Articles
247 Documents
GERAKAN MASYARAKAT SAMIN TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN (ANALISIS SEMIOTIK JOHN FISKE DALAM FILM “SAMIN VS SEMEN”)
Pramana Herjati Putra Dionchi;
Hasna Barara M;
Destria Sibarani;
Zahra Nabila Luthfianisasa;
Dina Puspa Ringga;
Didi Pramono
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (933.122 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2022.18.1.5152
Kaum Subaltern merupakan sebutan untuk sesuatu hal yang memiliki keterbatasan akses , dengan kata lain adanya kaum ini dikarenakan adanya proses terpinggirkannya dari segala kemajuan yang berada di sekitar lingkungannya. Seperti halnya masyarakat Samin yang merupakan masyarakat dengan kearifan lokalnya yang terpinggirkan oleh derasnya arus globalisasi. Penelitian ini ditujukan untuk dapat menganalisis hal- hal yang melatarbelakangi masyarakat Samin sebagai kaum subaltern dan bagaimana perjuangan kaum subaltern untuk menyuarakan suaranya dalam film documenter “Samin vs Semen” . Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan proses analisisnya menggabungkan teori ilmu komunikasi dan juga teori sosiologi , Dimana penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori analisi semiotika John Fiske yang menggunakan tiga level realitas , representasi , dan ideologi . Setelah itu mengidentifikasi hasil analisis dengan teori Subaltern milik Gayatri Spivak. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa di film “Samin vs Semen” terlihat dan teridentifikasi bahwa Masyarakat Samin merupakan kaum Subaltern ¸ Karena mereka adalah masyarakat asli yang terpinggirkan karena adanya pembangunan pabrik semen di daerah tempat tinggal mereka sendiri yaitu di pegunungan Kendeng , Jawa Tengah . Selain itu , masyarakat Samin (Subaltern) ikut aktif dalam menyuarakan penolakan pabrik semen.
Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Komunikasi Pembangunan bagi Masyarakat yang Terkena Bencana di Kawasan Obyek Wisata Pantai
eni nur aeni
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 7 No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.678 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2011.7.1.4220
There are a lot of difference policies for regional governments in Cilacap and Bantul afterearthquake and tsunami on July, 17 2006. Cilacap government didn’t give any programs to recovereconomical situation to their people except rebuild facilities around tourism at Widarapayungbeach. Also in Bantul government, there is not program for to recover tourism activities becausethere thougt that they have not any victims in that tsunami at Parang Tritis beach. Although theygave relocation program to their people but the program was not purposed to recover after tsunami.They had a plan to relocate trade location before the tsunami was coming. The most reason torelocate for people trading was to rearrange old location to new one and make the beach wasshown clean and comfort for tourism acitivities. It is different if it’s compare to Ciamis governmentpolicy to give recovery programs for their people at Pangandaran Beach. The programswere used to recovery tourism activities. In earlier program, people participation was involved bygovernment. They were participated in economical recovery program planning. However largelypeople in Pangandaran feel this recovery programs although they are not participated in implementationphase. From this data, it is too difficult to try the economical recovery program as amodel at Pangandaran beach to Widarapayung beach and Parang Tritis beach. This researchused qualitative method with indepth interview and observation to collect data.
KEBIJAKAN REDAKSIONAL DALAM KONVERGENSI MEDIA (Studi Kasus Jawa Pos)
Irawan Wibisono;
Pawito Pawito;
Ismi Dwi Astuti
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.893 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.1.1571
Kedatangan teknologi digital menurut beberapa ahli akan membunuh koran secara perlahan. Bahkan pelaku industri media sendiri turut mengamini prediksi yang begitu logis tersebut. Konvergensi media adalah sebuah keniscayaan yang mutlak perlu diantisipasi para penerbit media cetak melalui peningkatan sumber daya manusia perusahaan pers dalam penguasaan informasi dan teknologi. Jawa Pos menjadi salah satu koran nasional di Indonesia yang telah melakukan konvergensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana kebijakan redaksional Jawa Pos dalam menghadapi konvergensi media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Penelitian kualitatif ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang detail dan mendalam tentang dimensi atau level konvergensi Jawa Pos. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap pemimpin umum Jawa Pos, redaktur pelaksana, redaktur, dan wartawan. Hasil penelitian ini menunjukkan Jawa Pos telah memiliki kebijakan redaksional yang memenuhi seluruh aspek dalam konvergensi media. Antara lain melakukan ekspansi perusahaan, promosi silang, dan menciptakan sumber daya manusia serba bisa.
