cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 243 Documents
Pengaruh Gerak Bola Warna Terhadap Peningkatan Kognitif Lansia di Posyandu Lansia Candi Sidoarjo Sya’diyah, Hidayatus; Sustrami, Dya; Nurlela, Lela; Kirana, Sukma Ayu Candra; Mutyah, Diyan
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.559

Abstract

Kemampuan kognitif lansia dapat ditingkatkan melalui kegiatan mengelompokkan, mengenal bilangan, mengenal bentuk, mengenal ukuran, mengenal konsep ruang, mengenal konsep waktu, mengenal berbagai pola, mengenal warna, dan lain-lain yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pemberian gerak bola warna untuk mengaktifasi dan meningkatkan kognitif lansia. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyuluhan dan terapi bermain secara langsung dengan prosedur pemberian terapi gerak bola warna dimulai dengan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan hasil-hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat melalui penyuluan kesehatan menggunakan media gerak bola warna terbukti berhasil untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia di posyandu lansia Candi Sidoarjo dengan adanya peningkatan antara pra-tindakan dan post-tindakan, masing-masing indikator di MMSE antara lain kemampuan  registrasi, kalkulasi, recall dan orietasi. Sehingga kemampuan kognitif melalui gerak bola warna telah mencapai kriteria berhasil.
Implementasi Sehat Spiritual (SS) Lansia di Griya Wreda Surabaya Zahroh, Chilyatiz; Ainiyah, Nur; Alkatiri, Wardah; Adibaba, Niken; Rosalinda, Ayu Syafitri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.472

Abstract

Implementasi Sehat Spiritual diarahkan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan identitas, aktivitas dan kesehatan Lansia di Griya Wreda Jambangan. Berdasarkan analisis situasi yang komprehensif, Lansia membutuhkan penguatan terkait identitas, aktivitas religius dan spiritual dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan yang optimal, mewujudkan lansia yang bahagia dan mempersiapkan akhir kehidupan yang khusnul khotimah sesuai dengan agama masing-masing. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan spiritualitas lansia di Griya Wreda Surabaya. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Lansia yang beragama Islam di UPTD Griya Wreda Surabaya menjadi sasaran sejumlah 32 orang. Pendekatan spiritual digunakan adalah niat; mengawali dengan basmalah dan mengakhiri dengan alkhamdulillah; serta syukur dan tawakkal. Media yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah leaflet niat dan ibadah. Hasil pengabdian masyarakat seluruh  lansia melakukan niat yang dilafalkan sesuai dengan kegiatan yagn dilakukan. Lansia juga mengucapkan basmalah sebelum kegiatan apapun dan mengucapkan hamdalah setekah selesai berkegiatan. Tahap terakhir adalah bersyukur dan tawakkal dengan cara menyerahkan segala urusan kepada Allah. Lansia mengganti kalimat keluhan dengan kalimat positif seperti istighfar dan kalimat tauhit. Lansia yang telah dianugerahi umur panjang diharapkan dapat semakin taat dan khusyuk beribadah kepada Allah. Hal dimaksudkan pula sebagai persiapan lansia dalam menggapai khusnul khotimah di akhir kehidupan.
Peningkatan Kapasitas Relawan MDMC dan LHPB Dalam Fasilitasi Satuan Pembelajaran Aman Bencana di Amal Usaha Pendidikan Aisyiyah dan Muhammadiyah Kabupaten Klaten Nurhidayati, Istianna; Hastuti, Retno Yuli; Murtana, Agus; Wijanarko, Yogi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.553

