cover
Contact Name
Nabil
Contact Email
anisbata124@gmail.com
Phone
+6281296863466
Journal Mail Official
journal@almarhalah.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Marhalah Al ‘Ulya Bekasi Jl. KH. Mas Mansyur No. 91, Bekasi
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Al Marhalah
ISSN : 0126043X     EISSN : 27162400     DOI : 10.38153
The Al Marhalah | Jurnal Pendidikan Islam published by STIT Al Marhalah AL ‘Ulya Bekasi, is a peer-reviewed open access international journal published twice in a year (May and November). Al Marhalah | Jurnal Pendidikan Islam is a Islamic Education research and article journal. Intended to communicate original researches, methodology and current issues on the subject. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives: education, psychology, sociology, anthropology and many more. This journal warmly welcomes to articles contributions from scholars of related disciplines.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah" : 10 Documents clear
Student Affairs Management In Pesantren-Based Formal Madrasah Baqiyatush Sholihah
Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/alm.v4i2.40

Abstract

This research studied about student affairs management in Madrasah Aliyah Tajul Ulum as pesantren-based formal madrasah before the madrasah was divided into two for boys and girls (banin and banat). Management aspects here are planning, organizing, staffing, leading, and evaluating. Student affairs scopes are admission of students, orientation of new students, counseling services for students, extra-curricular and co-curricular, development of superior achievement, and tracking of alumnus. This study used qualitative method. The data gained through some techniques, they are interview, observation, and documentation. Interview was done with prominent figures such as principal, vice-principal, staffs that handle student activities, and the managers of pesantren (pengurus pondok). Those techniques are aimed to gain information to answer the research questions. First question: how is the student affairs management in Madrasah Aliyah Tajul Ulum as pesantren-based formal madrasah, the second: what are the supporting and inhibiting factors of student affairs management in Madrasah Aliyah Tajul Ulum. Based on the research, could be concluded that MATU has applied the management functions in admission of students, orientation of new students, counseling services for students, extra-curricular and co-curricular, development of superior achievement, but there is a big lack in the matter of tracking of alumnus, there is no adequate management related to alumnus. Even the supporting factors in student affairs management over there are: attractive environmental condition because there are many pesantrens among the madrasah, cooperative society among the madrasah, cooperative pesantren parties, madrasah’s human resources that almost have educational back-ground of pesantren. Inhibiting factors: lack of fund, the economic level of students’ parents, inadequate number of classrooms, the diversity of students’ backgrounds, shortage of administrative staffs which affects student management.
Menekan Ketimpangan Pendanaan Pendidikan Dan Mengurangi Kemiskinan Aprilliantoni Aprilliantoni
Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/alm.v4i2.41

Abstract

Kebijakan Inklusi Pendanaan pendidikan  akan mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Karena setiap pertumbuhan ekonomi akan menciptakan tambahan pekerjaan. Merujuk Konsep hukum Coulomb, di mana ada daya tarik yang kuat, bila berbeda muatan akan mengalami tarik menarik, di sini antara pengentasan kemiskinan dan  jumlah rata-rata  tahun pendidikan, yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia meningkat dengan cepat, pada awal 1960-an yang hanya 60 Dolar AS per tahun, pada 2016 menjadi 3.605 dollar AS. Sayangnya kenaikan pendapatan rata-rata ini tidak  diikuti oleh mengecilnya gap jurang kaya dan miskin, hal ini  dibuktikan dengan memburuknya rasio Gini, BPS mencatat koefisien Gini meningkat dengan cepat dari 0,30 pada tahun 2000 menjadi 0,41 pada tahun 2013 dan menurun sedikit 0,394 pada 2016.Fokus pemerintah bahwa sejak tahun 2008 mendorong anggaran pendidikan 20 % dari APBN, Dalam jangka pendek sedikit mengurangi kemiskinan, sebaliknya mendorong kuat ekonomi kelas menengah ke atas, Implikasinya mendorong pelebaran ketidaksetaraan ekonomi. Karena itu, pemerintah sekarang perlu untuk mendorong Inklusi pendanaan  pendidikan  yang tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah rata-rata  tahun pendidikan
Refleksi Teknologi Dalam Dimensi Agama Zamakhsyari Abdul Majid
Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/alm.v4i2.37

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan dan kaitanya dengan sudut pandang kajian keilmuan keagamaan yang holistik, integratif dan interkonektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-diskriptif dengan mencoba menelusuri berbagai karya dan tulisan yang berhubungan dengan fokus kajian, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karya-karya itu dibaca secara seksama lalu dianalis dan diinterpretasi secara kualitatif mengikut permasalahan kajian yang sudah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Hasil tulisan ini menunjukkan Ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada zaman modern ini, mengalami banyak perubahan dan sangat cepat, sedang agama bergerak dengan lamban sekali, karena itu terjadi ketidak harmonisan antara agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Ilmu pengetahuan dengan agama, baik dalam rangka untuk mempertegas keilmuan yang sudah ada dengan dalil-dalil dalam al-Qur'an, maupun sebaliknya menjadikan sains sebagai penjelas terhadap al-Qur'an
Hermeneutik Nasr Abu Zayd Dalam Memahami Al-Quran Nabil Nabil
Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/alm.v4i2.38