STRATEGI CITY BRANDING HUMAS PEMERINTAH KOTA BANDUNG SEBAGAI SMART CITY MELALUI PROGRAM SMART GOVERNANCE
Annisa Dwi P;
Dini Salmiah FA
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 13 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.082 KB)
Increased globalization at the present time requires the municipality to compete against itsbranding including one of the city is the focus of Bandung smart city. Within three years the cityhas made to compete in the international arena to represent Indonesia was chosen as a 6thFinalist of the world for innovation Smart City of the World Smart City Organization inBarcelona. Public Relations of the Government of Bandung as a reflection of smart governancethat actively provide information and to interact actively with the audience through both onlineand offline media. Researchers used the constructivist paradigm with the aim of research to findout the city branding strategy undertaken by the Government Public Relations Bandung inrealizing smart city through smart governance program. This study uses descriptive qualitativemethod through interview data collection techniques. The object of this research is theGovernment Public Relations Bandung. Results of the study revealed that the strategy that isthrough the integration of online and offline communications through social media publishing,electronic and print, establishing media relations, and performed a special event.
POLA KOMUNIKASI ORANGTUA DAN ANAK DALAM PENGGUNAAN APLIKASI YOUTUBE
Kartika Sari Yudaninggar
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.332 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2021.17.2.4094
Parents in the concept of being the parties who play a role and have control in the use of devices on their children. This study seeks to analyze how communication patterns between parents and the technology using the YouTube application. Specifically, this research uses the YouTube application because YouTube is the most active social media in Indonesia and most accessed in 2019. Furthermore, the method used is descriptive qualitative, involving informants who have children aged 2-6 years and use YouTube as their children's viewing. Then structured interviews to determine the communication patterns carried out by the informants. Referring to the three patterns of family communication in the relationship between parents and children proposed by Baumrind, the results of this study are that there are several patterns of communication made by informants regarding the use of YouTube in children, including determining the duration and viewing schedule, selecting content, and regarding involvement and mentoring. There are no specific guidelines found regarding the communication patterns of parents and children in using YouTube. This uniqueness occurs due to various factors, including the different needs and values of each family.
MENGEMBANGKAN ‘PERSONAL SOCIAL RESPOSIBILITY (PSR)’ DALAM MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA
Leila Mona
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.293 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1344
Kualitas karakter dan kompetensi dari generasi muda merupakan fondasi penting suatu negara. Sebagai generasi muda, mahasiswa diharapkan berperan sebagai manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia, agen perubahan, penjaga nilai-nilai di masyarakat, memiliki kekuatan moral dan menjadi kontrol sosial. Bonus demografi di Indonesia meneguhkan pentingnya pendidikan karakter pada generasi muda. Dalam upaya menempatkan kembali peran perguruan tinggi sebagai wadah dalam membangun karakter sesuai UU no. 12 Tahun 2012 dan Konferensi Unesco tentang Perguruan Tinggi tahun 2009, maka kajian ini menawarkan pendekatan pembentukan karakter mahasiswa dengan dilandasi sifat altruisme, yaitu Personal Social Responsibility (PSR) bagi mahasiswa dan mengoptimalkan pengabdian masyarakat sebagai salah satu dari Tridarma perguruan tinggi. Kajian ini mengelaborasi pengimplementasian sinergi PSR dengan Pengabdian Masyarakat, serta peluang pengembangan nilai-nilai karakter bangsa melalui kegiatan PSR tersebut. Implementasi dari program PSR dilakukan minimal dua kali selama masa kuliahnya. Pemilihan program PSR disesuaikan dengan minat probadi dan minat yang disesuaikan dengan bidang studi yang diambil. Nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan adalah toleransi, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan kreatif.
Membedah Pesan di Film Taare Zameen Par: Kritik terhadap Penerapan Pendekatan Perilaku dalam Proses Pembelajaran
adita widya pangestika
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.33 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.16.1.2574
Film is an effective media for social critics. Through the audio visual elements film can display various portraits of social phenomena that exist in the midle of society. This research aims to explore the various signs in the film scenes which are representations of social critics, especially in the field of education. The method used in this study is semiotic developed by John Fiske. The scenes which are considered to contain social critics is elaborated on 9 television codes. After that the sign will be analyzed in three levels, the level of reality, representation, and ideology. This study found that the “Taare Zameen Par” film contained critics of the behavioristic approach in the education system. Efforts to criticize the behavioristic approach are carried out by generating a humanistic approach as a comparison. The main figure who has a dyslexic problem barely can read when educated using the behavioristic approach. He also got the label as a naughty student. The main figure was experiencing significant development when educated using a humanistic approach. In this way film makers try to assert that the behavioristic approach has many weaknesses and is not suitable to be applied in the formal education system.
