cover
Contact Name
Harpang Yudha Karyawanto
Contact Email
harpangkaryawanto@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
virtuososendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T14 Lantai 2 Program Studi Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan, Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik
ISSN : -     EISSN : 26220407     DOI : -
VIRTUOSO is a scholarly journal that presents music analysis and music composition articles. The expert editors receive articles on music and music studies from various groups of students, lecturers, musicians, teachers, and other elements of society. This journal encompasses original research articles, review articles, and performance analysis, including: Classic Music Traditional Music Contemporary Music Music Performance Musicology Music Education Musical Theatre Ethnomusicology Music Therapy World Music Film Music Digital Music Modern Music This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles 175 Documents
Concerto in C Minor for Viola Karya Henri Casadesus dalam Tinjauan Bentuk Musik dan Teknik Permainan Jamitul Nihayatus Sholikhah
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n1.p15-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk musik dan teknik permainan Concerto in C Minor for Viola Karya Henri Casadesus. Concerto in C Minor for Viola termasuk karya musik klasik, dimainkan dalam format solo viola diiringi strings orchestra. Dasar teori yang digunakan dalam meneliti bentuk musik dan teknik permainan dalam Concerto in C Minor for Viola karya Henri Casadesus yakni analisis bentuk musik Concerto, yang didalamnya menganalisis bentuk musik sonata, analisis bentuk lagu tiga bagian, analisis bentuk musik rondo dan terakhir, menganalisis teknik permainan pada solo viola. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena tidak menggunakan angka-angka sebagai sumber datanya dan hasil penelitian memfokuskan penjabaran pada bentuk musik dan teknik permainan solo viola. Data dalam penelitian diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun untuk menguji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Concerto in C Minor for Viola Karya Henri Casadesus dimainkan dalam tangga nada C Minor dan memiliki 3 movement. Movement I Allegro molto ma maestoso memiliki bentuk musik sonata (sonata allegro form) yang terdiri dari bagian eksposisi, development, dan rekapitulasi yang terdiri dari 157 birama. Movement II Adagio molto espressivo memiliki bentuk lagu 3 bagian yaitu ABA yang terdiri dari 80 birama. Movement III Allegro molto energico memiliki bentuk musik rondo yaitu ABACA yang terdiri dari 175 birama dan terdapat cadenza ad libitum pada bagian A. Teknik permainan pada Concerto in C Minor for Viola terdapat teknik staccato, legato, detaché, vibrato, accent, tremolo dan multiple stops, serta terdapat ornamen appogiatura, acciacatura.
Keberadaan Orkes Keroncong KKAJ di Jombang Antisipasi Iman Nehe
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n2.p71-77

Abstract

Peneliti membahas Keberadaan Orkes Keroncong KKAJ didasari dengan ketertarikan peneliti dengan motivasi melestarikan dan mempertahankan musik keroncong khususnya di Kabupaten Jombang. Orkes keroncong KKAJ sangat berperan dalam perkembangan musik keroncong di Jombang dan merupakan salah satu orkes yang  eksis dan aktif diantara orkes-orkes lain di Kabupaten Jombang. Keberadaan orkes keroncong juga memiliki pengaruh brsar dengan munculnya dan bertumbuhnya orkes-orkes keroncong lain di Kabupaten Jombang. Tujuan peneliti membahas Keberadaan Orkes Keroncong KKAJ untuk memperoleh informasi data mengenai latar belakang, perkembangan, dan upaya regenerasi yang dilakukan orkes keroncong KKAJ di Jombang sehingga dapat tetap eksis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tujuan memperoleh data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan. Dalam pengumpulan data dan informasi, peneliti menggunakan sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan orkes keroncong KKAJ di Jombang merupakan keinginan individu yaitu keinginan Achmad Yani untuk membentuk orkes keroncong dengan tujuan melestarikan dan mempertahankannya. Berawal pada tahun 2007 Achmad Yani membeli alat-alat musik keroncong dan mengajak orang-orang tua di sekitar rumahnya untuk membentuk orkes dan memainkan alat-alat musik tersebut. Orkes keroncong tahun 2007 belum memiliki nama, nama orkes keroncong KKAJ baru terbentuk pada tahun 2012. Perkembangan orkes keroncong KKAJ di Jombang merupakan perkembangan yang cukup pesat, baik perkembangan dalam keanggotaan, lengkapnya alat-alat musik, maupun kemampuan para musisi-musisinya. Para musisi orkes keroncong KKAJ mempunyai peranan yang sangat penting guna menentukan langkah-langkah atau tindakan agar orkes keroncong KKAJ tidak terhenti atau tetap ada yang melanjutkan. Langkah-langkah yang dilakukan untuk upaya regenerasi adalah melakukan perekrutan dan membuka les biola.Kata kunci : Eksistensi, Orkes Keroncong, Perkembangan, Regenerasi.
Analisis Teknik Permainan Gitar Pada Komposisi Gitar Sunburst Karya Andrew York Fikra Zaky Aryamani Salman
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n2.p99-105

