cover
Contact Name
Fatkhul Imron
Contact Email
fatkhul.imron@lecture.utp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fatkhul.imron@lecture.utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Spirit
ISSN : 14118319     EISSN : 23016647     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah SPIRIT (JIS) per Vol.20 No.1 (2020) menggunakan cover dengan desain baru, sebagai representasi progresivitas jurnal menuju pengajuan akreditasi jurnal. Desain dengan warna dominasi biru dan font berwarna orange menyala melambangkan bahwa JIS semakin luas kemanfaatannya bagi khazanah keilmuan khususnya dibidang pembelajaran,pendidikan, olahraga dan kesehatan
Articles 342 Documents
ISU, TANTANGAN DAN MASA DEPAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Nuruddin Priya Budi
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i2.12

Abstract

Dari survey yang dilakukan oleh Pusat Kesegaran jasmani Depdiknas, diperoleh  informasi bahwa hasil pembelajaran Penjas di sekolah  secara  umum  hanya  mampu  memberikan  efek  kebugaran  jasmani  terhadap kurang lebih 15 persen dari keseluruhan populasi siswa. Sedangkan dalam penelusuran sederhana  lewat  test  Sport  Search  dalam  aspek  yang  berkaitan  dengan  kebugaran jasmani  siswa  SMU,  siswa  Indonesia  rata-rata  hanya  mencapai  kategori  "Rendah" (Ditjora, 2002). Hal tersebut perlu mendapatkan perhatian kepada kita, bahwa mutu kebugaran jasmani siswa sekolah dari seluruh jenjang pendidikan di Indonesia  masih tergolong sangat rendah. Rendahnya mutu hasil pembelajaran pendidikan  jasmani pun dapat disimpulkan dari keluhan masyarakat olahraga yang mengindikasikan bahwa mutu bibit olahragawan usia dini dari  sekolah-sekolah  kita  sangat  rendah. Keluhan  ini dapat dikaitkan  dengan dua  hal.  Pertama,  para  calon  atlet  kita  rata-rata  mengandung  kelemahan  dalam  hal kemampuan motoriknya,  dari mulai  kecepatan,  kelincahan,  koordinasi,  keseimbangan, dan  kesadaran  ruangnya;  kedua,  para  calon  atlet  kita  pun  sekaligus  memiliki kekurangan dalam hal kemampuan  fisik (kebugaran  jasmani),  terutama dalam hal daya tahan umum, kekuatan, kelentukan, power, dan daya tahan otot lokal. Ukuran  keberhasilan kinerja  atau  efektivitas PBM Penjas  tersebut  dinilai  dari aspek lain yang seharusnya terintegrasi dalam Penjas. Sebagai contoh kualitas proses yang seharusnya dapat  terlihat dari Penjas  yang baik,  bagaimana guru menerapkan model pengembangan disiplin, pengajaran yang bernuansa DAP (Developmentally Appropriate Practice), kesadaran guru dalam mengembangkan bukan hanya aspek fisik dan motorik, tetapi aspek kognitif dan mental sosial serta moral anak, yang dipercayai oleh para ahli dapat mengembangkan nilai-nilai dan karakter positif pada diri anak. Yang  menjadi  pertanyaan adalah,  mengapa  mutu  hasil  pembelajaran  penjas  di Indonesia  bisa  sedemikian  rendah.  Apakah  karena  faktor  guru  yang  juga  kualitasnya rendah,  ataukah  disebabkan  faktor  lain  seperti  sarana  dan  prasarana  yang  tidak memadai? Ataukah semua kelemahan ini harus dialamatkan pada kurikulum yang tidak relevan,  serta  kurangnya  dukungan  dari  pemerintah  dan  masyarakat  dalam  hal pentingnya pendidikan jasmani? Untuk menjawab  pertanyaan tersebut  tidaklah  mudah.  Diperlukan penelusuran  cermat  yang  melibatkan  berbagai  alat  telaah  multidisipliner,  baik  yang melibatkan  tinjauan  dari  aspek  filosofis,  sosiologis,  psikologis,  budaya,  ekonomi  serta politik.  Dalam  wilayah  akademik,  kita  dapat  mendekati  permasalahan  ini  dalam hubungannya  dengan  kemampuan  guru  dan  kurikulum  yang  diberlakukan  dalam program  Penjas  di  Indonesia.  Kemampuan  guru  harus  ditelusuri  dari  segi  nilai  acuan (value  orientation)  (Jewet  and  Bain,  1995)  mereka  terhadap  program  yang  menjadi tanggung  jawabnya  selama  ini,  sedangkan  masalah  kurikulum  dapat  dikaji  dalam kaitannya  dengan  kemampuan  sebuah  kurikulum  sebagai  sebuah  dokumen  dalam memberikan  keleluasaan  kepada  guru  untuk  melakukan  interpretasi  dalam  hal pelaksanaannya.
PENGARUH PERMAINAN BEREGU DAN JENIS KELAMIN TERHADAP PENINGKATAN KESEGARAN AEROBIK Agus Supriyoko
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i2.13

