidants and vitamins for health. Yellow squash has good prospects as an alternative to other foodstuffs because it has an equivalent value to rice in terms of carbohydrates and protein. Meanwhile, this pumpkin product has long been known and favoured due to the diversity of processed products derived from pumpkin raw materials. Increasing the productivity of honey gourd is a challenge to increase the production of horticultural commodities in general, national income and reduce imported commodities. This research was conducted in Labu Madu Village, to be precise in Toyoresmi Village, Ngasem District, Kediri Regency. This research is a one-factor experiment (single), namely the treatment of seedling age consisting of 6 levels (B0, B1, B2, B3, B4, and B5) then repeated 5 times. This research was conducted in rice fields so that the environmental conditions were heterogeneous (one-way fertility), therefore a Randomized Completely Block Design (RCBD) was used.Labu Parang merupakan salah satu sayuran yang banyak ditanam dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan vitamin untuk kesehatan. Labu kuning mempunyai prospek yang baik sebagai alternatif bahan pangan lain, karena memilki nilai yang setara dengan beras dari aspek karbohidrat maupun protein. Sedangkan produk labu kuning ini telah lama dikenal dan disukai karena keanekaragaman produk olahan yang berasal dari bahan baku labu kuning.Peningkatan produktifitas labu madu merupakan tantangan untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura secara umum, pendapatan nasional serta mengurangi komoditas impor. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Labu Madu tepatnya di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Penelitian ini merupakan percobaan satu faktor (tunggal) yaitu perlakuan umur bibit terdiri dari 6 level (B0, B1, B2, B3, B4, dan B5) kemudian diulang sebanyak 5 kali. Penilitian ini dilakukan di sawah sehingga kondisi lingkungannya heterogen (kesuburan satu arah) oleh sebab itu digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) atau Randomized Completely Block Design (RCBD).  
Kajian Produksi Jamur Kuping (Auricularia Auriculajudae) Pada Berbagai Komposisi Media Tanam Nugraheni Hadiyanti; Satriya Bayu Aji; Saptorini Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.794

Abstract

Ear mushroom (Auricularia aurilajudae) is a potential fungus as a food ingredient and has medicinal properties. Ear mushroom development is profitable because of the high demand and high selling prices. One of the problems in ear mushroom cultivation is the composition of the growing media which has a big effect on its production. This study aims to determine the composition of the best growing media for ear mushroom production. This study used a completely randomized design method (CRD) with one factor, namely the composition of the growing media (1000 gr of sawdust and 200 gr cocopeat (M1); 1000 gr of sawdust and 200 gr of rice bran (M2); 1000 gr of sawdust, 100 gr cocopeat, and 100 gr bran (M3); powder sawdust 1000 gr, cocopeat 135 gr and bran 65 gr (M4); sawdust 1000 gr, cocopeat 65 gr, and rice bran 135 gr (M5). Data were analyzed using analysis of variance and further tests with the least significant difference (LSD) at 5% if the results were significant. The composition of the planting medium had a very significant effect on the number of hoods, cover area, wet weight, and dry weight of ear mushrooms. However, the composition of the planting medium did not affect the growth rate of mycelium. The best composition of the planting medium for ear mushroom production was 1000 gr sawdust, cocopeat 65 gr, and bran 135 gr.Jamur kuping (Auricularia auriculajudae) merupakan jamur potensial sebagai bahan makanan dan berkhasiat obat. Pengembangan jamur kuping menguntungkan karena tingginya permintaan dan harga jual yang tinggi. Permasalahan dalam budidaya jamur kuping salah satunya adalah komposisi media tanam yang berpengaruh besar terhadap produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam yang terbaik bagi produksi jamur kuping. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu komposisi media tanam (serbuk gergaji 1000 gr dan cocopeat 200 gr (M1); serbuk gergaji 1000 gr dan bekatul 200 gr (M2); serbuk gergaji 1000 gr, cocopeat 100 gr dan bekatul 100 gr (M3); serbuk gergaji 1000 gr, cocopeat 135 gr dan bekatul 65 gr (M4); serbuk gergaji 1000 gr, cocopeat 65 gr dan bekatul 135 gr (M5). Data dianalisis menggunakan analisis varian dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5% apabila hasil signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tudung, luas tudung, berat basah, dan berat kering jamur kuping. Namun komposisi media tanam tidak berpengaruh pada kecepatan laju pertumbuhan miselium. Komposisi media tanam terbaik untuk produksi jamur kuping adalah serbuk gergaji 1000 gr, cocopeat 65 gr dan bekatul 135 gr
Diversitas Mikrofungi Zona Intertidal Dan Subtidal Pantai Barat Pananjung Pangandaran Putri Kumala Dewi; Nia Rossiana; Ida Indrawati
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.795