Abstract

Salah satu komponis pada abad ke 19 adalah Andrew York, lahir pada tahun 1958 di Atlanta dan dibesarkan di Virginia dan kecintaan terhadap musik ditanamkan pada usia dini. Dari sekian banyak komposisi yang dibuat Andrew York, sunburst adalah salah satu komposisi yang sangat populer dikalangan masyarakat. Sunburst sendiri ditulis pada tahun 1986 dan dipublikasikan pada tahun 1998. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendeskripsikan teknik permainan gitar dalam komposisi sunburst karya Andrew York; 2) Mendeskripsikan faktor-faktor pendukung teknik-teknik gitar klasik dalam memainkan komposisi  sunburst Andrew York. Penelitian difokuskan pada teknik permainan gitar klasik yang terdapat dalam sunburst karya Andrew York. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipatif, dokumentasi, dan refrensi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah partitur sunburst karya Andrew York, sedangkan objek penelitiannya adalah teknik permainan gitar dalam komposisi sunburst karya Andrew York. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yang  terdiri atas data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), verification (kesimpulan). Validasi data diperoleh dengan triangulasi data dan triangulasi pengamat. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Teknik permainan gitar yang digunakan dalam sunburst karya Andrew York meliputi; Slur, Barre, Harmonic, Glissando, dan Petikan Tirando,  2) Faktor kendala yang perlu diperhatikan dalam memainkan sunburst karya Andrew York berkaitan dengan teknik-teknik permainan gitar klasik yaitu; speed, Power, kesehatan dan ketahanan fisik. Setelah menganalisis teknik-teknik yang terdapat pada komposisi sunburst karya Andrew York, teknik-teknik tersebut diantarannya: 1) Terdapat 2 macam slur pada komposisi sunburst, yaitu: Ascending atau Hammer-on dan Descending atau Pull-off, 2) Barre yang digunakan pada komposisi sunburst adalah half barre, 3) Harmonic yang digunakan pada komposisi sunburst adalah Natural harmonic dan biasanya digunakan sebagai transisi perpindahan kalimat selanjutnya. 4) Glissando di komposisi sunburst digunakan sebagai mempermudah pemain gitar saat menekan beberapa nada yang dianggap sulit dimainkan pada jari kiri, 5) Dalam komposisi sunburst, dari birama awal sampai akhir menggunakan petikan tirando untuk memainkan akor, arpeggio, dan melodiKata Kunci : Teknik permainan, Gitar klasik, Sunburst, Andrew York
Lagu "Circus" Karya Britney Spears Aransemen Dirty Loops Aprischa Prima Andini
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n2.p91-98

