cover
Contact Name
Fatkhul Imron
Contact Email
fatkhul.imron@lecture.utp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fatkhul.imron@lecture.utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Spirit
ISSN : 14118319     EISSN : 23016647     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah SPIRIT (JIS) per Vol.20 No.1 (2020) menggunakan cover dengan desain baru, sebagai representasi progresivitas jurnal menuju pengajuan akreditasi jurnal. Desain dengan warna dominasi biru dan font berwarna orange menyala melambangkan bahwa JIS semakin luas kemanfaatannya bagi khazanah keilmuan khususnya dibidang pembelajaran,pendidikan, olahraga dan kesehatan
Articles 364 Documents
ISU, TANTANGAN DAN MASA DEPAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Nuruddin Priya Budi Santosa
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 3 (2011): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i3.36

Abstract

Pada bagian pertama dipaparkan tentang isu Pendidikan Jasmani dan Olahraga secara global dari beberapa kawasan dunia. Keterlaksanaan kurikulum dibelahan dunia bagian Selatan begitu rendah bila dibandingkan dengan belahan dunia bagian Utara. Selain itu sumber daya financial mengalami pemotongan hingga 40% - 50% dari dana yang dialokasikan, kelengkapan infrastruktur cukuplah rendah disamping kualitas tenaga pengajar yang tidak memenuhi standar kompetensi. Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Pada bagian kedua ini dipaparkan tentang perbandingan pendidikan jasmani dari beberapa Negara. Dengan harapan dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun kurikulum bagi guru pemdidikan jasmani, Semoga bermanfaat.  
PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN PERSEPSI KINESTETIK TERHADAP HASIL TEMBAKAN LAY UP BOLABASKET Herywansyah FKIP
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 3 (2011): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i3.37

Abstract

The Difference Effect of Learning Approach and Kinestetik Perception Toward Lay Up Shoot Result of Basketball (Experimental Study of Massed Practice and Distributed Practice to Male of Sport and Health Education of Teaching and Learning Faculty of Surakarta Tunas Pembangunan University). Thesis. Surakarta. Postgraduate Program of Surakarta Sebelas Maret University, August 2010. This research aims to find out: (1) the difference between the effect of massed practice and distributed practice to the basketball lay up shoot result, (2) the difference of the basketball lay up shoot result between male students with high and low kinestetik perception, (3) the interaction effect between the learning approaches and kinestetik perception to the basketball lay up shoot result. This research employed an experimental method with 2 x 2 factorial design. The population of the research in the study were the male of Sport and Health Education of Teaching and Learning Faculty of Surakarta Tunas Pembangunan University, as many as 60 students. The sampling technique was purposive random sampling. ANOVA was used to analyzing data, the data analysis prerequisite test was done using the sample normality test (Lilliefors test with α = 0.05%) and variance homogeneity test (Bartlett test with α = 0.05%). Based on the result of the analysis, conclusions are drawn as follows: (1) There is a difference massed practice and distributed practice to the basketball lay up shoot result. The effect of learning approach distributed practice is better than that learning approach massed practice, (2) there is a difference to the basketball lay up shoot result between the male students with high and low kinestetik perception. The effect to the basketball lay up shoot result between the students with high kinestetik perception is better then the one with low kinestetik perception, (3) there is a effect of interaction between learning approach with kinestetik perception to the basketball lay up shoot result. The students with high kinestetik perception has according if it is learning approach distributed practice. While the students with low kinestetik perception has according if it is learning approach massed practice.
PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN DAN PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN GERAK TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK DAN TAHAN BOLA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA Kodrad Budiyono
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 3 (2011): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i3.38

