cover
Contact Name
Erpin Harahap
Contact Email
erpinharahap@umt.ac.id
Phone
+6281316371691
Journal Mail Official
erpinharahap@umt.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis kemerdekaan 1/33 cikokol kota tangerang-Banten 15118
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan
ISSN : 19790074     EISSN : 25805940     DOI : https://doi.org/10.31000/rf
Rausyan Fikr adalah jurnal yang didirikan dari tahun 2008 oleh fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Tangerang Banten. jurnal rausyan fikr memuat penelitian-penelitian di bidang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Perbankan Syariah
Articles 202 Documents
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL: PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN Hardi, SUHARDI; Noviadi Nugroho, Mochammad
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 21, No 1 (2025): RAUSYAN FIKR
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v21i1.13994

Abstract

AbstrackThis study examines the complexities of educational leadership in the digital era through a comprehensive analysis of six fundamental leadership characteristics, six systematic educational management strategies, and five implementation challenges in Indonesian educational institutions. Through a systematic literature review methodology, the research reveals that successful digital transformation requires leaders to possess integrated competencies encompassing digital vision, comprehensive digital literacy, spiritual foundation, adaptive-innovative capabilities, collaborative skills, and change management expertise. The findings demonstrate that effective implementation depends on systematic management strategies, including comprehensive strategic planning, human resource development, integrated information systems, digital learning optimization, network infrastructure strengthening, and strategic partnership development. Despite facing significant challenges such as digital gaps, human resource readiness, financial constraints, data security, and character value integration, the study shows that multi-stakeholder collaboration-based solutions have proven effective in supporting sustainable digital transformation while maintaining fundamental educational values. The research contributes to theoretical understanding by highlighting the integration of technological, pedagogical, and managerial competencies in digital educational leadership, while providing practical implications for developing contextual digital transformation roadmaps, strengthening digital competencies, and building ethical digital culture through strategic partnerships.Keywords: educational leadership, digital era, educational management, digital literacy, digital transformation
MENJAGA KEHORMATAN DAN HARGA DIRI PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Sihabudin, Ahmad
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 21, No 1 (2025): RAUSYAN FIKR
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v21i1.14339

Abstract

ABSTRAKIslam Memandang Pentingnya Manjaga Kehormatan Dan Harga Diri dan menjaganya merupakan yang selalu diusahakan oleh setiap Insan yang beriman. Segala macam cara untuk menjaga kehormatannya, agar tetap pada tingkatan yang sesuai dengan petunjuk Allah. Hal inilah yang menjadi pokok pembahasan untuk meneliti tentang Menjaga Kehormatan Dan Harga Diri Perspektif Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research atau penelitian pustaka untuk memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji secara mendalam terhadap data-data kepustakaan, baik yang sekunder maupun yang primer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode berpikir deskriptif analitis. Harga diri dikenal sebagai muru'ah, yang menekankan pentingnya menjaga harga diri Muslim dan mengumpulkan rasa hormat dari orang lain dengan persepsi diri yang positif cenderung menunjukkan keunggulan moral, menunjukkan kebaikan terhadap Pencipta, orang tua, pendidik, dan teman sebaya. Dalam perspektif pendidikan Islam, harga diri identik dengan 'muru'ah'. Umumnya, 'muru'ah' ditafsirkan sebagai harga diri muslim yang harus dijaga, serta membuat orang lain menghormatinya. Hasil dari penelitian terkait Harga Diri Perspektif Pendidikan Islam adalah: (1) Merangkul cinta diri, (2) Melatih otonomi dalam pengambilan keputusan, (3) Mempraktikkan perhatian penuh, (4) Menahan godaan untuk menyerah dengan mudah.  Kata Kunci: Kehormatan, Harga Diri, Pendidikan Islam
PRINSIP DASAR EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SD NEGERI 01 GINTUNG Syukron Makmun; Ali Mubin
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol. 22 No. 1 (2026): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/n5bzm382

