cover
Contact Name
Erpin Harahap
Contact Email
erpinharahap@umt.ac.id
Phone
+6281316371691
Journal Mail Official
erpinharahap@umt.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis kemerdekaan 1/33 cikokol kota tangerang-Banten 15118
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan
ISSN : 19790074     EISSN : 25805940     DOI : https://doi.org/10.31000/rf
Rausyan Fikr adalah jurnal yang didirikan dari tahun 2008 oleh fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Tangerang Banten. jurnal rausyan fikr memuat penelitian-penelitian di bidang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Perbankan Syariah
Articles 192 Documents
MENINGKATKAN MOTIVASI MINAT BELAJAR SISWA Totong Heri
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 15, No 1 (2019): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v15i1.1369

Abstract

Motivasi merupakan dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar seseorang sehingga ia berminat terhadap sesuatu yang dipelajarinya, karena minat adalah alat motivasi dalam belajar. Minat belajar seseorang tergantung kepada seberapa besar keingin untuk mendapatkan hasil belajaar. Motivasi sangat memiliki peran penting untuk menggerakkan minat belajar. Sering terjadi pada siswa yang tidak memiliki motivasi akan berdampak buruk pada hasil belajar siswa. Begitu pula sebaliknya seorang siswa yang memiliki motivasi akan berdampak positip terhadap hasil belajarnya. Betapa penting peran motivasi dalam belajar, karena itu motivai memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN PERPSEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Al Irsyadiyah
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 16, No 1 (2020): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v16i1.2459

Abstract

AbstrakManajemen dapat diartikan sebagai pengelolaan, ketatalaksanaan dan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Beberapa hal yang harus dicermati dalam manajemen mutu pendidikan Islam: Perbaikan Terus Menerus, Menetapkan Standar Mutu, Organisasi yang berubah. Peningkatan mutu dilakukan secara menyeluruh. berdasarkan ukuran, kadar, ketentuan dan penilaian tentang kualitas sesuatu barang maupun jasa (produk) sesuai dengan kepuasan pelanggan. Pemanfaatan dilakukan melalui kerjasama secara efektif, efisien, dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat.
AKTIVITAS MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DALAM PENGEMBANGAN PROFESI GURU BERKELANJUTAN (MTSN JAKTIM) Isma Nurfitri; Zaharah Zaharah
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 14, No 02 (2018): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v14i02.913

Abstract

Abstrak:Aktivitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) khususnya IPS dalampengembangan profesi guru berkelanjutan adalah suatu forum atau wadah kegiatan professional guru mata pelajaran sejenis di masing-masing sekolah yang terdiri dari dua unsur yaitu musyawarah dan guru mata pelajaran tujuanya memberikan sosialisasi kurikulum yang sedang berlaku dan gambaran serta pemahaman tentang silabus yang berlaku, pembelakalan dan solusi tentang permasalahan pembelajaran, pembekalan bagiguru mata pelajaran dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal dan pembekalan bagi penyusunan Rencana Pelaksanaan PembelajaranKata kunci: Aktivitas, Berkelanjutan, Guru, MGMP.
ANALISIS KESESUIAN STRATEGI PEMASARAN TERHADAP MAQASHID SYARIAH (STUDI KASUS DI BMT BINA INSAN SEJAHTERA MANDIRI) zainal arif; Farhatun Dina Nisah; Dhany Hermawan; Muh Turizal Husein
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 16, No 1 (2020): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v16i1.2494