Abstract

Al-Quran merupakan teks suci dari Tuhan yang selalu menjadi pedoman oleh manusian di setiap tempat dan waktu (kontekstual). Melihat problem dunia dan masyarakat yang semakin kompleks, maka al-Quran setidaknya harus bisa disesuaikan dengan kondisi waktu dan zaman pada masa kini. Interpretasi al-Quran harus mampu menjawab persoalan-persoalan social, ekonomi, budaya, politik, agama, dll. Nasr Hamid Abu Zayd merupakan actor hermeneutic yang mencoba mengkontekstualisasikan al-Quran pada masa modern. Avbu Zayd menginginkan interprestasi al-Quran menggunkan paradigm baruyang didasarkan atas teori sastra modern dan membuat al-Qutran menjadi teks yang terbuka untuk diinterpretasi tanpa adanya otoritas dari golongan ulama tertentu, agar interpretasi terhadap teks al-Quran dapat menyentuh isu yang paling sensitif dikalangan umat islam.
Analisis Kajian Hadits Tentang Metodologi Pembelajaran Rasulullah SAW Fahmi Sahlan
Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/alm.v4i2.39

Abstract

Hadis sebagai suatu second hukum dari al-Quran. Di dalamnya terdapat aspek kehidupan Rasul yang menjadikan rujukan untuk pengikutnya, termasuk dari segi pendidikan. Pendidikan dan pembelajaran Rasul berbeda-beda dari segi metodologi sesuai konteks sosial yang terjadi. Beragam metodologi yang diberikan oleh Rasul, dari metode ceramah sampai peragaan. Dimana metode ini dalam artikel ini dijelaskan dari segi sosoi-historis secara gamblang. Banyak yang diterapkan dalam praktek pendidikan di masa kini yang bersumber dari metodologi pembelajaran Rasul.Dalam proses belajar mengajar, Rasulullah Saw, senantiasa memilih metode-metode yang dinilai efektif dan efisien, mudah dipahami dan dicerna akal, serta mudah diingat sesuai dengan porsi dan kapasitas intelektual peserta didik. Fenomena tersebut dapat kita buktikan ketika mengeksplorasikan beberapa hadits, mulai dari mempelajari teks-teksnya sampai membacanya dengan cermat, tentu akan banyak ditemukan model perkataan (pengajaran) beliau yang sangat variatif.
Hermeneutik Nasr Abu Zayd Dalam Memahami Al-Quran Nabil Nabil
Almarhalah Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v4i2.38

Abstract

Al-Quran merupakan teks suci dari Tuhan yang selalu menjadi pedoman oleh manusian di setiap tempat dan waktu (kontekstual). Melihat problem dunia dan masyarakat yang semakin kompleks, maka al-Quran setidaknya harus bisa disesuaikan dengan kondisi waktu dan zaman pada masa kini. Interpretasi al-Quran harus mampu menjawab persoalan-persoalan social, ekonomi, budaya, politik, agama, dll. Nasr Hamid Abu Zayd merupakan actor hermeneutic yang mencoba mengkontekstualisasikan al-Quran pada masa modern. Avbu Zayd menginginkan interprestasi al-Quran menggunkan paradigm baruyang didasarkan atas teori sastra modern dan membuat al-Qutran menjadi teks yang terbuka untuk diinterpretasi tanpa adanya otoritas dari golongan ulama tertentu, agar interpretasi terhadap teks al-Quran dapat menyentuh isu yang paling sensitif dikalangan umat islam.
Analisis Kajian Hadits Tentang Metodologi Pembelajaran Rasulullah SAW Fahmi Sahlan
Almarhalah Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v4i2.39

Abstract

Hadis sebagai suatu second hukum dari al-Quran. Di dalamnya terdapat aspek kehidupan Rasul yang menjadikan rujukan untuk pengikutnya, termasuk dari segi pendidikan. Pendidikan dan pembelajaran Rasul berbeda-beda dari segi metodologi sesuai konteks sosial yang terjadi. Beragam metodologi yang diberikan oleh Rasul, dari metode ceramah sampai peragaan. Dimana metode ini dalam artikel ini dijelaskan dari segi sosoi-historis secara gamblang. Banyak yang diterapkan dalam praktek pendidikan di masa kini yang bersumber dari metodologi pembelajaran Rasul.Dalam proses belajar mengajar, Rasulullah Saw, senantiasa memilih metode-metode yang dinilai efektif dan efisien, mudah dipahami dan dicerna akal, serta mudah diingat sesuai dengan porsi dan kapasitas intelektual peserta didik. Fenomena tersebut dapat kita buktikan ketika mengeksplorasikan beberapa hadits, mulai dari mempelajari teks-teksnya sampai membacanya dengan cermat, tentu akan banyak ditemukan model perkataan (pengajaran) beliau yang sangat variatif.
Student Affairs Management In Pesantren-Based Formal Madrasah Baqiyatush Sholihah
Almarhalah Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v4i2.40