Abstract

Sekolah Aman Bencana merupakan hal yang sangat penting, terutama di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Klaten. Amal Usaha Pendidikan yang aman bencana memerlukan dukungan yang solid dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk menjalankan pilar-pilar satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Minimnya pelatihan khusus untuk relawan MDMC dalam kompetensi Fasilitator satuan pendidikan aman bencana menegaskan perlunya peningkatan kapasitas mereka. Melalui pelatihan yang sesuai, relawan MDMC dapat berkontribusi sebagai fasilitator SPAB di lingkungan pendidikan Aisyiyah dan Muhammadiyah. Kegiatan PkM bertujuan untuk memeningkan kapasitas Relawan dan untuk membentuk komunitas Tangguh bencana dengan membangun jaringan yang kuat antara sekolah, relawan dan masyarakat untuk bersama menghadapi ancaman bencana. Kegiatan peningkatan kapasitas relawan MDMC dan LLHPB dalam memfasilitasi satuan pembelajaran aman bencana di Amal usaha Pendidikan Aisyiyah dan Muhammadiyah Kabupaten Klaten dilaksanakan pada 12-13 Mei 2025 yang diikuti oleh 60 orang relawan MDMC dan LLHPB. Hasil kegiatan peningkatan kapasitas meningkatkan pemahaman relawan MDMC dan LLHPB. Untuk meningkatkan kapasitas relawan MDMC dan LLHPB dapat bersinergi dengan perguruan tinggi untuk mengadakan program pelatihan  secara berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal.Sekolah Aman Bencana merupakan hal yang sangat penting, terutama di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Klaten. Amal Usaha Pendidikan yang aman bencana memerlukan dukungan yang solid dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk menjalankan pilar-pilar satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Minimnya pelatihan khusus untuk relawan MDMC dalam kompetensi Fasilitator satuan pendidikan aman bencana menegaskan perlunya peningkatan kapasitas mereka. Melalui pelatihan yang sesuai, relawan MDMC dapat berkontribusi sebagai fasilitator SPAB di lingkungan pendidikan Aisyiyah dan Muhammadiyah. Kegiatan PkM bertujuan untuk memeningkan kapasitas Relawan dan untuk membentuk komunitas Tangguh bencana dengan membangun jaringan yang kuat antara sekolah, relawan dan masyarakat untuk bersama menghadapi ancaman bencana. Kegiatan peningkatan kapasitas relawan MDMC dan LLHPB dalam memfasilitasi satuan pembelajaran aman bencana di Amal usaha Pendidikan Aisyiyah dan Muhammadiyah Kabupaten Klaten dilaksanakan pada 12-13 Mei 2025 yang diikuti oleh 60 orang relawan MDMC dan LLHPB. Hasil kegiatan peningkatan kapasitas meningkatkan pemahaman relawan MDMC dan LLHPB. Untuk meningkatkan kapasitas relawan MDMC dan LLHPB dapat bersinergi dengan perguruan tinggi untuk mengadakan program pelatihan  secara berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal.
MENGENAL PERTOLONGAN PERTAMA : EDUKASI SISWA SD LEWAT KEGIATAN INTERAKTIF Sari, Dessy Erliani Mugita; Zulkarya, Luvita Gabriel; Pujiastuti, Endra; Islamiyati, Ricka; Setyawati, Putri; Dewi, Syawwalina; Hidayah, Siti Nur; Cahyani, Putri Ragita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.575

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa, terutama dalam keterampilan pertolongan pertama dasar, sebuah pendekatan edukatif yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Januari 2025 dan melibatkan 60 siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 2 Kandang Mas. Pertolongan pertama (P3K) merupakan upaya awal yang sangat penting dalam mencegah kondisi korban memburuk sebelum menerima pertolongan medis lebih lanjut. Namun, pemahaman tentang pertolongan pertama di kalangan siswa sekolah dasar masih sangat terbatas, terutama dalam mengenali keadaan darurat ringan dan tindakan awal yang tepat. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya pelatihan atau pendidikan sistematis tentang pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama, Kudus melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi interaktif bertema "Memahami Pertolongan Pertama" yang ditujukan kepada siswa SD Negeri 02 Kandangmas, Kudus. Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh mahasiswa program studi S1-Farmasi Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus melalui serangkaian persiapan survei lokasi, penyiapan materi edukasi, penyediaan alat peraga, media simulasi, dan konsumsi mahasiswa. Tahap pelaksanaan, yang meliputi ceramah interaktif, simulasi langsung tindakan pertolongan pertama seperti penanganan luka ringan, luka bakar, epilepsi, mimisan, pingsan dan tersedak. serta permainan edukatif untuk mempertajam pemahaman mahasiswa. Tahap evaluasi, yang dilaksanakan melalui kuis, tanya jawab, dan observasi langsung keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa yang signifikan, ditandai dengan kemampuan mereka menyebutkan langkah-langkah penanganan luka ringan dan memperagakan teknik dasar pertolongan pertama secara mandiri melalui simulasi.
EDUKASI PENERAPAN MEDITASI UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA Nur, Hirza Ainin; Pujiati, Eny; Ambarwati, Ambarwati; Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera; Yuliana, Alvi Ratna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.602