Abstract

The purpose of this study is to determine: (a) Effect of team games to increase aerobic fitness student sons and daughters of grade IV and V SD Muhammadiyah 1 Surakarta academic year 2004/2005. (2) The difference of the influence of team games to increase aerobic fitness between boys and girls grade IV and V SD Muhammadiyah 1 Surakarta academic year 2004/2005. To achieve the above objectives used the experimental method, namely to investigate whether there is any treatment effect is tested. The experiment was conducted in an SD Muhammadiyah 1 Surakarta. Total sample of 30 children from a population of 249 students grouped by gender. Treatment was given 3 times a week seelama six weeks and carried out gradually sesuuai with treatment programs that have been determined. Data collected by the test and measurement techniques Modified Harvard Step Test. Engineering data analysis techniques with statistical analysis using t test at 5% level of significance. Based on the results of data analysis concluded the following things: (1) There is the influence of team games to increase aerobic fitness in students the children of class IV and V SD Muhammadiyah Surakarta year 2004/2005, with t count equal = 8.269134473 and t table value 1701. (2) There are differences in the effect of team games to increase aerobic fitness in boys and girls grade IV and V SD Muhammadiyah 1 Surakarta year 2004/2005, with t count equal = 0.086716172 and t tables for 1701. So the t count equal <t table.
PEMROSESAN INFORMASI DALAM BELAJAR GERAK Slamet Riyadi
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i2.14

Abstract

Pada dasarnya belajar gerak merupakan suatu  proses belajar  yang bertujuan untuk mengembangkan berbagai keterampilan gerak secara efektif dan efisien.  Belajar gerak adalah belajar yang diwujudkan melalui respon-respon muscular yang diekspresikan dalam gerakan tubuh atau bagian tubuh, yang merupakan sarana untuk mencapai tujuan belajar. Perubahan keterampilan gerak dalam belajar gerak merupakan indikasi   terjadinya proses belajar gerak yang dilakukan oleh peserta didik.  Dengan demikian, keterampilan gerak yang diperoleh  bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kematangan gerak melainkan juga oleh faktor proses belajar gerak. Proses penguasaan keterampilan gerak, tidak terlepas dari penguasaan dan pemrosesan informasi yang diterima  selama proses pembelajaran oleh peserta didik.  Informasi yang diterima selama pembelajaran gerak akan disimpan dalam  sistem penyimpanan informasi, yang terdiri dari memori sensori (sensory memory), memori jangka pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term memory). Untuk menghasilkan sebuah umpan balik atau respon dari sebuah stimulus (informasi) yang hadir dalam proses belajar gerak, diperlukan beberapa tahap pemrosesan informasi yang meliputi identifikasi stimulus, seleksi respon dan pemrograman respon sebagai aksi.
PEMBERIAN UMPAN BALIK DALAM BELAJAR GERAK Heny Setyawati
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i2.15

