cover
Contact Name
DR. Mohd Rafiq, M.A
Contact Email
irsyad.fdik.iain.psp@gmail.com
Phone
+6282361377086
Journal Mail Official
irsyad.fdik.iain.psp@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. T. Rizal Nurdin, Km.4,5 Sihitang, Kota Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
ISSN : 26859661     EISSN : 27147517     DOI : 10.24952
Core Subject : Social,
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam adalah jurnal ilmiah yang dikembangkan oleh Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan. Jurnal ilmiah ini pertama terbit Volume 1 Nomor 1 Juni 2019. Jurnal Al-Irsyad terbit 2 kali dalam 1 Tahun. Jurnal Al-Irsyad diharapkan mampu menjadi wadah publikasi ilmiah hasil penelitian dan kajian teoritis, memuat isu-isu update (terbaru) dalam pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Alamat redaksi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. 0634 - 22080
Articles 112 Documents
Penerapan Konseling Berbasis Budaya Minangkabau Betri yulita, Betri Yulita; Silvianetri, Silvianetri silvianetri; Elviana, Elviana elviana
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe culture-based counseling by integrating the cultural values of Minang Kabau with the counselee's problems. The method used is a systematic review through review articles using inclusion and exclusion criteria. Article searches are accessed from internet searches in the database, namely: Google engine, Google Scholar and Google Books with the keyword Minang Kabau culturebased counseling. Data analysis is by collecting articles that meet the inclusion criteria are collected and examined systematically. The search for literature published from 2015 to 2020. The results showed that Minangkabau culture-based counseling can and is effective to be applied in the counseling process.
Efektifitas Layanan Bimbingan dan Konseling di SLBN Pembina Kota Mataram Terhadap Siswa/Siswi Yang Menyandang Keterbelakangan Mental wadi, Hamzan
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling merupakan bentuk kegiatan atau efektifitas guru BK dalam membantu siswa menemukan pribadainya dalam hal mengenal kekutan dan kelemahan dirinya, serta menerima dirinya secara positif  dan dinamis sebagai modal  pengembangan diri lebih lanjut. Bimbingan juga membantu siwa/siswi dalam rangka mengenal lingkungan dengan maksud agar mengenal secara obyektif  lingkungan, baik lingkungan sosial mauun lingkungan pisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan tersebut secara positif dan dinamis. Sehingga tehnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efektifitas layanan bimbingan dan konseling di SLBN Pembina Kota Mataram  meliuti layanan orientasi, layanan informasi, layanan penematan dan penyaluran, layanan bimbingan belajar , layanan konseling perorangan, serta layanan bimbingan konseling kelompok sehingga efektifitas layanan yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling di sekolah selalu menunjukan perasaan positif, beradaptasi dengan siswa, memfokuskan  perhatian, menjabarkan, menjelaskan dan membantu siswa mencapai disiplin diri. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat dalam efektifitas layanan bimbingan konseling terhada siswa/siswi penyandang keterbelakangan mental dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 
Bimbingan Konseling Islam: Analisis bimbingan Keislaman Anak Usia Dini dengan Pendekatan Dakwah Tuan Guru Rohimi, Rohimi
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah sebagai salah satu metode bimbingan konseling dengan nuansa islami. Dakwah dapat dijadikan sebagai jalan untuk membimbing, mendorong serta edukatif bagi masyarakat untuk menemukan kebahagiaan dunia maupun akherat kelak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau menganalisis peran dakwah Tuan Guru dalam memberikan edukasi pada anak-anak usia dini di Desa Pandan Indah. Dengan demikian, eksistensi dakwah yang direpresentasi oleh salah seorang Tuan Guru di desa Pandan Indah, dapat mencerminkan nilai-nilai bimbingan konseling dengan perspektif islam serta memberikan edukasi bagi anak-anak usia dini dengan pemahaman-pemahaman islami. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yakni wawancara, dokumentasi dan observasi lapangan. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini yakni. Pertama, peran dakwah sebagai bimbingan konseling islam yang dilakukan oleh Tuan Guru dengan merepresentasikan  kegiatan-kegiatan islami pada masyarakat desa pandan indah serta memberikan eduksi islami pada anak usia dini seperti belajar bahasa arab, belajar fiqh dan siraman rohani yang bernuansa keislaman. Kedua, dari dampak eksistensi dakwah Tuan Guru di Desa Pandan Indah juga berimbas kepada hal-hal positif yakni anak-anak di desa Pandan Indah mendapatkan bimbingan atau edukasi yang bersifat islami, memberikan nuansa positif bahwa pentingnya pendidikan islami (pesantren) serta mendorong anak-anak untuk bergiat lebih intensif mempelajari pengetauan-pengetahuan islami.
