cover
Contact Name
Fatkhul Imron
Contact Email
fatkhul.imron@lecture.utp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fatkhul.imron@lecture.utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Spirit
ISSN : 14118319     EISSN : 23016647     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah SPIRIT (JIS) per Vol.20 No.1 (2020) menggunakan cover dengan desain baru, sebagai representasi progresivitas jurnal menuju pengajuan akreditasi jurnal. Desain dengan warna dominasi biru dan font berwarna orange menyala melambangkan bahwa JIS semakin luas kemanfaatannya bagi khazanah keilmuan khususnya dibidang pembelajaran,pendidikan, olahraga dan kesehatan
Articles 342 Documents
UPAYA PENEMUAN DAN PENGEMBANGAN OLAHRAGA BARU “PANCOAIR” SEBAGAI OLAHRAGA REKREASI DALAM RANGKA MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA AIR SYAHRI ALHUSIN
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 3 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i3.247

Abstract

In order to increase innovative and creative work as a lecturer, I try to create a real work that is hoped able to give positive benefit in the development. As a lecturer of entrepreneurship subject for the students of Health and Education of Teacher Training and Education Faculty of UTP, so I try to engineer a kind of new sport that I name “Panco Air”. Inspiration of “Panco Air” came from smashing game that I had done since I was in grade 5 together with my friends in my age. The play site was on a pathway bridge over a river 5 meter wide and 1,2 meters deep located in Srikaton village, Tugumulyo subdistrict, Musi Rawas Regency, South Sumatra. Since I have been teaching in Teacher Training and Education Faculty, Health and Sport Education UTP, I invite my fellow sport lecturers to discuss smashing game to become a sport. Besides that, because since 1996, I have taught entrepreneurship subject, so I make a creation to invent “Panco Air” Sport. And I make it to become a lecture material. Through some discussions with my fellow lecturers and students, I succeded to find “Panco Air” game in the year 2000. In 2001 we got Uberhaki Program for making patent for “Panco Air” support device. In 2002 we got MURI Award number 802/R.MURI/X/2002 as the firstinisiator of “Panco Air” Sport in Indonesia. In 2002 we got program Student Alternative Work from General Directorate of High Education with Project Number 37/P4M/DPPM/WUB/IV/2002. Through Students Alternative Program we have done socialitation for “Panco Air” Sport in some swimming pools in Regencies surrounding Surakarta ( Manahan Solo, Kopassus Kartasura, Pengging Boyolali, Jambeyan Klaten and Jati Diri Sport Arena Semarang). On March 2003, we presented “Panco Air” Sport in an International Seminar, that was “International Conference on Sport Sciences and Physical Education Profession, Development in Facing Global Challenges, in Indonesian University of Education, Bandung”. In 2010, we made a unit of “Panco Air” Sport support with a little improvement. For the next, finding and development of “Panco Air” has always become parts of lecture materials, for semester six students. In the entrepreneurship lecture in 2012, that was followed by 300 students from 5 classes, it had been done seminar and exhibition of “Panco Air” Sport as well, where all students were asked to give feedback to study and develop “Panco Air” Sport.
PERAN MEDIA MASSA DALAM OLAHRAGA TEGUH SANTOSO
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 1 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i1.255