Abstract

Pada dasarnya belajar gerak (motor learning)  merupakan suatu proses belajar  yang memiliki tujuan untuk mengembangkan berbagai keterampilan gerak yang optimal secara efisien dan efektif. Seiring dengan itu, Schmidt (1989: 34) menegaskan bahwa belajar gerak merupakan suatu rangkaian asosiasi latihan atau pengalaman yang dapat mengubah kemampuan gerak ke arah kinerja keterampilan gerak tertentu. Umpan balik dalam proses pembelajaran gerak sangatlah penting, karena dengan umpan balik dapat diukur sejauh mana siswa dapat melakukan gerakan yang telah diajarkan/dilatih dengan baik dan benar. Selama ini siswa saat melakukan tugas gerak, karena keterbatasan waktu yang dipunyai guru kurang mendapat kesempatan umpan balik dari guru. Keterbatasan ini menyebabkan hasil belajar gerak yang dicapai siswa kurang maksimal. Umpan balik adalah perilaku guru untuk membantu setiap siswa yang mengalami kesulitan belajar secara individu dengan cara menanggapi hasil belajar siswa sehingga lebih menguasai materi yang diberikan dan telah disampaikan oleh guru. Sementara itu umpan balik digunakan untuk membantu pelajar dalam mengatasi kesulitan baik secara klasikal maupun secara individual disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Dengan umpan balik maka guru dapat membantu setiap siswa yang mengalami kesulitan belajar secara individual dengan cara memberikan pujian, kritikan dan arahan serta tanggapan terhadap hasil pekerjaan pelajar selama proses belajar mengajar berlangsung. Seorang guru hendaknya menempatkan diri berdampingan dengan pelajar sebagai senior yang selalu siap menjadi nara sumber atau konsultan. Umpan balik ditandai sebagai informasi sensorik yang mengindikasikan  gerakan seseorang yang sebenarnya. Seseorang membandingkan antara umpan balik yang diperoleh  dengan hasil kinerja yang seharusnya, untuk mengkontruksi jumlah kesalahan dalam gerakan mereka. Selama ada kesalahan, siswa berusaha untuk mengubah gerakan untuk memperbaiki atau menghilangkan kesalahan, yaitu perbedaan antara keadaan yang nyata dan tujuan yang diharapkan.  
PERSEPSI TERHADAP KESEGARAN JASMANI ORANG USIA LANJUT DI PANTI WREDHA ”WENING WARDOYO” UNGARAN TAHUN 2008 Heri Pendianto
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v10i2.30

Abstract

Masalah penelitian ini adalah bagaimana persepsi terhadap kesegaran jasmani menurut orang usia lanjut di Panti Wredha “Wening Wardoyo” Ungaran tahun 2008. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi terhadap kesegaran jasmani menurut orang usia lanjut di Panti Wredha “Wening Wardoyo” Ungaran tahun 2008. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan teknik angket sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Angket yang digunakan adalah angket langsung tipe pilihan yang disampaikan langsung kepada orang yang dimintai informasi tentang dirinya sendiri dengan cara memilih salah satu jawaban yang sudah tersedia. Populasi dalam penelitian ini adalah orang usia lanjut di Panti Wredha “Wening Wardoyo” Ungaran yang berjumlah 90 orang usia lanjut yang mempunyai sifat sama untuk mendapatkan bimbingan kesegaran jasmani dan sama-sama orang usia lanjut. Sampel yang digunakan adalah orang usia lanjut di Panti Wredha “Wening Wardoyo” Ungaran yang berjumlah 36 orang usia lanjut dengan mengambil 40% dari populasi. Teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling, yaitu cara pengambilan sampel tanpa pandang bulu dengan pemilihan kelompok subjek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu untuk dijadikan sampel penelitian adalah orang usia lanjut yang bisa diajak bicara, yang bisa diajak komunikasi, yang tidak pikun dan yang pendengarannya masih baik. Variabel dalam penelitian ini adalah persepsi terhadap kesegaran jasmani yang akan dijadikan sasaran penelitian. Hasil penelitian dan pembahasan penelitian ini adalah persepsi terhadap kesegaran jasmani orang usia lanjut di Panti Wredha “Wening Wardoyo” Ungaran ditemukan kurang mengerti tentang kesegaran jasmani. Selanjutnya Penulis menyarankan kepada pihak Panti Wredha “Wening Wardoyo” Ungaran untuk lebih meningkatkan aktivitas olahraga bagi orang usia lanjut agar kesegaran jasmaninya meningkat dan dapat membuat program untuk peningkatan kesegaran jasmani. Kepada pihak Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang pada umumnya dan pihak Jurusan Ilmu Keolahragaan Univesitas Negeri Semarang pada khususnya dapat berkerjasama dan memberikan bantuan seperti pembuatan program untuk meningkatkan kesegaran jasmani bagi orang usia lanjut dan pelatihan olahraga bagi instruktur di Panti Wredha “Wening Wardoyo” Ungaran.  
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Nuruddin Priya Budi Santosa
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v10i2.31

