cover
Contact Name
Hoiruddin Fathurohman
Contact Email
ssyarah077@gmail.com
Phone
+6289618357674
Journal Mail Official
syntaxbandung@gmail.com
Editorial Address
Perum Derwati Mas Jl. Derwati Mas, No.20 Rancasari, Ciwastra - Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Published by Cv.Rifainstitut
Syntax Imperatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan adalah jurnal yang diterbitkan dua bulan sekali oleh CV. Syntax Corporation Indonesia. Jurnal Syntax Imperatif akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cangkupan ilmu sosial dan pendidikan. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah atas issue penting dan terkini atau resensi buku ilmiah.
Articles 600 Documents
Pengaturan terhadap Rangkap Jabatan sebagai Menteri sekaligus Pemimpin Daerah dalam Pandangan Politik Hukum Indonesia Dita Rosalia Arini
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v3i2.156

Abstract

Konsep tatanan pemerintahan yang dirumuskan melalui hukum tata negara yang tertuang dalam tujuan dan cita-cita negara Indonesia, mengharuskan penyelenggaraan tatanan pemerintahan berdasarkan ketentun perundang-undangan yang berlaku, hal ini dikarenakan Indonesia adalah negara hukum. Terlaksananya tugas dan fungsi untuk mencapai tujuan negara tidak terlepas dari pemangku jabatan yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Perihal rangkap jabatan menyangkut etika moral dan kultur birokrasi. Permasalahan yang diangkat adalah Apakah fenomena terhadap isu rangkap jabatan diatur dan diperbolehkan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia? Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan nomatif yuridis. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat bagaimana berbagai praktik dan regulasi yang memiliki kaitan dengan upaya kultur birokrasi di Indonesia terhadap fenomena rangkap jabatan Hasil dari penelitian menunjukkan tidak adanya aturan undang-undang yang mengatur mengenai larangan rangkap jabatan rangkap jabatan dapat menimbulkan konflik kepentingan. Praktik rangkap jabatan harus dihilangkan dalam penyelenggaran negara. Nilai-nilai etika dan moral dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan suatu negara. Dengan kata lain, rangkap jabatan dapat menimbulkan konflik kepentingan antara masing-masing jabatan yang diduduki
Bahasa Ibu dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) Aditya Permana; Rahman Rahman; Leni Kurniasari; Bambang Wijayadikusumah
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 6 (2021): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v2i6.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bahasa ibu dalam pembelajaran dan keurgensian penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi, untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara semi-struktural, dan dokumentasi kepada 14 partisipan sebagai sampel. Selanjutnya, penelitian ini tentang bahasa ibu yang digunakan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, peneliti menunjukan bahwa guru dan siswa mengunakan bahasa ibu dalam lingkungan sekolah, diluar pembelajaran dan dalam pembelajaran (apersepsi, eksplorasi, evaluasi tindak lanjut dan penutup). Faktor-faktor yang melandasi keurgensian bahasa ibu dalam kegiatan pembelajaran yaitu, (1) bahasa ibu dianggap sebagai sarana pengembangan karakter siswa. (2) Geografis. (3) Kebiasaan. (4) Adanya persepsi guru dalam penggunaan bahasa ibu dikelas sebagai strategi guna menarik perhatian siswa, memudahkan penyerapan materi bagi siswa. (5) Kemudahan. (6) Hasil, dengan :(a) meningkatan rasa percaya diri siswa dalam kegiatan belajar. (b) Meningkatkan kemampuan berbicara siswa. (c) Memberikan siswa kemudahan dalam memahami materi pelajaran. (d) Menjadikan siswa berperan aktif dalam pembelajaran, dan (e) memberikan rasa nyaman terhadap siswa sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih kondusif, dimana guru dan siswa saling memberikan umpan balik dalam kegiatan pembelaran
Penerapan Pola Hidup Bersih dalam Upaya Penguatan Pembelajaran Akidah Akhlak kelas VIII di MTS Al-Arief Jati Giliraja 2021 Jauharotul Makniyah; Siti Eltifia
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v3i2.157