Abstract

This study discusses the principles of evaluation in Islamic Religious Education (PAI), as well as the concepts, functions, and objectives of evaluation, including the methods and techniques of evaluation in PAI education. This research aims to understand the basic concepts of evaluation in PAI learning at the elementary school level. The method used in this study is a qualitative method involving data collection in the form of texts and images rather than numerical calculations. The researcher hopes to provide solutions to fundamental problems in the education sector, particularly issues related to learning evaluation, by explaining the basic concepts of evaluation in Islamic Religious Education (PAI) learning. The research was conducted at SD Negeri 01 Gintung, Sukadiri District, Tangerang Regency. The data for this study were obtained from PAI teachers, the school principal, and sixth-grade students. Keywords: Basic Concepts of Evaluation, PAI Instructional. Studi ini membahas prinsip - prinsip evaluasi dalam pendidikan PAI serta konsep , fungsi , dan tujuan evaluasi , serta metode dan teknik evaluasi dalam pendidikan PAI.​​​​ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dasar evaluasi dalam pembelajaran PAI di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang melibatkan pengumpulan data dalam bentuk teks , gambar , dan bukan perhitungan. Peneliti berharap dapat memberikan solusi dari permasalahan fundamental dalam sektor pendidikan, yakni Masalah evaluasi pembelajaran yang menguraikan konsep dasar evaluasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Lokasi penelitian ini di SD Negeri 01 Gintung Kec. Sukadiri Kab. Tangerang. Data untuk penelitian ini diperoleh dari guru PAI , kepala sekolah , dan siswa kelas enam. Kata kunci: Konsep Dasar Evaluasi, Pembelajaran PAI  
PENGUATAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DENGAN EKOTEOLOGI  Membangun Kesadaran Ekologis Melalui Pendekatan Intersubjektif Suhardi
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol. 22 No. 1 (2026): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/knvaxf44

Abstract

Krisis lingkungan memerlukan respons madrasah yang melampaui pendekatan program insidental, melalui penguatan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berlandaskan ekoteologi. Artikel ini menyoroti bagaimana kolaborasi intersubjektif—berupa dialog, berbagi pengalaman, dan internalisasi nilai—menjadi mekanisme utama pembentukan kesadaran ekologis kolektif di madrasah. Permasalahan yang ditelaah antara lain kesenjangan antara instrumen administrasi dan budaya partisipasi, serta tantangan menyelaraskan fatwa, kebijakan Kementerian Agama, dan praktik keseharian warga madrasah. Penelitian ini berbentuk kajian pustaka dan analisis dokumen dengan pendekatan sintesis tematik atas literatur kebijakan terbaru, fatwa lingkungan, serta referensi MBS, ekoteologi, dan intersubjektivitas. Hasil kajian meliputi empat tema utama, kerangka mekanisme intersubjektif empat tahap, serta satu tabel ringkasan mekanisme pembentukan kesadaran ekologis kolektif di madrasah. Simpulan menegaskan potensi MBS ekoteologis-intersubjektif dalam melembagakan kepedulian lingkungan sebagai identitas kolektif madrasah. Saran diarahkan pada integrasi nilai ekoteologi dalam pengembangan kepemimpinan kepala madrasah serta penelitian empiris lanjutan terkait hubungan praktik intersubjektif dengan perilaku peduli lingkungan.   Kata Kunci: Manajemen Berbasis Madrasah (MBM), Ekoteologi, Intersubjektivitas, Kesadaran Ekologis Kolektif, Partisipasi  
PENGARUH GAMIFIKASI BERBASIS KAHOOT TERHADAP MINAT BELAJAR MURID DI MADRASAH ALIYAH DA’IL KHAIRAAT JAKARTA BARAT Nur Halimah; Nur Fahriyah Sahifah; Aslihatul Rahmawati
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol. 22 No. 1 (2026): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/wrffe750

Abstract

ABSTRAK Kemajuan teknologi yang terus meningkat turut mendorong perkembangan gamifikasi menjadi semakin modern dan inovatif. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif. Salah satu aplikasi yang menjadi inovasi dalam pembelajaran yaitu aplikasi kahoot. Penggunaan gamifikasi interaktif seperti Kahoot mampu menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan pendidikan, khususnya terkait rendahnya minat belajar murid dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh gamifikasi berbasis kahoot terhadap minat belajar murid di Madrasah Aliyah Da’il Khairaat Jakarta Barat. (2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gamifikasi berbasis kahoot terhadap minat belajar murid di Madrasah Aliyah Da’il Khairaat Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket (kuesioner) dengan sampel acak (random sampling). Teknik analisis datanya menggunakan rumus statistika regresi linear sederhana dengan perhitungan SPSS Versi 25. Data populasi sebesar 192 murid dan sampel sebesar 130 murid. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai R Square sebesar 0,393 atau sebesar 39,3%. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 9,112 > ttabel sebesar 1,978. Dengan demikian dapat disimpulkan gamifikasi berbasis kahoot memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat belajar murid di Madrasah Aliyah Da’il Khairaat Jakarta Barat sebesar 39,3% sedangkan 60,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Kata Kunci: Gamifikasi, Berbasis, Kahoot, Minat, Belajar  
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM ANIMASI IBRA BERKISAH EPISODE MUKJIZAT AIR DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Fithri Lutfiah; Ahmad Haromaini; Faiz Fikri Al-Fahmi
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol. 22 No. 1 (2026): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/1jeqyq69

