cover
Contact Name
bakhrul huda
Contact Email
bakhrul.huda@uinsby.ac.id
Phone
+6281331303883
Journal Mail Official
el-qist@uinsa.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Jend. A. Yani 117 Surabaya 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB)
ISSN : 22527907     EISSN : 27160335     DOI : https://doi.org/10.15642/elqist
el-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Merupakan jurnal yang terbit dua kali dalam satu tahun, bulan April dan Oktober, berisi kajian-kajian Ekonomi dan Bisnis Islam, baik berupa artikel konsepsional ataupun hasil penelitian
Articles 423 Documents
Praktik Jual Beli Jagung dengan Sistem Tebasan di Desa Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo Perspektif Akad Juzaf Azizatul Mahmudah; Bakhrul Huda
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 10 No. 2 (2020): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2020.10.2.120-132

Abstract

The practice of buying and selling corn with the wholesale system has been understood from generation to generation by the Muslim community in Triwung Lor village, Kademangan sub-district, Probolinggo City. This kind of buying and selling practice is carried out naturally and is not based on knowledge of religious teachings. Researchers are interested in uncovering this phenomenon with a fiqh analysis tool, namely the juz?f contract, because the majority of Triwung Lor villagers are Muslim and they must know their muamalah activities, that is, according to their Islamic teachings or not. This research reveals that the practice of buying and selling corn using the wholesale system carried out by the Muslim community in Triwung Lor village, Kademangan district, Probolinggo City tends to have fulfilled the juz?f sale and purchase agreement. That is the buying and selling that is allowed plural by fiqh scholars for objects that cause mashaqqah (difficulties) and have become a necessity for the majority of the community because of the ease of doing so. Key Words: Corn; buy and sell; wholesale; juz?f; Abstrak: Praktik jual beli Jagung dengan sistem tebasan telah makhlum dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Muslim di desa Triwung Lor kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Praktik jual beli semacam ini dilakukan secara natural dan tidak berlandaskan pengetahuan ajaran agama. Peneliti tertarik mengungkap fenomena ini dengan alat analisis fikih yaitu akad juz?f sebab mayoritas masyarakat desa Triwung Lor beragama Islam dan mereka harus mengetahui akan aktifitas muamalah mereka, yaitu sesuai dengan ajaran Islam yang mereka anut atau tidak. Penelitian ini mengungkapkan bahwa praktik jual beli Jagung dengan sistem tebasan yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di desa Triwung Lor kecamatan Kademangan Kota Probolinggo cenderung telah memenuhi akad jual beli juz?f. Yaitu jual beli yang diperbolehkan secara jamak oleh para ulama fikih untuk objek yang menimbulkan mashaqqah (kesulitan) dan telah menjadi kebutuhan mayoritas masyarakat sebab kemudahan dalam melakukannya. Kata Kunci: Jagung; jual beli; tebasan; juzaf;
Penyusunan Strategi Pemasaran Islam dalam Berwirausaha di Sektor Ekonomi Kreatif Pada Masa Pandemi Covid-19 Moh Khoiri Abdi; Novi Febriyanti
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 10 No. 2 (2020): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2020.10.2.160-178

