cover
Contact Name
Sowanto
Contact Email
sowantos@gmail.com
Phone
+6282339179475
Journal Mail Official
sowanto_mat@stkipbima.ac.id
Editorial Address
Jalan Piere Tendean, Kel. Mande, Kota Bima, Telp. Fax. (0374) 42801
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SUPERMAT (JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA)
ISSN : 26853124     EISSN : 25991329     DOI : https://doi.org/10.33627/sm.v3i2
Core Subject : Education,
Jurnal SUPERMAT akan menerbitkan naskah-naskah artikel ilmiah dalam cakupan bidang Pendidikan Matematika. Tulisan dapat berupa diseminasi hasil penelitian, telaah pustaka ilmiah yang komprehensif atau resensi dari buku ilmiah. Tulisan belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Secara keseluruhan, naskah harus memuat abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan serta daftar pustaka. Artikel dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Penulisan menggunakan MS Word, format halaman adalah 1 kolom, tipe font yang digunakan untuk bagian konten artikel adalah Times New Roman ukuran 12 pt spasi 1,5. Artikel dicetak pada kertas berukuran A4 (minimal 10 halaman dan maksimum 22 halaman) dengan batas marjin atas, bawah dan kanan 2,5 cm dan marjin kiri 3,0 cm. Artikel dituliskan tepi kanan dan kiri rata (justified), dan jorokan awal paragraf (first line) 1,25 cm. Tiap halaman harus diberi nomor halaman yang diletakkan di tengah. Jika artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia dan terdapat kata dalam bahasa asing di dalam naskah, maka kata tersebut dinyatakan dalam tulisan miring.
Articles 107 Documents
PENERAPAN METODE INQUIRI DALAM MENINGKATKAN KONSEP BERPIKIR MAHASISWA PADA MATERI BARISAN BILANGAN REAL SUDARSONO SUDARSONO
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2018): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v2i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inquiri dalam meningkatkan konsep berpikir mahasiswa pada materi Barisan bilangan Real di STKIP Bima. Penelitian ini menggunakan metode inquiri, dimana mahasiswa dibimbing untuk memperoleh pemahaman dan pengetahuan terkait bilangan Real sebagai titik-titik garis bilangan yang panjangnya tak terhingga, bilangan Real ini berbeda dengan bilangan kompleks yang termaksud didalamnya adalah bilangan imajiner. Peneliti melakukan penelitian di STKIP BIMA prodi matematika pada semester IV A-B dengan jumlah total mahasiswa adalah 45 orang. Pengumpulan data untuk variabel bebas menggunakan lembar observasi, sedangkan variabel terikat diperoleh dari hasil tes pemahaman konsep berpikir. Perlakuan tindakan diberikan sebanyak dua siklus dengan hasil penguasaan konsep pada siklus pertama mencapai 82,4 % dengan siswa yang berhasil belajar tuntas sebanyak 35 orang. Setelah refleksi, siklus kedua kemudian diperoleh penguasaan rata-rata konsep sebesar 88,8% dengan siswa yang berhasil belajar tuntas sebanyak 39 orang. Perubahan kuantitas dari siklus I ke siklus II terjadi pada tingkat pemahaman dari 82,4% menjadi 86,8% atau ada kenaikan tingkat pemahaman sebesar 4,4%. Hasil penelitian ditemukan penerapan metode inquiri dapat meningkatkan pemahaman konsep berpikir mahasiswa pada materi Barisan bilangan real, yaitu pada setiap siklus: siklus I siswa memperoleh ketuntasan 84,4 % dan pada siklus II siswa dengan ketuntasan 88,8 %.
METODE INQUIRI DALAM MENINGKATKAN KONSEP BERPIKIR MAHASISWA PADA MATERI SISTEM BILANGAN REAL Sudarsono Sudarsono
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2018): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v2i2.137

Abstract

Fenomena pendidikan di Indonesia, selalu menghadapi kurikulum yang selalu berubah setiap periodenya, sehingga menuntut para pendidik untuk terus menggembangkan ide kreatif terkait cara penyampaian materi yang baik dan benar. Dari kurikulum yang ada sekarang ini, dapat dilihat tingginya ekspektasi pemerintah yang tertuang dalam kurikulum tersebut, berbanding terbalik dengan realita nyata yang ada dilapangan sejauh ini, dimana sekolah menengah dan sekolah tinggi-pun masih mengunakan metode lama yang ditengarai dapat menurunkan standar pendidikan. Hal ini dikarenakan ketidaktepatan pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab hasil belajar matematika menjadi rendah. Kesulitan peserta didik dalam mempelajari matematika di sekolah, disamping disebabkan oleh sifat abstrak matematika itu sendiri juga disinyalir disebabkan oleh pendidik yang kurang tepat dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran matematika di kelas. Proses belajar mengajar seperti inilah yang tidak mendorong mahasiswa berpikir kritis dan berkreatifitas, hal ini tidak sesuai dengan hakikat pribadi mahasiswa sebagai subjek belajar yang lebih tinggi. Dengan dasar itu, pembelajaran mahasiswa harus membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar, mahasiswa sebagai pusat kegiatan pembelajaran bukan dosen. Apalagi jika dikaitkan dengan era revolusi industri 4.0 dimana manusia dituntut berpikir kritis dengan memanfaatkan media dan teknologi terbarukan abad ini.
GESTUR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI IRISAN KERUCUT DAN KOORDINAT POLAR Yunis Sulistyorini
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v3i1.147