Abstract

ABSTRACT Character education in Islam is a lifelong process aimed at shaping individuals who are responsible, morally upright, and grounded in faith. In today’s digital era, media such as animation plays a significant role in shaping children's character, particularly within the context of Islamic Religious Education. However, not all programs offer strong educational value. The animated series Ibra Berkisah serves as a positive alternative by presenting inspirational stories rooted in Islamic history that are both entertaining and educational. The episode “Mukjizat Air” specifically conveys character values such as patience, gratitude, cooperation, and religiosity, which align with the principles of Islamic education. This qualitative study, using content analysis of scenes, dialogues, and character behavior, aims to (1) identify the character education values in the episode “Mukjizat Air”, and (2) examine their relevance to Islamic Religious Education. The findings reveal eight key values—creativity, frugality, patience, cooperation, curiosity, religiosity, gratitude, and friendliness/communication—all of which closely relate to the Islamic educational framework encompassing faith (akidah), morality (akhlak), and religious practice (syariat).   Keywords: Education, Character, Islamic Religious Education, Animation, Ibra Berkisah, Mukjizat Air
ANALISIS PERSPEKTIF ETIKA ISLAM TERHADAP PERILAKU PENYEBARAN INFORMASI (HOAKS) OLEH PENGGUNA X DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT Dalmeri Dalmeri; Nilam Anjelina; Ersa Saskia Salsabila; Ghalda Bilqis Albania
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol. 22 No. 1 (2026): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/3q6ehy13

Abstract

Perkembangan media sosial telah mempermudah proses penyebaran informasi secara cepat dan luas, namun juga meningkatkan risiko penyebaran informasi palsu atau hoaks. Platform X merupakan salah satu media sosial yang memiliki karakteristik real-time dan viralitas tinggi, sehingga memungkinkan informasi yang belum terverifikasi menyebar dengan cepat kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penyebaran informasi hoaks oleh pengguna X melalui perspektif etika Islam dalam konteks kehidupan sosial masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi terhadap tiga unggahan hoaks yang berkaitan dengan isu publik, yaitu informasi dugaan pernyataan Sri Mulyani mengenai profesi guru, kenaikan harga BBM, dan patungan APBN untuk membantu negara. Data dianalisis berdasarkan prinsip etika Islam, khususnya tabayyun, sidiq, dan tanggung jawab sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna X cenderung menyebarkan informasi secara cepat tanpa melakukan verifikasi yang memadai, terutama pada isu yang berkaitan dengan kebijakan publik dan tokoh negara. Perilaku tersebut bertentangan dengan nilai-nilai etika Islam karena berpotensi menimbulkan keresahan sosial, menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara, serta mengganggu harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan nilai-nilai etika Islam dalam praktik bermedia sosial diperlukan untuk mendorong perilaku komunikasi digital yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA SOCIETY 5.0 Ismail Marzuki; Lukmanul Hakim; Dwi Cahyo Adi Putra
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol. 22 No. 1 (2026): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/87453x21

