cover
Contact Name
Subaidi
Contact Email
subaidi@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
subaidi@unisnu.ac.id
Editorial Address
JL. Taman Siswa No.09 Tahuna Jepara Jawa Tengah 59427
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 23391979     EISSN : 25492632     DOI : https://doi.org/10.3400/intelegensia
Core Subject : Education,
Jurnal Intelegensia is a periodic scientific journal published in Indonesian Language published twice in a year on every Juni Desember and Desember. The manuscript submission process is open year-round. All submitted manuscripts are reviewed with blind-peer reviews and editorial reviews before being accepted for publication. Jurnal Intelegensia is an information media and scientific knowledge mainly publishes research articles in the field of Islamic Education Management manuscripts from the following areas with an interdisciplinary and multidisciplinary approach: Islamic studies Islamic education and institutional management Islamic curriculum management and learning resources Islamic facilities and finance management Islamic education psychology Islamic education management information systems and technology Islamic education leadership Islamic counseling management Islamic education planning Islamic education evaluation
Articles 132 Documents
PERADABAN ISLAM PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN Ely Zainudin
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Intelegensia - Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2015
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v3i1.1337

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan tentang peradaban Islam pada masa khulafaur Rasyididn. Fokus penelitian ini membahas tentang Khulafaur Rasyidin, kepemimpinan pada masa khalifah Abu Bakar, Umar, Ustman, dan Ali, serta kontribusi masa Khulafaur Rasyidin dalam peradaban Muslim. Hasil dari penelitian ini antara lain: Pertama, Khulafa Rasyidin bermakna pengganti-pengganti Rasul yang cendekiawan. Penggagas nama Khulafa Rasyidin adalah orang-orang muslim yang paling dekat dengan Rasul setelah meninggalnya beliau. Empat  tokoh sepeninggal Rasul itu merupakan orang yang selalu mendampingi Rasul ketika beliau menjadi pemimpin dan dalam menjalankan tugas. Kedua, dalam kepemimpinan Abu Bakar, ia melaksanakan kekuasaannya bersifat sentral; kekuasaan legislative, eksekutif, dan yudikatif terpusat di tangan Khalifah. Ia juga melaksanakan hukum, dan selalu mengajak sahabat-sahabat besarnya untuk bermusyawarah. Kepemimpinan Umar bin Khattab menerapkan prinsip demokratis dalam kekuasaan yaitu dengan menjamin hak yang sama bagi setiap warga Negara. Kepemimpinan Ustman membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. Ia juga membangun jalan-jalan, jembatan-jembatan, masjid-masjid, dan memperluas masjid di Madinah. Prestasi yang terpenting masa Khalifah Ustman adalah menulis kembali al-Quran yang telah ditulis pada zaman Abu Bakar.  
PENGARUH SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU SD DALAM ASPEK PENILAIAN HASIL BELAJAR PAI SE-KABUPATEN JEPARA 2013-2014 Mustaqim Mustaqim
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Intelegensia - Vol. 04 No. 2 Juli-Desember 2016
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v6i2.1359

Abstract

Abstrak:Penelitian ini mendeskripsikan Pengaruh sertifikasi terhadap kinerja guru SD dalam aspek penilaian hasil belajar PAI se-kabupaten Jepara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Semua data dikuantifikasi ,artinya diubah dahulu menjadi data angka dan analisisnya menggunakan statistik. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto, sebab tidak ada kegiatan untuk mengatur kondisi ataupun mengadakan manipulasi terhadap variabel-variabel penelitian dan tidak ada kontrol terhadap variabel bebas,Variabel penelitian ini terdiri dari variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen (variabel terikat). Variabel independennya adalah kelulusan guru agama mapel PAI dalam program sertifikasi sedang variabel dependennya kinerja guru agama mapel PAI dalam bidang penilaian hasil belajar.Populasi penelitian ini adalah seluruh guru agama mata pelajaran PAI di SD se-kabupaten Jepara yang berjumlah 655 orang guru PNS dan yang non PNS 17 orang, jumlah seluruhnya 672 orang,yang sudah lulus sertifikasi; PNS 456 non PNS 2 orang , jumlah seluruhnyaa 458 orang, sedang yang belum lulus sertifikasi 214 ,sedang sampelnya guru pai dari tiga kecamatan berjumlah 81 guru.Hasil penelitian ini,Kinerja GPAI kabupaten yangsudah lulus sertifikasi meannya 65,47, SD 10,91 sedang GPAI yang belum lulus sertifikasi mean kinerjanya 67,47 dan SD 7,699 , t-Test :0,841,Sig :0,403,Mean difference=2,002,ini bisa disimpulkan perbedaannya nonsignifikan,baik taraf kesalahan 5 % maupun 1 %.Salah satu sebab yang bisa diperoleh datanya adalah GPAI yang sudah lulus lebih banyak usia tua dan sebagian lulusan program portofolio dibanding yang belum ikut sertifikasi yang usia muda lebih banyak dan lebih banyak sarjana.Kata Kunci: kinerja guru,penilain hasil belajar,sertifikasi.
THE USE OF TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) TO IMPROVE STUDENTS’ PARTICIPANTION IN ENGLISH CLASS (A Classroom Action Research at the VIII grade of MTs Miftahul Huda Bulungan) Maftuhatun Nurul Millah; Alfia Nurmala
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Intelegensia - Vol. 08 No. 1 Januari-Juni 2020
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v8i1.1275