Abstract

Gestures played a role in the learning of mathematics, especially in the Sliced Cone and Polar Coordinates material. Educators gestures associated with conceptual planning of the explanations and is the embodiment of knowledge and understanding of educators associated with the material being studied. The educators’ gestures were pointing gestures, representations and writing. Gestures appeared at the planning stage, especially the activities of peer teaching and learning implementation. Both of two steps related to the implementation of lesson study in math learning. Gestures accompanied explanations educators help to clarify, explain, and emphasize mathematical concepts in the material being studied.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PECAHAN SISWA KELAS VII 7 MTs N 2 KOTA BIMA Eri Rahmawati; Sri Aryaningsyih
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v3i1.169

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui proses pemecahan masalah matematika dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), (2) Untuk mengetahui hasil pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Proses pemecahan masalah dengan model Problem Based Learning berjalan dengan baik karena siswa mampu memahami masalah matematika dengan menggunakan kemampuan pemecahan masalah polya. (2) Setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning ( PBL ) hasil yang didapatkan dari proses pembelajaran sangat berhasil karena siswa lebih aktif dari biasanya. Hal ini dilihat dari hasil evaluasi belajar yang dilakukan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII B SMPN 2 MONTA Siti Nurahmi; Edi Mulyadin; Andang Andang; Saifullah Saifullah
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v3i1.170

Abstract

Matematika sangat berguna bagi kehidupan manusia akan tetapi, banyak peserta didik yang beranggapan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit, yang hanya dapat dikuasai oleh siswa yang pintar saja. Penggunaan suatu model pembelajaran yang tepat dapat membantu untuk menumbuhkan semangat belajar dan mendorong kemampuan berpikir siswa. Dengan bimbingan guru, model inkuiri diarahkan untuk siswa belajar mengidentifikasi, menggali, merumuskan, dan menemukan suatu konsep. Dengan demikian dapat membantu siswa menemukan cara belajar yang bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat meningkatkan pemahaman pada konsep himpunan sub pokok bahasan himpunan bagian dengan model pembelajaran inquiri pada siswa kelas VII B SMPN 2 Monta Tahun Pelajaran 2015/2016. Rancangan penelitian dikembangkan dengan menggunakan siklus dengan memanfaatkan soal evaluasi dan LKS sebagai instrumen penelitian. Adapun hasil penelitian ditemukan pemahaman konsep siswa dari siklus I 62,5% mengalami peningkatan I ke siklus II sebesar 100%. Sedangkan aktivitas belajar siswa setelah diterapkan model inkuiri menjadi sangat aktif.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SELF-EFFICACY SISWA SMP MELALUI SITUATION-BASED LEARNING (SBL) BERBANTUAN PROGRAM GEOMETER’S SKETCHPAD (GSP) Sowanto Sowanto; Anna Maryatinnisah
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v3i1.172

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan tingkat Self-Efficacy (keyakinan diri) siswa akan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah matematis. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dengan pembelajaran yang menggunakan Situation-Based Learning (SBL) berbantuan Program Geometer’s Sketchpad (GSP). Adapun yang dikaji dalam penelitian ini adalah masalah perbedaan self-efficacy siswa setelah pembelajaran diberikan baik dengan menggunakan Situation-Based Learning (SBL) berbantuan Program Geometer’s Sketchpad (GSP) maupun dengan Pembelajaran Biasa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain penelitian menggunakan nonequivalent control group design disertai teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kempo yang ada di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan sampel dua kelas yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy siswa yang mendapat Situation-Based Learning (SBL) berbantuan Program Geometer's Sketchpad (GSP) tidak berbeda dibandingkan siswa yang mendapat pembelajaran biasa. Begitu juga ditinjau dari dimensinya, self-efficacy matematis siswa yang mendapat Situation-Based Learning (SBL) berbantuan Program Geometer's Sketchpad (GSP) dilihat dari dimensi Magnitude, Strength, dan Generality tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran secara biasa.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PENDEKATAN OPEN ENDED Mikrayanti Mikrayanti
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v3i1.173

