cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
jurnaladatdanbudayaindonesia@gmail.com
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
jurnaladatdanbudayaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia
ISSN : 26156113     EISSN : 26156156     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jabi.v1i1
Jurnal ini memuat hasil penelitian dan pemikiran tentang adat istiadat dan budaya. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang adat dan kajian budaya.
Articles 145 Documents
MUATAN NILAI DALAM TRADISI PELA GANDONG DI MALUKU TENGAH Althien John Pesurnay
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i1.35003

Abstract

Artikel ini mendiskusikan muatan nilai dalam tradisi pela gandong di Maluku Tengah.  Apa saja nilai yang terkandung dalam tradisi Pela Gandong? Bagaimana perkembangannya secara sosio-historis? Apa relevansi  dari muatan nilai-nilai Pela Gandong terhadap konteks masyarakat Maluku Tengah kontemporer. Penulis berusaha menjawab pertanyaan tersebut menggunakan perspektif Filsafat Nilai dan Filsafat Kebudayaan. Penulisan ini merujuk kepada sumber kepustakaan (bibliography research) dengan mengacu pada sumber kepustakaan ilmu antropologi budaya dan sejarah yang mendeskripsikan tradisi Pela Gandong. Artikel ini mencakup tiga bagian: bagian pertama berusaha mengurai konteks sosio-kultural masyarakat Maluku Tengah. Konteks masyarakat Maluku tengah yang dilanda konflik identitas pada tahun 1999 yang resolusinya bersumber dari nilai-nilai luhur dalam tradisi Pela Gandong. Bagian kedua meninjau Pela Gandong dari objek formal filsafat nilai. Dimensi nilai dalam hirarki nilai tradisi Pela Gandong ada pada nilai spiritual dan nilai vital. Bagian terakhir merupakan kontekstualisasi konsepsi Pela Gandong sebagai pegangan nilai sekaligus carra pandanga dunia yang menentukan praktik kehidupan masyarakat Maluku.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Asih Riyanti; Neni Novitasari
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i1.37780

Abstract

AbstrakIndonesia menjadi negara yang multikultural sebagai kekayaan suatu bangsa harus dilestarikan. Salah satu solusi yang dapat ditempuh ialah menanamkan pendidikan yang dapat dilakukan melalui multikultural berbasis kearifan lokal. Pengenalan multikultural  berbasis kearifan diharapkan mampu membangun karakter anak bangsa yang memahami, menerima dan menghargai orang lain yang berbeda suku, adat istiadat, agama, dan nilai kepribadian. Penanaman semangat multikultural di Sekolah Dasar (SD), akan menjadi sarana pelatihan dan penyadaran bagi generasi muda untuk menerima dan menghargai semua perbedaan yang multikultural. Artikel ini ditulis guna memberikan gambaran mengenai pentingnya multikultural dan implikasinya pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal bagi siswa SD. Guna memperoleh data tentang konsep multikultural, penulis melakukan kajian kepustakaan dengan teknik analisis data yaitu analisis konten.  Begitu pentingnya pendidikan multikultural maka guru SD harus mendesain proses pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal yang menjadi bagian dari kontribusi positif untuk membina sikap nasionalisme dan sikap multikultural para siswa sejak dini.Kata Kunci: pendidikan multikultural; kearifan lokal; siswa SD.
FOLKLOR LISAN TOTOKKENGAN DI PULAU SAPEKEN, KABUPATEN SUMENEP Vigor Vagori; Ida Ayu Made Darmayanti; Putu Mas Dewantara
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i1.38223

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, kategori, dan fungsi Totokkengan di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dianalisis menggunakan bentuk deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini, yakni informan di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian Totokkengan di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep dapat disimpulkan sebagai berikut: pertama, bentuk Totokkengan dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu: (1) pertanyaan yang bersifat teka-teki atau disebut juga pertanyaan yang cerdik, ditemukan 3 dari 42 Totokkengan; (2) pertanyaan yang bersifat permainan kata-kata, ditemukan 6 dari 42 Totokkengan; (3) pertanyaan yang bersifat permasalahan, ditemukan 5 dari 42 Totokkengan; (4) pertanyaan perangkap, ditemukan 2 dari 42 Totokkengan; dan (5) pertanyaan yang bernada lelucon, ditemukan 4 dari 42 Totokkengan. Kedua, kategori Totokkengan dapat dikelompokkan menjadi sebelas, yaitu: (1) persamaan dengan makhluk hidup, ditemukan 10 dari 42 Totokkengan; (2) persamaan dengan binatang, ditemukan 2 dari 42 Totokkengan; (3) persamaan dengan manusia, ditemukan 3 dari 42 Totokkengan; (4) persamaan dengan beberapa binatang, ditemukan 1 dari 42 Totokkengan; (5) persamaan dengan beberapa orang, ditemukan 3 dari 42 Totokkengan; (6) persamaan dengan benda, ditemukan 6 dari 42 Totokkengan; (7) persamaan dengan tanaman, ditemukan 1 dari 42 Totokkengan; (8) penambahan keterangan perumpamaan, ditemukan 6 dari 42 Totokkengan; (9) penambahan keterangan pada bentuk dan fungsi, ditemukan 1 dari 42 Totokkengan; (10) penambahan keterangan pada warna ditemukan 2 dari 42 Totokkengan; dan (11) penambahan dalam tindakan ditemukan 11 dari 42 Totokkengan. Ketiga, fungsi Totokkengan memiliki delapan fungsi, yaitu (1) untuk menguji kepandaian orang lain, (2) untuk meramal, (3) sebagai sebagian upacara perkawinan, (4) untuk mengisi waktu saat begadang menunggu jenazah dimakamkan, (5) untuk melebihi orang lain, (6) sebagai pengantar tidur, (7) hiburan, dan (8) pendidikan.
TINJAUAN PENYEBARAN TRADISI LISAN DI SUMATERA BARAT Utari Akhir Gusti; Audy Islami; Ardi Ardi; Aina Almardiyah; Ranti Gusti Rahayu; Opi Tananda
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i1.39261