Abstract

AbstractThis research was aimed to describe to use of the Team Game Tournament (TGT) to improve students’ participation in English class. This research was aimed to improve students’ participation through Team Game Tournament (TGT) of the 8A students at MTs Miftahul Huda Bulungan. This research was conducted use classroom action research with 41 students of 8A grade at MTs Miftahul Huda as the subject. The writers used Deakin Model by Kemmis and McTaggart to collect data: (1) planning, (2) action and observation, (3) reflecting. The writer also used both of the qualitative data and quantitative data. The qualitative data was obtained by observation and the quantitative data was obtained by questionnaire. In the analysis data the writers compare the result of observation with lesson plan, and the questionnaire. The result of research showed that Team Game Tournament (TGT) can improve students’ participation in English class. Students became more active because TGT method required students to work in group with other students and did a little game in class. The result was shown from the observation done during the teaching and learning process and through questionnaire that was done after the implementation of the method. The result of the questionnaire was 78,6%. It means that the implementation of Team Game Tournament (TGT) was success.Keywords: Classroom Action Research; Learning Method; Students’ participation, Team Game Tournament
KONSEP METODE IJBARI DALAM PENDIDIKAN ISLAM PRESPEKTIF AL-QABISI Tahan Uji
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Intelegensia - Vol. 02 No. 2 Juli-Desember 2014
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v2i2.1332

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan pemikiran Al-Qobisi terkait dengan konsep metode ijbari dalam pendidikan Islam. Metode ijbari merupakan metode yang menekankan pemahaman terhadap al-Qur`an. Pada zaman dahulu sudah dikenal mata pelajaran wajib dan pilihan di tingkat sekolah yang masih dasar. Al-Qabasi merupakan seorang ulama yang konsen terhadap dunia pendidikan utamanya pendidikan Islam. Beliau merupakan seorang Tunisia yang rajin dalam menuntut ilmu. Dari ilmu yang ia dapatkan, kemudian ia tularkan kepada murid-muridnya. Pendidikan Al-Qabisi bukan hanya pada ranah pengetahuan kognitif, tetapi juga sekaligus pada ranah afektif dan psikomotorik.Kata kunci: Metode ijbari, pendidikan Islam, Al-Qobisi
MANAJEMEN ALA RASULULLAH DALAM PERSPEKTIF ENTREPRENEUR Selamet Hartanto
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Intelegensia – Vol. 04 No. 1 Januari-Juni 2016
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v6i1.1354

