cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023)" : 20 Documents clear
Konsep Pendidikan Perspektif Filsafat Humanisme dalam Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) Atika Cahya Fajriyati Nahdiyah; Sigit Prasetyo; Nidya Ferry Wulandari; Ach Chairy
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.56092

Abstract

Fokus utama pada penelitian ini ialah terkait pengkajian Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) dari perspektif filosofi pendidikan humanistik. Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian kepustakaan. Sumber data yang digunakan, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berupa Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka 2020 dari Kemendikbud, sedangkan sumber data sekunder diambil dari beberapa literatur meliputi catatan, buku, artikel, jurnal, dan referensi literatur ilmiah lainnya. Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) dapat dilihat dan dianalisis menggunakan aliran humanisme. Humanisme adalah aliran filsafat pendidikan yang menekankan pada proses kognitif dan afektif dalam suatu proses pembelajaran. Teori humanisme menggabungkan kemampuan beserta peluang manusia agar mereka dapat secara mandiri memilih dan mengatur kehidupannya. Pembelajaran yang berkualitas dan pembelajaran yang bermakna dapat dicapai melalui penerapan prinsip-prinsip pembelajaran humanistik, yaitu belajar (learning), belajar mandiri, motivasi diri, mood building dan pendidikan afektif.
IMPLIKASI PRAGMATISME DALAM KEHIDUPAN MANUSIA MASA KINI: STUDI LITERATUR Joko wahyu setyono
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.41126

Abstract

Pragmatisme merupakan salah satu bagian dari ilmu filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran dapat diterima bila memberikan manfaat secara praktis dalam kehidupan manusia. Manfaat praktis dapat diperoleh bila terdapat kemudahan dalam penggunaannya. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sudah memasuki revolusi industri 4.0, maka teknologi bersanding dengan data digital yang berjalan sangat cepat. Hal ini memberikan efisiensi dan efektivitas dalam berbagai kehidupan manusia. Implikasi pragmatisme dalam kehidupan manusia masa kini adalah dengan menciptakan berbagai peralatan yang mempermudah dan mempercepat pekerjaan manusia. Selain itu implikasi pragmatisme yang lain adalah dengan adanya bisnis secara online yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan didukung perkembangan teknologi komunikasi, sehingga memudahkan aktivitas jual beli secara praktis.
Studi Pengenalan Pola untuk Tulisan Tangan dalam Pandangan Teori Kuhn & Popper Reza Budiawan; Arief Ichwan; Rinaldi Munir; Dimitri Mahayana
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.41740

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi di berbagai bidang pengetahuan ilmiah. Hal ini merupakan perwujudan dari dasar filsafat modern logosentris yang identik dengan kebenaran tunggal dan absolut. Salah satunya dapat dilihat pada bidang penelitian pengenalan tulisan tangan. Sistem pengenalan tulisan tangan merupakan kemampuan komputer dalam menerjemahkan tulisan tangan menjadi bentuk digital. Terdapat paling tidak dua pendekatan yang umum diimplementasikan pada studi ini, yaitu pendekatan tradisional dan modern. Pendekatan pada studi tersebut memperlihatkan adanya perkembangan dalam penelitian yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama. Studi ini dilakukan untuk melihat adanya pergeseran paradigma dalam penelitian yang dilakukan. Menurut teori Kuhn, pergeseran paradigma terjadi ketika adanya pergantian sebagian atau seluruh cara pandang pada ilmu pengetahuan. Pergeseran paradigma ini dilihat dari observasi tujuh puluh publikasi yang paling banyak disitasi di bidang pengenalan tulisan tangan. Melalui pembahasan, terlihat bahwa adanya perkembangan nonkumulatif pada studi yang dilakukan. Selain itu, memperlihatkan topik penelitian pengenalan tulisan tangan yang sudah masuk ke dalam tahap anomali dalam tahap perkembangan ilmu menurut teori Thomas Kuhn.
Kajian Aksiologi Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di Masa Pandemi Covid Lutfi
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.42373