Abstract

Abstract: In the middle of the development of UMKMs that were not too good in early 2020, UMKMs in Indonesia were again tested with the Covid-19 outbreak in the middle of the Indonesian people. The spread of the Covid-19 virus has a direct impact on the drastic decline in the economy of UMKMs, because every citizen, even school students, has a day off to stay at home, as a result, UMKM companies are hampered in sales and production. This article intends to analyze how the preparation of a Islamic marketing strategy that can be done during the Covid-19 pandemic and supporting factors in entrepreneurship in the creative economy sector during the Covid-19 pandemic. Using qualitative research methods with a library research approach. The results of this study prove that the preparation of a Islamic marketing strategy in entrepreneurship in the creative economy sector can be planned through STP (Segmenting, Targetting and Positioning) to attract consumers with the concept of halal market, namely halal activist, active customers, and passive customers. While the supporting factors in entrepreneurship in the creative economy sector during the Covid-19 pandemic to run effectively and efficiently include the concept of promotion, service excellet customer rewards, affiliations or partnerships and social capital. Keywords: Islamic Marketing Strategy, Business, Creative Economy.   Abstrak: Di tengah perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang belum terlalu baik di awal tahun 2020, UMKM di Indonesia kembali diuji dengan wabah Covid-19 ditengah masyarakat Indonesia. Penyebaran virus Covid-19 memberikan dampak yang berimbas langsung terhadap penurunan secara drastis ekonomi UMKM, karena setiap warga bahkan murid sekolah pun diliburkan agar tetap berada didalam rumah, akibatnya perusahaan UMKM terhambat dalam penjualan dan juga produksi. Artikel ini bermaksud ingin menganalisis bagaimana penyusunan strategi pemasaran Islam yang dapat dilakukan pada masa pandemi Covid-19 dan faktor pendukung dalam berwirausaha di sektor ekonomi kreatif pada masa pandemi Covid-19. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penyusunan strategi pemasaran dalam berwirausaha pada sektor ekonomi kreatif dapat direncanakan melalui STP (Segmenting, Targetting dan Positioning) untuk menarik konsumen dengan konsep halal market, yaitu halal activist, active customers, dan passive customers. Sedangkan faktor pendukung dalam berwirausaha di sektor ekonomi kreatif pada masa pandemi Covid-19 agar berjalan secara efektif dan efisien diantaranya adalah konsep promotion, service excellet customers rewards, afiliasi atau kemitraan dan modal sosial. Kata Kunci: Strategi Pemasaran Islam, Bisnis, Ekonomi Kreatif
Pengaruh Facebook dan Instagram Terhadap Pilihan Konsumen untuk Berbelanja di Toko Basmalah Cabang Sidogiri Rukhul Abadi
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 10 No. 2 (2020): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2020.10.2.146-159

Abstract

This research examines the effect of Facebook and Instagram on consumer options to shop in the Toko Basmalah Sidogiri branch. The research method used in this study is multiple linear regression analysis to the data carried out by dividing the questionnaire of 150 persons to buy products at the Toko Basmalah Sidogiri branch. The results of the questionnaire were tested using the SPSS version 20.0 program. The data collection technique used is distributing questionnaires to 50 respondents while the sampling technique used to calculate the size of the sample size is Non Probability Sampling. The results of the study used the method of Multiple Linear Regression Analysis, Validity Test, Reliability Test, Coefficient of Determination, Partial Hypothesis Test, Simultaneous Hypothesis Test. The results of the study used the method of Multiple Linear Regression Analysis, Validity Test, Reliability Test, Coefficient of Determination, Partial Hypothesis Test, Simultaneous Hypothesis Test. The results showed that promotion variables through Facebook and Instagram together had an effect on consumers' choices for shopping at Toko Basmalah Sidogiri Branch. But partially, the promotion variable through Facebook has no effect on consumers 'choices to shop at Toko Basmalah Sidogiri Branch, other than the promotion variable via Instagram which has an influence on consumers' choices to shop at Toko Basmalah Sidogiri Branch. Key Words : Social media, Puchase interest, Toko Basmalah   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Facebook dan Instagram terhadap pilihan konsumen untuk berbelanja di Toko Basmalah cabang Sidogiri. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dimana pengumpulan data dilakukan dengan membagi kuesioner kepada 150 konsumen yang membeli produk di Toko Basmalah. Data kuesioner kemudian di uji menggunakan SPSS. Penelitian ini menggunakan 50 sampel yang dipilih menggunakan metode purposive random sampling. sedangkan Teknik sampling yang digunakan untuk menghitung besarnya ukuran sampel adalah Non Probability Sampling. Hasil penelitian mengunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Koefisien Determinasi, Uji Hipotesis Parsial, Uji Hipotesis Simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial khususnya Instagram mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pilihan konsumen untuk berbelanja di Toko Basmalah cabang Sidogiri. Hasil uji secara simultan (bersama-sama) Facebook dan Instagram berpengaruh signifikan dan posituf terhadap pilihan konsumen untuk berbelanja di Toko Basmalah. Sedangkan hasil Uji t menunjukkan secara parsial hanya Instagram yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pilihan konsumen untuk berbelanja di Toko Basmalah. Sedangkan Facebook tidak berpengaruh terhadap pilihan konsumen untuk berbelanja di Toko Basmalah.  Kata Kunci: Media sosial, Keputusan pembelian, Toko Basmalah
Pesona Sukuk Ritel Seri 13 (SR013) sebagai Alternatif Investasi di Masa Pandemi Covid-19 Selvia Eka Aristantia
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 10 No. 2 (2020): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2020.10.2.133-145

