cover
Contact Name
Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Contact Email
bangkit@pertanian.go.id
Phone
+6285879835754
Journal Mail Official
triton@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jl. SPMA Reremi 143. Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat – Kode Pos 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Triton
ISSN : 20853823     EISSN : 27453650     DOI : 10.47687
Jurnal Triton Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered number p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650 is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON" : 10 Documents clear
PROTEIN IDEAL DAN EFISIENSI PAKAN ITIK PEKIN DEWASA Agung Prabowo
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dibuat untuk memberikan informasi tentang protein ideal yang dibutuhkan oleh itik Pekin dewasa. Protein ideal pakan adalah protein pakan yang asam-asam amino penyusunnya secara ekonomis sesuai dengan kebutuhan ternak. Pakan yang baik mengandung asam-asam amino yang seimbang sesuai dengan kebutuhan ternak sehingga sisa asam-asam amino yang terbuang bersama ekskreta sangat rendah. Simulasi dilakukan untuk menyusun pakan itik Pekin dewasa dengan kandungan protein kasar (PK) pakan 13% (P13), 14% (P14), dan 15% (P15). Simulasi untuk masingmasing pakan diulang sebanyak 9 kali. Bahan pakan yang digunakan untuk simulasi, yaitu: dedak halus padi, jagung, dan tepung ikan. Selisih kebutuhan dan ketersediaan asam-asam amino pakan untuk P13 (isoleusin 0,12%; leusin 0,32%; lisin -0,02%; metionin 0,04%; metionin + sistin 0,03%; triptofan 0,06%; valin 0,28%), P14 (isoleusin 0,16%; leusin 0,38%; lisin 0,06%; metionin 0,07%; metionin + sistin 0,07%; triptofan 0,06%; valin 0,34%), dan P15 (isoleusin 0,21%; leusin 0,47%; lisin 0,15%; metionin 0,09%; metionin + sistin 0,08%; triptofan 0,07%; valin 0,39%). Hasil simulasi menunjukkan bahwa protein ideal untuk itik Pekin dewasa adalah 14% dengan selisih antara kebutuhan dan ketersediaan asam amino isoleusin 0,16%, leusin 0,38%, lisin 0,06%, metionin 0,07%, metionin + sistin 0,07%, triptofan 0,06%, dan valin 0,34% dengan harga pakan Rp 6.618,04.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI VARIETAS CIGEULIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HAZTON DI KAMPUNG PRAFI MULYA DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI Cheppy Wati
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan analisis usaha tani budidaya tanaman padi dengan system hazton di Kampung Prafi Mulya Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Penelitian dilaksanakan selama 1 periode tanam yaitu dari bulan Agustus sampai Oktober 2017. Lokasi penelitian dilaksanakan di Lahan Sawah Milik Kelompok Tani di Kampung Prafi Mulya Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Metode pelaksanaan penelitian melalui studi pustaka dan demplot tanaman padi dengan system hazton. Data yang dikumpulkan berupa data produksi, harga penjualan, dan biaya pengeluaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis usaha tani tanaman padi dengan menggunakan system hazton jarwo di Kampung Prafi Mulya Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Propinsi Papua Barat layak untuk diusahakan dimana nilai R/C ratio 2,64 > 1.
KAJIAN ADAPTASI VARIETAS UNGGUL BARU PADI SAWAH PADA MUSIM HUJAN DAN KEMARAU DI SULAWESI TENGGARA Samrin; Johanes Amirullah
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan varietas secara terus menerus dari musim ke musim dalam satu hamparan akan berdampak negatif yaitu produktivitas padi cenderung menurun. Pergiliran varietas dengan penggunaan varietas unggul baru perlu dilakukan. Diharapkan varietas unggul baru ini mempunyai produktivitas yang lebih tinggi dan berumur lebih genjah dibandingkan dengan varietas yang selama ini dikembangkan oleh petani. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui tingkat adaptasi beberapa varietas unggul baru (VUB) yang diharapkan dapat memberikan peningkatan produksi di Sulawesi tenggara. Kegiatan pengkajian ini dilakukan di Kebun Percobaan Wawotobi BPTP Balitbangtan Sulawesi tenggara yang terletak di Kelurahan Lalosabila Kec. Wawotobi Kab. Konawe pada musim hujan (MH) dan musim kemarau (MK) Tahun 2016. Kajian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan, Sebagai perlakuan 5 varietas unggul baru (VUB) yaitu Inpari 6 Jete, Inpari 15 Parahyangan, Inpari 30 Ciherang Sub 1, Mekongga, dan Ciherang. Setiap perlakuan di ulang sebanyak empat kali, sehingga terdapat 20 petak pengamatan . Luas petak pengamatan 10 m x 10 m. Sampel pengamatan diambil secara diagonal pada tiap petak sebanyak 10 rumpun per petak. Sehingga didapatkan 200 sampel pengamatan per rumpun. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa pada musim hujan (MH) dan musim kemarau (MK), Inpari 30 memberi produksi tertinggi yaitu 6,25 t/ha dibandingkan dengan 4 varietas lainnya.
