cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 223 Documents
GERAKAN PEDULI COVID-19 DI LINGKUNGAN KAMPUS STIKES CENDEKIA UTAMA KUDUS David Laksamana Caesar; Rochmatun Nafi’ah; Lilis Sugiarti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 2 (2020) : Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i2.91

Abstract

Dunia saat ini sedang dilanda pandemi, begitu pula Indonesia. Covid-19 merupakan penyakit baru yang mulai masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020. Saat ini penyakit ini telah menyebabkan ribuan kematian penduduk Indonesia dan ribuan orang lain yang mengalami kesakitan. Dampak covid-19 tidak hanya pada aspek kesehatan, namun juga bedampak pada aspek lain yaitu pendidikan dan ekonomi. Masyarakat mulai kehilangan mata pencaharianya, dan turunya daya beli masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan  1) Pembuatan Hand Sanitizer dan Hand Wash,2) Pendistribusian Hand Sanitizer dan Hand Wash ke masyarakat sekitar kampus, 3) Pembagian sembako kepada masyarakat. STIKES Cendekia Utama Kudus sebagai bagian tidak terpisahkan dari masyarakat berusaha mengambil peran dalam menangani dampak dari penyakit ini. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat  dalam bentuk gerakan peduli covid-19 ini harapanya bisa sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi covid-19. Selain itu, pemberian edukasi tentang covid-19 kepada masyarakat harapanya dapat menjadi tambahan informasi bagi masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang sampai saat ini masih terus berkembang dan jumlah kasusnya terus naik. Kata Kunci : Peduli, Covid-19
PENGEMBANGAN MANISAN LIDAH BUAYA (MALIBU) SEBAGAI OBAT PENCAHAR ALAMI DI DESA GOLAN 4/4 GOLANTEPUS, KEC.MEJOBO, KAB.KUDUS Yulia Pratiwi; Ina Ristian; Ricka Islamiyati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v1i1.2

Abstract

Lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Lidah buaya juga menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS. Akhir- akhir ini pemanfaatan lidah buaya sudah banyak ada di pasaran, namun belum banyak yang mengembangkan lidah buaya sebagai makanan untuk kesehatan. Manisan lidah buaya merupakan salah satu produk makanan olahan  lidah buaya yang mudah dibuat, peralatan yang digunakan relatif sederhana, biaya produksi murah, dan bahan dasar pembuatan manisan lidah buaya mudah didapatkan. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini antara lain: : (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Manisan lidah buaya yang dapat digunakan obat Pencahar, (2) Mengembangkan Lidah Buaya sebagai makanan untuk kesehatan, dan (3) Meningkatkan ketrampilan peserta tentang pembuatan Manisan lidah buaya Hasil dari kegiatan ini terlihat dengan adanya pengetahuan masyarakat tentang lidah buaya, peningkatan kesadaran masyarakat tentang Manisan  Lidah Buaya untuk makanan kesehatan,dan menjadi masyarakat yang lebih trampil.Kata Kunci : Manisan, Lidah Buaya
PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI POLITEKNIK BANJARNEGARA Lia Aria Ratmawati; Catur Riwayati; Diah Utaringsih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i1.22

Abstract

Kabupaten Banjarnegara masih dihadapkan dengan banyaknya permasalahan kesehatan masyarakat terutama masih tingginya kasus kematian ibu dan bayi. Pada tahun 2015 jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 17 kasus dan kasus kematian bayi di Banjarnegara sebanyak 209 kasus. Sedangkan pada tahun 2016 kasus kematian ibu meningkat sebanyak 19 kasus dan kasus kematian bayi sebanyak 208 kasus. Beberapa program upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi seperti, pemeriksaan kehamilan/ Antenatal Care (ANC) minimal 4x, yaitu 1 kali pada usia kandungan sebelum 3 bulan, 1 kali usia kandungan 4-6 bulan, 2 kali pada usia kandungan 7-9 bulan. Program lainnya seperti 10T (tinggi badan dan berat badan, tekanan darah, pengukuran lingkar lengan atas, pengukuran tinggi rahim, penentuan letak janin dan perhitungan denyut jantung janin, penentuan status imunisasi TT (tetanus toksoid), pemberian tablet tambah darah, tes laboratorium, konseling atau penjelasan, tata laksana atau mendapatkan pengobatan).Kata kunci : pemeriksaan kehamilan, laboratorium, konseling
PENCEGAHAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUTH THULLAB BERBASIS PEER EDUCATION Ervi Rachma Dewi; David Laksamana Caesar
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 2 (2019) : Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i2.54