Abstract

This study aims to reveal how the charm of Sukuk SR013 as an alternative investment still exists even in the midst of the Covid-19 pandemic and has achieved the highest sales since online bidding was made. This study uses a netnographic method that focuses on Instagram social media. This method was chosen as a research solution in the midst of a pandemic. The netnography method is deemed suitable to be applied in this study because the researcher wants to analyze the behavior of millennial netizens on social media, especially followers of social media accounts that promote and educate about SR013. The results of this study reveal five reasons netizen investors choose to invest in this instrument. The first reason is the patriotism inherent in the souls of investors. The second reason is the benefits of getting fixed coupons. The third reason is because Retail Sukuk are traded under the concept of Sharia. The fourth reason is because of the ease of investing with a minimum investment of IDR 1,000,000.00. The fifth reason, there is clear evidence of the use of Sukuk for the country that is seen directly by investors. Key Words: Sukuk; SBSN; Netnography; Covid-19   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pesona Sukuk SR013sebagai salah satu alternatif investasi masih eksis bahkan di tengah pandemi Covid-19 dan meraih penjualan tertinggi sejak dilakukan penawaran secara online. Penelitian ini menggunakan metode netnografi yang berfokus pada media sosial Instagram. Metode ini dipilih sebagai solusi penelitian di tengah masa pandemi. Metode Netnografi dirasa relevan untuk diterapkan dalam penelitian ini karena peneliti ingin menganalisis perilaku dari netizen milenial di media sosial khususnya pengikut akun media sosial yang mempromosikan dan mengedukasi mengenai SR013. Hasil dari penelitian ini mengungkap lima alasan netizen investor memilih untuk berinvestasi di instrumen ini. Alasan yang pertama ialah adanya nilai-nilai patriotisme yang melekat dalam jiwa para investor. Alasan kedua ialah adanya keuntungan yang didapat dengan mendapatkan kupon tetap. Alasan ketiga karena Sukuk Ritel ini diperdagangkan dengan konsep Syariah. Alasan keempat karena kemudahan dalam berinvestasi dengan minimal investasi sebesar Rp 1.000.000,00. Alasan kelima adanya bukti nyata dari pemanfaatan Sukuk untuk Negeri yang dilihat langsung oleh investor. Kata Kunci: Sukuk; SBSN; Netnografi; Covid-19
Analisis SWOT dengan Model Importance Performance Analysis (IPA) Pada Layanan Fintech Bank Syariah di Indonesia Maziyah Mazza Basya; Betty Utami Silfia Ayu
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 10 No. 2 (2020): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2020.10.2.179-191

Abstract

Fintech has great potential to encourage the development of Islamic economics and finance in Indonesia, especially now that fintech-based services have been widely applied in the Islamic finance industry in various countries. Fintech can be applied to Islamic banking to encourage the development of the Islamic financial industry by providing more efficiency and fast service to customers, however the existing fintech services have not fully met the expectations of its customers. Basically, SWOT analysis is used as a tool to formulate strategic planning based on the top managerial brainstorming process. Nowadays, some experts criticize the subjectivity of SWOT analysis for being too high, so this research uses the Importance Performance Analysis (IPA) method to determine the perceptions of fintech financing customers in Islamic banks in Indonesia so that it can be taken into consideration in managerial decision making for the development of Islamic bank fintech financing. in Indonesia. Key Words: Fintech; Islamic Bank; SWOT analysis; Importance Performance Analysis   Abstrak: Fintech sangat potensial untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia, terlebih saat ini layanan berbasis fintech telah banyak diterapkan dalam industri keuangan Syariah di berbagai Negara. Fintech dapat diaplikasikan pada perbankan Syariah untuk mendorong pengembangan industri keuangan Syariah dengan lebih memberikan efisiensi dan pelayanan jasa dalam waktu cepat kepada para nasabah, namun layanan fintech yang ada belum sepenuhnya memenuhi harapan nasabahnya. Analisis SWOT pada dasarnya digunakan sebagai alat untuk merumuskan perencanaan strategis berdasarkan proses brainstorming top manajerial. Dewasa ini, beberapa ahli mengkritisi subjektivitas analisis SWOT yang terlalu tinggi, sehingga penelitian ini menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui persepsi nasabah pembiayaan fintech pada bank Syariah di Indonesia sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi manajerial untuk pengembangan pembiayaan fintech bank Syariah di Indonesia. Kata Kunci: Fintech; Bank Syariah; Analisis SWOT; Importance Performance Analysis
Tinjauan Etika Bisnis Islam terhadap Sharia Compliance dan Social Impact pada Homestay Syariah di Gayungan Surabaya: Islamic Business Ethics Review on Sharia Compliance and Social Impact on Sharia Homestay in Gayungan Surabaya Fauzatul Laily Nisa
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.1.60-81