Abstract

 Lagu œCircus ini sesuai dengan lirik lagunya menjelaskan tentang adanya dua tipe manusia di muka Bumi, tipe penghibur dan tipe penonton. Di samping itu, lagu ini juga menceritakan bagaimana rasanya menjadi seorang aktris yang berada di tengah panggung dan semua mata tertuju kepadanya yang seolah seperti sedang menampilkan sebuah pertunjukan sirkus. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menganilisis bentuk musik pada lagu œCircus karya Britney Spears aransemen Dirty Loops. (2) Untuk menganalisis progresi akord pada lagu œCircus karya Britney Spears oleh Dirty Loops. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di rumah peneliti, di perpustakaan jurusan Sendratasik FBS UNESA, dan di salah satu ruang guru di SMKN 12 Surabaya, dengan objek penelitian lagu œCircus karya Britney Spears yang diaransemen ulang oleh Dirty Loops. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka dan observasi, teknik analisis data yang digunakan antara lain reduksi data, penyajian data teks yang naratif, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa (1) Bentuk musik pada kedua versi sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya pengemasannya saja yang berbeda. (2) Untuk progresi akord pada kedua versi ini juga memiliki pattern yang sama antar-bagiannya di masing-masing versi.
Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Software Fruity Loops Untuk Meningkatkan Pembelajaran Mata Kuliah Tata Suara Yunanto Tri Laksono
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n1.p41-46

Abstract

Teknologi seni merupakan bidang ilmu yang berkaitan dengan era 4.0, melalui software dan hardware seni berupaya mengikuti pola dan bentuk dalam penciptaan maupun pengaransemen ulang dalam proses produksi seni. Keterkaitan seni tidak jauh dari pengembangan metode pada pembelajaran yang berkaitan dengan sistem dan cara pengajaran, beberapa Institusi/Universitas pada sistem pembelajaran seni musik khsusunya sudah mengembangkan komposisi dan aransemen menggunakan software. Permasalahan yang muncul pada proses kegiatan belajar dan mengajar masih dialamai baik dari segi metode yang diajarkan maupun dari segi materi yang diberikan, sehingga proses belajar dan mengajar kurang bisa berkembang. Tujuan dari pengembangan metode pembelajaran ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa khsusunya yang mengampu mata kuliah tata suara. Bentuk komposisi dan aransemen lebih menarik, berkembang dan juga lebih inovatif dalam penciptaannya. Metode yang digunakan adalah analisis deskiptif, yang mengambil dari beberapa sampel data tentang mata kuliah ini, dinilai dari sistem pembelajaran, metode yang digunakan pada pembelajaran, serta aspek-aspek yang kurang menunjang pada pembelajaran sehingga perlu adanya kajian metodologi.              Kata Kunci: Media Pembelajaran, Peningkatan Pembelajaran, Tata Suara.
Mistisisme Musik Iringan Kesenian Reog Ponorogo Dhani Kristiandri
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n1.p1-14

Abstract

Reog Ponorogo merupakan kesenian tradisional dari Ponorogo yang memiliki karakteristik khusus. Iringan yang khas, sajian yang unik dan nuansa yang mistis seringkali menyertai bentuk kesenian ini. Hal itu terutama tampak pada iringan yang disajikan. Fokus pembahasan artikel ini pada hadirnya iringan dalam kesenian Reog Ponorogo yang memiliki nuansa mistis. Dengan didukung beberapa instrumen khusus, seperti terompet, gong, kendang, dan lain-lain, irama dan nuansa yang dihadirkan sangat terasa nuansa mistisnya. Penelitian sebelumnya yang membahas tentang kesenian Reog Ponorogo, yaitu Setyo Yuwana (1995) dengan judul œReog Ponorogo: Struktur Dramatik, Fungsi Sosial, dan Makna Simboliknya. Yuwana mengambil objek penelitian Reog Ponorogo Paguyuban Pujangga Anom dan Jayeng Katong di Kabupaten Ponorogo. Kontribusi penelitian Yuwana pada artikel ini adalah dapat digunakan peneliti sebagai wawasan pada pertunjukan Reog Ponorogo yang berada di kabupaten Ponorogo yang belum dikemas dan masih dengan struktur pertunjukan yang lengkap, serta dengan fungsi dan makna pertunjukan yang utuh. Dengan demikian, peneliti lebih terarah mengkaji pertunjukan Reog Ponorogo yang telah dikemas dalam pertunjukan kemasan di Balai Pemuda Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Eksistensi tradisional di mana pun memang telah tersisihkan, dianggap tidak memiliki tempat dalam masyarakat kini, maka upaya pelestarian dan pengembangan kesenian perlu ditingkatkan. Diharapkan melalui upaya pelestarian melalui berbagai kemasan dapat membantu generasi penerus untuk berapresiasi dan berproses kreatif.
Transformasi Musik Tradisional Rinding Gumbeng Perspektif Postkolonial Vivi Ervina Dewi
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n2.p63-70