Abstract

Skabies adalah penyakit infeksi kulit menular, yang disebabkan tungau betina Sarcoptes scabiei varieta hominis. Penyakit ini sering ditemukan pada tempat yang ditinggali oleh banyak orang dengan sanitasi dan perilaku penghuninya yang buruk, salah satunya adalah pondok pesantren. Peer Educator merupakan metode pendidikan sebaya yang dilakukan oleh kelompok sebaya dengan didampingi fasilitator. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah  memberikan informasi tentang penyakit scabies dan personal hygiene kepada para santri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlotuth Thullab Kabupaten Rembang, pada bulan September 2018. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 30 orang santri. Metode pelaksanaan pengabdian dengan ceramah yang dilakukan oleh peer educator. Kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan tim peer educator melalui observasi yang dilakukan oleh tim pengabdi, dan masukan dari pengasuh pondok pesantren. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan pelatihan kepada tim peer educator. Proses diskusi dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok putra dan putri. Penyampaian materi dan diskusi oleh peer educator dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Santri antusias selama proses penyampain materi. Berdasarkan hasil pengamatan tim pengabdi pengetahuan santri mengenai penyakit scabies dan personal hygiene juga mengalami peningkatan. Kata Kunci : Peer Educator, Pengetahuan, Personal Hygiene, Penyakit Skabies
SENAM KAKI DIABETIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SELF CARE PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Devi Setya Putri; Erlangga Galih Zulva Nugroho
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 2 (2020) : Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i2.86

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) yang berlangsung dalam waktu yang lama dan terus menerus dapat mengganggu kualitas hidup penderita. Penurunan kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus sering diikuti dengan ketidaksanggupan pasien tersebut dalam melakukan perawatan diri secara mandiri yang biasanya disebut dengan self care. Ketidaksanggupan pasien diabetes mellitus dalam melakukan self care dapat mempengaruhi kualitas hidup dari segi kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hubungan social, dan hubungan lingkungan. Self care yang dilakukan pada penderita diabetes mellitus lebih dititik beratkan pada pencegahan komplikasi dan pengontrolan gula darah. Salah satu tindakan self care pada pasien DM adalah olahraga atau latihan fisik. Berolahraga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Dimana salah satu foot exercise untuk pasien diabetes mellitus adalah senam kaki diabetic. Metode pengabdian masyarakat ini adalah observasional analitik menggunakan sampel sebanyak 30 pasien DM di RS Mardirahayu Kudus. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Februari 2020. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan total sampling. Teknik pengambilan data primer dilakukan melalui pengukuran self care menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Hasil kegiatan senam kaki diabetic pada pasien DM sebelum dilakukan senam kaki self care kurang 60%, baik 40%, dan setelah dilakukan senam kaki diabetic self care kurang 30%, baik 70%. Kata kunci : Senam Kaki Diabetik, Self Care, Diabetes Mellitus
IPTEKS BAGI KEWIRAUSAHAAN (IbK) DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Eni Hidayati; Heriyanto Adinugroho; Nuke Devi Indrawati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v1i2.16

Abstract

Menciptakan lapangan pekerjaan semenjak masih jadi mahasiswa, untuk berwirausahaan merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk membuat usaha-usaha bagi mahasiwa. Program ini bertujuan untuk membentuk usaha bisnis di ikubator bidang pelayanan jasa kesehatan di Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode pengabdian pada masyarakat  adalah menggunakan metod pembelajaran merintis bisnis dengan Project Baseed Learning (PBL). Untuk mengetahui ketrampilan tenant digunakan tes kemampuan kepemimpinan, kemampuan kerjasama, tes ketrampilan, tes mengelolan keuangan dan modal usaha. Metode pengabdian masyarakat adalah pembelajaran merintis bisnis dengan metode Project Based Learning (PBL) yaitu merekrut kelompok mahasiswa wirausahaan yang lolos PKMK, melakukan seleksi calon mahasiswa wirausahaan, memberikan training kewirausahaan, menyusun rencana kewirausahaan, magang usaha, pelaksanaan usaha dan pendampingan, serta evaluasi kewirausahaan. Rekrutmen tinant peserta program kewirausahaan dibawah unit layanan program Iptek IbK setiap tahun dilakukan dengan metode ujian test masuk ke program kewirausahaan. Sejumlah 20 peserta mahasiswa tenant yang akan diikutkan dalam mengikuti program entrepreneurship. Magang kewirausahan, diklat kewirausahaan dan modal kewirausahaan. Dari 20 mahasiswa yang sudah dilatih kewirahusaan secara matang dalam program pembentukan wirausaha diharapkan menghasilkan 8-10 mahasiswa wirausaha baru yang mandiri pertahunya yang berada di masyarakat. Dan pembentukan program pelatihan inkubator pelatihan kewirausahaan dalam bidang jasa pelayanan kesehatan. Kata Kunci : kewirausahaan, manajemen, soft skills, hard skill, tenant.
PELATIHAN TERAPI PIJAT OKETANI IBU POSTPARTUM PADA PERAWAT/ BIDAN DI RS BERSALIN MASYITA MAKASSAR Suhermi Sudirman; Fatma Jama
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 2 (2019) : Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i2.49