Implementasi Bimbingan Konseling Islam dalam Stres Daulay, Maslina
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi ummat Islam memilikisi sifat religious yang kuat sehingga bimbingan dan konseling Islam akan lebih efektif diimplementasikan dalam mengatasi segala permasalahan kehidupan. Konsep bimbingan dan konseling Islam yaitu suatu layanan yang tidak hanya mengupayakan mental yang sehat dan hidup sejahtera, melainkan menuntun ke arah hidup yang sakinah, bathin merasa tenang dan tentram karena selalu dekat dengan Allah SWT. Konsep dekat dengan Allah SWT merupakan pengobat permasalahan yang tepat dalam kehidupan. Bimbingan dan konseling Islam merupakan proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Dalam pelaksanaan pemberi  bantuan, seorang pembimbing tidak boleh memaksakan kehendak atau mewajibkan  untuk mengikuti kehendak yang disarankan, melainkan sekedar memberi arahan yang bersifat kejiwaan individu. Stress adalah suatu bentuk gangguan emosi yang disebabkan adanya tekanan yang tidak dapat diatasi oleh individu. Stres terjadi jika seseorang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik dan fisikologisnya. Peristiwa stres dapat diselesaikan dengan cara pengaplikasian bimbingan dan konseling Islam yaitu dengan mengerjakan sholat dengan baik, berzikir kepada Allah, berdo’a dengan rendah hati,membaca al-Qura’an
Bimbingan Kelompok Sebagai upaya Membangun Keberanian Berpendapat pada Diri Santri Putra Kelas VIII MTsS Al-Falah Kota Padang Putra, Ahmad
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out the steps and efforts made by counseling guidance teachers in carrying out group guidance activities with the aim of building courage to argue in the children of class VIII MTsS Al-Falah Kota Padang. This research is a field study using a qualitative approach. The subjects in this field study were 2 (two) counseling guidance teachers and 8 (eight) students of class VIII MTsS Al-Falah Kota Padang. Data collection through observation, interviews and documentation. As for data analysis using qualitative descriptive, the data that has been obtained is then compiled and classified so that it can answer from the problem formulation above. The results obtained from the utilization of group guidance services accompanied by the use of punishment that educates is that class VIII MTsS Al-Falah began to build the courage to issue opinions in group guidance activities. As a result, students are not afraid to be wrong in issuing their arguments and begin to venture to argue according to the topic discussed.
Resiliensi Orang Tua dalam Aktivitas Belajar Daring dan Bermain Anak di masa Pandemi Covid-19 (Kasus Anak Nomophobia di Kota Padangsidimpuan) Tambunan, Syafrianto
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan smartphone dikalangan pelajar di kota Padangsidimpuan tidak hanya untuk akses pendidikan, peserta didik lebih banyak menggunakan smartphone untuk main game, tik tok, sosial media (Instagram, facebook) dan lain-lain, hal ini menimbulkan adiksi/kecanduan yang berakibat negatif pada psikologis peserta didik salah satunya menjadikan peserta didik malas. Hal tersebut tentu sangat mengkhawatirkan karena studi-studi tersebut para peneliti akhirnya mengenal kata “Nomophobia” singkatan dari no mobile phone phobia, yakni ketakutan saat tidak memiliki perangkat seluler, inilah fobia khas zaman digital apalagi didukung dengan kondisi pandemi covid-19 yang semuanya serba digital. upaya untuk mengurangi kecanduan smartphone khususnya dikalangan anak salah satunya adalah menguji resiliensi orang tua bangkit kembali dari rasa kekhawatiran pada dirinya dan anak sehingga aktivitas belajar daring dan  bermain anak berkembang kearah yang positif. Metode Penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan field research. Pengumpulan data melalui tahap observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan dengan menggunakan teori Milles dan Huberman, yaitu data reduction, data display, dan verification.  Penulis  menggunakan teknik triangulasi sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian ini ditemukan. Kecendurungan dan karakteristik anak nomophobia menggunakan smartphone yang cukup tinggi dimasa pandemi covid-19. Beragam teknik yang ditawarkan bisa menjadi jalan keluar menjadikan orang tua lebih bertahan dan keluar dari masalah yang ada, maka penulis sebagai konselor memiliki sebuah teknik yang mampu mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada konseli, salah satu pendekatannya yaitu konseling Islam. Adapun karakteristik orang tua atau para ibu-ibu di Kota Padangsidimpuan yang memiliki kemampuan resiliensi setelah mendapatkan konseling oleh konselor yaitu hubungan, kemandirian, regulasi emosi, pengendalian impuls dan empati. Keluarga tidak terlepas dari faktor resiko dan faktor pelindung, resiko dari aktivitas pembelajaran daring anak berimplikasi nomophobia anak hal ini dikarenakan tidak ada self control dari diri individu. Untuk mengurangi nomophobia ada tiga komponen  kunci sebagai faktor pelindung yaitu Sistem Keyakinan, Pola Organisasi dan Strategi Coping.Kata Kunci: Resiliensi, Nomophobia, Konseling
Religiusitas Konseling Islam dan Kristen Dilihat dari Sejarah Perkembangan Konseling Religiusitas Syah, Irman