Abstract

ABSTRAK Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kesiapan kita dalam menghadapi perubahan dunia, khususnya di bidang pendidikan. Society 5.0 merupakan masyarakat yang mampu memecahkan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan beragam inovasi yang lahir di era Revolusi Industri 4.0, yang berfokus pada teknologi. Society 5.0 merupakan pengembangan lebih lanjut dari Revolusi Industri 4.0.  Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui penelaahan terhadap jurnal ilmiah, buku, esai, dan media cetak lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Pengembangan media pembelajaran untuk mempersiapkan pendidik menghadapi tantangan era Society 5.0 mencakup penyiapan media yang mampu menerapkan inovasi baru dalam pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran. Untuk mewujudkan atau mempersiapkan diri menghadapi Society 5.0 dalam pendidikan, pemahaman atau pengajaran teori saja tidaklah cukup bagi siswa. Menanamkan pola pikir yang membiasakan siswa untuk beradaptasi di masa depan akan membantu mereka menjadi pembelajar profesional yang adaptif terhadap teknologi serta memenuhi tuntutan pembelajaran cerdas berbasis nilai-nilai Pancasila.   Kata kunci: media pembelajaran, era society 5.0     ABSTRACT The rapid development of science and technology demands that we be prepared to face changes in the world, particularly in education. Society 5.0 is a society capable of solving various social challenges and problems by utilizing various innovations born in the era of the Industrial Revolution 4.0, which focuses on technology. Society 5.0 is an outgrowth of the Industrial Revolution 4.0. The research method used was a literature study. Furthermore, data collection was obtained through the process of reviewing scientific journals, books, essays, and other print media relevant to the topic being studied. Learning media that can be developed to prepare educators to face the challenges of the Society 5.0 era involves preparing learning media to implement new innovations in utilizing technology as a learning medium. To realize or prepare for Society 5.0 in education, it is not enough for students to simply understand or be taught theory. Instilling a way of thinking that accustoms students to adapt in the future helps them become professionals in learning that is adaptive to technology and meets the requirements of intelligent Pancasila learning.   Keyword: instructional Media, era of society 5.0
SINERGI SEKOLAH DAN ORANG TUA DALAM PEMBATASAAN PENGGUNAAN GADGET PADA PEMBELAJARAN PAI DI SD TAHFIDZ QUR’AN NURUL IHSAN Cholifah Cholifah
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol. 22 No. 1 (2026): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/bpzgq813

Abstract

ABSTRACT This study aims to find out the patterns of gadget use among students in their school and the impact of gadget use on students' concentration in learning PAI at Tahfidz Qur’an Nurul Ihsan Elementary School Kedungwaru Lor, Karanganyar District, Demak Regency. Gadgets have become communication tools that cannot be separated from human life. Gadgets not only used by adults but also by children. The widespread use of gadgets among children can hinder their learning process. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The results of this study show that elementary school children use gadgets under strict supervision from parents at home, and the school prohibits students from bringing gadgets during the learning process. The use of gadgets doesn't directly disrupt focus during PAI lessons in class. However, exposure to gadgets and social media outside school hours can potentially affect students' concentration during learning. The school's efforts in managing study time, providing break programs, and involving parents have proven to be key factors in helping maintain students' focus. On the other hand, PAI teachers play an active role in giving advice and character reinforcement when they notice students starting to lose focus.
Masa Depan Pendidikan Agama Islam di Era Kecerdasan Buatan: Pembelajaran Mendalam, Kesiapan Guru, dan Hasil Belajar di Sekolah Dasar Indonesia Hernawati Hernawati; Hernawati Hernawati; Mahase Heisi
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol. 22 No. 1 (2026): Rausyan Fikr
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/wed23d65

Abstract

The rapid advancement of digital technology has fundamentally reshaped educational practices worldwide, demanding new pedagogical approaches across disciplines, including Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI). Although scholarly interest in artificial intelligence (AI)-enhanced learning continues to grow, empirical evidence on the integration of deep learning technologies within faith-based education at the primary school level remains scarce. This study examines the extent to which deep learning-based AI technologies can serve as an effective pedagogical bridge between Islamic values and the demands of contemporary learning. Using a quantitative survey design, data were collected from 55 primary school (Sekolah Dasar) teachers in Bandung, Indonesia, through a structured questionnaire covering four dimensions: teachers' perceptions and acceptance of AI, the effectiveness of deep learning in PAI instruction, teachers' technological readiness, and the impact of AI integration on student learning outcomes. The population comprised primary school PAI teachers in Bandung, with 55 teachers purposively selected as the sample, and data were analyzed descriptively using percentage distribution. The results show predominantly favorable attitudes: 56.4% of respondents agreed that deep learning architectures effectively replicate human cognitive processes, 70.9% affirmed that AI enhances the contextual relevance of PAI content, 76.3% agreed that AI improves overall learning efficiency, and 72.7% expressed concern that AI adoption risks weakening the teacher's role in students' moral formation. These findings underscore both the transformative potential of AI integration in PAI and the ethical and infrastructural boundaries that must guide its implementation. Keyword: deep learning, artificial intelligence, Islamic Religious Education, instructional innovation, primary school