PENGARUH PEMBERIAN BATANG DAN KULIT PISANG SEBAGAI PAKAN FERMENTASI UNTUK TERNAK SAPI POTONG Susan C. Labatar
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Pemberian Batang dan Kulit Pisang Sebagai Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Potong. Pakan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam beternak sapi potong. Syarat pakan yang diberikan harus berkualitas, mengandung zat gizi untuk kebutuhan hidup pokok ternak sapi potong. Salah satu bahan pakan yang diberikan pada ternak pada saat musim kemarau adalah batang pisang, kulit pisang yang dapat diolah dalam bentuk pakan fermentasi untuk memenuhi kebutuhan ternak sapi. Kebanyakan para pembudidaya tanaman pisang hanya membuang atau membiarkan batang pisang hingga busuk begitu saja setelah dipanen buahnya. Di Kabupaten Manokwari umumnya, nilai ekonomis dari batang pisang dan kulit pisang belum dimanfaatkan, batang pisang masih memiliki potensi lain yang berguna yaitu sebagai bahan baku pakan ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan November 2017, tempat pelaksanaan di Kampus STPP Manokwari, bertujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian batang dan kulit pisang sebagai pakan fermentasi terhadap pertambahan berat badan ternak sapi potong. Hasil penelitian diperoleh Pada perlakuan A0 ( tanpa pemberian pakan fermentasi ada pertambahan berat badan antara 0,98 kg per ekor per hari, pada perlakuan A1 (penambahan pakan fermentasi 20 %), terjadi pertambahan berat badan 2,41 kg per ekor per hari, sedangkan pada perlakuan A2 (penambahan pakan fermentasi 30 %) pertambahan berat badan 2,71 kg per ekor per hari. Hasil analisis SPSS versi 22, menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi batang dan kulit pisang pada level 20 % dan 30 % memberikan pengaruh nyata ( P < 0,05) , pada pertambahan berat badan harian.
NILAI EKONOMIS JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN SAPI Johanes Amirrullah; Agung Prabowo
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya pakan merupakan faktor produksi yang terbesar dalam usaha ternak. Untuk meningkatkan efisiensi pakan perlu memanfaatkan limbah pertanian. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang masih dapat dimanfaatkan untuk pakan sapi. Jerami padi yang melimpah merupakan sumber pakan sapi yang cukup menjanjikan, namun kecernaan dan proteinnya rendah sehingga jerami padi tidak dapat digunakan sebagai pakan tunggal. Tulisan ini bertujuan memberikan informasi tentang proporsi maksimal jerami padi dalam pakan sapi jantan sehingga pakan menjadi lebih menguntungkan. Bahan pakan yang digunakan untuk menyusun pakan, yaitu: jerami padi, rumput gajah, dedak halus padi, dan dolomit. Pakan disusun berdasarkan bobot badan 200 kg, 250 kg, dan 300 kg dengan target pertambahan bobot badan harian (PBBH) untuk masing-masing bobot badan, yaitu: 0,0 kg, 0,1 kg, 0,2 kg, 0,3 kg, 0,4 kg, dan 0,5 kg. Penyusunan pakan dilakukan dengan cara coba-coba (trial and error method) dengan menggunakan aplikasi formulasi pakan sapi potong. Sebagai pedoman, proporsi jerami padi dibuat semaksimal mungkin sehingga pakan yang disusun diharapkan murah dan memenuhi kebutuhan gizi ternak. Proporsi jerami padi dalam pakan semakin rendah dengan bertambahnya target pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi jantan. Proporsi Jerami padi 14,61% dalam pakan sapi jantan dengan bobot badan 200 kg dan target PBBH 0,5 kg memberikan perkiraan keuntungan terbesar (Rp 7.166,90). Perkiraan keuntungan lebih tinggi pada sapi dengan bobot badan lebih rendah.