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikis individu dalam menghadapi persoalan hidup dengan mengetahui kemampuan diri, dapat melaksanakan kegiatan dengan efektif, dan memberikan dampak yang baik pada masyarakat. Tanda dan gejala kesehatan mental yang terganggu meliputi stres, cemas, gelisah, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan minta dalam hal apapun. Remaja yang mengalami gangguan mental dapat berakibat pada tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan obat, minuman keras, kejadian kriminalitas, bahkan bunuh diri. Penatalaksanaan non farmakologis untuk meningkatkan kesehatan mental dapat dilakukan dengan meditasi. Banyak penelitian menyebutkan meditasi dapat mengatasi gangguan psikologis seperti cemas, stres, depresi, serta masalah tidur. Meditasi merupakan tindakan melatih pikiran dengan fokus dan kesadaran diri. Tindakan ini biasanya melibatkan teknik relaksasi pernafasan dan konsentrai pada pikiran. Kegiatan pengabdian kepada masyaraka ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja dalam melakukan meditasi untuk meningkatkan kesehatan mental melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari di SMA N 2 Bae Kudus. Pelaksanaan kegiatan ini dengan pemberian edukasi kesehatan, simulasi meditasi, dan pendampingan pelaksanaan meditasi pada remaja. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pada remaja terkait edukasi yang diberikan, serta ketepatan remaja saat melaksanakan praktik meditasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan meditasi, sehingga remaja dapat mengaplikasikan meditasi secara mandiri di rumah. Harapannya meditasi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kesehatan mental remaja.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA MEMBUANG OBAT SEMBARANGAN DAN SOLUSI PEMUSNAHAN OBAT YANG TEPAT Nafi'ah, Luthfiana Nurulin; Wildayanti, Wildayanti; Zulkarya, Luvita Gabriel; Handayani, Yanulia; Ismah, Kadar; Sukarno, Sukarno
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.595

Abstract

Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan, namun penyimpanan dan pembuangan obat yang tidak tepat masih banyak dilakukan oleh masyarakat. Tingginya kepemilikan obat sisa, rusak, dan kedaluwarsa di rumah tangga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, seperti penyalahgunaan obat, pencemaran lingkungan, serta peredaran obat palsu. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara pemusnahan obat yang benar menjadi salah satu faktor utama terjadinya permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya membuang obat sembarangan serta memberikan solusi pemusnahan obat yang tepat. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi menggunakan presentasi dan media leaflet. Kegiatan dilaksanakan di Desa Rejosari bekerja sama dengan Puskesmas setempat, dengan melibatkan 30 orang ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta belum memahami cara pemusnahan obat yang benar dan cenderung menyimpan atau membuang obat langsung ke tempat sampah. Setelah kegiatan edukasi, peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai identifikasi obat rusak dan kedaluwarsa, dampak buruk pembuangan obat yang tidak tepat, serta prosedur pemusnahan obat yang aman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Gerakan Keluarga Cerdas Obat dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
PENDIDIKAN KESEHATAN METODE DEMONSTRASI TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI KEARIFAN LOKAL DI DESA PAGERAJI KECAMATAN CILONGOK Triana, Noor Yunida; Putri, Noor Rochmah Ida Ayu Tresno
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.590

Abstract

       Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dialami balita di seluruh dunia terutama di negara berkembang. Masalah stunting disebabkan beberapa faktor antara lain tingkat pengetahuan ibu dalam memberikan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang tepat. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dengan pemberian pendidikan kesehatan. Berdasarkan prasurvei, didapatkan data di Desa Pageraji menduduki peringkat 3 angka stunted pada balita, yaitu 19.36%. Berdasarkan wawancara didapatkan ibu balita memberikan makanan kurang sehat ke balita seperti mie instan dan frozen food.  Menilik hal tersebut, dosen Universitas Harapan Bangsa bermaksud melakukan kegiatan pendidikan kesehatan metode demonstrasi tentang MP ASI kearifan lokal di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang MP ASI kearifan lokal di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. Metode PKM dilakukan 3 tahap, pertama sosialisasi pada ibu balita, kedua pelaksanaan pelatihan pembuatan MP ASI, ketiga penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Hasil PKM menunjukkan adanya pengetahuan peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian dalam kategori cukup sejumlah 50.7% (71 peserta) dan tingkat pengetahuan dalam kategori baik sejumlah 17.9% (25 peserta). Tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik sejumlah 54.3% (76 peserta). Pendidikan kesehatan memberikan stimulus dan informasi ke otak, sehingga membuat peserta menjadi tahu dan mendapat ilmu baru. Hal ini membuat tingkat pengetahuan peserta menjadi meningkat. Simpulannya, terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dari awalnya tingkat pengetahuan baik sejumlah 17.9% menjadi 54.3%. Luaran dari PKM ini adalah HKI buku saku dan jurnal pengabdian masyarakat terakreditas nasional.
OPTIMALISASI PROGRAM POSYANTREN (POSYANDU PESANTREN) LANSIA UNTUK MEWUJUDKAN LANSIA SEHAT DAN BERTAQWA Handayani, Sri; Enikmawati, Anik
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.588