Abstract

Perkembangan olahraga dewasa ini tidak bisa terlepas dari media massa. Media massa akan bisa memberikan corak terhadap salah satu cabang olahraga tertentu, sehingga olahraga tersebut akan menjadi terkenal. Namun demikian media masa juga bisa membuat olahraga menjadi tidak maju, manakala pemberitaan yang disampaikan tidak sejalan dengan norma dan nilai-nilai yang ada dalam olahraga. Oleh karenanya, memang antara olahraga dan media massa harus berjalan secara sinerkis. Ini tidak lain dalam upaya untuk meluruskan tujuan utama olahraga, melalui pemberitaan yang benar. Sebaiknya media massa bersikap netral dalam pemberitaan olahraga, dan memberikan kontribusi yang menguntungkan bagi olahraga dan pelakunya, dalam budaya olahraga fungsi media massa bisa sebagai pengawasan, penghubungan, hiburan dan juga pencerahan.
PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN PLYOMETRIC DAN BERBEBAN TERHADAP PENINGKATAN SMASH FOREHAND BULUTANGKIS DITINJAU DARI MOTOR ABILITY Muchhamad Sholeh
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 1 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i1.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh antara metode latihan plyometric dan berbeban terhadap peningkatan smash forehand bulutangkis, (2) Perbedaan peningkatan smash forehand bulutangkis antara mahasiswa yang memiliki motor ability baik, sedang dan kurang, (3) Pengaruh interaksi antara metode latihan dan motor ability terhadap peningkatan smash forehand bulutangkis. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra Pembinaan Prestasi Bulutangkis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besarnya sampel yang diambil yaitu sebanyak 60 mahasiswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan ANAVA. Sebelum diuji dengan ANAVA, terlebih dulu menggunakan uji prasyarat analisis data dengan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan α = 0,05 %) dan Uji homogenitas varians (Uji Bartlett dengan α = 0,05 %). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) ada perbedaan pengaruh antara metode latihan plyometric dan berbeban terhadap peningkatan smash forehand bulutangkis. Pengaruh metode latihan plyometric lebih baik dari pada metode latihan berbeban, (2) ada perbedaan peningkatan smash forehand bulutangkis antara mahasiswa yang memiliki motor ability baik, sedang dan kurang. Peningkatan smash forehand bulutangkis pada mahasiswa yang memiliki motor ability baik lebih baik dari pada mahasiswa yang memiliki motor ability sedang, mahasiswa yang memiliki motor ability sedang lebih baik dari pada mahasiswa yang memiliki motor ability kurang, (3) terdapat pengaruh interaksi antara metode latihan dan motor ability terhadap peningkatan smash forehand bulutangkis. Mahasiswa yang memiliki motor ability baik lebih cocok jika diberikan metode latihan plyometric. Mahasiswa yang memiliki motor ability sedang lebih cocok jika diberikan metode latihan berbeban. Sedangkan mahasiswa yang memiliki motor ability kurang lebih cocok jika diberikan metode latihan plyometric.  
Konsep Happenstance Learning Untuk Pemecahan Masalah Bimbingan Karir di Sekolah SAMISIH SAMISIH
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 1 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i1.257

Abstract

Permasalahan pendidikan dinegara kita mulai dari kerusakan gedung sanpai pada mutu pendidikan kita yag tidak layak sampai dengan kualitas pendidikan yang kurang juga terutama dirisaukan dengan masalah tenaga kerja yang tidak tertampung oleh lapangan pekerjaan yang memadai. Pemerintah merasa perlu menggalakkan SMK untuk menjadikan generasi muda  lebih kretif menciptakan lapangan kerja bukan mencari lapangan kerja untuk mengatasi pangangguran yang sulit terpecahkan selama ini. Salah satu cara adalah sistem permagangan yang disebut sistem ganda. Sistem ini bertujuan menjawab tuntunan agar terwujud kesesuaian antara keluaran dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Pelaksanaan gagasan ini bukan tanpa kendala masih adanya faktor budaya dan kesiapan sistem dalam praktek didunia industry. Tantangan bagi peseta didik secara akademis dan intelektusl perlu dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja. Teori Happenstance Learning ( teori belajar kebetulan ) dapat menjawab kebutuhan siswa akan bimbingan karir. Happenstance learning percaya bahwa hal-hal yang terjadi dalam hidup individu seperti peristiwa-peristiwa yang tidak dapat diramalkan bisa menjadi sebuah keuntugan apabila individu mampu bereaksi secara positif dengan mengembangkan keterampilan kritis, dan konselor dapat mengarahkan kien untuk mengubah pengalaman-pengalaman masa lalu menjadi peluang untuk belajar eksplorasi. Ada lima komponen konseling dalam menggunakan Happentance  Learning : (1)   Orientasi harapan konseli, (2) Mengidentifikasi harapan klien sebagai permulaan (3) Gunakan pengalaman sukses klien di masa lalu dengan peristiwa yang tidak direncanakan sebagai  dasar untuk tindakan saat ini, (4) Menyadarkan klien untuk mengenali peluang potensial, (5) mengatasi Blok to Action (mengatasi keyakinan disfungsional yang menghalangi tindakan yang konstruktif).
Konsep Happenstance Learning Untuk Pemecahan Masalah Bimbingan Karir di Sekolah MUH YUSUF
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 1 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i1.258

