cover
Contact Name
DR. Mohd Rafiq, M.A
Contact Email
irsyad.fdik.iain.psp@gmail.com
Phone
+6282361377086
Journal Mail Official
irsyad.fdik.iain.psp@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. T. Rizal Nurdin, Km.4,5 Sihitang, Kota Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
ISSN : 26859661     EISSN : 27147517     DOI : 10.24952
Core Subject : Social,
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam adalah jurnal ilmiah yang dikembangkan oleh Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan. Jurnal ilmiah ini pertama terbit Volume 1 Nomor 1 Juni 2019. Jurnal Al-Irsyad terbit 2 kali dalam 1 Tahun. Jurnal Al-Irsyad diharapkan mampu menjadi wadah publikasi ilmiah hasil penelitian dan kajian teoritis, memuat isu-isu update (terbaru) dalam pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Alamat redaksi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. 0634 - 22080
Articles 120 Documents
Pemulihan ODGJ Skizofrenia melalui Pendekatan Bio-Psiko-Sosial dan Spiritualitas: Studi Kasus Cantika, Putri; Nadhirah, Yahdinil Firda
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.17669

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa berat yang ditandai oleh gejala kompleks, meliputi delusi, halusinasi, gangguan bicara, perilaku disorganisasi, dan gejala negatif. Gangguan ini tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga memengaruhi relasi sosial, aktivitas sehari-hari, serta makna hidup individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses rehabilitasi pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) skizofrenia melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengalaman subjek, interaksi sosial, dan dinamika pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan ODGJ skizofrenia dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Rehabilitasi psikososial yang menekankan keterampilan hidup, aktivitas keagamaan, serta interaksi sosial terbukti membantu meningkatkan ketahanan psikologis dan identitas diri subjek. Spiritualitas memiliki peran penting sebagai mekanisme koping dan sumber makna hidup, meskipun tantangan masih muncul dari minimnya dukungan keluarga dan stigma masyarakat. Dengan demikian, pemulihan ODGJ skizofrenia memerlukan pendekatan holistik dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga medis, psikolog, tokoh agama, keluarga, serta komunitas.
Strategi Guru BK dalam Membangun Kedisiplinan Siswa: Studi Kasus di MAN 2 Mojokerto Rahmawati, Pudji; Roghibah, Vika Tsalatsun
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.17945

Abstract

This research aims to provide an in-depth description of the strategies employed by Guidance and Counseling (BK) teachers in building student discipline at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mojokerto. This focus was chosen due to the prevalence of undisciplined behavior among students, such as high rates of tardiness, truancy, leaving class without permission, and various other violations of school rules, which negatively impact the effectiveness of the learning process and character formation. To gain a comprehensive understanding of this phenomenon, this study uses a descriptive qualitative approach, with BK teachers and students as research subjects selected through purposive sampling techniques. Research data was obtained through in-depth interviews, direct observation of student behavior, and documentation in the form of violation records and school reports. The research findings indicate that guidance and counseling teachers employ various strategies in fostering student discipline, including individual counseling, group counseling, information services, classical guidance, educational sanctions, and ongoing coordination with homeroom teachers and subject teachers. The approach used does not solely focus on rule enforcement but emphasizes preventive and educational aspects aimed at cultivating self-awareness, a sense of responsibility, and students' intrinsic motivation to comply with school rules. These findings confirm that the role of guidance and counseling teachers is highly significant in shaping a sustainable culture of discipline and supporting the creation of a conducive learning environment oriented toward student character development
"Hubungan Keterlibatan Orang Tua dan Kesehatan Mental Remaja di MA Pondok Pesantren Ar-Rahman Palembang" Hasanah, Uswatun; Fitri, Hartika Utami
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18274