Abstract

This research is structured to answer the problems: (1) How is the implementation of sharia compliance; (2) What is the social impact caused by Sharia Homestay on the surrounding community; (3) How is the review of Islamic business ethics on sharia compliance and social impact. It is qualitative researc The sources of this research are owners, employees, and the community. The conclusion is (1) The implementation of sharia compliance has met the indicators of entertainment facilities food/drink, while the indicators of worship facilities and manager clothes. All Sharia homestays do not meet the indicators of Islamic financial institutions; (2) The social impact that all Sharia homestays have on society has a positive impact on lifestyle and fashion expression indicators and harms indicators of social relationship behavior and individual and collective values. The indicators of change in a social system, some have a positive impact, and some have no impact; (3) Review of Islamic business ethics on sharia compliance and social impact on Sharia homestay, some of which accordance with Islamic business ethics because they have fulfilled the principles of permissibility and benefit, and others have not fulfilled the principles of unity, justice, responsibility, truth, policies, honesty. Keywords: Business; Sharia Compliance; Social Impact; Homestay.   Abstrak: Penelitian ini disusun untuk menjawab permasalahan berikut: (1) bagaimana penerapan sharia compliance pada Homestay Syariah; (2) Bagaimana social impact yang ditimbulkan oleh Homestay Syariah terhadap masyarakat sekitarnya; (3) Bagaimana tinjauan etika bisnis Islam terhadap sharia compliance dan social impact pada Homestay Syaria Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber penelitian ini adalah Pemilik/pengelola, Karyawan, dan Masyarakat sekitar. Dapat disimpulkan bahwa (1) Penerapan sharia compliance pada keempat Homestay Syariah telah memenuhi indikator fasilitas hiburan serta makanan/ minuman, sedangkan untuk indikator fasilitas ibadah dan pakaian, sebagian telah sesuai, namun sebagian belum. Selain itu, keempat Homestay Syariah belum memenuhi indikator lembaga keuangan syariah; (2) Social impact yang ditimbulkan keempat Homestay Syariah terhadap masyarakat disekitarnya berdampak positif dalam indikator gaya hidup dan ekspresi mode, dan berdampak negatif dalam indikator perilaku hubungan sosial serta nilai-nilai individu dan kolektif. Sedangkan untuk indikator perubahan sistem sosial, sebagian berdampak positif dan sebagian tidak berdampak apapun terhadap masyarakat; (3) Tinjauan etika bisnis Islam terhadap sharia compliance dan social impact pada Homestay Syariah, sebagian sudah sesuai dengan etika bisnis Islam karena telah memenuhi prinsip kebolehan dan kemanfaatan, serta sebagian lainnya masih belum sesuai dengan etika bisnis Islam karena belum memnuhi prinsip kesatuan, keadilan, pertanggung jawaban, dan kebenaran, kebijakan, kejujuran. Kata Kunci: Bisnis; Sharia Compliance; Social Impact; Homestay.
Equity Crowdfunding dan Usaha Mikro Kecil Menengah: Kajian Equity Crowdfunding sebagai Instrumen Pendanaan UMKM Syariah: Equity Crowdfunding and Micro, Small and Medium Enterprises: Study of Equity Crowdfunding as a Sharia MSME Funding Instrument Cici' Wilantini; Fadllan Fadllan
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.1.82-97