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam agama Islam maupun kristen konseling merupakan suatu aktivitas yang pada dasarnya sudah ada sejak dahulu, hal ini dapat dilihat dari banyaknya ayat- ayat yang merujuk kepada bimbingan yang terdapat dalam kitab suci kedua agama tersebut, akan tetapi secara substansi konseling religiusitas baru mulai diperkenalkan setelah usainya perang dunia ke dua sekitar abad ke 20-an. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menggali lebih dalam mengenai gagasan munculnya dan upaya pengintegrasian konseling dengan agama terhadap  agama Islam dan Kristen. Penelitian ini berbentuk pustaka (library research) yang sumber datanya dikumpulkan dari berbagai sumber literatur, proses pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, kemudian dilakukan analisis secara abstrak, menyusun dan membuat kategorisasi data untuk mendapatkan data yang valid. Dari penelitian ini ditemukan sebab kemunculan konseling berdasarkan usaha dan gagasan pengintegrasian konseling dan agama dalam aliran kristen dilatar belakangi dengan adanya kebutuhan masyarakat yang harus dilakukan oleh pastor dalam menangani permasalahan, sedangkan dalam agama islam adanya kebutuhan manusia yang  tidak terpenuhi oleh konseling konvensional terhadap hakekat manusia yang sebenarnya.Kata kunci: Konseling Islam, Kristen, Religiusitas
Pencegahan Kecenderungan Narsistik Melalui Kontrol Diri Muliani, Nurintan
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSelf-existence can be done by individuals in various ways so that they can be seen by others. This is a natural thing, but is said to be unnatural when it is done excessively so that it can trigger individuals to experience narcissistic tendencies. Narcissistic tendencies are excessive self-love of oneself without regard to others. Individuals who have narcissistic tendencies will experience anxiety, because they will always try to make themselves look unique, special, and perfect in the eyes of the beholder. If this tendency is allowed to become an abnormal or unhealthy personality. Self-control is one way to prevent an individual's narcissistic tendencies from increasing over time. Self-control is an individual's ability to control, structure, and guide behavior in certain situations that will result in positive behavior. Here the author explains that self-control can prevent narcissistic tendencies seen from the existing literature in the form of journals related to narcissistic tendencies and self-control. Keywords: Narcissistic, Self-control AbstrakEksistensi diri dapat dilakukan individu dengan berbagai macam cara agar dapat terlihat orang lain. Ini merupakan hal yang wajar, namun dikatakan tidak wajar ketika dilakukan secara berlebihan sehingga dapat memicu individu mengalami kecenderungan narsistik. Kecenderungan narsistik merupakan self-love yang berlebihan kepada diri sendiri tanpa memperdulikan individu yang lain. Individu yang memiliki kecenderungan narsistik akan merasakan gelisah, karena mereka akan selalu menampilkan usaha untuk membuat diri mereka terlihat unik, istimewa, dan selalu dikagumi di mata orang yang memandang. Jika kecenderungan ini dibiarkan akan menjadi kepribadian abnormal atau tidak sehat. Kontrol diri merupakan salah satu cara agar kecenderungan narsisitik individu tidak meningkat seiring waktu. Kontrol diri adalah kompetensi individu dalam mengontrol, menyusun, dan membimbing perilaku pada situasi tertentu yang akan menghasilkan perilaku yang positif. Berikut penulis memaparkan bahwa kontrol diri dapat mencegah kecenderungan narsistik dilihat dari literatur-literatur yang ada berupa jurnal-jurnal yang berkaitan dengan kecenderungan narsistik dan kontrol diri.
Eksistensi Tuan Guru Sebagai Rujukan Bimbingan Konseling di Tengah Pandemi Covid-19 sukardiman, sukardiman
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                             AbstrakCounseling guidance in the midst of a pandemic is urgently needed to awaken individuals who are simplistic (underestimate) against government regulations regarding health protocols that must be applied for the common good. In overcoming this problem, Tuan Guru as a role model in the Sasak communityis very much needed, in order to prevent the consequences that can be caused by a handful of people who do not obey and obey  government regulations and appeals, so that the rete of the spread of covid-19 can decrease, even stop. Tuan Guru has the potential and capital to provide religious counseling, namely Tuan Guru has the legitimacy of religious language, where with his religious knowledge they are able to direct the community. Inherent in their personal qualities, so that they become role models for society. This is very much needed by the government, because it can be a positive bridge to avoid miscommunication.Key Word: Counseling Guidance, Tuan Guru, and Covid-19
Pola Pelaksanaan Cyber Konseling sebagai Upaya Pengembangan Program Bimbingan Konseling Hidayat, Arifin Hidayat
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mendorong manusia harus menggunakannya, perkembangan teknologi sudah sampai ke pelosok Desa yang mengakibatkan seluruh lapisan masyarakat merasakan dampaknya, sehingga hampir seluruh masyarakat mampu menggunakan teknologi. Sisi lain ini menjadi peluang badi ilmuan konseling untuk mengembangkan program konseling melalui media. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tentang peluang pengembangan program bimbingan konseling melalui cyber. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metodologi lybrary reseach. Adapun temuan penelitian adalah program bimbingan konseling berbasis internet sangat memungkinkan untuk dikembangkan, bahkan lebih mudah untuk konseli dan konselor melakukan konseling. Ditambah suasana pandemi ini yang mengharuskan untuk jaga jarak semakin tepat untuk mengembangan proses konseling melalui cyber konseling.  

Page 4 of 12 | Total Record : 112