Abstract

West Coast Pananjung Pangandaran Coastal area is one of the marine areas that have a high level of biodiversity, especially microorganisms. On the west coast of Pananjung Pangandaran Intertidal zone is indicated to have a level of pollution due to the pattern of human activity is much higher than the subtidal zone thus affecting the existence of microorganisms, especially microfungi. The purpose of this research is to isolate and identify the microfungi contained in the intertidal and subtidal waters of the west coast of Pananjung Pangandaran. The method used in this research is descriptive method. Procedures of workmanship include the sampling stage, dilution, planting the sample is done by pour plate technique in petridish on PDA media (Potato Dextrose Agar). Microfungi colonies are purified by the point method and for italics. Microfungi identification is done by Moist Chamber technique. The results showed there are 4 types of microfungi in the intertidal zone Cladosporium sp1, Cladosporium sp2, Aspergillus sp., and Sp1 .. In the subtidal zone there are 2 types of microfungi namely Fusarium sp. and Penicillium sp.Kawasan laut Pantai Barat Pananjung Pangandaran merupakan salah satu kawasan perairan laut yang memiliki tingkat biodiversitas yang tinggi khususnya mikroorganisme. Pada pantai Barat Pananjung Pangandaran Zona intertidal diindikasikan memiliki tingkat pencemaran akibat pola kegiatan manusia jauh lebih tinggi dari pada zona subtidal sehingga mempengaruhi keberadaan mikroorganisme khususnya mikrofungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikrofungi yang terdapat pada perairan zona intertidal dan subtidal pantai Barat Pananjung Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Prosedur pengerjaan meliputi tahap pengambilan sampel, pengenceran, penanaman sampel dilakukan dengan teknik pour plate di cawan petri pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Koloni mikrofungi dimurnikan dengan metode titik dan agar miring. Identifikasi mikrofungi dilakukan dengan teknik Moist Chamber. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat 4 jenis mikrofungi pada zona intertidal yaitu Cladosporium sp1., Cladosporium sp2., Aspergillus sp., dan Sp1.. Pada zona subtidal terdapat 2 jenis mikrofungi yaitu Fusarium sp. dan Penicillium sp. 
Analisis Usaha Ayam Ras Petelur di Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk Rakhmadevi, Ade Galuh; Wardhana, Danu Indra
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.1127