Abstract

The differences of the studying approach effect and the motor ability to the result of the football studies and the defence of the ball in the football game (the experiment studies of the game learning approach and drill to the boy students of SD Muhammadiyah 3 Surakarta).   This research is aimed to know: (1) the differences of the effect between the playing approach studies and drill to the result of the football game. (2) the differences of the effect of the football result studies and the defence of the ball between the students who have the high and low of the motor ability. (3) the effect of the interaction between the studying approach and the motor  ability to the result of the football and the defence of the ball in football game. The method which used in this research is the experiment method with the factorial design 2x2. The population of the research is 60 boy students of SD Muhammadiyah 3 Surakarta, This sample of the research is 40 students, which is took by the purposive random sampling Data analysis techniques used in this research are two ways ANAVA followed by Newman-Kleus Range Test at significance level of ά = 0.05. The result of the research shows that: (1) there are the differences of the signicant between the playing studying approach and drill to the result of the football studies and the defence of the ball. (2) there are the differences in the result of the football studies and the  defence of the ball which is significant between the students who have the high and low of the motor ability. (3) there are some effects between the interaction which is signicant between the playing approach studies and the level of the basic ability to the result of the football studies and the defence of the ball : (a) the students who have the high motor ability are more appropriate if they are given by the playing approach studies. (b) university students who have the motor ability are more appropriate if they are given by the drill of the approach studies.
PENGARUH OUTBOND TRAINING TERHADAP PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI KEPEMIMPINAN DAN KERJASAMA TIM Totong Umar
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 3 (2011): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i3.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh outbound training terhadap rasa percaya diri (2) Pengaruh outbound training terhadap kemampuan kepemimpinan (3) Pengaruh outbound training terhadap kemampuan kerjasama tim (4) Besarnya sumbangan outbond training terhadap peningkatan karakter rasa percaya diri, kepemimpinan dan kerjasama tim  Pada Mahasiswa Semester II Tahun Akademik 2009/2010 Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode Treatment ( Perlakuan). Tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random Sampling. Dari jumlah 406 populasi diambil sebanyak 40 responden dengan cara purposive random sampling dengan menggunakan Rumus Slovin Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan teknik statistik dengan metode pengerjaan menggunakan program bantu SPSS sebagai alat penghitungnya, yang meliputi: Uji Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji Beda ( Uji   t – test ) Dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : (1) Ada  pengaruh hasil outbound training terhadap peningkatan karakter rasa percaya diri pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta  dimana hasil uji t hitung  2,546  > t – tabel sebesar 2,021 dengan db = 19-1 taraf signifikansi 5% (2) Ada  pengaruh hasil outbound training terhadap peningkatan karakter kepemimpinan  pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta  dimana hasil uji t hitung  2,429 > t – tabel sebesar 2,021 dengan db = 19-1 taraf signifikansi 5% (3) Ada  pengaruh hasil outbound training terhadap peningkatan kerja sama tim  pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta  dimana hasil uji t hitung  3,240 > t – tabel sebesar 2,021 dengan db = 19-1 taraf signifikansi 5% (4) Outbond training tidak memberikan sumbangan yang merata antara rasa percaya diri, kepemimpinan dan kerja sama tim. Dimana sumbangan terbesar yang paling besar dipengaruhi outbound training adalah rasa percaya diri, yaitu sebesar  7, 25 %  
PERBEDAAN PENGARUH METODE MASSED PRACTICE DENGAN DISTRIBUTED PRACTICE TERHADAP KEMAMPUAN PASS ATAS BOLA VOLI YUNIOR KLUB BOLA VOLI RINEX BOYOLALI Muh. Ikhwan Iskandar
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i1.40

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1). Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan passing atas secara terus menerus (massed practice) dan latihan diselingi istirahat (distributed practice) terhadap kemampuan passing atas permainan bola voli yunior klub bola voli Rinex Boyolali. (2). Untuk mengetahui manakah yang lebih baik antara latihan passing atas secara terus menerus dan latihan diselingi istirahat terhadap kemampuan passing atas permainan bola voli yunior klub bola voli Rinex Boyolali. maka penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan randomized control group pretest-posstest design. Pembagian kelompok ke dalam 2 kelompok dengan cara ” pairing of subject”. Subyek dalam penelitian ini adalah pemain yunior klub bola voli rinex boyolali yang berjumlah 30 pemain. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan pengukuran yaitu tes Face Wall Volley Test dari AAHPER dalam M Yunus (1992 : 202). Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5 %. Penelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut : (1). Ada perbedaaan pengaruh antara latihan Massed Practice dan Distribetud Practice terhadap kemampuan pass atas. Dari uji t yang telah dilakukan di peroleh n9lai t sebesar 4,090 yang ternyata lebih besar dari t tabel 5 % sebesar 1,76. (2). Latihan Distributed Practice lebih baik dari pada latihan Massed Practice terhadap kemampuan pass atas bola voli pada pemain Yunior Klub Bola Voli Rinex Boyolali. Dari perbedaan hasil prosentase kelompok 2 ( latihan Distributed Practice ) sebesar 33,33% lebih baik dari hasil prosentase kelompok 1 (latihan Massed Practice) sebesar 24,468%.  
OBSERVASIONAL LEARNING : METODE PSIKOLOGIS YANG DILUPAKAN DALAM PSIKOLOGIS OLAHRAGA H. Muh. Yusuf
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i1.41