Abstract

Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ASI tidak segera keluar pada hari pertama pasca melahirkan, ibu merasa ASI keluar sedikit, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan putting susu ibu dan pengaruh promosi susu pengganti ASI. Pijat oketani juga merupakan salah satu metode breast care yang tidak menimbulkan rasa nyeri. Pijat oketani bertujuan untuk menstimulus kekuatan otot pectoralis yang dapat meningkatkan produksi ASI dan membuat payudara menjadi lebih lembut dan elastis sehingga meumudahkan bayi untuk mengisap ASI. Metode pelaksanaan dengan metode ceramah, tanya jawab/ diskusi dan demonstrasi. Setelah dilakukan Implementasi langsung pemberian perawatan payudara dengan terapi pijat Oketani pada ibu postpartum selama 30 menit pada pagi dan sore dalam jangka waktu 3 hari didapatkan hasil Pijat oketani mampu menurunkan rasa nyeri payudara pada ibu postpartum, Frekuensi menyusui ibu meningkat  ≥ 8 kali dalam sehari atau setiap 2-3 jam, Frekuensi BAB ibu meningkat 3-4 kali perhari dan Ibu postpartum mengatakan bahwa mereka merasa nyaman setelah dilakukan pemijatan. Kata Kunci : Pijat, Oketani dan Postpartum
Front Matter Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 1 Tahun 2020 Eko Prasetyo
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 1 (2020) : Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i1.79

Abstract

PENYULUHAN TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI Indri Astuti Purwanti; Nuke Devi Indrawati; Arief Tajally Adhiatma
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v1i2.11

Abstract

Kelurahan Bandarharjo dan Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara berada di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo  yang memiliki jumlah kasus kematian ibu tertinggi se-wilayah Kota Semarang pada tahun 2015. Hasil penelitian sebelumnnya tentang pemetaan ibu hamil di wilayah kerja puskesmas tersebut menunjukkan bahwa semua ibu hamil di wilayah tersebut tergolong risiko tinggi dan risiko sangat tinggi. Media promosi kesehatan tentang kehamilan risiko tinggi juga belum tersedia dari kementrian kesehatan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini memberi dampak. Kader kesehatan setempat pun mahir menyusun media promosi kesehatan tentang kehamilan risiko tinggi setelah mengikuti pelatihan yang merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kata kunci: ibu hamil, kehamilan risiko tinggi.
PEMBINAAN KESEHATAN LANSIA MELALUI PERAN KADER LANSIA DI POSYANDU WREDO UTOMO NOGOSARI II WUKIRSARI IMOGIRI BANTUL Eni Purwaningsih; Heru Ginanjar Triyono
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i1.28

Abstract

Program kesehatan yang dilakukan pemeritah saat ini adalah program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). Peran keluarga menjadi ujung tombak dalam peningkatan status kesehatan dimasyarakat, peran keluarga akan baik jika peran serta kader kesehatan khususnya kader posyandu lansia berjalan dengan baik serta mempunyai kecukupan informasi yang diperoleh, menurut data nasional jumlah lansia di indonesia berjumlah ±23 dari angka tersebut Daerah Istimewa Yogyakarta menempati rangking pertama dengan jumlah lansia adalah 15% dari total jumlah penduduk, kabupaten bantul merupakan wilayah dengan jumlah lansia tertinggi di DIY. Menurut data screening kesehatan yang dilakukan oleh kader setiap bulan lansia di Posyandu wredo utomo nogosari, wukirsari bantul, terbanyak menderita Hipertensi, jantung, dan penyakit degeneratif lainnya. Data dari WHO penyakit degeratif lansia menjadi salah satu faktor kematian lansia diseluruh dunia. Pembinaan Posyandu Lansia melalui pendekatan Kader akan sangat bermafaat dalam mendukung program PIS-PKKata Kunci : Posyandu Lansia, Kader

Page 2 of 23 | Total Record : 223