Abstract

Budaya adalah bagian terpenting dalam kehidupan yang dilestarikan dan dijaga dengan baik. Salah satu dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang harus dilestarikan yaitu tradisi lisan. Tradisi lisan adalah suatu informasi atau pesan yang disampaikan secara turun-temurun dalam suatu daerah atau kelompok. Berdasarkan PPKD Sumatera Barat kondisi tradisi lisan saat ini diperlukan usaha untuk mengumpulkan tradisi lisan yang ada untuk dikembangkan, sehingga dapat dilakukan invetarisasi tradisi lisan Sumatera Barat. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai tinjuaun penyebaran tradisi lisan di Sumatera Barat. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu pengamatan dan dokumentasi, observasi, study literature serta wawancara. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu mendapatkan database tradisi lisan yang tersebar pada 19 Kabupaten/Kota Sumatera Barat. Tradisi Lisan tersebut memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing yang harus dijaga dan dilestarikan agar dapat berkembang dikalangan masyarakat.  
DAMPAK PEMBENTUKAN LEMBAGA ADAT DESA TERHADAP LEMBAGA ADAT TONGKONAN DI KABUPATEN TORAJA UTARA Gasing Bulan Paledung
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.35077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak peraturan daerah Kabupaten Toraja Utara Nomor 3 Tahun 2014 tentang pemerintahan lembang yang mengatur pembentukan lembaga adat di setiap lembang atau desa di Kabupaten Toraja Utara terhadap lembaga adat Tongkonan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode evaluasi Finsterbusch & Motz yaitu Single Program Before After sebagai pendekatan untuk membantu dalam menjawab tujuan penelitian ini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, serta melakukan studi pustaka yang bersumber pada buku serta jurnal ilmiah. Hasil dari penelitian ini, yaitu terdapat dampak terhadap lembaga adat Tongkonan dengan hadirnya Peraturan daerah ini, yaitu 1) tidak adanya pengakuan dan penghormatan terhadap tongkonan; 2) adanya bergesernya penerapan norma adat dan ketidaksesusaian dengan adat Tongkona; dan 3) beralihnya fungsi Tongkonan ke lembaga adat desa atau lembang yang telah dibentuk oleh pemerintah.
MAKNA WARIS MASYARAKAT JAWA DALAM REGENERASI PETANI (STUDI KASUS PETANI DESA SINGGAHAN, PONOROGO) Alif Nurfalah
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.36155

Abstract

Regenerasi di sektor pertanian merupakan suatu hal sangat penting bagi eksistensi pertanian di Indonesia. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki tanggung jawab dalam mempetahankan sebutan tersebut yang salah satunya dengan menggiring generasi muda untuk masuk kedalam sistem pertanian di Indonesia. Karena pada umumnya sektor petanian saat ini bukan menjadi sebuah tujuan profesi generasi muda, hal tersebut dinilai tidak lebih menguntungkan daripada sektor industri, jasa, atau sektor yang lebih modern. Perspektif tersebut sebagai salah satu pemicu hambatan regenerasi pada petani. Namun beberapa masyarakat di desa dapat mengesampingkan pemikiran tersebut dan mengutamakan suatu hal yang harus mereka yakini yaitu adat istiadat. Beberapa pemuda di desa yang memiliki latar belakang suku Jawa yang kental (kejawen) menerima warisan sawah yang berkaitan adat istiadat dalam menjaga dan menghormati penginggalan leluhur menjadi faktor pendukung yang mempengaruhi masuknya pemuda kedalam sektor pertanian di DesaSinggahan. 
PENGARUH BUDAYA DAN TRADISI JAWA TERHADAP KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA MASYARAKAT DI KOTA SAMARINDA Alifuddin Ubaidillah Alifuddin; Bagus Wahyu Setyawan
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.38310