Abstract

Didalam dunia olahraga, banyak sekali penelitian telah dilakukan oleh para ahli termasuk didalamnya adalah penelitian psikologi olahraga. Mengapa atlet mau berlatih keras, pendekatan apa yang dilakukan pelatih supaya atletnya mau berlatih, faktor-faktor psikis apa saja yang meyebabkan atlet dapat berprestasi optimal, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hanya saja masih terdapat kajian secara psikilogis yang jarang disentuh atau mungkin dilupakan oleh para ahli psikologi olahraga yaitu observasional learning. Dengan adanya kenyataan tersebut, yang menguatkan Penny Mc Cullagh dan Maureen R. Weiss (2002:131) untuk menulis mengenai obsevasional learning ini, dengan maksud supaya pendekatan atau teori psikologis olahraga yang mendukungnya dapat lebih dikenal dan masyarakat olahraga tertarik untuk menggunakannya/mempraktikkannya. Olahraga/pendidikan jasmani tidak seperti bidang pendidikan yang lain yang cukup dilakukan dengan belajar teori, yang apabila atlet/siswa ingin menguasai suatu teknik gerakan menjadi terampil, dia harus rajin berlatih/belajar dalam artian gerak-gerak teknik yang sudah dimengerti secara teori harus dipraktikkan. Dan oleh karena adanya suatu syarat untuk menjadi terampil harus mempraktikkan. Gerakan inilah maka kajian tentang observasional learning menjadi lebih bermakna/penting. Mengapa demikian? yang pertama tentu saja karena didalam praktik pelatihan/pembelajaran gerak olahraga para atlet/siswa terutama kelas pemula memerlukan apa yang namanya contoh model gerakan yang betul ditinjau dari sudut fisiologis, biomekanis dan kinesiologis. Yang kedua tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan gerakan agar supaya menjadi terampil tersebut, dimungkinkan para atlet/siswa akan mengalami cidera. Dalam keadaan cedera inilah atlet/siswa sangat membutuhkan perhatian yang kadang-kadang hal ini diabaikan oleh pelatih/guru olahraganya.
PENATALAKSANAAN PEMBELAJARAN/LATIHAN FISIK BAGI ANAK USIA DINI/SEKOLAH DASAR (Guru/Pelatih sebagai Perancang Program) Nuruddin Priya Budi Santosa
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i1.42

Abstract

Pada dasarnya tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran dan latihan fisik bagi yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam menyusun program pembelajaran/pelatihan fisik harus mempertimbangkan komponen-komponen (1) tujuan, (2) tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak, (3) komponen fisik, dan (4) metode (disesuaikan dengan dunia anak). Guru/pelatih sebagai perencana program pembelajaran/pelatihan harus mempersiapkan strategi belajar yang tepat. Strategi pembelajaran gerak merupakan semua daya upaya dan siasat yang dilakukan oleh guru agar tujuan pembelajaran gerak bisa dicapai secara maksimal. Strategi yang dilakukanoleh guru harus mempertimbangkan (1) urutan materi pengajaran, (2) waktu latihan, (3) lingkungan belajar, dan (4) metode latihan.
PEMBINAAN KLUB OLAHRAGA SOFBOL BISBOL DI KOTA SEMARANG Osa Maliki
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i1.43

