Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 14 No 2 (2018)"
:
20 Documents
clear
Analisis Praktik Wacana Mengenai Kelompok LGBT dalam Publikasi Daring Feminis
Anggita Ayu Indari;
Wiwik Novianti
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.086 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1359
Nowadays, the discourse of LGBT people in Indonesia’s mainstream media is still so heteronormative and religious-bias. Contrarily to the fact, there is still a media that offers an alternative even though most of Indonesian Media only covers prominent discourse regarding to LGBT people. Magdalene is the example of one of them. Through their online publication, Magdalene tries to challenge the hegemony of mainstream media which often marginalizes, subordinates, and stigmatizes LGBT people. It is quite interesting because actually Magdalene is created as feminist publication which covers the voice of women, not particularly LGBT people. This study aims to find out how the contents about LGBT people in Magdalene’s online publication is influenced by the discourse practice of the media. In conducting the analysis, researcher uses the Discourse Practice Analysis based on Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Additionally, the analysis is also based on Reese & Shoemaker’s Hierarchy of Influences on Media Content. In the end, the result shows that the discourse of LGBT people in Magdalene’s online publication is significantly influenced by personal attitudes, beliefs, and values upheld by the editorial team.
TANTANGAN ORGANISASI BUNDO KANDUANG DALAM MENDORONG REPRESENTASI PEREMPUAN DI LEMBAGA LEGISLATIF SUMATERA BARAT
Soraya Oktarina
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (875.902 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1345
Tesis ini membahas tentang peran dan tantangan yang di hadapi Organisasi Bundo Kanduang Dalam Mendorong Representasi Perempuandi Lembaga Legislatif Sumatera Barat. Penelitian ini adalah penilitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian memaparkan bahwa adanya Undang-undang No.22 tahun 1999 yang kemudian direvisi dengan Undang-undang No.32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah berdampak terhadap berlakunya sistem demokrasi lokal di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya Sumatera Barat. Provinsi Sumatera Barat merupakan daerah yang corak kebudayaanya khas, menganut asas matrilineal, perempuan menempati posisi sentral. Peran perempuan Sumatera Barat atau yang dikenal dengan istilah bundo kanduang kemudian diperkuat melalui Peraturan daerah tentang Pemerintahan Nagari. Bundo kanduang tidak hanya sebagai pelestari adat, namun juga memiliki peran politis sebagai penentu kebijakan. Organisasi Bundo Kanduang, sebagai salah satu kelompok perempuan Minangkabau berupaya mendorong kehadiran perempuan di dalam lembaga kebijakan melalui peningkatan kapasitas perempuan, mulaidaritingkatnagarihingga provinsi. Realitanya, tak sedikit hambatan yang harus dihadapi dalam menghadirkan perempuan di dalam pengambil kebijakan. Kentalnya akulturasi budaya patriarkhi, doktrin Agama, hingga adanya dualisme sistem pemerintahan yang berjalan di Sumatera Barat menjadi isu utama. Tak hayal, peran organisasi bundo kanduang pun hanya mampu berjalan di tataran subtantif seremonial.
DIFUSI INOVASI “PROGRAM DESA MELANGKAH” DI DESA KENONGO KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO
Ainur Rochmaniah;
Ainun Jariyah
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.568 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1361
Program Desa Melangkah merupakan salah satu program inovatif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan memaksimalkan potensi masing-masing desa, demi meningkatkan kemajuan dan perkembangan di berbagai desa yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan difusi inovasi Program Desa Melangkah di Desa Kenongo, Kabupaten Sidoarjo dan tipe-tipe pengadopsi inovasi dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan informan warga desa Kenongo, yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat biasa melalui teknik pengambilan sampel snow ball. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyebaran informasi inovasi Program Desa Melangkah dilakukan oleh pemuka pendapat dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui empat elemen proses penyebaran, yaitu inovasi, saluran komunikasi, jangka waktu, dan sistem sosial, disamping itu juga ditemukan 4 (empat) tipe pengadopsi inovasi dari hasil penelitian di lapangan, yaitu innovator, early adopter, early majority dan late majority.