Abstract

Kesadaran akan lingkungan tidak akan terjadi apabila tidak ada nilai–nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam dirinya yang dapat membangkitkan kesadaran seseorang kepada lingkungannya. Nilai–nilai tersebut menyadarkan seseorang dalam mengenai permasalahan yang ada dilingkungannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam penerapan pola hidup bersih dalam memperkuat pembelajaran Akidah Akhlak untuk kelas VIII di MTS Al-Arief Jati Giliraja serta Faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pola hidup bersih dalam upaya memperkuat pembelajaran Akidah Akhlak kelas VIII di MTS Al-Arief Jati Giliraja Peneliti menggunakan pendekatan bidang kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk validitas data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan Ada bebrapa kegiatan bersih-bersih di lembaga Al-Arief, yaitu dlohir dan kegiatan batin, sehingga kegiatan bersih-bersih tidak hanya fisik, tetapi juga spiritual. kebersihan fisik atau terlihat (terlihat oleh mata) seperti, membuang sampah pada tempatnya, melakukan piket kelas setiap hari, dan Bakti Sosial yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali setiap minggu pagi sampai selesai. Pembiasaan hidup bersih yang dimunculkan oleh anak bervariasi, ada anak yang memunculkan pembiasaan perilaku hidup bersih seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga pakaian sehingaga pakaiannya menjadi kotor. Pembiasaan perilaku Hidup bersih tersebut sering dimunculkan oleh anak pada saat menjaga kebersihan sekolah. Hal ini dapat dilihat dari program pembiasaan Perilaku Hidup Besih yang ada di lembaga kita
Peningkatan Keterampilan Menyimak Konsentrasi Melalui Guided Listening Materi Teks Ekplanasi di Kelas VI Evi Juliyani Esa Putri H; Rahman Rahman; Ahmad Wahid Fudhaily; Fajriani Ulfa Firdaus
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 6 (2021): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i6.129

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih lemahnya keterampilan menyimak konsentrasi siswa pada materi teks eksplanasi. Untuk meningkatkan keterampilan menyimak konsentrasi pada materi teks eksplanasi dapat menerapkan pembelajaran dengan Model Guided Listening. Model guided listening adalah cara untuk meningkatkan keterampilan menyimak dengan memanfaatkan metakognitif siswa. Sekaitan dengan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa kelas VI dalam menyimak konsentrasi setelah menggunakan model guided listening. Tahapan pada model guided listening yaitu (1) tahap prasimak (2) tahap menyimak (3) tahap pascasimak. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitiannya menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik tes, lembar observasi dan lembar pengamatan. Data yang diolah adalah skor tes kemampuan menyimak konsentrasi sesudah menggunakan model guided listening. Adapun yang menjadi respondennya adalah 24 orang siswa kelas VI (enam) SD Negeri Mega Eltra Kecamatan Kesambi Kota Cirebon. Treatment dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan pada siklus 1 nilai rata-rata adalah 60,83 dengan presentase siswa yang memperoleh nilai diatas KKM sebesar 61%. Sedangkan untuk nilai rata-rata siklus II adalah 89,17 dengan presentase 95,83%. Peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 28,34 dan peningkatan presentase siswa yang memperoleh nilai diatas KKM dari siklus I ke siklus II sebesar 34,83%
Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Arief Hidayat; Syarah Siti Maesyaroh
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.159

Abstract

Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Gadget biasanya digunakan oleh orang dewasa untuk komunikasi dan memperoleh informasi, tetapi saat ini banyak digunakan oleh anak usia dini. Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan gadget (aplikasi, durasi dan intensitas), dampak penggunaan gadget (baik positif maupun negatif) dan cara mengatasi dampak negatif penggunaan gadget pada anak usia dini di SPS Harapan Bangsa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SPS Harapan Bangsa. Dalam penelitian ini sampel dipilih secara purposif dengan menggunakan teknik snowball sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara. Bentuk penggunaan gadget pada anak usia dini di SPS Harapan Bangsa hanya sebatas menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu diantaranya yaitu game, youtube dan membuka galeri (foto dan video) serta musik. Dalam penggunaannya pun sebagian besar siswa SPS Harapan Bangsa termasuk dalam kategori rendah yaitu dengan durasi 0-15 menit dengan intensitas 1-2 kali dalam seharinya. Orangtua sebagai kunci utama seharusnya dapat menjadi contoh atau teladan yang baik saat menggunakan gadget dan hendaknya orangtua mempertimbangkan kembali dampak yang akan ditimbulkan saat ingin memberikan gadget atau membelikan gadget khusus untuk anak karena anak pada usia 0-6 tahun merupakan masa keemasan (Golden Age), dimana anak pada usia tersebut lebih baik di arahkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang tumbuh kembang anak tanpa menggunakan gadget.
Implementasi Program Pegembangan Keberagamaan Peserta Didik di MA YPI Cikujang Kab. Bandung Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19 Erlita Octiana Nur’alimah
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 6 (2021): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i6.155