Abstract

Populasi lanjut usia saat ini semakin meningkat. Oleh karena itu, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan lanjut usia yang ditujukan untuk mencapai masa tua bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada kelompok lanjut usia ini, pemerintah telah mencanangkan pelayanan di tingkat masyarakat yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia. Berdasarkan data dari wawancara dengan ketua Posyandu Lansia RW 09 Tanjung, diketahui bahwa pengelolaan posyandu masih seadanya karena keterbatasan tenaga dan fasilitas. Selain itu, banyak lansia yang kurang sadar akan kesehatan dan masih berorientasi pada kehidupan dunia. Keterbatasan pengelola juga menjadi faktor, karena pengurus hanya terdiri dari tiga orang tanpa adanya kader yang memadai. Partisipasi lansia juga rendah, dengan hanya 20-25 lansia yang aktif dari total 107 lansia terdaftar pada Februari 2024. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberikan pelatihan manajemen posyandu lansia dan membentuk program pesantren lansia dengan kurikulum yang terstruktur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah studi pendahuluan, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan. Setelah pelatihan, pengetahuan tentang manajemen posyandu lansia meningkat secara signifikan. Sebelum pelatihan, 80% peserta memiliki pengetahuan yang kurang, namun setelah pelatihan, 80% peserta memiliki pengetahuan yang baik. Diharapkan, program ini dapat membantu mewujudkan lansia yang sehat secara fisik dan mental serta lebih bertaqwa.
OPTIMALISASI PERAN REMAJA PUTRI DALAM MEMUTUS RANTAI STUNTING SEJAK DINI DI DESA SOCO KECAMATAN KABUPATEN KUDUS Listyarini, Anita Dyah; Putri, Devi Setya; Romadhoni, Afifah Aulia; Hapsari, Dayinta Tyas; Putri, Elsa Puji Yohana; Tyas, Hany Afrianing; Aryanti, Ika; Ningsih, Linda Wahyu Setya
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.599

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya terjadi pada balita, tetapi juga dapat dialami oleh remaja putri sebagai akibat dari kekurangan gizi jangka panjang. Remaja putri merupakan kelompok rentan karena berada pada fase pertumbuhan cepat serta persiapan menuju masa reproduksi, sehingga kondisi gizi yang tidak optimal dapat berdampak pada kesehatan diri dan generasi selanjutnya. Kurangnya pengetahuan tentang stunting, anemia, pola makan seimbang, serta perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting pada remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri mengenai stunting, meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dampak, serta upaya pencegahan dan penatalaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan berbasis komunitas melalui penyuluhan dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang dilaksanakan selama 45 menit kepada remaja putri di lingkungan masyarakat. Media yang digunakan meliputi leaflet dan presentasi visual untuk mempermudah pemahaman materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait konsep stunting, faktor risiko, serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang, konsumsi zat gizi mikro, pencegahan anemia, dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Peserta juga mampu menjelaskan kembali materi yang disampaikan dan menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Pembahasan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pencegahan stunting sejak dini. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan kesehatan berperan penting dalam upaya pencegahan stunting pada remaja putri sebagai langkah strategis untuk memutus siklus stunting antargenerasi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di masa depan.
PEMANFAATAN JUS JAMBU DAN TABLET TAMBAH DARAH UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN DI PUSKESMAS DERSALAM Pramudaningsih, Icha Narayani; Pujiati, Eny; Kristiyani, Nadila; Ngatmini, Ngatmini; Sari, Siti Nila Yuana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.600

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta berisiko berlanjut hingga usia dewasa dan memengaruhi kesehatan reproduksi. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui peningkatan pengetahuan tentang pentingnya hemoglobin serta pemanfaatan tablet tambah darah yang didukung konsumsi sumber vitamin C, seperti jus jambu biji. Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pemanfaatan jus jambu biji dan tablet tambah darah dalam upaya meningkatkan kadar hemoglobin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan promotif dan preventif yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Irsyah Kudus. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan diawali dengan pendaftaran peserta, pemeriksaan kesehatan, pengukuran kadar hemoglobin, serta pre-test untuk mengukur pengetahuan awal. Selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi interaktif, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana persentase remaja putri dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 34,48% pada pre-test menjadi 79,31% pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia, peran hemoglobin, serta pentingnya konsumsi tablet tambah darah yang dikombinasikan dengan jus jambu biji. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dan mendukung upaya pencegahan anemia melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas.