cover
Contact Name
I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Contact Email
arthasuta@gmail.com
Phone
+628999082913
Journal Mail Official
jurnalpend.sosiologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No 11 Kampus Tengah Undiksha Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
ISSN : 26141957     EISSN : 26141965     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jpsu.v2i2
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sosiologi . Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian mahasiswa dan hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang sosiologi yang secara khusus difokuskan ke tema-tema terkait sosial budaya, pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun
Articles 244 Documents
PERANAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) YAYASAN CITRA USADHA INDONESIA (YCUI) DALAM PENDAMPINGAN PENGIDAP HIV/AIDS DI BULELENG, BALI (POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA N 2 BANJAR) Husnul Khuluq; Tuty Maryati; I Gusti Made Arya Sutha Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang Yayasan Citra UsadhaIndonesia (YCUI) melakukan upaya pendampingan pengidap HIV/AIDS, (2) Modelpendampingan pengidap HIV/AIDS di Buleleng oleh YCUI Buleleng, (3) Potensi YCUI Bulelengsebagai sumber belajar sosiologi di SMA N 2 Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di kantor YCUI Buleleng DesaKaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Teknik pengambilan data menggunakanteknik observasi, wawancara, studi dokumen dan validasi data. Hasil penelitian menunjukkanbahwa, (1) Upaya pendampingan dilakukan karena terdapat peningkatan pengidap dantingginya resiko penularan HIV/AIDS di Buleleng pada pemuda pekerja pariwisata dikarenakanpenanganan hanya dilakukan secara medis (2) Model pendampingan pengidap HIV/AIDS yangdilakukan adalah pemdampingan individu, kelompok dan Desa asal ODHA, (3) Aspek yangdijadikan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA N 2 Banjar adalah Lembaga Sosial danterdapat pada kelas X IIS seperti yang sudah dimuat dalam SK dan KD pada kurikulum 2013.Kata kunci: Penanganan HIV/AIDS, Peranan YCUI Buleleng, Potensi YCUI Buleleng SebagaiSumber Belajar Sosiologi
PERAN DAN FUNGSI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARA PATI BULELENG, BALI DALAM PEMBERIAN LAYANAN KEPADA LANSIA (Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi SMA Kelas X) I Gusti Ayu Virgin Septiarini; Luh Putu Sendratari; Tuty Maryati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)faktor-faktor yang melatarbelakangi lansia berada di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati, (2)mengetahui pelayanan yang di berikan panti sosial kepada lansia, dan (3)aspek dipanti sosial yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar sosiologi. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Narasumber penelitian ini terdiri dari Koordinator panti sosial, staf panti sosial, danlansia. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi,serta studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksidata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkanbahwa (1) terdapat 3 faktor yang menyebabkan lansia berada di panti sosial antaralain faktor ekonomi, sosial, dan usia. Tingkat ekonomi yang rendah membuat lansiatidak dapat menghidupi diri sendiri. Keadaan lingkungan sekitar yang membuatlansia merasa tidak nyaman membuat lansia tidak dapat beradaptasi dikarenakanusia yang semakin tua. Hal ini membuat lansia memilih tinggal di panti sosial. (2)Pelayanan yang di berikan panti sosial berupa pemberian tempat tinggal, makan,pakaian, pemeliharaan kesehatan, bimbingan keagamaan, rekreasi dan pengurusanpemakaman. (3) Keberadaan lansia di panti sosial kemudian dimanfaatkan sebagaisumber belajar. Aspek yang dapat di pelajari dari panti sosial antara lain aspekkognitif, afektif, dan psikomotor.Kata Kunci: peran dan fungsi, panti sosial, layanan dan sumber belajar.