Abstract

Tujuan pendidikan jasmani mencakup domain kognitif, afektif, psikomotorik dan fisik. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu strategi yang tepat. Ketepatan dalam memilih strategi mengajar akan berpengaruh kepada tingkat keberhasilan dalam pencapaian tujuan mengajar. Pelaksanaan pembelajran pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan pengambilan keputusan. Pola-pola keputusan disebut gaya mengajar (teaching style), sedangkan kerangka gaya mengajar disebut spectrum gaya mengajar. Struktur spectrum gaya mengajar terdiri dari : (1) aksioma, (2) anatomi gaya mengajar (pra pertemuan, pertemuan, pasca pertemuan), (3) pembuat keputusan, (4) spektrum gaya mengajar, (5) kluster, (6) efek pengembangan. Sedangkan gaya mengajar terdiri dari 11 macam , yaitu : (1) gaya komando-A , (2) gaya latihan-B, (3) gaya resiprokal-C, (4) gaya periksa sendiri-D, (5) gaya inklusi-E, (6) gaya diskaveri terbimbing-F, (7) gaya diskaveri konvergen, (8) gaya pruduksi divergen-G, (9) gaya program individual rancangan siswa-I, (10) gaya inisiatif siswa-J, (11) gaya mengajar sendiri-K.
Pengembangan Profesionalisme Guru dan Dosen Melalui Sertifikasi Prof. Dr. Ret. Nat. H. Sajidan, M.Si. (Pembantu Dekan I FKIP UNS) Ret. Nat Sjidan
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v10i2.32

Abstract

Pengembangan profesionalisme guru dan dosen guna menunjang penyelenggaraan pendidikan bermutu tidak hanya bergantung pada kualitas tempat pendidikan yang pernah ditempuhnya. Pengembangan  profesionalisme guru dan dosen sesungguhnya terletak pada kemauan dan kemampuan guru untuk mengembangkan dirinya ketika mereka sudah menduduki jabatan guru dan dosen. Undang-undang guru dan dosen nomor 14 tahun 2005 pasal 8 mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat (pasal 9) dan masih 1.456.491 guru atau 63% yang harus ditingkatkan kualifikasinya (Ditjen Dikti, 2010), untuk dosen minimal berkualifikasi S2 (PP 19 tahun 2005), sedangkan kompetensi yang wajib dimiliki guru dan dosen adalah kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional (khusus dosen wajib dipadukan dengan aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi).
GIZI ATLET LARI CEPAT 100 METER PELAJAR PUTRA INDONESIA Dwi Gunadi
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v10i2.33

Abstract

Sprint one event of althletic sport competition that held for each championship. To reach the maximal effort, someone treck 100 m is so popular if to compare with the other sprint event In programe exercisemust ellowed by menu suitable, of coursefor balancing condition dan the main aim it’s to known the balancing menu for sprinted in 100 m distance. We can to known how much needing by carbohydrate, protein, vitamane and mineral in each day. The understanding by expert of nutrition that balancing menu have to content ; carbohydrate 55 – 67%, fat 20 – 30%, protein 13 -15%. The calory needed by atlet depend of age, body, weight, sex, physical activity, weather and season. Basa Metabolic Rate (BMR) is output energy by main activityat heart, respiratory and contractionof muscular. Specific Dynamic Action (SDA) the result that needed in processing digestion food at body. The specific Dynamic Action using about 10% from Basal Metabolic Rate. The sprinter 100 m distance using 3910.3 cal and including carbohydrate, fat and protein. Example :60% of carbohydrate (2346.2 cal), fat 25% (9776,0%) and protein 15% (586,5 cal), mineral and water are using too for stability maximal activity.
MAKNA PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Mamin Suparmin
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v10i2.34