Abstract

This research studied about student affairs management in Madrasah Aliyah Tajul Ulum as pesantren-based formal madrasah before the madrasah was divided into two for boys and girls (banin and banat). Management aspects here are planning, organizing, staffing, leading, and evaluating. Student affairs scopes are admission of students, orientation of new students, counseling services for students, extra-curricular and co-curricular, development of superior achievement, and tracking of alumnus. This study used qualitative method. The data gained through some techniques, they are interview, observation, and documentation. Interview was done with prominent figures such as principal, vice-principal, staffs that handle student activities, and the managers of pesantren (pengurus pondok). Those techniques are aimed to gain information to answer the research questions. First question: how is the student affairs management in Madrasah Aliyah Tajul Ulum as pesantren-based formal madrasah, the second: what are the supporting and inhibiting factors of student affairs management in Madrasah Aliyah Tajul Ulum. Based on the research, could be concluded that MATU has applied the management functions in admission of students, orientation of new students, counseling services for students, extra-curricular and co-curricular, development of superior achievement, but there is a big lack in the matter of tracking of alumnus, there is no adequate management related to alumnus. Even the supporting factors in student affairs management over there are: attractive environmental condition because there are many pesantrens among the madrasah, cooperative society among the madrasah, cooperative pesantren parties, madrasah’s human resources that almost have educational back-ground of pesantren. Inhibiting factors: lack of fund, the economic level of students’ parents, inadequate number of classrooms, the diversity of students’ backgrounds, shortage of administrative staffs which affects student management.
Menekan Ketimpangan Pendanaan Pendidikan Dan Mengurangi Kemiskinan Aprilliantoni Aprilliantoni
Almarhalah Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v4i2.41

Abstract

Kebijakan Inklusi Pendanaan pendidikan  akan mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Karena setiap pertumbuhan ekonomi akan menciptakan tambahan pekerjaan. Merujuk Konsep hukum Coulomb, di mana ada daya tarik yang kuat, bila berbeda muatan akan mengalami tarik menarik, di sini antara pengentasan kemiskinan dan  jumlah rata-rata  tahun pendidikan, yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia meningkat dengan cepat, pada awal 1960-an yang hanya 60 Dolar AS per tahun, pada 2016 menjadi 3.605 dollar AS. Sayangnya kenaikan pendapatan rata-rata ini tidak  diikuti oleh mengecilnya gap jurang kaya dan miskin, hal ini  dibuktikan dengan memburuknya rasio Gini, BPS mencatat koefisien Gini meningkat dengan cepat dari 0,30 pada tahun 2000 menjadi 0,41 pada tahun 2013 dan menurun sedikit 0,394 pada 2016.Fokus pemerintah bahwa sejak tahun 2008 mendorong anggaran pendidikan 20 % dari APBN, Dalam jangka pendek sedikit mengurangi kemiskinan, sebaliknya mendorong kuat ekonomi kelas menengah ke atas, Implikasinya mendorong pelebaran ketidaksetaraan ekonomi. Karena itu, pemerintah sekarang perlu untuk mendorong Inklusi pendanaan  pendidikan  yang tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah rata-rata  tahun pendidikan
Refleksi Teknologi Dalam Dimensi Agama Zamakhsyari Abdul Majid
Almarhalah Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v4i2.37

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan dan kaitanya dengan sudut pandang kajian keilmuan keagamaan yang holistik, integratif dan interkonektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-diskriptif dengan mencoba menelusuri berbagai karya dan tulisan yang berhubungan dengan fokus kajian, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karya-karya itu dibaca secara seksama lalu dianalis dan diinterpretasi secara kualitatif mengikut permasalahan kajian yang sudah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Hasil tulisan ini menunjukkan Ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada zaman modern ini, mengalami banyak perubahan dan sangat cepat, sedang agama bergerak dengan lamban sekali, karena itu terjadi ketidak harmonisan antara agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Ilmu pengetahuan dengan agama, baik dalam rangka untuk mempertegas keilmuan yang sudah ada dengan dalil-dalil dalam al-Qur'an, maupun sebaliknya menjadikan sains sebagai penjelas terhadap al-Qur'an

Page 1 of 1 | Total Record : 10