Abstract

Meraih prestasi yang optimal dalam suatu cabang olahraga diperlukan suatu proses pembinaan berjenjang yang memerlukan perencanaan dan penanganan secara sistematis, terarah dan konsisten serta dilaksanakan sejak usia dini, melalui klub olahraga. Penelitian ini menggunakan ancangan kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan meliputi : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dipaparkan secara analitik naratif dan disajikan melalui uraian-uraian verbal, dengan teknik deskriftif informal. Hasil penelitian yang dilaksanakan pada klub-klub sofbol kota Semarang sebagai berikut : (1) program pembinaan klub olahraga sofbol di klub-klub kota Semarang yaitu pemassalan, pembibitan dan pemanduan bakat, belum sesuai yang diharapkan. (2) program latihan di klub-klub sofbol kota Semarang tidak terdokumentasi atau tidak tertulis serta tidak ada informasi kepada pemain. Pemain tidak tahu program latihan yang harus dilaksanakan. (3) pelatih, sangat berperan dalam meningkatkan prestasi sofbol di klub, tapi sayangnya para pelatih tidak memiliki sertifikat pelatih baik tingkat daerah maupun nasional, mereka hanya pernah mendapatkan materi kuliah sofbol dan juga mantan atlet. (4) sarana dan prasarana di klub-klub sofboll di kota semarang semua klub belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai, terutama pada catcher set dan pemukul. (5) prestasi pemain klub sofbol kota Semarang cukup baik, terutama akhir-akhir ini klub Comos kota Semarang hampir rata-rata pemain bisa mewakili team kota Semarang dalam kejuaraan daerah. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan simpulan di atas maka saran penulis yang dapat disampaikan kepada pengurus klub, pelatih klub, pengkot Perbasasi kota Semarang. Sebagai berikut : (1) Program pembinaan klub-klub yang dicanangkan pada prinsipnya harus mengacu pada pengcab Perbasasi kota Semarang dan program pembinaan diPengprov dan PB Perbasasi, Sehingga dalam pembinaannya bisa terarah jelas pada sasaran, (2) Pengurus klub-klub olahraga sofbol kota Semarang hendaknya membuat program kerja secara tertulis sehingga dapat dijadikan sebagai alat kontrol dan evaluasi perjalanan klub, (3) Program latihan klub-klub yang dilaksanakan dilapangan baseball Akpol agar terjadwal sesuai dengan klub masing-masing. Sehingga pelaksanaan latihan bisa berjalan dengan maksimal, (4) Perlunya ditingkatkan kemampuan pelatih klub-klub olahraga sofbol dengan melalui penataran pelatih baik tingkat daerah maupun tingkat nasional, (5) Perlu dukungan Pengcab Perbasasi kota Semarang, dalam hal dana serta sarana dan prasarana yang di miliki oleh klub-klub sofbol di kota Semarang.  
OBSERVASIONAL LEARNING : METODE PSIKOLOGIS YANG DILUPAKAN DALAM PSIKOLOGIS OLAHRAGA Shodiq Hutomono
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v11i1.44

Abstract

Didalam dunia olahraga, banyak sekali penelitian telah dilakukan oleh para ahli termasuk didalamnya adalah penelitian psikologi olahraga. Mengapa atlet mau berlatih keras, pendekatan apa yang dilakukan pelatih supaya atletnya mau berlatih, faktor-faktor psikis apa saja yang meyebabkan atlet dapat berprestasi optimal, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hanya saja masih terdapat kajian secara psikilogis yang jarang disentuh atau mungkin dilupakan oleh para ahli psikologi olahraga yaitu observasional learning. Dengan adanya kenyataan tersebut, yang menguatkan Penny Mc Cullagh dan Maureen R. Weiss (2002:131) untuk menulis mengenai obsevasional learning ini, dengan maksud supaya pendekatan atau teori psikologis olahraga yang mendukungnya dapat lebih dikenal dan masyarakat olahraga tertarik untuk menggunakannya/mempraktikkannya. Olahraga/pendidikan jasmani tidak seperti bidang pendidikan yang lain yang cukup dilakukan dengan belajar teori, yang apabila atlet/siswa ingin menguasai suatu teknik gerakan menjadi terampil, dia harus rajin berlatih/belajar dalam artian gerak-gerak teknik yang sudah dimengerti secara teori harus dipraktikkan. Dan oleh karena adanya suatu syarat untuk menjadi terampil harus mempraktikkan. Gerakan inilah maka kajian tentang observasional learning menjadi lebih bermakna/penting. Mengapa demikian? yang pertama tentu saja karena didalam praktik pelatihan/pembelajaran gerak olahraga para atlet/siswa terutama kelas pemula memerlukan apa yang namanya contoh model gerakan yang betul ditinjau dari sudut fisiologis, biomekanis dan kinesiologis. Yang kedua tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan gerakan agar supaya menjadi terampil tersebut, dimungkinkan para atlet/siswa akan mengalami cidera. Dalam keadaan cedera inilah atlet/siswa sangat membutuhkan perhatian yang kadang-kadang hal ini diabaikan oleh pelatih/guru olahraganya.
PENGARUH LATIHAN INTERVAL ANAEROB DAN POWER LENGAN TERHADAP KECEPATAN RENANG 100 METER GAYA FRONT CRAWL HERI PENDIANTO
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v10i1.157