Abstract

Kesehatan mental remaja menjadi perhatian penting seiring meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan emosional yang mereka hadapi. Dalam kondisi tersebut, keterlibatan orang tua berperan signifikan dalam memberikan dukungan emosional, rasa aman, serta stabilitas psikologis. Melalui komunikasi yang efektif, perhatian yang konsisten, dan pendampingan dalam berbagai aktivitas, keterlibatan orang tua mampu memberikan kontribusi pada penguatan kondisi mental remaja. Tujuan penelitian ini pertama, bagaimana mengetahui tingkat keterlibatan orang tua. Kedua untuk mengetahui tingkat kesehatan mental. Dan ketiga melihat seberapa besar hubungan keterlibatan orang tua dengan kesehatan mental remaja di MA Pondok Pesantren Ar-Rahman Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama tingkat keterlibatan orang tua di MA Pondok Pesantren Ar-Rahman berada pada kategori tinggi. Kedua tingkat kesehatan mental remaja di MA Pondok Pesantren Ar-Rahman berada pada kategori tinggi. Dan hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi hubungan keterlibatan orang tua dan kesehatan mental remaja dengan nilai 0,001 0,05. Analisis korelasi pearson menunjukkan koefisien 0,399 0,237. yang menunjukkan terdapat hubungan positif antara keterlibatan orang tua dan kesehatan mental remaja. Maka dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi keterlibatan orang tua, maka semakin tinggi pula kesehatan mental remaja. Begitupun sebaliknya, semakin rendahnya keterlibatan orang tua, semakin rendah pula kesehatan mental remaja.
Implementasi Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Perkembangan Sosial Emosional Siswa Berkebutuhan Khusus di SKH SMANTHA Alwaladi, M. Robbi; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendukung perkembangan sosial-emosional siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Khusus (SKH) SAMANTHA. Siswa berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang sangat beragam, sehingga memerlukan layanan konseling yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga fleksibel dan empatik sesuai kebutuhan individual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi seperti buku kejadian harian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK berperan sebagai konselor, fasilitator, mediator, serta advokat yang mendampingi siswa dalam berbagai situasi sosial-emosional sehari-hari. Guru memberikan layanan konseling individual, bimbingan perilaku, serta pendampingan emosional yang dilakukan secara spontan berdasarkan kondisi yang muncul di kelas. Selain itu, guru BK juga berperan penting dalam menjembatani komunikasi antara sekolah dan orang tua melalui pencatatan rutin perkembangan siswa. Meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya, guru BK tetap menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan pendekatan yang adaptif. Secara keseluruhan, peran guru BK di SKH SAMANTHA terbukti berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan sosial, regulasi emosi, dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus, meskipun dukungan kelembagaan yang lebih optimal masih sangat diperlukan.
Implementasi Layanan Konseling Karir untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja Peserta Didik Harahap, Darwin; Daulay, Fadil Badru
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18608

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kesiapan kerja peserta didik yang akan memasuki dunia kerja. Banyak lulusan sekolah yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan tuntutan industri karena minimnya pemahaman tentang potensi diri, perencanaan karir, dan keterampilan kerja. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi layanan konseling karir dapat meningkatkan kesiapan kerja peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan konseling karir serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan kesiapan kerja peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah peserta didik tingkat akhir di salah satu sekolah menengah kejuruan, konselor sekolah, dan guru pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling karir yang dilaksanakan secara terstruktur, meliputi asesmen minat dan bakat, pemberian informasi dunia kerja, pelatihan keterampilan wawancara, serta bimbingan penyusunan curriculum vitae, mampu meningkatkan kesiapan kerja peserta didik. Peserta didik menunjukkan perkembangan dalam aspek kognitif (pemahaman karir), afektif (motivasi dan sikap kerja), dan psikomotorik (keterampilan praktis). Selain itu, keterlibatan aktif konselor dan dukungan sekolah menjadi faktor penting keberhasilan program. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi layanan konseling karir efektif untuk meningkatkan kesiapan kerja peserta didik. Oleh karena itu, layanan ini perlu dikembangkan secara berkesinambungan dan terintegrasi dalam program sekolah agar lulusan lebih siap menghadapi dunia kerja.
Analisis Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Anak Autisme Qistina, Khodijah Ratu; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi peran orang tua dalam dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autisme. Anak dengan autisme mengalami gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, minat, dan perilaku. Mereka sering menunjukkan kesulitan mempertahankan kontak mata, sensitif terhadap rangsangan sensorik, mengalami hambatan berbicara, dan kesulitan memahami pesan verbal maupun nonverbal. Kondisi ini menyebabkan anak autisme menghadapi tantangan besar dalam menjalin hubungan dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, baik dengan teman sebaya, guru, terapis, maupun keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autisme melalui strategi, pendekatan, dan pola pengasuhan di lingkungan rumah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan informan yang telah memberikan persetujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai fasilitator, motivator, dan model dalam perkembangan sosial anak autisme. Melalui penerapan metode ABA (Applied Behavior Analysis) dan terapi bermain, orang tua dapat membantu anak meningkatkan kemampuan komunikasi, melatih interaksi timbal balik, dan mengembangkan keterampilan sosial dasar dalam rutinitas sehari-hari. Penelitian menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua, kolaborasi dengan tenaga profesional seperti guru, psikolog, dan terapis, serta penerapan strategi yang konsisten dan terstruktur menjadi kunci keberhasilan dalam membantu anak autisme mengembangkan kemampuan interaksi sosial dan beradaptasi dalam masyarakat.
Manajemen Kelas Inklusif: Kolaborasi Guru Kelas dan Guru Pembimbing Khusus Ridwan, Mochamad Fariz; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18505