Abstract

Abstrak:Mempertahankan kelangsungan dan berkembangnya perusahaan membutuhkan strategi pemasaran yang baik dan professional. Tujuan dari ketentuan syariah yaitu terwujudnya keberkahan dan kasih sayang bagi semesta alam. Praktek dari kerahmatan syariah adalah apabila maqashid syariah telah dijalankan yang meliputi perlindungan terhadap agama (hifzh din), perlindungan terhadap akal (hifzh aql), perlindungan terhadap harta benda (hifzh maal), perlindungan terhadap jiwa (hifzh nafs), dan perlindungan terhadap keturunan atau kehormatan (hifzh nasl). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kesesuaian strategi pemasaran terhadap maqashid syariah yang dilakukan di Koperasi Syariah BMT BISMA sesuai dengan maqashid syariah dan sudah dapat dirasakan masyarakat secara langsung, namun pihak internal BMT BISMA perlu untuk meningkatkan pengetahuan ilmu ekonomi Islam, salah satunya dengan mengadakan kajian ilmu ekonomi Islam yang belum diketahui agar dapat menjadi pegangan dalam memberikan edukasi dan mensosialisasikan ekonomi Islam kepada masyarakat mengingat maqashid syariah merupakan kunci dari kemaslahatan umat.
PERSPEKTIF IBN KHALDUN TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM (ANALISIA TERHADAPPEMIKIRAN IBN KHALDUN DALAM KITAB MUKADDIMAH) Erpin Harahap
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 13, No 2 (2017): Rausyan FIkr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v13i2.301

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dan bersifat deskriptif analitik. Fokus penelitian diarahkan untuk mengkaji perspektif ibn khaldun terhadap pendidikan islam(analisia terhadappemikiran ibn khaldun dalam kitab mukaddimah)Penelitian ini menyimpulkan bahwa; Menurut Ibn Khaldun unsur pendidikan yang paling utama adalah manusia (the man) itu sendiri. Karena memiliki dualisme sistem yakni menjadi objek sekaligus subjek pendidikan.Sebab manusia merupakan subjek sekaligus objek dalam pendidikan. Manusia sebagai makhluk berfikir diberikan akal sebagai unsur utama yang berfungsi menjadi tiga tingkatan: sebagai akal pemilah, akal eksprimental dan akal kritis/spekulatif. Ibn Khaldun membagi ilmu pengetahuan kepada yang sifatnya alami bagi manusia dengan bimbingan dan pikirannya, dan yang bersifat tradisional (naqly) yang diperoleh manusia dari sang Pencipta.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DAN BARAT (Analisis Komparatif Pemikiran Imam az-Zarnuji dan John Dewey) Yuliani Yuliani
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 14, No 02 (2018): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v14i02.897

Abstract

Abstrak:Pemikiran Imam az-Zarnuji dalam Pendidikan adalah sangat kental dengan muatan moral-transendensi. Tujuan pendidikan diarahkan pada kedekatan diri pada Allah SWT dan mencari ridha Allah SWT. Pemikiran John Dewey dalam Pendidikan adalah bersifat partisipatif dan kebebasan, pendidikan yang fleksibel, dinamis, dan bergerak ke depan. Pendidikan Islam (Imam az-Zarnuji) dan pendidikan Barat (John Dewey), Pendidikan Islambasic moral, Barat metodologi keilmuan. Sehingga akan terlahir konsep pendidikan yang bernilai liberasi dengan muatan moral transendensi.Kata Kunci: Pendidikan, Imam az-Zarnuji, John Dewey.
MEMBANGUN PRODUKTIVITAS DOSEN DI PERGURUAN TINGGI Totong Heri
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 15, No 2 (2019): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v15i2.1804

Abstract

Abstrak:Masalah produktivitas merupakan masalah Nasional, bahwa pembangunan SDM menjadi pusat perhatian di masa depan. Sebab kunci keberhasilan pembangunan sangat tergantung pada kualitas manusianya, dan kualitas manusia ditentukan pula sejauh mana kualitas pendidikan yang ada di Negeri ini. Perguruan tinggi memiliki andil besar dalam upaya memproduksi manusia yang berkualitas, sebagai jawaban tentang keberhasilan pembangunan di masa depan. Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan harus memiliki komitmen tinggi dan kompeten dan mampu mengembangkan penelitian sebagai perwujudan pengabdianya terhadap masyarakat bangsa dan Negara. sebagai pengemban Catur Darma Perguruan Tinggi. Kata Kunci: Membangun, Produktivitas, Dosen.
QALBUN SALIM PERSPEKTIF TAFSIR IBNU KATSIR Ahmad Haromaini; Abdul rachman
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 16, No 2 (2020): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v17i2.3048