Abstract

Technological developments can present a financial system that is increasingly developing, effective, practical and transparent. From these developments, crowdfunding was born from a social aspect, namely helping each other and mutual cooperation that develops following technological developments. Crowdfunding is not a new concept but has been around for a long time. This article wants to study how relevant equity crowdfunding is used as a funding instrument in sharia Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). This study uses library research with secondary data obtained from several books, journals, news articles, and other publications with similar research topics. Equity crowdfunding is considered relevant to be a funding system for sharia MSMEs. It is because the equity crowdfunding system does not charge interest on the part of the user of the fund, in line with sharia MSMEs that require a sharia-based funding system. This study reveals that from an Islamic perspective, equity crowdfunding is following the principles of Islamic sharia, namely avoiding MAGHRIB (maysir, gharar, haram, riba and batil); it is relevant as a funding instrument for MSMEs that produce halal products. Even so, the implementation of equity crowdfunding as a sharia MSME funding system still needs supervision from the Sharia Supervisory Board so that activities in it are monitored and do not go out of sharia principles. Keywords: Equity Crowdfunding; MSMEs; Sharia MSMEs; Funding.   Abstrak: Perkembangan teknologi mampu menghadirkan sistem keuangan yang semakin berkembang, efektif, praktis dan transparansi. Dari perkembangan tersebut menjadikan crowdfunding yang lahir dari aspek sosial yaitu tolong menolong dan gotong royong ikut berkembang mengikuti arus perkembangan teknologi. Crowdfunding sebenarnya bukanlah konsep baru tetapi telah ada sejak dulu. Artikel ini ingin mengkaji bagaimana equity crowdfunding relevan digunakan sebagai instrument pendanaan dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) syariah. Kajian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan data skunder yang diperoleh dari beberapa buku, jurnal, artikel berita serta publikasi lainnya yang memiliki kesamaan dengan topik penelitian. Equity crowdfunding dianggap relevan menjadi sebuah sistem pendanaan bagi UMKM syariah. Hal itu disebabkan karena pada sistem equity crowdfunding tidak mengenakan bunga pada pihak pengguna dana. Senada dengan UMKM syariah yang membutuhkan sistem pendanaan berbasis syariah. Kajian ini mengungkap bahwa dari perspektif Islam, equity crowdfunding sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam yaitu terhindar dari MAGHRIB (maysir, gharar, haram, riba dan batil), ia relevan sebagai instrument pendanaan UMKM yang memproduksi produk halal. Meskipun demikian, penerapan equity crowdfunding sebagai sistem pendanaan UMKM syariah tetap perlu pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah agar aktivitas di dalamnya tetap terpantau dan tidak keluar dari prinsip-prinsip syariah. Kata Kunci: Equity Crowdfunding; UMKM; UMKM Syariah; Pendanaan.
Implementasi Akuntansi Syariah Pada Pembiayaan Murabahah Berdasarkan PSAK No.102 Pada BMT (Studi Kasus Pada Asosiasi BMT NU di Kabupaten Jepara): Implementation of Sharia Accounting in Murabahah Financing Based on PSAK No.102 on BMT: Case Study at the NU BMT Association in Jepara Regency Erahayu Dianita Denok Wulandari; Aan Zainul Anwar
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.1.98-113