POLA KOMUNIKASI TOKOH ADAT DALAM MELESTARIKAN BUDAYA TRADISIONAL SUKU SAMBORI
Arief Hidayatullah
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.514 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1346
Sambori merupakan sebuah desa yang ada di wilayah Kecamatam Lambitu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa Sambori merupakan sebuah desa yang berada didataran tinggi pengunungan Lambitu Kabupaten Bima. Kehidupan masyarakat di Desa Sambori masih tergolong sangat tradisional, dimana masyarakat masih mempertahankan nilai-nilai, norma dan aturan yang sudah sejak lama tertanam secara turun-temurun. Masyarakat Sambori memiliki adat-istiadat yang berbeda dengan orang Bima pada umumnya. Seperti bahasa, sistem mata pencaharian, sistem kekerabatan, tradisi kesenian dan norma sosial. Masyarakat Sambori, sebagainnya masih tinggal dalam rumah adat yang di sebut “Uma Lengge”. Kehidupan sosial masyarakat suku Sambori masih sangat kental dengan “nuntu ra mufaka” yang lebih di kenal dengan musyawarah. Biasanya Suku Sambori menyelesaikan setiap masalahnya dengan melakukan musyawarah untuk mendapatkan kesepatakan bersama. Tokoh adat masyarakat Sambori memiliki peran yang sangat penting dalam mewarisi serta melestarsikan berbagai budaya suku Sambori tersebut. Pola komunikasi merupakan aktivitas komunikasi yang dilakukan secara berluang (terus-menerus) hingga menjadi tanda yang melekat pada proses komunikasi tersebut. Menurut Onong Uchjana Effendy (2010) bahwa pola komunikasi dikelompokan menajadi tiga, yakni pola komunikasi primer, sekunder dan linear. Sedangkan menurut Deddy Mulyana (2003) pola komunikasi meliputi; pola komunikasi satu arah, pola komunikasi dua arah dan pola komunikasi banyak arah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dekskriptif kualitatif. Subyek penelitian ditentukan dengan purposive sampling, yakni tokoh adat masyarakat Sambori. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data, yakni mereduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan adalah dengan triangulasi data. Data disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif tentang pola komunikasi tokoh ada dalam melestarikan budaya tradisional di Sambori. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi tokoh adat Sambori dalam melestarikan budaya tradisional suku Sambori lebih dominan menggunakan pola komunikasi linear atau pola komunikasi dua arah. Hal tersebut terjadi karena masyarakat Sambori mempercayai tokoh adat sebagai sumber informasi sekaligus komunikator dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Sambori.
Selebriti dan Komodifikasi Kapital di Media Sosial
Sutriono Sutriono;
Haryatmoko Haryatmoko
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.336 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1363
Media sosial sebagai bentuk platform web 2.0 mengalihkan penekanan konsumsi layanan internet menjadi berbasis interaktif dan kolaboratif, menciptakan bentuk interaksi antar individu, kelompok masyarakat, organisasi dan publik. Tidak hanya tokoh dan politisi dunia, selebriti juga ambil bagian dalam interaktifitas dalam media sosial. Media sosial telah menjadi arena sosial global yang menjadi tempat reproduksi budaya yang dilakukan terus menerus yang melibatkan individu dalam kelas-kelas sosial. Sebagai wahana kontestasi dibutuhkan keahlian, dan modal tertentu yang disebut oleh Bourdieu dengan istilah kapital. Makalah dengan metode studi pustaka ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mobilisasi kapital yang dimiliki selebriti dalam media sosial sebagai ruang sosial yang dikenal dengan arena. Pentingnya kapital dalam sebuah arena menunjukkan bahwa media sosial bukanlah sekedar bentuk platform yang partisapatif, melainkan sebuah arena kontestasi sosial bagi individu didalamnya. Selebriti hadir ditengah publik lewat sosial media dengan kekuatan kapitalnya khususnya kapital simbolis yang didapatkan akibat akumulasi visibilitas media yang dihasilkan dari representasi media berulang kerap dikonversi menjadi kapital yang lain dalam banyak hal seperti marketing dan periklanan. Media sosial sebagai arena yang muncul dalam bentuk digital sebenarnya tidak berbeda dengan arena dalam bentuk fisik. Dalam arena terdapat usaha melakukan dominasi kelas sosial tertentu dengan memanfaatkan kapital yang dimiliki, termasuk oleh selebriti melalui distinction untuk memperlihatkan perbedaan kelas. Selain selebriti yang mendapatkan visibilitas dari media, di media sosial juga muncul fenomena micro celebrity. Komodifikasi selebriti menjadi produk pemasaran telah meningkatkan kemampuan kapital lainnya, khususnya kapital ekonomi melalui kehadiran follower. Dominasi kelas sosial selebriti terkadang tidak disadari oleh follower, dan hanya menguntungkan pada selebriti. Ketidaksadaran follower yang dibuktikan dengan tindakan mengkonsumsi produk milik selebriti agar merasa sejajar. Penciptaan selera yang sama hanyalah bentuk distinction lain yang dilakukan untuk melanggengkan kelas dominan selebriti melalui akumulasi kapital ekonomi.