Abstract

This research aims to find out (1) the effect difference of 25 meters and 50 meters distances anaerobic interval training on the Front Crawl style of 100-meter swimming speed increase, (2) the effect difference of 25 meters distance anaerobic interval training and the combination of 25-50 meters distance on the Front Crawl style of 100-meter swimming speed increase, (3) the effect difference of 50 meters distance anaerobic interval training and the combination of 25-50 meters distance on the Front Crawl style of 100-meter swimming speed increase, (4) the difference of Front Crawl style of 100-meter swimming speed between the swimmer with high arm power and the one with low arm power, and (5) the effect of interaction between the anaerobic interval training and the arm power on the Front Crawl style of 100-meter swimming speed.   This research employed an experimental method. The research design employed was a 3 x 2 factorial design. The subjects employed in the study were the male swimmers of Tirta Dharma and Almagari Surakarta swimmer association, as many as 36 swimmers. The sampling technique employed was purposive random sampling. Technique of analyzing data employed was ANAVA. Before running the 3 x 2 design ANAVA, the data analysis prerequisite test was done using the sample normality test (Lilliefors test with α = 0.05%) and variance homogeneity test (Bartlett test with α = 0.05%).   The conclusions of research are as follows: (1) There is a significant difference 25 meters and 50 meters distances anaerobic interval training in increasing the Front Crawl style of 100-meter swimming speed, (F0 = 11.4248 > Ft = 3.32). The effect of 25 meters distance anaerobic interval training is better then that of 50 meters distance anaerobic interval training, (2) There is a significant difference 25 meters and combination of 25-50 meters distances anaerobic interval training in increasing the Front Crawl style of 100-meter swimming speed, (F0 = 11.4248 > Ft = 3.32). The effect of 25 meters distance anaerobic interval training is better then that combination of 25-50 meters distance anaerobic interval training. (3) There is a significant difference 50 meters and combination of 25-50 meters distances anaerobic interval training in increasing the Front Crawl style of 100-meter swimming speed, (F0 = 11.4248 > Ft = 3.32). The effect of 50 meters distance anaerobic interval training is better then that combination of 25-50 meters distance anaerobic interval training. (4) there is a significant difference of Front Crawl style of 100-meter swimming speed between the swimmer with high arm power and the one with low arm power, (F0 = 5.1962 > Ft = 4.17). The effect of swimmer with high arm power is better then the one with low arm power, and (5) there is a significant the effect of interaction between the anaerobic interval learning and the arm power on the Front Crawl style of 100-meter swimming speed increase, (F0 = 7.0338 > Ft = 3.32).  

Page 8 of 37 | Total Record : 364


Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol 25 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 25 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 24 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 24 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 23 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 23 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 22 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 22 No. 1 (2022): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 21 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 21 No. 1 (2021): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 20 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 20 No. 1 (2020): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 19 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 19 No. 1 (2019): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 3 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 2 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 18 No. 1 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 17 No. 2 (2017): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 17 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 16 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 16 No. 1 (2016): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 3 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 2 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 15 No. 1 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 3 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 2 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 14 No. 1 (2014): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 3 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 2 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 13 No. 1 (2013): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 3 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 2 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 12 No. 1 (2012): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 11 No. 3 (2011): JURNAL ILMIAH SPIRIT Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Ilmiah Spirit More Issue