Abstract

Abstrak: Entrepreneurship merupakan perilaku yang realistis dibandingkan dengan menunggu datangnya kesempatan dan mencari pekerjaan. Berdasarkan sumber daya alam dan peluang pasar, membuat lapangan pekerjaan sendiri lebih memungkinkan daripada mencari dan menunggu sebuah pekerjaan. Hal ini tergantung pada personal masing-masing yang diberikan kebebasan menentukan jalan.Banyak orang yang telah terjun ke dalam dunia entrepreneur, akan tetapi realitas yang terjadi banyak dari mereka yang belum mengaplikasikan manajemen ke dalam usaha mereka. Sehingga yang terjadi adalah stagnasi usaha, bahkan kemunduran dan kebangkrutan yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen menjadi syarat utama berkembangnya struktur bangunan wirausaha. Di dalam artikel ini, menekankan pentingnya manajemen yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Hal ini menjadi penting karena banyak sekali bangunan manajemen wirausaha yang mengabaikan nilai-nilai positif seperti yang diajarakan oleh Rasulullah. Kebanyakan cenderung mengejar pendapatan sebanyak-banyaknya dengan menggunakan segala cara. Hemat saya, untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat, manusia harus mengaplikasikan manajemen seperti yang diajarkan oleh Rasulullah, khususnya umat islam yang menapaki wirausaha. Kata Kunci: entrepreneurship, manajemen Rasulullah, nilai-nilai Islam. 
MANAJEMEN PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI MADRASAH TSANAWIYAH NU MIFTAHUL FALAH CENDONO DAWE KUDUS Muhammad Khafid; Barowi Barowi; Munasir Munasir
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Intelegensia - Vol. 07 No. 2 Juli-Desember 2019
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v7i2.1270

Abstract

Abstract This research is aimed to determine the management of planning, implementation, and learning evaluation.as well as the supporting factors and inhibiting factors of learning yellow book in Islamic Junior High School NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus. This research use qualitative approach with descriptive qualitative type. The research is located in Islamic Junior High School NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus. Subject of this research is teachers, head teacher, students, supervisor, and school committee. The technique of collecting data uses observation and in-depth interviewing about the learning management of yellow book. The data obtained is tested for validity by using triangulation. The data is also analyzed use inductive method and deductive method with interactive model by Milles and Huberman which started from data reduction, data presentation, and concluding or verification. From the result of data analysis it can be obtained that: 1) learning management consist of 3 stages, they are planning, implementation, and evaluation and follow-up. 2) Supporting factors of learning are obtained from competent teachers, extra hours to learn yellow book, and availability of references in library. The inhibiting factor is just some students, especially male students who sometimes lack discipline during learning process. Keywords: Islamic School, Yellow book, Learning management   
PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYYAH Ely Zainudin
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Intelegensia - Vol. 03 No. 2 Juli-Desember 2015
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v3i2.1344

Abstract

Abstrak:Penelitian ini mendeskripsikan Perkembangan Islam Pada Masa Bani Umayyah. Fokus penelitian ini untuk mengetahui sejarah berdirinya Bani Umayyah, peradaban islam pada masa Bani Umayyah, dan sebab kemunduran dan keruntuhan Bani Umayyah. Hasilnya adalah Dinasti umayyah diambil dari nama Umayyah Ibn ‘Abdi Syams Ibn ‘Abdi Manaf, Dinasti ini sebenarnya mulai dirintis semenjak masa kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan namun baru kemudian berhasil dideklarasikan dan mendapatkan pengakuan kedaulatan oleh seluruh rakyat setelah khalifah Ali terbunuh dan Hasan ibn Ali yang diangkat oleh kaum muslimin di Irak menyerahkan kekuasaanya pada Muawiyah setelah melakukan perundingan dan perjanjian. Bersatunya ummat muslim dalam satu kepemimpinan pada masa itu disebut dengan tahun jama’ah (‘Am al Jama’ah) tahun 41 H (661 M). Dan kemunduran dan kehancuran Dinasti Bani Umayyah disebabkan oleh banyak faktor, dinataranya adalah: perebutan kekuasaan antara keluarga kerajaan, konflik berkepanjagan dengan golongan oposisi Syi’ah dan Khawarij, pertentangan etnis suku Arab Utara dan suku Arab Selatan, ketidak cakapan para khalifah dalam memimpin pemerintahan dan kecenderungan mereka yang hidup mewah, penggulingan oleh Bani Abbas yang didukung penuh oleh Bani Hasyim, kaum Syi’ah, dan golongan Mawali.Kata kunci: Perkembangan Islam, Masa Bani Umayyah.
FITRAH DAN TEORI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rohman Zainuri; Fida Amalia; Sufi Azhar Mustabshiroh
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Intelegensia - Vol. 04 No. 2 Juli-Desember 2016
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v6i2.1365