STUDI SEMIOTIKA VIDEO KAMPANYE “AHOK PASTI KALAH”
Rafael Reza Fahlevy;
Widyo Nugroho
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.797 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1341
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam video Cameo Project yang berjudul “Ahok Pasti Kalah”. Video yang di unggah pada tanggal 9 februari 2017 yang merupakan bentuk kampanye untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot dalam pemilihan umum calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Semiotika Saussure mengemukakan bahwa penanda (signifier) adalah simbol yang terdapat pada semua pesan yang disampaikan dan tanda itu sendiri pasti memiliki makna atau disebut petanda (signifier). Hasil analisis yang ditemukan peneliti antara lain, adanya penggunaan Clickbait pada pemberian judul dengan tujuan menaikan views, serta pesan yang terkandung dalam video Ahok Pasti Kalah yaitu pencitraan positif Ahok sebagai Gubernur yang dibutuhkan oleh masyarakat DKI Jakarta.
POLITICAL MARKETING POLITISI PEREMPUAN DI MEDIA SOSIAL (ANALISIS RETORIKA PUBLIK PADA AKUN INSTAGRAM @puti_soekarno)
Ruvira Arindita;
Harza Putra Hartanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (757.978 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1357
Partisipasi perempuan Indonesia dalam kancah politik semakin meningkat. Salah satu sosok politisi perempuan yang mencuri perhatian adalah Puti Guntur Soekarno Sebelumnya sudah cukup banyak keturunan presiden RI pertama yang aktif dalam politik praktis bahkan Megawati Soekarno Putri berhasil terpilih menjadi presiden perempuan pertama di negeri ini. Kemunculan Puti sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur mengukuhkan regenerasi politisi perempuan dalam trah Soekarno. Namun tidak cukup dengan mengandalkan nama besar keluarga, untuk memperkenalkan diri ke hadapan konstituen Puti harus memiliki strategi tertentu. Peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana Political Marketing yang dilakukan oleh Puti melalui Retorika Publik di akun Media Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Unit analisis adalah foto-foto dari akun Instagram @puti_soekarno yang diunggah selama periode Pilkada yaitu Februari – Juni 2018. Kemudian foto, keterangan foto dan tanda pagar (hashtags) yang dipakai akan dianalisis berdasarkan teori Retorika Publik Aristoteles (Ethos, Pathos, Logos) dan dikaitkan dengan kategori Political Marketing Peter Montoya (Kebijakan, Figur, Partai dan Pencitraan). Berdasarkan temuan peneliti, kategori Political Marketing yang paling dominan digunakan oleh Puti adalah Figur dan Partai. Upaya political marketing tersebut didukung oleh gaya Retorika Publik yang mengedepankan Pathos (membangkitkan emosi positif) dan Ethos (menunjukkan kredibilitas komunikator) dibandingkan Logos (logika).