Abstract

Rinding gumbeng merupakan salah satu alat musik tradisional yang hidup dan berkembang di daerah Gunungkidul. Akan tetapi seiring dengan perkembangan modernisasi zaman, musik tradisional Rinding Gumbeng ini perlahan mulai dipertanyakan eksistensinya. Hal tersebut dapat dilihat dari realita yang ada pada saat ini dengan banyaknya masyarakat Ngawen terutama masyarakat di Gunungkidul yang lebih tertarik untuk menikmati ataupun mempelajari seni musik barat seperti musik popular dan musik-musik modern. Perubahan-perubahan selera musik masyarakat tersebut dapat terjadi oleh adanya perubahan lingkungan masyarakat Gunungkidul, banyaknya elemen kebudayaan material yang masuk dalam lingkungan masyarakat Gunungkidul, dan cara hidup serta pandangan hidup masyarakat Gunungkidul yang berubah. Dewasa ini, masyarakat dihadapkan dengan berbagai pilihan yang sulit karena maraknya produk-produk industri kebudayaan yang disajikan. Pengaruh musik dalam kehidupan manusia khususnya musik tradisional yang ada di Nusantara mulai dikesampingkan. Musik pop atau seni musik barat pada saat ini mulai menjadi dewa-dewi di tengah masyarakat. Masyarakat beranggapan bahwa musik pop ataupun musik seni barat merupakan musik yang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Musik seni barat lebih bisa untuk dinikmati oleh masyarakat daripada musik-musik tradisional yang ada di Nusantara. Akibatnya, musik tradisional yang ada di Nusantara seperti musik tradisional Rinding Gumbeng perlahan mulai ditinggalkan dan diabaikan oleh masyarakat. Gejolak-gejolak yang timbul pada masyarakat Gunungkidul tersebut merupakan efek dari post-kolonial. Masyarakat tidak menyadari bahwa dirinya sedang dijajah oleh bangsa barat melalui berbagai cara seperti datangnya atau masuknya kesenian musik barat di Indonesia.
Pergelaran Simphoni Keroncong Moeda #9: Menimbang Ruang Antara Musik Dulu dan Kini Mei Artanto
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v3n1.p57-64

Abstract

Simphoni Keroncong Moeda (SKM) #9 menjadi ruang aktualisasi komunitas Keroncong Muda Yogyakarta dalam menyuarakan musik keroncong agar diminati oleh generasi muda. Mengusung konten perpaduan musical, SKM hadir dikala sepinya apresiasi anak muda terhadap musik keroncong. Berbekal pengetahuan musik klasik Barat dari para arranger dan musisinya sebagai modal kreatif, identitas musikal dari musik keroncong dan musik lainnya seperti campursari, dangdut, dan pop dikemas secara apik dalam balutan musik orkestra. Kecenderungan ini mengikuti apa yang ditawarkan logika budaya populer yang diusung oleh John Fiske sebagai ˜seni berada di antara. ˜Seni berada di antara menjadi ruang permainan identitas musikal dari SKM dalam menimbang aspek-aspek musikal dari musik keroncong dan musik lainnya yang diolah menggunakan kreatifitas populer secara struktur dan bentuk musiknya. Bagi SKM ruang antara menjadi medan untuk menimbang sejauh apa aspek musikal dalam musik dulu menjadi suguhan estetis mengikuti kecenderungan perkembangan musik saat ini tanpa kehilangan subtansi nilai edukasi dari musik keroncong.
Aransemen Lagu "Tanah Airku" Karya Ibu Sud Oleh Joko Suprayitno (Tinjauan Variasi Melodi) Muhammad Muchlis Faturrozi
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v3n1.p33-44