Abstract

The implementation of sharia accounting following accounting standards is highly used as a form of transparency and accountability of an Islamic financial institution. This research aims to analyze the implementation of Islamic accounting in Islamic microfinance institutions, including recognition, measurement, presentation, disclosure of Murabahah transactions and their compliance with PSAK No. 102 in Baitul Mal Wat Tamwil (BMT), which is a member of the Nahdlatul Ulama Cooperative Association (Askowanu), Jepara Regency. The method used in this research is qualitative with a field study approach. Information and data sources were obtained through interviews with managers of BMT Aman Utama, BMT Aman Abadi, and BMT Bazara, as well as field observations of the three research objects and documents study. The data validity used source triangulation. The research results show that the implementation of accounting for murabahah financing on research objects is generally not following the provisions of PSAK 102. However, partially, several aspects are appropriate in practising the standard of PSAK No. 102 concerning Murabahah. Keywords: Islamic accounting; Murabahah; PSAK No.102; Askowanu.   Abstrak: Pelaksanaan akuntansi syariah yang sesuai dengan standar akuntansi sangat berguna diterapkan sebagai wujud transparansi serta akuntabilitas suatu lembaga keuangan syariah. Riset ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan akuntansi syariah pada lembaga keuangan mikro syariah meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian, pengungkapan transaksi murabahah serta kesesuaiannya dengan PSAK Nomor 102 di Baitul Mal wat Tamwil (BMT), yang tergabung pada Asosiasi Koperasi Nahdlatul Ulama (Askowanu) Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Informasi serta sumber data diperoleh melalui wawancara kepada manajer BMT Aman Utama, BMT Aman Abadi serta BMT Bazara, juga observasi lapangan ke ketiga objek riset dan studi dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber. Hasil riset menampilkan bahwa pelaksanaan akuntansi pembiayaan murabahah pada objek riset secara umum belum sesuai dengan ketentuan PSAK 102 walaupun secara parsial ditemukan ada beberapa aspek yang telah sesuai dalam mempraktikkan secara baik dan benar standar PSAK Nomor 102 tentang Murabahah. Kata Kunci: Akuntansi Syariah; Murabahah; PSAK No.102; Askowanu.
Halal Industry during the Covid-19 Pandemic is The Hidden Blessing: Industri Halal Selama Pandemi Covid-19 Adalah Berkah Tersembunyi Ana Toni Roby Candra yudha; Abdullah Kafabih
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.1.17-32

Abstract

The MSMEs-based halal industry is one of the sources that should be taken into account to be developed. This study aims to provide a comprehensive review and analysis of the halal industry and micro, small and medium enterprises (MSMEs) in their efforts to maintain economic resilience during a Covid 19 pandemic. This analysis focuses on theoretical, established and empirical reviews that focus on the halal industry as a new fiscal source. This study uses a literature study review approach for the halal industry from various literature on the halal industry and MSMEs from Indonesia and overseas. The literature is also limited to the publication of 2015-2020. The findings of this study are that halal industry is the newest source of Islamic economics that can be relied on in raising the country's fiscal. Of course, it is intended for poverty alleviation, distribution of consumption, public service media and other relevant instruments. However, the halal industry integration system can become a "new engine" in economic fundamentals that needs synergy and support from various parties from the government, SMEs, and private sector so that the real issues and conditions for economic recovery amid the pandemic can be better. Keywords: Halal Industry; Post-pandemic; Covid-19; Blessings Abstrak: Industri halal berbasis UMKM merupakan salah satu sumber yang harus diperhatikan untuk dikembangkan. Kajian ini bertujuan untuk memberikan ulasan serta analisis yang komprehensif tentang industri halal dan usaha mikro, kecil dan menengah dalam upayanya menjaga ketahanan ekonomi di tengah pandemi Covid 19. Analisis ini fokus pada ulasan teoritis, kebijakan yang telah ditetapkan dan empiris yang menitikberatkan pada industri halal sebagai sumber fiskal baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan industri halal dari berbagai literatur industri halal dan UMKM baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Literaturnyapun dibatasi dengan durasi terbitan tahun 2015-2020. Penemuan dari studi ini adalah industri halal adalah sumber terbaru ekonomi Islam yang dapat diandalkan dalam menggalang fiskal negara. Tentunya diperuntukkan untuk pengentasan kemiskinan, pendistribusian konsumsi, media layanan publik dan instrumen lain yang relevan. Namun sistem integrasi industri halal untuk menjadi ‘new engine’ dalam fundamental ekonomi perlu sinergi dan dukungan berbagai pihak dari pemerintah, UKM, dan swasata. Sehingga isu dan kondisi riil pemulihan ekonomi di tengah pandemi dapat lebih baik. Kata Kunci: Industri Halal; Pasca Pandemi; Covid-19; Berkah
Utilization of Zakah Application as Zakah Management Innovation to Increase Zakah Potential: Penerapan Aplikasi Zakat Sebagai Inovasi Pengelolaan Zakat dalam Meningkatkan Potensi Zakat Shafwan Tsauri; Moh. Idil Ghufron
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.1.33-48