Abstract

Dunia  pendidikan kita pernah mengenal Kurikulum 1968 yang dikenal dengan sebutan  “Subject Centered curriculum“ Pendidikannya bersifat berat sebelah  karena  mengutamakan salah satu aspek  kognitif saja. Oleh karena itu pendidikannya dicap  sebagai pendidikan yang bersifat intelektualistis. Kurikulum 1968 diganti dengan kurikulum 1975, yaitu kurikulum yang bersifat “Goal Centered Curriculum “ kurikulum yang bertujuan pada tujuan instruksional. Kurikulum 1975 diganti dengan kurikulum 1984.   Kurikulum yang   sarat muatan, banyak mata pelajaran dan materi yang harus dipelajari oleh peserta didik. Banyaknya mata pelajaran   belum menunjukkan hubungan antara yang satu dengan yang lain.   Mata pelajaran yang satu terpisah dengan mata pelajaran yang lain, dengan kata lain masih menjadi pengkotak-kotakan pengetahuan. Pengorganisasian kurikulum semacam ini terkenal dengan sebutan “separated Subject Curriculum “,akibat yang terjadi dari kurikulum ini adalah menimbulkan kecenderungan pengajar diburu target materi. Tahun 2004 lahir Kurikulum berbasis kompetensi, yang kemudian disempurnakan  2006 dengan Kurikulun Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai reaksi ketidakpuasan terhadap kurikulum selama ini. Memasuki tahun 2013 Mendikbud atas nama pemerintah akan memberlakukan kurikulum baru 2013 mulai tahun ajaran baru 2013/2014. Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Salah satu  alasan diberlakukannya  Kurikulum 2013 adalah   Perubahan proses pembelajaran  dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu  dan proses penilaian  dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output . Beberapa hal yang perlu diantisipasi pada kurikulum 2013 ini, terutama mengenai istilah kompetensi inti dan kompetensi dasar.  istilah SK-KD ini akan digantikan menjadi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.  Kompetensi Inti merupakan  operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan: (kompetensi inti 1 Sikap keagamaan), (kompetensi 2Sikap sosial), (kompetensi inti 3 Pengetahuan), (kompetensi 4 Penerapan pengetahuan). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4).Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran  
PRAKTEK LAYANAN INFORMASI DAN ORIENTASI SECARA KLASIKAL BU SAMISIH BU SAMISIH
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 2 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i2.259

Abstract

Permasalahan pendidikan dinegara kita mulai dari kerusakan gedung sanpai pada mutu pendidikan kita yag tidak layak sampai dengan kualitas pendidikan yang kurang juga terutama dirisaukan dengan masalah tenaga kerja yang tidak tertampung oleh lapangan pekerjaan yang memadai. Pemerintah merasa perlu menggalakkan SMK untuk menjadikan generasi muda  lebih kretif menciptakan lapangan kerja bukan mencari lapangan kerja untuk mengatasi pangangguran yang sulit terpecahkan selama ini. Salah satu cara adalah system permagangan yang disebut system ganda. System ini bertujuan menjawab tuntunan agar terwujud kesesuaian antara keluaran dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Pelaksanaan gagasan ini bukan tanpa kendala masih adanya factor budaya dan kesiapan system dalam praktek didunia industry. Tantangan bagi peseta didik secara akademis dan intelektusl perlu dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja. Teori Happenstance Learning ( teori belajar kebetulan ) dapat menjawab kebutuhan siswa akan bimbingan karir. Happenstance learning percaya bahwa hal-hal yang terjadi dalam hidup individu seperti peristiwa-peristiwa yang tidak dapat diramalkan bisa menjadi sebuah keuntugan apabila individu mampu bereaksi secara positif dengan mengembangkan keterampilan kritis, dan konselor dapat mengarahkan kien untuk mengubah pengalaman-pengalaman masa lalu menjadi peluang untuk belajar eksplorasi. Ada lima komponen konseling dalam menggunakan Happentance  Learning : (1)               Orientasi harapan konseli, (2) Mengidentifikasi harapan klien sebagai permulaan (3) Gunakan pengalaman sukses klien di masa lalu dengan peristiwa yang tidak direncanakan sebagai  dasar untuk tindakan saat ini, (4) Menyadarkan klien untuk mengenali peluang potensial, (5) mengatasi Blok to Action (mengatasi keyakinan disfungsional yang menghalangi tindakan yang konstruktif).
PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN PRAKTIK DRILL DAN BERMAIN TERHADAP HASIL TEMBAKAN BEBAS BOLABASKET WISNU MAHARDIKA
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 2 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i2.260

Abstract

This research aims to find out: (1) the difference effect of drill practice and games to the basketball free throw result, (2) the interaction effect between drill practice and games to the basketball free throw result.   This research employed an experimental method with pretest-posttest design. The population of the research in the study were the male of Sport and Health Education of Teaching and Learning Faculty of Surakarta Tunas Pembangunan University, as many as 60 students. The sampling technique was purposive random sampling. The data analysis prerequisite test was done using the sample normality test (Lilliefors test with α = 0.05%) and variance homogeneity test (Bartlett test with α = 0.05%).   Based on the result of the analysis, conclusions are drawn as follows: (1) There is a significant difference drill practice and games to the basketball free throw result. (2) The effect of drill practice is better than that games practice to the basketball free throw result.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DAN MINAT MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UTP SURAKARTA TAHUN 2012-2013 USMANI HARYANTI
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 2 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i2.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Meningatkan keterampilan menulis melalui penerapan pendekatakan kontekstual pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling FKIP-UTP Surakarta. 2) Meningkatkan minat menulis melalui pendekatakan kontekstual pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling FKIP-UTP Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada semester II Progdi BK FKIP UTP Surakarta dengan mengggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Subjek penelitian seluruh mahasiswa Progdi BK FKIP Surakarta semester II yang berjumlah 48 mahasiswa.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan  analisis secara deskriptif, yakni membandingkan: minat belajar mahasiswa dan nilai tes keterampilan menulis antarsiklus. Analisis nilai tes dilakukan sebelum dan setelah melalui pendekatan kontekstual/CTLsebanyak tiga siklus. Kemudian, data berupa skor minat belajar mahasiswa, serta nilai keterampilan menulis antar siklus dibandingkan hingga hasilnya mencapai  indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah pada mahasiswa semester II Progdi BK FKIP UTP Surakarta. Peningkatan keterampilan menulis dapat diketahui dari data awal nilai rata-rata keterampilan menulis 66,25 ketuntasan secara klasikal 47,92%. Nilai rata-rata keterampilan menulis siklus I sebesar 69,38 ketuntasan secara klasikal telah mencapai 62,50%. Nilai rata-rata keterampilan menulis siklus II sebesar 72,92 ketuntasan secara klasikal telah mencapai 77,08%. Nilai rata-rata keterampilan menulis siklus III sebesar 77,50 ketuntasan secara klasikal sebesar 91,67%. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata maupun ketuntasan kelasikal yang dicapai mahasiswa telah memenuhi indikator kinerja. 2) Melalui pendekatan CTL dapat meningkatkan minat belajar keterampilan menulis mahasiswa semester II Progdi BK FKIP UTP Surakarta. Peningkatan minat belajar menulis diketahui dari meningkatnya minat belajar selama mengikuti pembelajaran melalui lembar pengamatan. Minat belajar keterampilan menulis siklus I ketuntasan klasikal sebesar 61,46%, siklus ke II meningkat menjadi 67,50%, dan siklus III meningkat menjadi 76,46%. Hasil tindakan melalui pendekatan CTL diketahui jumlah mahasiswa mendapat skor 70 ke atas mencapai 76,46% sehingga diasumsikan bahwa sebagian besar mahasiswa telah menuntaskan minat belajar keterampilan menulis karya ilmiah.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLAIOMETRIK MEDICINE BALL BACK THROW DAN MEDICINE BALL THROW TERHADAP KEMAMPUAN BERMAIN TENIS LAPANGAN DITINJAU DARI KEKUATAN OTOT LENGAN RISA AGUS TEGUH WIBOWO; M.FURQON KIYATNO
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 13 No. 2 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v13i2.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh antara latihan plaiometrik medicine ball back throw dan medicine ball throw terhadap kemampuan bermain tenis lapangan, (2) Perbedaan kemampuan bermain tenis lapangan antara mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan tinggi, sedang dan rendah, (3) Pengaruh interaksi antara latihan plaiometrik dan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan bermain tenis lapangan. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra Jurusan Pendidikan Olahraga Kepelatihan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besarnya sampel yang diambil yaitu sebanyak 60 mahasiswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan ANAVA. Sebelum diuji dengan ANAVA, terlebih dulu menggunakan uji prasyarat analisis data dengan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan α = 0,05 %) dan Uji homogenitas varians (Uji Bartlett dengan α = 0,05 %). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) ada perbedaan pengaruh antara latihan plaiometrik medicine ball back throw dan medicine ball throw terhadap kemampuan bermain tenis lapangan. Pengaruh latihan plaiometrik medicine ball back throw lebih baik dari pada latihan plaiometrik medicine ball throw, (2) ada perbedaan kemampuan bermain tenis lapangan antara mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan tinggi, sedang dan rendah. Kemampuan bermain tenis lapangan pada mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan tinggi lebih baik dari pada mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan sedang, mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan sedang lebih baik dari pada mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan rendah, (3) terdapat pengaruh interaksi antara latihan plaiometrik dan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan bermain tenis lapangan. Mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan tinggi lebih cocok jika diberikan latihan plaiometrik medicine ball back throw. Mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan sedang lebih cocok jika diberikan latihan plaiometrik medicine ball throw. Sedangkan mahasiswa yang memiliki kekuatan otot lengan rendah lebih cocok jika diberikan latihan plaiometrik medicine ball back throw.
APLIKASI BERBAGAI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SPRINT 100 METER PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 BAGUS KUNCORO
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 14 No. 1 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v14i1.263