Abstract

Manajemen kelas inklusif merupakan elemen kunci dalam memberikan hak pendidikan yang setara bagi seluruh siswa, termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Keberhasilan kelas inklusif sangat bergantung pada kolaborasi strategis antara Guru Kelas (GK) dan Guru Pembimbing Khusus (GPK). Dokumen ini membahas mengenai pembagian peran, strategi pengajaran tim (co-teaching), serta pentingnya koordinasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aksesibel dan non-diskriminatif. Melalui sinergi yang tepat, hambatan belajar dapat diminimalisir dan potensi setiap siswa dapat dioptimalkan. Dengan demikian, manajemen kelas inklusif bukan hanya sekadar penyesuaian teknis, melainkan sebuah transformasi ideologis untuk mewujudkan keadilan sosial di lingkungan sekolah. Dalam implementasinya, GK bertanggung jawab atas manajemen kurikulum umum dan dinamika kelas secara luas, sementara GPK memberikan dukungan spesifik melalui modifikasi materi dan intervensi perilaku sesuai profil unik PDBK. Kolaborasi ini sering diwujudkan melalui strategi co-teaching (pengajaran tim), di mana kedua guru berbagi tanggung jawab dalam merencanakan, menyampaikan, dan mengevaluasi pembelajaran.
Konseling Komunitas Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja Kantor Urusan Agama Studi Kasus Pendekatan Preventif dan Interventif Jamilah, Zamzam
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18422

Abstract

Mental health among employees and communities interacting with the Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama/KUA) has become a crucial issue due to increasing workloads, family-related problems, and demands for value-based public services. KUA functions not only as an administrative religious institution but also as a strategic social space for strengthening mental and family resilience. This study aims to analyze the implementation of community-based mental health counseling in the KUA work environment and to evaluate its effectiveness through a case study approach. This research employed a qualitative method using a case study design, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that community counseling grounded in religious and cultural values at KUA enhances mental health awareness, reduces psychological stress, and strengthens both preventive and curative functions of religious services.
Integrasi Teknik Sosiodrama dalam Layanan Bimbingan Kelompok sebagai Strategi Anti-Bullying Muin, Siti Rahma Wulan; Fajar, Akhmad; Santosa, Hardi
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.17035

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas integrasi teknik sosiodrama dalam layanan bimbingan kelompok sebagai upaya preventif dan korektif terhadap perilaku bullying di sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis 11 artikel ilmiah yang relevan dari rentang tahun 2015–2025, yang diseleksi melalui model PRISMA. Hasil observasi menunjukkan bahwa bullying merupakan masalah krusial di sekolah dengan dampak multidimensi, dipengaruhi oleh faktor individu, keluarga, sosial, dan sekolah. Layanan bimbingan kelompok berperan penting sebagai media pembelajaran sosial, memungkinkan internalisasi nilai moral secara efektif. Teknik sosiodrama, sebagai intervensi inovatif yang melibatkan pementasan situasi sosial, terbukti mampu meningkatkan empati, keterampilan interpersonal, dan kesadaran siswa tentang dampak bullying. Implementasi sosiodrama melalui tahapan pembukaan, penyusunan skenario, pementasan, refleksi, dan penarikan makna, menciptakan proses belajar yang partisipatif dan mendalam. Studi ini menyimpulkan bahwa sosiodrama sangat efektif dalam menurunkan intensitas bullying serta membentuk nilai anti-kekerasan, menjadikannya strategi yang direkomendasikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif
Implementasi Bimbingan Dan Konseling Spiritual Dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa SMKN Tengaran Aisyahri, Tya; Ningtyas, Regina Dwi Cahya; Nugroho, Muhammad Aji
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.17859

Abstract

Deviant behavior among vocational high school students often arises from complex factors, including identity crises, emotional instability, and a sense of spiritual emptiness. These conditions indicate that interventions aimed at addressing student misconduct should not be limited to cognitive, behavioral, or socio-cultural approaches alone, but must also consider the spiritual dimension as an integral aspect of human development. From an Islamic perspective, humans are not merely psychological and social beings but are also creatures of Allah SWT who require guidance rooted in faith, moral values, and inner peace. Therefore, the implementation of guidance and counseling services in educational institutions needs to adopt a holistic framework that integrates spiritual values alongside conventional counseling principles. This study aims to describe the implementation of spiritually-based Guidance and Counseling (BK) in addressing various forms of deviant behavior among students at SMKN Tengaran. The research employs a descriptive qualitative approach with a literature-based design. Data were collected through in-depth interviews with guidance and counseling teachers, students who participated in counseling services, and direct observations of guidance and counseling practices conducted at the school. The collected data were analyzed to identify patterns, strategies, and outcomes related to the application of spiritually-oriented counseling. The findings reveal that spiritually-based Guidance and Counseling plays a significant role in helping students internalize positive moral and religious values, develop self-awareness, and strengthen their spiritual resilience. This approach encourages students to reflect on their behavior, enhance their relationship with Allah SWT, and foster a sense of responsibility toward themselves and their social environment. Overall, spiritually-based counseling emerges as a relevant and effective intervention model for vocational high school students, offering a comprehensive solution to deviant behavior by addressing both external actions and internal spiritual conditions

Page 12 of 12 | Total Record : 120