Abstract

AbstrakDalam penelitian ini mendeskripsikan tentang fitrah dan teori pendidikan agama Islam. Fokus dalam penelitian ini akan menjawab apa itu fitrah, teori pendidikan agama Islam, dan bagaimana hubungan antara fitrah dan teori pendidikan agama Islam. Dalam pandangan agama Islam kemampuan dasar atau pembawaan itu disebut dengan fitrah, kata yang berasal dari fathara, dalam pengertian etimologis mengandung arti kejadian. Fitrah berasal dari kata fathara yang sepadan dengan kata khalaqa dan ansyaa yang artinya mencipta. Biasanya kata fathara, khalaqa dan ansyaa digunakan dalam Al-Qur‟an untuk menunjukkan pengertian mencipta sesuatu yang sebelumnya belum ada dan masih merupakan pola dasar (blue print) yang perlu penyempurnaan. Dalam dimensi pedidikan, keutamaan dan keunggulan manusia dibanding dengan makhluk alllah lainnya, terangkum dalam kata “fitrah”. Secra bahasa fitrah berasal dari kata fathaha yang berarti menjadikan. Kata tersebut berasal dari akar kataal-fathr yang berarti belahan atau pecahan. Manusia diciptakan Allah swt, dalam struktur yang paling baik di antara makhluk Allah yang lain. Struktur manusia terdiri atas unsur jasmaniah (fisikologis) dan rohaniah (psikologis). Dalam struktur jasmaniah dan rohaniah itu, Allah memberikan seperangkat kemampuan dasar yang memiliki kecenderungan berkembang, dalam psikologi disebut potensialitas atau disposisi, yang menurut aliran psikologi behaviourisme disebut prepotence reflexes (kemampuan dasar yang secara otomatis dapat berkembang).Kata Kunci: Fitrah, Pendidikan Agama Islam
KONTRIBUSI PESANTREN DALAM PERKEMBEMBANGAN STUDI ISLAM Djasadi Djasadi
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Intelegensia - Vol. 07 No. 1 Januari-Juni 2019
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v7i1.405

Abstract

Studies of Pesantren-related texts, an integral part of Indonesian Islam heritage, have been started long time ago. Even, at least in the last twenty years, it attracts interests of not only prominent orientalists, but also Islamists, Indonesianists and students of this traditional institution of Islamic education who turn to be intellectual. However, such studies do not employ philological approach yet.It is indeed through old manuscripts in Pesantren that Ulama?? genealogy of knowledge can be traced back. Hence, it is not surprising if such manuscripts become one of quintessential aspect of Islam in Indonesia. Pesantren and Islamic kingdoms in Indonesia for example can be regarded as two sides of a coin due to its inextricable relationship.The writer argues that the reason why such manuscripts are not studied within philological framework is its overlapping categorization with Javanese and Malay texts in the form of ??babad??, ??serat??, ??tembang?? and others. In addition, such manuscripts and texts also shared the same language and writing systems in the form of Arabic, ??pegon??, ??Jawi?? and local dialects.In this study, conceptualizing philology of ??Pesantren?? is important but initially the limitation of pesantren texts and manuscripts along with its repository must be clearly defined and explicated. Hopefully, this philological study of Pesantren manuscripts can broaden the horizon of Islamic studies of Indonesia and contribute new insights to philology in general.Key words: Islamic studies of Indonesia, philology, Pesantren and manuscripts.
ANALISIS PROBLEMATIKA PENGAJARAN BAHASA ARAB DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Barowi Barowi
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Intelegensia - Vol. 02 No. 2 Juli-Desember 2014
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v2i2.1327

Abstract

AbstractStudents of Islamic University who graduated from public schools and madrasah or pesantren comes from an imbalance in the understanding of the Arabic language. For those who come from graduates of the schools or madrassas better understand the Arabic language than those who had graduated from public schools. This creates difficulties / problems for lecturers in teaching Arabic in the classroom. Departing from the above case the necessary solutions to overcome them. Among others are; a) designing a specific curriculum for graduate students from public schools, b) grouping students by ability or special training for graduate students from public schools, and c) increase the interest and motivation of students' public school graduates. In addition, it is also necessary to improve the quality of lecturers through workshop, training or orientation regarding methods of learning Arabic, study visits to universities and other Muslim and the need for lecturers Arabic continuing education to a higher level of at least a master, thank reaches S3 ( doctorate).Keywords: Arabic, problematic, student, education

Page 3 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2014 2025