cover
Contact Name
Randy Muhammad Anif
Contact Email
randy.071199@gmail.com
Phone
+6285227788222
Journal Mail Official
runtiko@gmail.com
Editorial Address
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 4126443     EISSN : 26206676     DOI : https://doi.org/10.20884/1.actadiurna
Core Subject : Education, Social,
JAD aims to encourage research in communication studies. Topics addressed within the journal include but are not limited to: Media dan culture studies; Political communication; Cross-cultural communication; Business communication; Organizational communication; Health communication.
Articles 253 Documents
PERAN PRAKTISI HUBUNGAN MASYARAKAT DI TENGAH PERKEMBANGAN KECERDASAN BUATAN Hamzah Ramadhan
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2025.21.1.12801

Abstract

The study delves into the adoption of Artificial Intelligence (AI) in the field of public relations (PR) among professionals in Indonesia. This exploration is based on in-depth interviews with 8 individuals and a survey completed by 100 PR practitioners with a minimum of two years of experience. The study results indicate widespread utilization of tools such as ChatGPT, Bard, Grammarly, and Canva for tasks such as research, planning, and content personalization. These AI tools have been instrumental in improving operational efficiency by aiding in information management. Nevertheless, there are apprehensions regarding the potential dissemination of misleading or controversial content due to imperfections in AI-generated material, which could adversely impact an organization's credibility. Consequently, it is imperative to exercise human oversight to validate the accuracy and appropriateness of content produced by AI tools. Furthermore, concerns have been raised about a potential decline in the demand for PR practitioners as these advanced AI tools are adept at generating content that closely resembles human-created material. This presents a challenge for professionals to uphold their relevance within the industry. However, despite these concerns, the prevailing sentiment is that the evolving technological landscape offers opportunities for professional development. By actively engaging in workshops and staying abreast of technological advancements, PR practitioners may effectively harness these tools to enrich their work and stay competitive in their field. Embracing AI presents prospects for skill enhancement and innovative approaches within the PR domain, ensuring practitioners can continue providing value in an ever-changing environment.
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA ORANG TUA DAN ANAK DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK USIA REMAJA Hira Imandari; Yuliana Rakhmawati
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2025.21.1.14172

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam menumbuhkan rasa percaya diri remaja. Komunikasi yang baik dan efektif merupakan kunci keberhasilan suatu hubungan, termasuk hubungan antara orang tua dan anak. Komunikasi interpersonal dalam hubungan orang tua dan anak berperan penting dalam menumbuhkan kedekatan emosional dan dukungan yang diperlukan bagi perkembangan karakter anak di masa mendatang. Pada masa remaja yang penuh tantangan, anak sangat membutuhkan motivasi dan kasih sayang dari orang-orang terdekat di sekitarnya, terutama orang tua. Komunikasi verbal dan non verbal yang baik dari orang tua memiliki dampak yang substantif terhadap rasa percaya diri anak. Penelitian ini mengungkapkan bahwa orang tua yang mempraktikkan komunikasi yang efektif, seperti memberikan pujian dan dukungan dapat membantu anak merasa diterima dan meningkatkan harga dirinya. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan kajian pustaka terhadap penelitian terdahulu. Penelitian ini mendorong orang tua untuk lebih menyadari pentingnya menumbuhkan komunikasi untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada masa remaja yang krusial.
Pemaknaan Face Negotiation Karakter Bu Tejo di Film Bu Tejo Sowan Jakarta Calysta Amelia Mujiarto; Adi Candra Akbarian Jaya; Marcela Bernadet Marice; Azzahra Puspa Insani Putriagung
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2025.21.1.14395

Abstract

Penggambaran adaptasi multikultural ibu dari suku dan etnis Jawa yang melakukan bentuk-bentuk face negotiation saat bersosialisasi dengan budaya lain digambarkan melalui karakter Bu Tejo di film Bu Tejo Sowan Jakarta. Bu Tejo direpresentasikan sebagai orang tua Jawa yang low context, yakni cenderung tanpa basa-basi, dan kerap berkonflik terbuka. Hal ini berbeda dengan anggapan masyarakat bahwa orang Jawa memiliki pola komunikasi high context, sehingga penting dan menarik untuk melihat pemaknaan face negotiation pada karakter Bu Tejo di kalangan ibu sebagai orang tua Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Sedangkan, metode penelitian yang digunakan adalah analisis resepsi dengan teori resepsi Stuart Hall sebagai pisau analisis utama. Hasil penelitian ini berakar dari wawancara 4 informan ibu Jawa yang berusia minimal 36 tahun dan memiliki anak dengan usia lebih atau sama dengan 19 tahun. Diperoleh 2 informan di posisi negosiasi dan 2 lainnya di posisi oposisi. Artinya, keseluruhan informan tidak mengakui sepenuhnya orang Jawa berkomunikasi dengan low context. Faktor yang memengaruhi pemaknaan diduga adalah latar belakang budaya Jawa yang dimiliki informan, tingkat pendidikan, serta status ekonomi informan.