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mewabah di Indonesia sejak Maret 2020, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa pembelajaran dilakukan secara jarak jauh (daring). Kebijakan ini membuat pembelajaran dan juga program sekolah mengalami perubahan termasuk program keberagamaan yang telah terlaksana di madrasah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebijakan madrasah mengambil solusi dalam pelaksanaan program di madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan penelitian lapangan, data diperoleh dari Kepala Madrasah Aliyah YPI Cikujang Kec. Pacet Kab. Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa program keagamaan yang dilakasnakan sebelum terjadinya pandemi COVID-19 yaitu pembiasaan membaca surat pendek, tilawah al-Qur’an, shalat dhuha, ekstrakurikuler dakwah dan BTQ, praktek ibadah seperti fiqih, tahfidz dan do’a-do’a, dan peringatan hari besar keagamaan. Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan pada saat terjadinya pandemi COVID-19 yaitu dengan menggunakan lembar kegiatan amaliyah yang didalamnya berupa kegiatan ibadah dan muamalah diantaranya shalat berjamaah di mesjid, shalat sunnah rawatib, shalat tahajud, shalat dhuha, tilawah qur’an, membantu orang tua, saum sunnah, olah raga dan silaturahmi.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga untuk Membentuk Akhlak Siswa Aspi Nurillah Rahmawati; Rifqi Fauzan Sholeh
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v3i2.160

Abstract

Di masa sulit seperti pandemi ini kegiatan manusia sehari-hari yang terjadi selama 1 tahun terakhir di semua negara khususnya negara Indonesia membuat dibatasinya kegiatan anak pada tempat umum dan belajar dari rumah, kegaiatan peserta didikpun terusik saat melakukan pembelajaran di sekolah, pendidikan agama Islam di lingkungan keluarga merupakan satu jalan keluar untuk menumbuhkan dan memperlengkapi peserta didik agar mempunyai pemahaman tentang akhlak baik, religious, berperilaku baik, dan sopan santun meskipun harus belajar di rumah. Penelitian ini bertujuan un tuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana proses, materi dan faktor pendukung dan penghambat orang tua dalam memberikan pendidikan agama islam dalam keluarga untuk membentuk akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan data penelitian kualitatif lapangan (field research) penelitian ini mengharuskan penulis terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan. Dalam proses rata-rata orang tua menggunakan metode yang digunakan rata-rata metode pembiasaan dan nasihat. Materi yang disampaikan yaitu: adab kepada Allah Azza Wa Jalla, adab kepada Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, adab kepada diri sendiri dan adab kepada tumbuhan. Faktor penghambatnya yaitu kurang sadarnya orangtua terhadap pembentukan akhlak dalam keluarga, kemudian penggunaan smartphone yang tidak terkontrol dan faktor pendukungnya yaitu sudah adanya kesadaran orang tua terhadap pentingnya Pendidikan agama Islam dalam keluarga, dan kesadaran, kemandirian anak memudahkan orang tua memberikan materi pembelajaran akhlak khusunya. Dengan itu pencapaian akhlak siswa tidak bisa ditentukan atau tidaknya karena pendidikan akhlak yang bersifat pendidikan bersifat seumur hidup, masih perlu usaha orangtua terhadap pembentukan akhlak dalam keluarga
Pola Komunikasi Interpersonal dalam Membentuk Keluarga Sakinah Mawadah dan Rahmah Mira Santika; Ahmad Zaki Abdul Aziz
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v3i2.161

Abstract

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan dua orang atau lebih yang biasanya tidak diatur secara formal. Komunikasi ini meliputi komunikasi jarak jauh. Salah satunya yang dilakukan oleh TKW dengan keluarganya agar tetap terjalin keharmonisan dalam rumah tangga demi menghasilkan keluarga sakinah mawadah dan rahmah. Komunikasi yang dilakukan TKW dan keluarganya seolah mempunyai jadwal khusus untuk sekedar mengetahui kabar satu sama lain, Hal ini mengingat waktu dan tempat yang jauh berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara TKW dan keluarganya berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Komunikasi jarak jauh yang dilakukan TKW dan keluarganya mempunyai hambatan tersendiri. Cara mereka berkomunikasi dengan keluarganya menjadi alasan utama yang sangat penting untuk tetap menjaga keharmonisan rumah tangga. Komunikasi yang dilakukan oleh TKW dengan keluarganya memang tidak selalu terlaksana dengan baik. Bahkan tidak sering juga mereka melaksanakan komunikasi. Menjaga keharmonisan keluarga yang mereka lakukan memang berbeda-beda cara. Namun kunci utamanya adalah saling percaya satu sama lain dalam keadaan jarak yang jauh dan waktu yang berbeda. Kesimpulan dalam penelitian ini merujuk kepada keinginan setiap orang yang sudah berumah tangga untuk mempunyai keluarga yang harmonis. Keluarga yang jauh dari masalah dan tidak menimbulkan cibiran orang masuk dalam kategori kelurga sakinah mawadah dan Rahmah. Kunci utamanya adalah komunikasi yang terjalin dengan baik. Percaya satu sama lain meski dalam keadaan jarak dan waktu yang berbeda. Itulah yang dilakukan TKW dan keluarganya
Hubungan Dimensi Religiusitas dengan Kedisiplinan Belajar Mahasiswa STIT At-Taqwa Ciparay Bandung Redmon Windu Gumanti; Yani Susanti
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 6 (2021): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i6.151

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya perkembangan zaman dalam menghadapi era revolusi 4.0 yang kompetitif. Sedangkan pada kalangan generasi muda bangsa saat ini terutama pada kalangan mahasiswa masih banyak yang melakukan pelanggaran seperti datang terlambat ke kelas, bolos kuliah, melanggar tata tertib sekolah, menyontek, penganiayaan antar teman, bahkan tawuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang realitas dimensi religiusitas mahasiswa, realitas kedisiplinan mahasiswa dan hubungan antara dimensi religiusitas dengan kedisiplinan belajar mahasiswa STIT At-Taqwa Ciparay Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi, teknik yang digunakan adalah teknik angket dan wawancara serta dokumentasi sebagai alat pendukung dalam penelitian ini. Menurut perhitungan korelasi antara Dimensi religiusitas dengan Kedisiplinan belajar mahasiswa STIT AtTaqwa Ciparay menunjukkan tingkat korelasi sebesar 0,042, nilai r berada pada interval (0,00-0,199), dapat diartikan bahwa variabel X (Dimensi religiusitas) memiliki hubungan yang sangat rendah dengan variabel Y (Kedisiplinan belajar mahasiswa). Adapun hasil dari analisis regresi bahwa kedisiplinan belajar mahasiswa berhubungan dengan dimensi religiusitas sebesar 0.010 artinya 1,0 % variabel kedisiplinan belajar mahasiswa (y) berhubungan dengan dimensi religiusitas (x), dan sisanya 99 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti. Membandingkan nilai t tabel dari hasil output didapatkan nilai t hitung = 0,686 sedangkan: t tabel = (dk = n - 2 = 50 - 2 = 48) α = 5%, uji dua pihak Sehingga diperoleh t tabel = 1,677 ternyata t hitung =0, 686 t hitung < t tabel. Maka di terima di tolak, artinya tidak terdapat hubungan antara dimensi religiusitas dengan kedisiplinan belajar mahasiswa.
Model Pendidikan Karakter Berbasis Full Day School Millati Fitri Amaliya
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v3i2.162

Abstract

Saat ini persoalan moral dan karakter sudah akut dan kronis. Isu karakter buruk dapat dilihat dalam pemberitaan di media sosial, baik cetak maupun elektronik, dengan berita tentang kejahatan warga yang disiarkan hampir setiap hari, pendidikan moral menjadi isu penting dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini. Dalam hal ini pembentukan karakter bagi setiap manusia adalah kewajiban yang harus dilakukan terus-menerus tanpa henti, baik kerusakan dan kejahatan yang terjadi saat ini akibat tidak lagi mengamalkan akhlak yang baik sehingga semakin merosot akhlaknya. Oleh karena itu, pembentukan karakter tercermin baik dalam pendidikan formal maupun nonformal. Program full day school atau biasa disebut dengan sekolah penuh waktu merupakan salah satu upaya lembaga pendidikan untuk menanamkan karakter yang baik pada siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Pendidikan karakter melalui system full day school. Penelitian ini menggunakan metode field reserch yang dilakukan di SMP Laboratorium UPI Cibiru. Berdasarkan hasil penelitian bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter siswa yaitu kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi tenaga pendidik atau karyawan staff sekolah. Bagaimanapun program dan pembelajaran yang di berikan dari sekolah, tetap memerlukan dukungan atau kerja sama dari orangtua siswa agar program tersebut dapat terlaksanakan sebagaimana mestinya dan mendapatkan hasil yang baik. Pendidikan karakter melalui program full day school dengan pembiasaan setiap hari, cukup efektif membentuk karakter siswa, salah satunya karakter religious serta karakter disiplin

Page 11 of 60 | Total Record : 600


Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 6 (2022): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 5 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 6 (2021): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Syntax Imperatif Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan More Issue