EVALUASI PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PETANI DALAM PEMBUATAN KOMPOS JERAMI PADI DI KELOMPOK KARYA BERSAMA PAMPANGAN KAB. OGAN KOMERING ILIR Sih Nugrahini Widiastuti; Yayan Suryana; Agung Prabowo
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan evaluasi terhadap tingkat kemampuan petani dalam pembuatan dan penggunaan kompos jerami padi dilaksanakan di kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada bulan Oktober 2016. Penentuan lokasi kecamatan menjadi sampel kegiatan dilakukan secara sengaja berdasarkan data dari Dinas Peternakan Ogan Komering Ilir, yaitu kecamatan yang memiliki kelompok ternak Kerbau Pampangan. Efektifitas Penyuluhan (EP) terhadap sikap/minat petani sebesar 54,8 % (efektif), Efektifitas Perubahan Prilaku (EPP) = 91,6 % ( sangat efektif ) serta tingkat perubahan kemampuan petani (Efektifitas Perubahan Perilaku) dalam pembuatan dan penggunaan kompos jerami padi sebelum dan sesudah pendampingan di Kabupaten Ogan Komering Ilir meningkat 84,54 % dan tergolong sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan petani.
RESPON FISIOLOGIS DAN HEMATOLOGIS KAMBING PERANAKAN ETAWAH TERHADAP CEKAMAN PANAS Enos The
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kambing Peranakan Etawah(PE) merupakan ternak ruminansia kecil hasil persilangan antara kambing Etawah dengan kambing Kacang, diintroduksikan ke kabupaten Manokwari pada tahun 2007. Ternak dapat berproduksi dengan baik bila berada pada lingkungan dengan temperatur yang nyaman (ZonaTemperatur Netral). Di daerah tropis,temperatur pada siang hari relatif panas dengan radiasi sinar matahari relatif tinggi. Bila kambing diekspose pada terik sinar matahari, diduga kambing tersebut mengalami cekaman panas yang dapat berakibat buruk terhadap kondisi fisiologis dan hematologisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari respon fisiologis dan hematologis kambing PE terhadap cekaman panas. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Udapi Hilir SP IV Kabupaten Manokwari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Kambing sebanyak 8 ekor, dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok yang tidak diekspose dan Kelompok yang diekspose pada sinar matahari. Masing-masing kelompok terdiri dari jantan muda, betina muda, jantan dewasa, betina dewasa. Variabel yang diamati meliputi aspek fisiologis (denyut jantung, temperatur rektal, frekuensi pernafasan) dan aspek hematologis (kadar hemoglobin, nilai hematokrit, jumlah eritrosit, jumlah leukosit). Hasil penelitian menunjukkan Interaksi antara status ternak kambing dan cekaman panas tidak berpengaruh terhadap variabel aspek fisiologis (denyut jantung, temperatur rektal, frekuensi pernafasan), namun berpengaruh sangat nyata pada beberapa variabel aspek hematologis yaitu kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit. Status ternak berpengaruh sangat nyata terhadap beberapa variabel aspek fisiologis yaitu temperatur rektal, frekuensi pernafasan) dan variabel aspek hematologis yaitu hemoglobin, hematokrit dan eritrosit.Perlakuan cekaman panas berpengaruh sangat nyata terhadap variabel aspek fisiologis yaitu denyut jantung, temperatur rektal dan pernafasan sedangkan pada variabel aspek hematologis berpengaruh nyata pada kadar hemoglobin, berpengaruh sangat nyata pada nilai hematokrit dan kadar eritrosit.
PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM PAPAIN DI DESA GERBO KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR Rita Rosana Mesu; Fadil M; Latarus Fangohoi
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa merupakan tanaman perkebuanan yang dapat tumbuh pada daerah tropis, dan selama ini masyarakat masih mengolah buah kelapa menjadi minyak goreng. Penganekaragaman pengolahan buah kelapa perlu adanya inovasi baru dalam pengolahan buah kelapa tanpa menggunakan panas. Penelitian ini untuk mengetahui berbagai macam metode untuk memanfaatkan daging buah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dan lama waktu pengadukan yang tepat dalam pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan penambahan enzim papain dan pengasaman. Penelitian ini dilakukan di Desa Gerbo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, Rancangan Faktorial RAL dua Faktor dengan menggunakan 3 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan. Untuk mengetahui rendemen minyak kelapa murni yang dihasilkan melalui proses pengadukan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan enzim papain dan pengasaman memberikan hasil yang baik, namun hasil yang terbaik dalam pengolahan VCO pada perlakuan pengasaman yang memberikan pengaruh terhadap warna aroma dan kekentalan. Kesimpulan adalah waktu yang tepat dalam menghasilkan Virgin Coconut Oil (VCO) adalah dengan menggunakan pengasman dan pengadukan dengan lama waktu 40 menit sehingga minyak yang dihasilakn juga dengan warna yang bening dan aroma khas kelapa.
KEMAMPUAN PETERNAK DALAM MENDETEKSI BERAHI (ESTRUS) PADA SAPI BALI, MENDUKUNG PELAKSANAAN INSEMINASI BUATAN (IB) DI KAMPUNG MANTEDI DISTRIK MASNI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Surani Jurame; Sritiasni; Immanuel Womsiwor
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian KIPA ini antara lain : 1. Peternak dapat mengetahui gejala-gejala berahi (estrus); 2. Mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan peternak tentang deteksi berahi sehingga peternak sapi dapat mengetahui gejala-gejala berahi secara spesifik agar dapat meningkatkan ketepatan dalam mengawinkan ternak sapi terutama kawin suntik atau inseminasi buatan. Sasaran penyuluhan adalah petani peternak di Kampung Mantedi sebanyak 30 orang sebagai responden. Media yang digunakan adalah folder dan Peta Singkap. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan sebagai pengaruh penyuluhan dilakukan evaluasi melalui tes Awal dan tes Akhir (Pre Test dan Post Test). Tingkat pengetahuan responden dikelompokkan dalam kriteria rendah (10 – 40), sedang (> 40 – 70) dan tinggi (> 70 – 100). Hasil evaluasi menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dari kriteria tidak mengetahui (32,8) menjadi kriteria mengetahui (76,6). Keterampilan peternak dalam mendeteksi berahi masuk dalam kategori cukup terampil dengan memperoleh nilai rata-rata (39,83). Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan tentang deteksi berahi dapat menentukan keberhasilan inseminasi buatan (IB) dapat disimpulkan bahwa pada saat pre test atau sebelum diberikan penyuluhan petani responden termasuk dalam kategori tidak mengetahui dan setelah dilakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan petani responden meningkat menjadi kategori mengetahui. Penyuluhan telah dapat meningkatkan pengetahuan peternak. Hal ini menunjukkan bahwa materi, metoda dan teknik penyuluhan sesuai dengan kebutuhan petani ternak.
PENGARUH BERBAGAI MACAM LITTER TERHADAP PERTUMBUHAN AYAM BROILER Edi Purwono
JURNAL TRITON Vol 9 No 1 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bergagai macam litter terhadap pertumbuhan ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari (usia ayam mencapai 4 minggu) di Lingkungan Kampus Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Manokwari pada bulan Mei tahun 2018.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimana sampel dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 133 ekor ayam broiler. Pada kelompok perlakuan 1 (K1) menggunakan litter jerami padi, kelompok 2 (K2) menggunakan litter dan kelompok 3 (K3) menggunakan litter sekapan/serutan kayu. selain perlakuan litter ayam mendapatkan perlakuan yang sama. Pada hari ke-7, hari ke-14, dan hari ke-21 masing masing sampel ditimbang untuk mengetahui pertumbuhan ayam broiler dan pada hari ke-28 sampel ditimbang kembali untuk memperoleh data akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara masing-masing perlakuan dimana kelompok yang diberi perlakuan dengan menggunakan litter dari serbuk gergaji (K3) memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan yang diberi perlakuan litter jerami (K1) dan sekam(kulit) padi (K2). Berdasarkan hasil uji T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberi perlakuan jerami (K1) sebagai pembanding dengan kelompok yang diberi perlakuan sekam (kulit) padi (K2) dan kelompok yang diberi perlakuan serbuk gergaji (K3) sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis litter (jerami, sekam (kulit) padi dan serbuk gergaji) memberikan pengaruh terhadap pertambahan berat badan ayam broiler.

Page 1 of 1 | Total Record : 10