Abstract

AbstrakHati merupakan inti dari tubuh manusia, baik dan buruknya sangat berpengaruh dari kondisi hati seseorang. Literatur penafsiran mengenai hati banyak ditemukan di beberapa kitab tafsir, salah satunya adalah Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Bagaimanakah sikap Ibnu Katsir dalam menafsirkan kata tersebut? Adakah kecenderungan konsistensi pengambilan sumber rujukan yang dilakukan ketika menafsirkan? Penelitian ini dilakukan dengan mengambil pembahasan secara tematik dan mengambil satu sumber data penelitian. Hasil penelitian menyebutkan bahwa adanya konsistensi dari tokoh yang menjadi sumber rujukan dalam penafsiran qalbun salim serta pemaknaan qalbun salim diartikan dengan selamat dari kotoran dan kemusyrikan dan yang bersih, hati yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman.
EPISTEMOLOGI, LOGIKA DAN BAHASA Zaimul am
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 13, No 1 (2017): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v13i1.56

Abstract

Abstrak:Ada keberkaitan erat antara kajian mengenai pengetahuan dan kajian mengenai bahasa sebagai media untuk mengungkapkan apa yang diketahui. Para filsuf umumnya tertarik untuk membahas hubungan antara pikiran, kata dan realitas. Sebagian dari mereka telah tiba pada sebuah kesimpulan bahwa ternyata kata-kata berada di persimpangan jalan: apakah ia ingin mencerminkan apa yang ada di dalam pikiran ataukah ia ingin mencerminkan apa yang ada di dalam realitas. Kemudian bagaimana cara membedakan antara kalimat (proposisi) yang benar dari kalimat yang keliru. Analisis gramatikal berhenti hanya sebatas hubungan antara kalimat dengan kaidah-kaidah gramatikal sebagai uji kebenaran suatu proposisi. Tetapi bagaimana menguji kebenaran isi (properti, esensi, substansi) suatu proposisi? Banyak teori filosofis yang dikemukakan namun tetap saja bahwa seperti hal pikiran merupakan suatu misteri, kata-kata dan kalimat juga membentuk misterinya sendiri.
PENDEKATAN TAFSIR AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF IBN TAYMIYYAH saiman soleh
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 14, No 1 (2018): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v14i1.675

Abstract

Abstrak:Titik temu antara Ibn Taymiyyah dan para filsuf Muslim dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur‟an dengan menggunakan pendapat pribadi. Ibn Taymiyyah merumuskan hierarki kualitas penafsiran Al-Quran yang meliputi penafsiran Al-Quran dengan Al-Qur‟an, penafsiran Al-Qur‟an dengan Sunnah Rasulullah SAW, penafsiran Al-Qur;an dengan pendapat para sahabat dan tabi‟in, penafsiran Al-Quran dengan menggunakan pendapat para ahli bahasa dan penafsiran Al-Quran dengan menggunakan pendapat pribadi. Meski berada pada alternatif terakhir, Ibn Taymiyyah tidak menafikan penafsiran Al-Quran dengan menggunakan pendapat pribadi sebagai sesuatu yang mungkin dilakukan. Al-Ghazali dan Ibn Rusyd berpendapat bahwa menafsirkan Al-Quran dengan pendapat pribadi harus tetap berada di dalam koridor teks agama yang sahih dan tidak boleh melanggar kaidah-kaidah bahasa Arab. Selain itu, baik Ibn Taymiyyah, al-Ghazali dan Ibn Rusyd sama-sama berpendapat bahwa penafsiran Al-Quran dengan menggunakan pendapat pribadi dan penafsiran metaforik (ta‟wîl) merupakan sesuatu yang jarang dilakukan dan bersifat sangat elitis.Kata Kunci: Pendekatan, Tafsir, Ibn Taymiyah

Page 3 of 20 | Total Record : 192