Abstract

This study wants to reveal how the BAZNAS zak?h application makes it easier for Muzakki to pay zak?h and the extent to which the effectiveness makes Muzakki fulfill their zak?h obligations. By using a qualitative approach, this research data comes from primary and secondary data. Researchers obtained primary data by conducting interviews with related parties such as the District BAZNAS and related parties. Meanwhile, secondary data is obtained by researchers from various literatures such as books, research journals, final academic assignments, and others related to this research, which can complement existing problems. The results of this study revealed that in 2017, the zak?h received by BAZNAS (Institutions that manage zak?h nationally) was IDR 6,224,371,269,471. After the payment of zak?h through this online zak?h application, the receipt of zak?h received by BAZNAS reached Rp 8,117,597,683,267, indicating that this application zak?h has become a tangible medium in increasing awareness of Muzakki for doing a zak?h. Keywords: Zak?h Online; Zak?h Application; Optimization of Zak?h Payments   Abstrak: Penelitian ini ingin mengungkap bagaimana aplikasi zakat BAZNAS dalam memudahkan Muzakki membayar zakat dan sejauh mana efektifitas aplikasi ini menyadarkan para Muzakki menunaikan kewajiban zakatnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder. Data primer didapat oleh peneliti dengan melakukan wawancara pada pihak terkait seperti BAZNAS Kabupaten dan pihak-pihak terkait. Sedangkan data sekunder didapat dari berbagai literatur seperti buku, jurnal – jurnal penelitian, tugas akhir akademik dan lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini yang dapat digunakan dalam melengkapi permasalahan yang ada. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa sebelum ada aplikasi pembayaran akat online pada tahun 2017, zakat yang diterima oleh BAZNAS adalah sebesar Rp 6,224,371,269,471. Setelah diadakannya pembayaran zakat melalui aplikasi zakat online, penerimaan zakat yang diterima oleh BAZNAS mencapai Rp 8,117,597,683,267. Hal demikian mengindikasikan bahwa aplikasi zakat ini telah menjadi media kongkrit dalam meningkatkan kesadaran berzakat para Muzakki. Kata Kunci: Zakat Online; Aplikasi Zakat; Optimalisasi Pembayaran Zakat

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): April (on-going) Vol. 15 No. 2 (2025): October Vol. 15 No. 1 (2025): April Vol. 14 No. 2 (2024): October Vol. 14 No. 1 (2024): April Vol. 13 No. 2 (2023): El-Qist Vol. 13 No. 2 (2023): October Vol. 13 No. 1 (2023): April Vol. 13 No. 1 (2023): El-Qist Vol. 12 No. 2 (2022): October Vol. 12 No. 2 (2022): el-Qist Vol. 12 No. 1 (2022): April Vol. 12 No. 1 (2022): el-Qist Vol. 11 No. 2 (2021): October Vol. 11 No. 2 (2021): el-Qist Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist Vol. 11 No. 1 (2021): April Vol. 10 No. 2 (2020): October Vol. 10 No. 2 (2020): el-Qist Vol. 10 No. 1 (2020): eL-Qist Vol. 10 No. 1 (2020): April Vol. 9 No. 2 (2019): October Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist Vol. 9 No. 1 (2019): April Vol. 9 No. 1 (2019): eL-Qist Vol. 8 No. 2 (2018): eL-Qist Vol. 8 No. 2 (2018): October Vol. 8 No. 1 (2018): eL-Qist Vol. 8 No. 1 (2018): April Vol. 7 No. 2 (2017): October Vol. 7 No. 2 (2017): eL-Qist Vol. 7 No. 1 (2017): April Vol. 7 No. 1 (2017): eL-Qist Vol. 6 No. 2 (2016): eL-Qist Vol. 6 No. 2 (2016): October Vol. 6 No. 1 (2016): April Vol. 6 No. 1 (2016): eL-Qist Vol. 5 No. 2 (2015): eL-Qist Vol. 5 No. 2 (2015): October Vol. 5 No. 1 (2015): April Vol. 5 No. 1 (2015): eL-Qist Vol. 4 No. 2 (2014): October Vol. 4 No. 2 (2014): eL-Qist: Vol. 4 No. 1 (2014): eL-Qist: Vol. 4 No. 1 (2014): April Vol. 3 No. 1 (2013): April Vol. 3 No. 1 (2013): eL-Qist: Vol. 2 No. 2 (2012): eL-Qist: Vol. 2 No. 2 (2012): October Vol. 2 No. 1 (2012): April Vol. 2 No. 1 (2012): eL-Qist: Vol. 1 No. 1 (2011): October Vol. 1 No. 1 (2011): eL-Qist More Issue