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses asimilasi budaya Jawa dengan budaya lainnya di Kota Samarinda; tradisi selamatan di Kota Samarinda; dan pengaruh budaya dan tradisi terhadap kehidupan sehari-hari di Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dokumen, literatur baik dari buku, jurnal maupun essay yang ada sebagai sumber data. Selain itu, penulis juga melakukan wawancara yang nantinya dapat menjadi data pendukung dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh budaya dan tradisi Jawa terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat berdampak positif. Budaya dan tradisi seperti selamatan dapat menjadi salah satu penjalin tali silaturahmi antara masyarakat Jawa dan non-Jawa di Kota Samarinda. Selain itu, terciptanya kerukunan juga lahir dari penerimaan budaya dan tradisi oleh penduduk non-Jawa dan budaya serta tradisi Jawa mudah untuk mereka terima dan mereka lakukan.
PENGGUNAAN LISUNG DAN HALU DI DESA WALURAN MANDIRI Siska Hestiana
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.38914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fungsi lisung dan halu dalam bidang pertanian di Desa Waluran Mandiri dan upaya apa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Waluran Mandiri dalam mempertahankan budaya penggunaan lisung dan halu dalam proses penumbukan hanjeli dari ancaman kepunahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sifat penelitian lapangan dan studi pustaka. Berdasarkan penelitian, fungsi lisung dan halu di Desa Waluran Mandiri diklasifikasikan menjadi tiga fungsi, yaitu sebagai alat penumbuk padi, sebagai alat penumbuk biji hanjeli, dan juga sebagai daya Tarik wisata bagi pengunjung. Selain itu, upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mempertahankan budaya penggunaan lisung dan halu adalah dengan membuat lisung dan halu sebagai bagian dari program wisata yang ditawarkan bagi pengunjung ke Desa Wisata Hanjeli Desa Waluran Mandiri. Peran serta masyarakat dalam mempertahankan budaya ini sangat penting demi bertahannya budaya ini sebagai ciri khas dari wilayah Desa Waluran Mandiri. 
NILAI TRADISI NYEPI DI BALI I Wayan Mudana
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.53582

Abstract

Riset ini berupaya untuk melakukan analisis bahwa pelaksanaan hari raya Nyepi yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali dalam kalender umat Hindu Bali juga memiliki nilia-nilai inklusif, berupa nilai-nilai pendidikan multikultural serta sosial didalam membangun realitas sosial yang ekuivalen, dimana setiap insan yang melakukan interaksi sosial tidak lagi melihat latar belakang sosial ataupun agama dari individu lain. Aspek lain yang lebih penting dari riset mengenai aspek kultural ini adalah bagaimana perayaan hari raya Nyepi mampu memberikan nuansa social equilibrium yang mengedepankan nilai-nilai pluralitas di tengah realitas masyarakat yang beragam. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan triangulasi data (observasi, wawancara, dan studi dokumen). Nyepi di Bali mengandung nilai-nilai multikulturalisme yang berlaku diterima secara universal oleh setiap orang di Bali. Hal ini dikarenakan, secara multikultural, Nyepi membuka pintu toleransi dan saling menghormati antaragama, suku multiras di Bali. Nilai-nilai tradisi multikultural Nyepi hanyalah salah satu contoh model multikultural tentang bagaimana kehidupan berjalan dengan baik di Bali.
EKSPLORASI NILAI MULTIKULTURALISME DALAM TRADISI TOLAK BALAK DI AIR TERJUN SEDUDO KABUPATEN NGANJUK Shilvi Khusna Dilla Agatta
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v4i1.41581

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, kekhawatiran akan menurunnya nilai keberagaman dalam kehidupan masyarakat yang dapat memunculkan adanya konflik atau pertikaian menjadi suatu hal yang patut dijadikan perhatian. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mempertahankan identitas kebangsaan dan merealisasikan wujud dari keberagaman menjadi kekuatan bangsa yang tidak dapat dikalahkan. Usaha yang dilakukan dalam mewujudkannya tentu tidak mudah, karena memerlukan proses yang panjang. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai multikulturalisme ialah melalui kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat. Dengan cara tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menumbuhkan semangat kebangsaan, patriotisme, dan kebudayaan. Adapun contoh kearifan lokal yang dapat digunakan adalah tradisi tolak balak yang dilakukan oleh masyarakat Nganjuk di Air Terjun Sedudo pada bulan Suro. Sehingga tujuanpenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai multikulturalisme masyarakat Nganjuk dalam tradisi tolak balak di Air Terjun Sedudo atau biasa dikenal dengan siraman Air Terjun Sedudo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif model studi pustaka atau library research dengan memanfaatkan referensi serta literatur ilmiah seperti jurnal dan artikel yang memiliki tema serupa. Adapun Teknik penelitan yang digunakan yakni menelaah sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian. Nilai multikulturalisme yang terdapat dalam tradisi tersebut di antaranya adalah kerja sama, solidaritas, kebangsaan, dan toleransi

Page 6 of 15 | Total Record : 145