RADIO KOMUNITAS ANAK MUDA
Diana Anggraeni
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.663 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1343
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan Radio Komunitas Dapur Remaja (RKDR) sebagai media informasi untuk mengembangkan potensi bagi kalangan anak muda di kawasan Cinangka, Sawangan Depok. Radio komunitas hingga saat ini masih dianggap menjadi media alternatif, untuk menjembatani minimnya informasi kepada masyarakat. radio komunitas disini menjadi sangat penting karena dianggap lebih mengetahui dan memahami persoalan dan isu-isu lokal di sekitarnya. Untuk menjawab rumusan masalah, riset ini menggunakan konsep radio komunitas dan pengembangan masyarakat,. Penelitian ini akan dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara kepada pengelola Radio Komunitas. Hasil penelitian menyatakan bahwa Radio Komunitas Dapur Remaja (RKDR) telah menjalankan fungsinya sebagai media informasi bagi kepentingan warga komunitasnya. Namun informasi tersebut masih terbatas, dikarenakan program-program terkait pengembangan skill yang menjadi fokus pada usaha pengembangan potensi anak muda masih sangat minim. Minimnya kualitas SDM yang memahami persoalan anak muda juga menjadi kendala dalam menyiarkan informasi terkait materi pemberdayaan. Program siaran lebih banyak kepada pemutaran lagu-lagu dan informasi pembangunan yang bersifat umum sehingga tujuan komunitas belum berjalan secara maksimal.
REDEFINISI LAPISAN PEMANGKU KEPENTINGAN MEDIA
Anna Agustina
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.143 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1358
Media dipercaya memiliki kekuatan untuk memengaruhi, baik individu maupun masyarakat. Kekuatan media dimulai sejak tehnologi komunikasi ditemukan. Keajegan dampak media terbukti pada praktek penggunaan media di masa PD 2, dan pada hasil kajian-kajian akademik. Di abad 20, terjadi perkembangan tehnologi komunikasi yang mengukuhkan kekuatan media. Dalam praktek dan kajian akademik hal ini banyak disajikan, namun dibalik kekuatan media perhatian pada pemangku kepentingan yang lebih beragam dari hulu ke hilir dalam industri media masih kurang. Kajian ini bertujuan untuk memaparkan para pemangku kepentingan dari hulu ke hilir dalam industri media di Indonesia. Hasil kajian ini fokus pada beberapa topik yaitu pada industri hulu media yaitu pemilik, pada produsen, dan pada bagian hilir atau distributor. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuatan media di Indonesia terkait pada pemangku kepentingan yang ada dari hulu ke hilir, bukan saja pada kekuatan produsen yang identik dengan redaksi dengan sumber daya yang profesional. Pemilik media yang dahulu identik dengan pemegang saham tertinggi, kini berkembang dalam berbagai skenario seperti pemilik dengan saham terbesar, pemilik ijin, atau partner. Paparan naratif dalam kajian ini menjelaskan bahwa perkembangan itu menimbulkan lapisan-lapisan baru dalam media baik horizontal maupun vertikal. Hal ini mendorong pentingnya kajian lebih lanjut yaitu pada pengertian media atau organisasi media.
MENGEMBANGKAN ‘PERSONAL SOCIAL RESPOSIBILITY (PSR)’ DALAM MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA
Leila Mona
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.293 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1344
Kualitas karakter dan kompetensi dari generasi muda merupakan fondasi penting suatu negara. Sebagai generasi muda, mahasiswa diharapkan berperan sebagai manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia, agen perubahan, penjaga nilai-nilai di masyarakat, memiliki kekuatan moral dan menjadi kontrol sosial. Bonus demografi di Indonesia meneguhkan pentingnya pendidikan karakter pada generasi muda. Dalam upaya menempatkan kembali peran perguruan tinggi sebagai wadah dalam membangun karakter sesuai UU no. 12 Tahun 2012 dan Konferensi Unesco tentang Perguruan Tinggi tahun 2009, maka kajian ini menawarkan pendekatan pembentukan karakter mahasiswa dengan dilandasi sifat altruisme, yaitu Personal Social Responsibility (PSR) bagi mahasiswa dan mengoptimalkan pengabdian masyarakat sebagai salah satu dari Tridarma perguruan tinggi. Kajian ini mengelaborasi pengimplementasian sinergi PSR dengan Pengabdian Masyarakat, serta peluang pengembangan nilai-nilai karakter bangsa melalui kegiatan PSR tersebut. Implementasi dari program PSR dilakukan minimal dua kali selama masa kuliahnya. Pemilihan program PSR disesuaikan dengan minat probadi dan minat yang disesuaikan dengan bidang studi yang diambil. Nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan adalah toleransi, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan kreatif.