Abstract

Aransemen lagu œTanah Airku karya Ibu Sud oleh Joko Suprayitno yang diberi judul œvariation on tanah airku merupakan salah satu aransemen dengan keunikan bentuk yaitu variasi tema. Bentuk ini variasi tema ini banyak menggunakan variasi melodi sehingga penulis tertarik meneliti tentang teknik variasi melodinya. Penelitian ini membahas struktur lagu œTanah Airku karya Ibu Sud guna memetakan motif dan frase agar lebih mudah mengurai variasi melodi didalamnya, kemudian barulah dibahas variasi melodi yang digunakan dalam aransemen berjudul œvariation on tanah airku ini. Dalam mengurai variasi melodi ini, teori yang digunakan adalah teori aransemen, motif, bentuk lagu, dan variasi melodi. Dalam menganalisa struktur lagu dan variasi melodi, pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif. Dalam metode tersebut subjek penelitiannya adalah full score œvariation on tanah airku oleh Joko Suprayitno dengan objek utamanya yaitu variasi melodi. Sumber data yang digunakan adalah dari full score œvariation on tanah airku oleh Joko Suprayitno dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara dengan narasumber (yang dalam hal ini Joko Suprayitno) dan dokumentasi. Hasil analisa yang didapat adalah struktur lagu œTanah Airku terdiri dari 3 frase dan 6 motif. Alur aransemen yang dibuat oleh Joko Suprayitno ini dimulai dari bagian introduction, theme, variasi I-VII, cadenza, dan yang terakhir finale. Dari struktur tersebut, variasi melodi yang terjadi pada melodi utama adalah melodic variation and fake via non-chordal, ornament dan sekuensi. Kemudian variasi yang digunakan diluar melodi utama antara lain, filler (melodic filler, tail, fill in), counter melody, obbligato, cliché, dan filler like obbligato. Variasi melodi yang banya digunakan Joko Suprayitno adalah melodic variation and fake via non-chordal dan filler.Kata Kunci: Aransemen, Variasi Melodi
Analisis Pola Ritme dan Bentuk Lagu Anak Andika Gutama
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v3n1.p23-32

Abstract

Lagu anak mempunyai peran khusus untuk meningkatkan percaya diri dan kreatifitas anak. Ciri-ciri lagu anak adalah komposisi musik yang sederhana dengan irama musik yang cenderung ceria. Lirik lagu anak mudah dipahami dan tidak terlalu panjang. Bentuk adalah suatu gagasan atau ide nampak dalam sebuah pengolahan dan susunan semua unsur musik dalam komposisi. Penelitian ini menganalisis lagu anak dengan pendekatan (IBAM) Ilmu Bentuk Analisa Musik. Artikel ini memaparkan hasil analisis pola ritme dan bentuk lagu anak nasional yang berjudul œNaik-naik ke puncak gunung dan Burung kakak tua. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk lagu anak cenderung memiliki kesamaan seperti lagu œNaik-naik Ke Puncak Gunung hanya menggunakan 1 bentuk bagian yaitu  kalimat A dan lagu œBurung Kakak Tua menggunakan kalimat (A-B). Dimana pola ritme keseluruhannya mengalami pengulangan. Hal ini tidak terlepas dari ciri lagu anak yaitu lagu yang sederhana dan mudah dipahami anak.

Page 10 of 18 | Total Record : 175