Pembentukan Nilai-Nilai Karakter pada Anak-Anak Panti Asuhan Narayan Seva, Kerobokan, Buleleng, Bali dalam Membangun Integrasi Sosial Di kalangan Penghuni Panti Asuhan Ni Luh Suarmini; Luh Putu Sendratari; Tuty Maryati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakter anak-anak yang tinggal di Panti AsuhanNarayan Seva, (2) mengetahui nilai-nilai karakter yang diterapkan Panti Asuhan Narayan Sevadalam membangun integrasi sosial, (3) mengetahui bentuk atau pola pendidikan karakter yangdiberikan kepada anak-anak panti asuhan sebagai upaya membangun integrasi sosial. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan studi dokumen.Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian adalahsebagai berikut: (1) anak-anak yang tinggal di panti asuhan Narayan Seva memiliki dua tipe yaituanak-anak yang baru awal tinggal di panti asuhan yang masih memiliki karakter aslinya saat masihbersama orang tuanya dan anak-anak yang sudah lama tinggal di panti asuhan yang karakternyasudah dibentuk (2) panti asuhan Narayan Seva menanamkan 9 nilai-nilai karakter yangditananmkan untuk membentuk karakter anak-anak yang baru awal tinggal di panti asuhan NarayanSeva yaitu sikap religius, sikap jujur, sikap toleransi, sikap disiplin, sikap kerja keras danbertanggungjawab, sikap mandiri, sikap peduli lingkungan dan sikap peduli sosial. 3) panti asuhanmenggunakan beberapa bentuk atau pola yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai karakterdalam membangun integrasi sosial anak-anaknya yaitu: menanamkan kegiatan rapat bersama,belajar bersama, liburan bersama, yoga bersama dan berkebun bersama.Kata Kunci : Nilai-Nilai Karakter , Panti Asuhan , Integrasi Sosial.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRIPT DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IIS 5 SMA NEGERI 2 BANJAR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Aflachatun Nia; Luh Putu Sendratari; I Wayan Mudana
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26680

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script pada pelajaran sosiologi, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script pada pelajaran sosiologi, (3) mengetahui peningkatan respon siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script pada pelajaran sosiologi. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Tahap yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) observasi, (5) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan (1) presentase rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I adalah 25,74 % dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 26,64% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 70,54% dengan kategori sedang, dan ketuntasan belajar mencapai 67,74%, meningkat menjadi 80,84% dengan kategori tinggi dan ketuntasan belajar mencapai 90,32% pada siklus II; (3) respon siswa pada siklus I terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script mencapai rata-rata 37,06% dengan kategori positif. Bedasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2017/2018.Kata Kunci: Model Pembelajaran Koopetaif Tipe Script, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Sosiologi.
Persepsi Siswa tentang Guru Sosiologi Ideal (Studi Kasus Pada SMA di Kota Singaraja, Bali) Sang Ayu Putu Mariyastini; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26681

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah (1) mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi adanya guru-guru pengajar sosiologi yang memiliki kualifikasi non pendidikan sosiologi, (2) menggali persepsi siswa tentang guru yang memiliki kualifikasi non pendidikan sosiologi, (3) mengkaji persepsi siswa tentang guru sosiologi yang ideal. Penelitian ini menggunkanan metode campuran yang memadukan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Lokasi penelitian yakni di SMA N 1 Singaraja, SMA N 4 Singaraja, SMA Lab Undiksha, dan SMA Dwijendra Singaraja. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) faktor yang melatarbelakangi adanya guru-guru pengajar sosiologi yang memiliki kualifikasi non pendidikan sosiologi ialah tuntutan kurikulum, ketersediaan guru sosiologi yang langka, dan kebijakan dari Kepala Sekolah. (2) persepsi siswa tentang guru-guru sosiologi yang memiliki kualifikasi non pendidikan sosiologi dalam kategori cukup baik, (3) perolehan persepsi tentang guru sosiologi yang ideal, yakni memahami peserta didik secara mendalam, merancang pembelajaran, memahami landasan pendidikan, mengembangkan potensi peserta didik, menguasai substansi keilmuan, menguasai struktur dan metode keilmuan, mampu memanfaatkan teknologi dalam pemebelajaran, mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi, memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, menjadi tauladan serta mampu berkomunikasi secara efektif.Kata kunci: Persepsi Siswa, Guru Ideal
KEPERCAYAAN RAKYAT DI SEKITAR LINGKARAN HIDUP MANUSIA SEBAGAI MEDIA KONTROL SOSIAL PADA MASYARAKAT BAYUNGGEDE, KINTAMANI, BANGLI, BALI (Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA) Ni Wayan Windiasih; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Sutha Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang masyarakat Bayunggede menggunakan kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia sebagai media kontrol sosial. (2) Jenis-jenis kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia yang terdapat di Desa Bayunggede. (3) Cara pemanfaatan kepercayaan rakyat sebagai sumber belajar Sosiologi di SMA. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap meliputi; (1) Lokasi penelitian dilakukan di Desa Bayunggede, Kintamani, Bangli, Bali. (2) Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling yaitu pengambilan dengan tujuan tertentu yakni dengan mempertimbangkan bahwa informan atau subjek penelitian dianggap memiliki kemampuan dan dapat memahami permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini. (3) Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. (4) Teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. (5) Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang masyarakat Bayunggede menggunakan kepercayaan rakyat sebagai media kontrol sosial dilandasi dua faktor yaitu faktor ideologi dan sosiologi. (2) Pada masyarakat Bayunggede terdapat 20 kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia yang berbentuk ungkapan kepercayaan rakyat dan tradisi. Ungkapan kepercayaan rakyat terdiri dari 13 ungkapan dan 7 tradisi. (3) Kepercayaan rakyat yang terdapat di Desa Bayunggede di manfaatkan sebagai sumber belajar Sosiologi sesuai dengan kurikulum 2013 dengan kompetensi dasar yaitu memiliki pengetahuan bagaimana melakukan strategi pemberdayaan komunitas dengan cara mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di era globalisasi saat ini.Kata kunci: Kepercayaan rakyat, masyarakat Bayunggede, sumber belajar Sosiologi.
POLA INTERAKSI SANTRI PONDOK PESANTREN HIDAYAHTULLAH DI PERUMAHAN JALAK PUTIH SINGARAJA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI Wattini Wattini; I Wayan Mudana; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26686

Abstract

Tujuan Penelitian ini (1.) Untuk mengetahui pola interaksiantar santri, santri dengan Kyai/ustadz Pondok Pesantren Hidayahtullah di Perumahan Jalak Putih Kota Singaraja Buleleng Bali, (2.) Untuk mengetahui pola interaksi santri dengan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Hidayahtullah di Perumahan Jalak Putih Kota Singaraja Buleleng Bali, (3.) Untuk mengetahui aspek-aspek apa saja dari pola interaksi sosial santri Pondok Pesantren Hidayahtullah di Perumahan Jalak Putih Kota Singaraja Buleleng Bali yang dapat di jadikan media pembelajaran sosiologi di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian etnografi dan mengumpulkan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik penjaminan data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk mengecek keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola interaksi sosial santri Pondok Pesantren Hidayahtullah di tengah masyarakat multikultur di Perumahan Jalak Putih Singaraja Buleleng Bali adalah: Pertama. Pola interaksi asosiatif antar santri yang meliputi individu dengan individu, individu dengan kelompok. Santri dengan kyai/ustadz dan santri dengan masyarakat sekitar yang di tandai dengan adanya kerjasama untuk memenuhi kepentingan masing-masing sebagai mahluk sosial. Kedua. Pola interaksi sosial dissosiatif antarkelompok yang ditandai dengan perasaan tidak suka yang disembunyikan, biasa di sebut dengan kontravensi yang bisa berakhir dengan konflik. Ketiga. Aspek-aspek yang di gunakan sebagai media pembelajaran adalah aspek pola interaksi sosial (asosiatif dan dissosiatif) dan aspek pola interaksi santri Pondok Pesantren Hidayahtulllah untuk menghasilkan media pembelajaran berupa video yang sesuai dengan pengembangan Kopentensi Dasar (KD) mata pelajaran sosiologi kelas X bab individu, kelompok dan hubungan sosial.Kata Kunci: Interaksi Sosial, Pondok Pesantren, Multikultur
STUDI KEBERTAHANAN IDENTITAS ETNIK BUGIS DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA (Di Kelurahan Kampung Bugis, Kabupaten Buleleng, Bali) Vina Azura; I Wayan Mudana; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Identitas etnik Bugis yang masih bertahan dalam kehidupan masyarakat multikultural di Kelurahan Kampung Bugis, Kabupaten Buleleng, Bali; (2) Alasan-alasan identitas etnik Bugis dipertahankan dalam kehidupan masyarakat multikultural di Kelurahan Kampung Bugis, Kabupaten Buleleng, Bali; (3) Sistem sosialisasi yang digunakan untuk mempertahankan identitas etnik Bugis dalam kehidupan masyarakat multikultural di Kelurahan Kampung Bugis, Kabupaten Buleleng, Bali; dan (4) Aspek-aspek kebertahanan identitas etnik Bugis dalam kehidupan masyarakat multikultural yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah tersebut yakni identitas etnik, teori struktural fungsional, sistem sosialisasi dan masyarakat multikultural. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan langkah: penentuan informan yang terdiri dari orang Bugis ataupun keturunannya, kepala kelurahan Kampung Bugis, ketua organisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah pengorganisasian data, reduksi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Identitas etnik Bugis telah banyak mengalami perubahan atas dasar modernisasi, (2) Identitas etnik Bugis dipertahankan dengan tujuan terciptanya keharmonisan sosial dengan menjaga budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun temurun, (3) Sistem sosialisasi lebih banyak dilakukan dengan cara mandiri dengan kesiapan mental setiap individu dalam masyarakat, dan (4) Aspek-aspek yang dapat dijadikan suplemen pembelajaran Sosiologi pada kasus kebertahanan identitas etnik Bugis dalam kehidupan masyarakat multikultural antara lain: masyarakat multikultural, toleransi, dan aktivitas sosial. Aspek ini dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran Sosiologi SMA pada topik Perbedaan, Kesetaraan dan Harmoni Sosial.Kata Kunci: Identitas Etnik, Masyarakat Multikultural, Suplemen Pembelajaran
KEPERCAYAAN RAKYAT DI SEKITAR LINGKARAN HIDUP MANUSIA SEBAGAI MEDIA KONTROL SOSIAL PADA MASYARAKAT BAYUNGGEDE, KINTAMANI, BANGLI, BALI (Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA) Ni Wayan Windiasih; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Sutha Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang masyarakat Bayunggede menggunakan kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia sebagai media kontrol sosial. (2) Jenis-jenis kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia yang terdapat di Desa Bayunggede. (3) Cara pemanfaatan kepercayaan rakyat sebagai sumber belajar Sosiologi di SMA. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap meliputi; (1) Lokasi penelitian dilakukan di Desa Bayunggede, Kintamani, Bangli, Bali. (2) Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling yaitu pengambilan dengan tujuan tertentu yakni dengan mempertimbangkan bahwa informan atau subjek penelitian dianggap memiliki kemampuan dan dapat memahami permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini. (3) Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. (4) Teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. (5) Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang masyarakat Bayunggede menggunakan kepercayaan rakyat sebagai media kontrol sosial dilandasi dua faktor yaitu faktor ideologi dan sosiologi. (2) Pada masyarakat Bayunggede terdapat 20 kepercayaan rakyat di sekitar lingkaran hidup manusia yang berbentuk ungkapan kepercayaan rakyat dan tradisi. Ungkapan kepercayaan rakyat terdiri dari 13 ungkapan dan 7 tradisi. (3) Kepercayaan rakyat yang terdapat di Desa Bayunggede di manfaatkan sebagai sumber belajar Sosiologi sesuai dengan kurikulum 2013 dengan kompetensi dasar yaitu memiliki pengetahuan bagaimana melakukan strategi pemberdayaan komunitas dengan cara mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal di era globalisasi saat ini.Kata kunci: Kepercayaan rakyat, masyarakat Bayunggede, sumber belajar Sosiologi.
Iklan Kosmetik Wajah Wanita dalam Katalog Oriflame (Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi dalam Rangka Menumbuhkan Literasi Media di SMA) Komang Sri Wahyuni; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Sutha Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i2.26833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis-jenis kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame yang digunakan siswi, (2) faktor penyebab siswi menggunakan katalog Oriflame, (3) aspek-aspek yang terdapat pada iklan kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sosiologi kelas X dalam rangka menumbuhkan literasi media di SMA. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SMAN 1 Singaraja. Landasan teori yang digunakan yaitu konsep kosmetik wajah, konsep iklan, konsep pembelajaran sosiologi. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan (1) jenis-jenis kosmetik wajah yang digunakan siswi dikelompokkan menjadi empat preparat yaitu preparat untuk mata, preparat make up, preparat perawatan kulit, dan preparat sunscreen, (2) faktor penyebab siswi menggunakan katalog Oriflame yaitu keterangan produk cukup jelas, mengikuti atau meniru teman, getok tular, harga produk bervariasi, menghemat waktu, kualitas produk baik dan terpercaya, dan katalog yang menarik. (3) iklan kosmetik wajah wanita dalam katalog Oriflame dikaitkan dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar Sosiologi yang sesuai dengan silabus dan kurikulum 2013.Kata kunci: Iklan, Kosmetik Wajah, Oriflame, Sumber Belajar Sosiologi

Page 9 of 25 | Total Record : 244


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha More Issue