Abstract

Nowadays, the pattern of people's lifestyle is increasing, one of which can be seen from the high intake of nutrients, especially those containing protein. One of the most commonly consumed animal proteins comes from eggs. Generally, eggs consumed come from bird species, such as chickens, ducks, and geese, but smaller eggs such as fish eggs are sometimes also used as a mixture in dishes. However, of the various types of eggs, purebred chicken eggs are the most popular among the public compared to other eggs. The purpose of this study was to determine the amount of production costs used in the business of purebred laying hens, to determine the variable which affects the amount of egg production from laying hens, and to determine the advantages of breeding broilers of laying hens. The results of the study showed that the income obtained in the business of raising laying chickens, with a business scale of 500 chickens was IDR 155,694,300.00, for a business scale of 1,500 was IDR 523,455,51400, and for a business scale of more than 5,000 was IDR1,850,211,903.00. Factors that had a significant effect on the amount of production of purebred laying hens was the feed factor (X2) of 9.7073 and the business of laying hen was profitable.Dewasa ini, pola kehidupan masyarakat semakin meningkat, salah satunya dapat dilihat dari tingginya asupan gizi, terutama yang mengandung protein. Salah satu protein hewani yang paling umum dikonsumsi masyarakat adalah berasal dari telur. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan. Namun dari berbagai jenis telur tersebut telur ayam ras yang paling diminati oleh masyarakat dibanding telur lainnya. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui besar biaya produksi yang digunakan dalam usaha ayam ras jenis ayam petelur, untuk mengetahui variabel tidak tetap yang mempengaruhi jumlah produksi telur dari ayam petelur, dan untuk mengetahui keuntungan peternakan ayam ras jenis ayam petelur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh dalam usaha beternak Ayam Ras Jenis Ayam Petelur, dengan skala usaha 500 ekor adalah Rp155.694.300,00, untuk skala usaha 1.500 ekor adalah Rp523.455.51400, dan untuk skala usaha lebih dari 5000 ekor adalah Rp1.850.211.903,00. Faktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap besarnya produksi ternak ayam ras jenis ayam petelur adalah faktor pakan (X2) sebesar 9,7073 dan usaha ternak ayam ras petelur termasuk menguntungkan.
Review: Asam Lemak Virgin Coconut Oil (VCO) dan Manfaatnya untuk Kesehatan Kusuma, Melati Ananda; Putri, Nia Ariani
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.1128

Abstract

Coconut plant is often called the plant of life because every part of the coconut plant can be used and processed into a product. One of the commercially processed coconut products, namely Virgin Coconut Oil (VCO), which is believed to have health properties. This article is written based on the results of a systematic literature review which relies on literature studies on the topic of virgin coconut oil. Virgin coconut oil is produced from fresh coconut flesh (non-copra), the processing process is not through a chemical process and does not use high heating so that the characteristics of the oil produced are clear (clear) and have a distinctive aroma of coconut. The fatty acids contained in VCO are saturated and unsaturated fatty acids. The components included in saturated fatty acids are caproic acid, caprylic acid, myristic acid, palmitic acid and lauric acid; while the unsaturated fatty acid components are cyclopropanpentanoic acid, oleic acid, and stearic acid. VCO contains short and medium-chain fatty acids which are known to have certain biological functions for the human body. These benefits include its functions as anti-bacterial and anti-fungal.Tanaman kelapa sering dijuluki sebagai tanaman kehidupan karena setiap bagian dari tanaman kelapa dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi suatu produk. Salah satu produk olahan kelapa komersial yaitu Virgin Coconut Oil (VCO) yang dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) yang mengandalkan studi pustaka dengan topik mengenai minyak kelapa murni. VCO dihasilkan dari daging buah kelapa segar (non kopra) yang proses pengolahannya tidak melalui proses kimiawi dan tidak menggunakan pemanasan tinggi, sehingga karakteristik minyak yang dihasilkan berwarna bening (jernih) serta beraroma khas kelapa. Asam lemak yang terkandung dalam VCO tersebut merupakan asam lemak jenuh dan tak jenuh. Komponen yang termasuk dalam asam lemak jenuh yaitu, asam kaproat, asam kaprilat, asam miristat, asam palmitat dan asam laurat; sedangkan komponen asam lemak tak jenuh yaitu asam siklopropanpentanoat, asam oleat, dan asam stearat. VCO mengandung asam lemak rantai pendek dan menengah atau medium yang diketahui mempunyai fungsi biologis tertentu bagi tubuh manusia. Manfaat tersebut meliputi fungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur.

Page 1 of 1 | Total Record : 8