Abstract

Ketika penulis memutuskan untuk masuk sekolah pendidikan guru (baca PGA) yang tergambar dalam benak penulis pada waktu itu adalah menjadi guru itu gampang. Beban kerja tidak banyak. Paling-paling kerja kita hanya menghafalkan materi pelajaran yang akan diajarkan kepada murid dan sesekali memeriksa PR atau hasil ujian anak-anak. Waktu yang tersita untuk melakoni pekerjaan juga tidak begitu lama, ya… paling-paling 6 jam setiap harinya. Itu pun banyak waktu istirahatnya. Kalau anak-anak liburan, guru juga ikut libur. Namun, setelah beberapa bulan menjalani pendidikan di bangku sekolah guru tersebut. Penulis baru sadar ternyata menjadi guru bukanlah  semudah yang Penulis bayangkan selama ini. Menjadi guru ternyata pekerjaan yang teramat sulit, rumit dan butuh pengorbanan, tidak hanya waktu, melainkan juga pengorbanan pikiran dan perasaan. Menjadi guru berarti memikul amanah yang begitu besar, yang mesti dipertanggungjawabkan, tidak hanya di hadapan manusia melainkan juga kepada Allah SWT. Kelak. Singkatnya, profesi guru ternyata harus dilakoni dengan sepenuh hati, melibatkan hampir segenap kemampuan jiwa dan raga, kemampuan intelektual, fisikal, emosional dan bahkan spiritual sekaligus. Pandangan konstruktivisme tentang pembelajaran, maka kehadiran guru dan murid di ruang kelas lebih dari sekadar mengajar (guru) dan belajar (murid) dalam pengertian yang dipahami selama ini. Menurut pandangan lama, “mengajar, berimplikasi dengan “belajar”, siswa belajar kalau guru mengajar: Artinya, dalam kegiatan belajar-mengajar guru lebih mengambil posisi sebagai produsen, karenanya bersifat aktif, sedangkan murid mengambil posisi sebagai konsumen karenanya bersifat pasif. Dalam pengertian ini, mengajar lebih dipandang sebagai, upaya untuk memberikan informasi atau upaya memindahkan pengetahuan dari guru kepada murid.
PENYUSUNAN PROGRAM PELATIHAN BERBEBAN UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN Slamet Sudarsono
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 3 (2011): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i3.35

Abstract

Untuk meningkatkan suatu prestasi olahraga, perlu memperhatikan beberapa aspek, aspek-aspek tersebut adalah aspek fisik, aspek tehnik, aspek taktik dan aspek psikis ( mental ). Dari     ke empat aspek tersebut aspek kondisi fisik merupakan aspek yang paling mendasar. Faktor   kondisi fisik merupakan faktor yang menjadi tuntutan di setiap cabang olahraga. Kualitas fisik yang baik  akan menopang secara langsung terhadap kualitas gerak yang bisa ditampilkan. Hal ini sesuai      dengan pendapat Sajoto M ( 1995 : 8 ) bahwa “Kondisi fisik adalah satu prasarat yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan prestasi seorang atlet bahwa dapat dikatakan sebagai keperluan dasar  yang tidak dapat ditunda atau ditawar lagi. Unsur-unsur yang ada dalam kondisi fisik banyak macamnya, menurut Sajoto M ( 1995 : 8)  Unsur-unsur tersebut meliputi : Kekuatan, Daya tahan, Daya ledak, Kecepatan, Daya lentur, Kelincahan, Koordinasi, Kesimbangan, Ketepatan, Reaksi Kekuatan merupakan salah satu unsur dasar dalam prestasi berbagai cabang olahraga. Hampir semua cabang olahraga memerlukan kemampuan kekuatan Sajoto (1995 : 8 ) berpendapat bahwa : “kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja”. Kekuatan otot merupakan unsur kondisi   fisik yang paling mendasar yang sangat diperlukan untuk mencapai  prestasi olahraga. Salah satu bentuk pelatihan untuk meningkatkan kekuatan otot dapat dilakukan dengan program pelatihan berbeban. Dalam hal ini Sajoto M ( 1995 : 30 ) menyatakan bahwa, “program pelatihan peningkatan kekuatan otot yang paling efektif adalah program pelatihan dengan memakai beban atau weight training program”.

Page 7 of 35 | Total Record : 342


Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol 25 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 25 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 24 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 24 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 23 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 23 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 22 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 22 No. 1 (2022): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 21 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 21 No. 1 (2021): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 20 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 20 No. 1 (2020): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 19 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 19 No. 1 (2019): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 3 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 2 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 1 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 17 No. 2 (2017): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 17 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 16 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 16 No. 1 (2016): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 3 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 2 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 1 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 3 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 2 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 1 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 3 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 2 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 1 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 3 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 2 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 1 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 11 No. 3 (2011): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Ilmiah Spirit More Issue