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) mendeskripsikan keefektifan aplikasi metode pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar sprint 100 meter pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Wonogiri tahun pelajaran 2012/2013, dan (2) membandingkan hasil belajar sprint 100 meter antara siswa yang belajar sprint 100 meter dengan metode pembelajaran kooperatif dan siswa  yang belajar sprint 100 meter dengan pembelajaran konvensional. Untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan, Penelitian Eksperimen Kuasi (PEK) ini dilaksanakan dengan desain Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group. Penelitian ini diarahkan ke PEK yang menggunakan pendekatan Kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1, kelas X-2 dan siswa kelas X-3 SMA Negeri 2 Wonogiri tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 96 orang. Siswa kelas X-1 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas X-2 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dengan metode pembelajaran kooperatif RTE( Rotating Trio Exchange ), dan siswa kelas X-3 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dengan metode pembelajaran kooperatif TGT( Teams Game Tournament ). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan pengukuran sprint 100 meter dan lembar observasi. Teknik analisis Anakova data yang digunakan adalah (1) Analisis Statistik Deskriptif dan (2) Analisis Statistik Inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) metode pembelajaran kooperatif RTE efektif untuk meningkatkan hasil belajar sprint 100 meter pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Wonogiri tahun pelajaran 2011/2012. Keefektifan penerapan metode pembelajaran kooperatif RTE seperti ditunjukkan oleh hasil analisis data observasi terhadap kegiatan siswa dalam pembelajaran selama 4 kali pertemuan berada pada kategori baik sebesar 59,37% dan katagori baik sekali sebesar 15,62% sedangkan dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa yang belajar dengan metode pembelajaran kooperatif RTE ketuntasan belajar siswanya meningkat dari 25 menjadi 30 siswa, dengan metode pembelajaran kooperatif TGT ketuntasan belajar siswanya meningkat dari  29 menjadi 30 siswa dan untuk pembelajaran konvensional ketuntasan belajar siswanya tetap yaitu 28 siswa (2) hasil belajar sprint 100 meter siswa yang belajar dengan metode pembelajaran kooperatif RTE lebih baik daripada siswa yang belajar dengan pembelajaran TGT, RTE lebih baik dari konvensional, dan TGT lebih baik dari konvensional. Dari rata-rata hasil tes akhir siswa yang belajar sprint 100 meter dengan metode pembelajaran kooperatif RTE adalah 18,77 detik, sedangkan rata-rata test akhir siswa yang belajar sprint 100 meter dengan metode TGT adalah 19,77 detik, dan pendekatan konvensional adalah 18,90 detik.

Page 11 of 35 | Total Record : 342


Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol 25 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 25 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 24 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 24 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 23 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 23 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 22 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 22 No. 1 (2022): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 21 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 21 No. 1 (2021): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 20 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 20 No. 1 (2020): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 19 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 19 No. 1 (2019): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 3 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 2 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 1 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 17 No. 2 (2017): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 17 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 16 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 16 No. 1 (2016): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 3 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 2 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 1 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 3 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 2 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 1 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 3 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 2 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 1 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 3 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 2 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 1 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 11 No. 3 (2011): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Ilmiah Spirit More Issue