STRATEGI KOMUNIKASI PERHIMPUNAN BATIK INDONESIA SOKARAJA DALAM MEMBANGUN CITRA “KAMPUNG BATIK SOKARAJA”
Sabrina Sesa Trifosa;
Lina Sinatra Wijaya
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.904 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.2.2136
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui strategi komunikasi dan peran yang dilakukan oleh Perhimpunan Batik Indonesia (PERBAIN) Sokaraja dalam membangun citra “Kampung Batik Sokaraja”. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Batik Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan data kepustakaan. Strategi yang diterapkan Perhimpunan Batik Indonesia (PERBAIN) Sokaraja dalam membangun citra Kampung Batik Sokaraja yakni mengadakan workshop pelatihan kepada pengrajin batik dan masyarakat sekitar, merencanakan program jangka pendek dan panjang seperti mengadakan diskusi dan pengarahan, meluncurkan program inovasi batik, menjadikan kampung batik Sokaraja sebagai tempat wisata batik. Perhimpunan Batik Indonesia (PERBAIN) Sokaraja berperan sebagai communication technician dengan menyediakan layanan website dan Instagram untuk mengenalkan Kampung Batik Sokaraja, lalu sebagai expert preciber dalam memberdayakan Kampung Batik Sokaraja sebagai peningkatan ekonomi, kemudian sebagai communication facilitator dalam menggerakkan masyarakat untuk melestarikan batik Sokaraja, dan sebagai problem solver dengan membentuk forum curhat bisnis.
HEGEMONI AMERIKA SERIKAT DI SERI KOMIK CAPTAIN AMERICA STEVE ROGERS
Rafiqoh Fitriani;
Hanny Hafiar;
Ari Agung Prastowo
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1370.787 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.1.1140
This research aimed to describe a critical discourse analysis about hegemony where United States positionedtheir country as superpower country in Captain America: Steve Rogers comic series. Method used in thisresearch was Critical Discourse Analysis Norman Fairclough with qualitative data and critical paradigm. Theresults of this research showed that Captain America: Steve Rogers comic series has hegemony messages ofUnited States as superpower country. It was reflected through appearance, personality, words, and theideology of Captain America while positioning the enemy as the opposites of the aspects above. CaptainAmerica: Steve Rogers used social, historical, and political factors to ease their hegemony messages beingabsorbed by reader. The conclusion of this study is Captain America: Steve Rogers comic series have nationbranding hegemony messages of the United States as a superpower country. Furthermore, it is expected thatthe study about hegemony would get more attention because hegemony subject would evolve socially andideologically in our society.
ANALISIS ISI ADEGAN KEKERASAN KARTUN LARVA EPISODE LARVA-ISLAND NIGHTMARE (STORM DRAIN, HOUSE, NEW YORK)
lely rara renaningtyas;
riska ayu setyowati;
taufik afip atarik
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1162.895 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2022.18.1.5195
Seiring dalam perkembangan waktu, dunia pertelevisian Indonesia berupaya untuk terus-menerus berinovasi, menghadirkan program baru yang yang paling menarik sehingga mampu membuat penonton berlama-lama di depan televisi untuk menonton acara favorit mereka. Namun, penonton cenderung tidak menyadari bahwa program yang mereka tonton bermanfaat atau menyesatkan. Mencermati hal tersebut menimbulkan keresahan bahwa di masa depan akan ada program baru yang mungkin mengandung unsur kekerasan. Ketika unsur kekerasan ini muncul, maka berdampak negatif pada penonton program tersebut. Untuk itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis adegan kekerasan pada serial kartun Larva. Apakah di dalam kartun tersebut didominasi unsur (adegan) kekerasan atau sebaliknya. Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode analisis isi. Untuk menguji reliabilitasnya dilakukan oleh 2 pengkoder. Peneliti menggunakan formula Holsti untuk mengukur tingkat adegan kekerasan dalam kartun tersebut. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa pada serial kartun Larva episode Larva-Island Nightmare (Season 1–Storm Drain, Season 2-House, Dan Season 3-New York) menunjukkan kekerasan fisik dalam serial Kartun Larva telah disepakati kedua pengkoder menunjukan angka 0,99 atau 99% dan presentase kekerasan psikologis menunjukkan angka 0,96 atau 96%. Hasil perhitungan ini menunjukan sebuah hasil yang reliable. Kata Kunci: Analisis Isi, Larva, Adegan Kekerasan