Abstract

ABSTRACT This research was motivated by the problem of the low learning outcomes of students of Bima City Middle School 6. To overcome this problem, research was conducted using the Open-ended approach. This study examines the problem of improving student learning outcomes. This research is a Classroom Action Research which consists of two cycles, in which each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation and evaluation, and reflection. Data analysis was carried out quantitatively and qualitatively. Quantitative analysis is done by using student learning outcomes data. Qualitative analysis is done using the results of the observation sheet during the teaching and learning process. From the results of data processing, the percentage of learning completeness in the first cycle was 83% with an average value of 82.08, while the percentage of learning completeness in the second cycle was 92% with an average value of 86.67. The average score of student learning activities in cycles I and II was 3.46 and 3.89 with the active category. The results showed that students were more active and motivated in the teaching and learning process and there was an increase in student learning outcomes in each cycle using the Open-ended approach. Keywords: Open-ended and learning outcomes. This research was motivated by the problem of the low learning outcomes of students of Bima City Middle School 6. To overcome this problem, research was conducted using the Open-ended approach. This study examines the problem of improving student learning outcomes. This research is a Classroom Action Research which consists of two cycles, in which each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation and evaluation, and reflection. Data analysis was carried out quantitatively and qualitatively. Quantitative analysis is done by using student learning outcomes data. Qualitative analysis is done using the results of the observation sheet during the teaching and learning process. From the results of data processing, the percentage of learning completeness in the first cycle was 83% with an average value of 82.08, while the percentage of learning completeness in the second cycle was 92% with an average value of 86.67. The average score of student learning activities in cycles I and II was 3.46 and 3.89 with the active category. The results showed that students were more active and motivated in the teaching and learning process and there was an increase in student learning outcomes in each cycle using the Open-ended approach. Keywords: Open-ended and learning outcomes.
IDENTIFIKASI KESULITAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP PADA PEMECAHAN MASALAH PECAHAN Syarifuddin Syarifuddin
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v3i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan representasi siswa pada pemecahan masalah pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan pada siswa salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bima NTB dengan menggunakan partsipan sebanyak 10 orang.. Siswa diberikan tes berupa soal untuk mengidentifikasi kesulitan representasi siswa dan untuk mengetahui bentuk representasi yang dihasilkan oleh siswa. Hasil penelitian menunjukan: 1) masih ada siswa yang kesulitan dalam merepresentasikan verbal, gambar, dan simbol aritmatika tentang terbentuknya pecahan; 2) masih ada siswa yang penyelesaian masalah pecahan dengan mengguanakan representasi verbal tetapi tidak bisa merepresentasikan dengan simbol aritmatika dan gambar; 3) siswa masih kesulitan menyelesaikan masalah bentuk pecahan ke bentuk pecahan sederhana.
KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA DI KECAMATAN WERA BIMA Dusalan Dusalan
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2017): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v1i1.192

Abstract

The purpose of this study is (1) Want to know how much the contribution of self-concept, and the attention of parents, to the results of mathematics learning in class X SMA in Wera Bima District; (2) Want to know how much the positive contribution of self-concept to the results of mathematics learning in class X SMA in Wera Bima District; and (3) Want to know how much the positive contribution of parents' attention to the results of mathematics learning in class X SMA in Wera Bima District. The type of this study was ex-post facto, the population in this study were Class X students of State High Schools in Wera Bima Subdistrict in the year 2017/2018 which were taken using Proportional stratified random sampling. Instruments used: (1) self-concept scale, (2) the scale of parental attention, (3) tests of mathematics learning outcomes. Data were analyzed by descriptive statistics and path analysis. The results of the study illustrate that; (1) Positive contribution to self-concept, and parents' attention together (simultaneous) to the mathematics learning outcomes of class X high school students in Wera Bima District, for R2square = 11.10%. (2) The positive contribution of self-concept towards the mathematics learning outcomes of class X high school students in Wera Bima Subdistrict, amounting to 15.70%. and (3) The positive contribution of parents' attention to the mathematics learning outcomes of class X high school students in Wera Bima District, amounting to 19.80%.
KEMAMPUAN SELF-EFFICACY MAHASISWA MELALUI BAHAN AJAR METODE STATISTIKA MENGGUNAKAN HYBRID LEARNING PADA TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Sowanto Sowanto; Andang Andang; Mutmainnah Mutmainnah; Hasdin Adi Saputra
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2019): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v3i2.245

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan tingkat Self-Efficacy (keyakinan diri) mahasiswa akan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan statistika. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dengan bahan ajar pada mata kuliah metode statistika menggunakan Hybrid Learning sesuai tantangan Industri 4.0. Adapun yang dikaji dalam penelitian ini adalah masalah self-efficacy mahasiswa setelah perkuliahan metode statistika diberikan menggunakan Hybrid Learning. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain penelitian menggunakan nonequivalent control group design disertai teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester III mata kuliah metode statistika program studi pendidikan STKIP Bima tahun ajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan Hybrid learaning tidak berbeda dibandingkan siswa yang mendapat pembelajaran biasa. Begitu juga ditinjau dari dimensinya, self-efficacy matematis mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan Hybrid learaning dilihat dari dimensi Magnitude, Strength, dan Generality tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran secara biasa.

Page 2 of 11 | Total Record : 107