Abstract

Aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan yang didapat, dan bagaimana cara mempergunakannya secara baik. salah satunya pengaplikasian teknolgi, pengaplikasian teknologi dalam kegiatan belajaran mengajar, khususnya di masa pandemik menjadi pembelajaran daring, berdampak pada penurunan minat belajar pada siswa. Penelitian ini berisi tentang kajian aksiologi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang sangat sensitif dalam pembelajaran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kajian pustaka (literarur reseach) dari berbagai sumber yang bisa di dapat sebagai referensi mendalam. Referensi yang dignakan elalui penelitian studi lietratur digunakan sebagai alat utama pengkajian dilapangan.Keterbatasan interaksi antara pengajar dan peserta didik di masa pandemik menjadi sebuah persoalan lumrah dimata masyarakat. Nilai-nilai aksiologi jika dipegang teguh oleh peserta didik dan pengara makan akan mendapatkan nilai yang maksimal dalam proses pembelajaran, nilai kreatifitas dan inovasi menjadi sebuah kunci utama dalam pembelajaran secara daring
Peran Filsafat Moral dalam Memanusiakan Manusia dan Urgensinya dalam Pendidikan Helfra Durasa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.45635

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pemikiran filsafat moral Imanuel Kant dan urgensinya bagi kehidupan praktis dan pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomenologi dengan analisis kualitatif. Mekanisme penelitian dimulai dengan menyiapkan sumber data, pengumpulan data, tabulasi data penelitian dan analisis hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Filsafat moral Kant menekankan imperatif kategoris; apa yang baik selalu baik pada dirinya sendiri tanpa pembatasan. Moralitas didasarkan atas kehendak baik. Penilaian terhadap suatu tindakan moral itu harus didasarkan pada ukuran otonomi individu yang melaksanakan, tanpa mempertimbangkan konteks tindakan dan tujuannya. 2) Manusia sebagai pusat moralitas. Hakikat manusia sebagai persona dan otonom yang memiliki kesadaran untuk menentukan sendiri kualitas kehidupan berdasarkan atas kewajiban moral. Kewajiban moral dalam arti melaksanakan kebaikan dan menghindari kejahatan. 3) Moralitas harus dinyatakan dalam tindakan praktis yang bertolak dari imperatif kategoris Kant dalam menata kehidupan yang berkualitas di masa kini dan masa depan. 4) Pendidikan harus dilaksanakan atas dasar kewajiban moral karena pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Di dalam pendidikan manusia harus bebas mengekspresikan segala potensi dalam dirinya serta bebas bersikap kritis dan kreatif terhadap permasalahan hidup yang dihadapinya.
REALITAS KEJAHATAN DAN EKSITENSI TUHAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PROSES WHITEHEAD Siti Mustaghfiroh
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.51887

Abstract

Segala sesuatu yang dikategorikan sebagai kejahatan sudah ada sejak manusia ada di muka bumi. Pada umumnya, tindakan manusia yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan selalu dilihat atau dipahami dari sudut pandang ilmu khusus terutama dari sudut pandang ilmu hukum, ilmu psikologi dan ilmu sosial. Akan tetapi, penelitian ini akan memahami tindak kejahatan dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang ilmu filsafat. Penelitian ini akan membahas masalah kejahatan dalam kaitannya dengan eksistensi Tuhan dari sudut pandang ilmu filsafat. Dengan menggunakan pemikirian filsafat proses Whitehead, penelitian ini mencoba menguraikan dan mendamaikan masalah kejahatan dan eksistensi Tuhan secara komprehensif. Bagi teisme proses, Tuhan ibukanlah ipengada iabsolut bagi iseluruh ientitas iaktual, termasuk apa iyang idikategorikan isebagai ikejahatan, tetapi iTuhan dalam igradasinya isendiri ibertindak isebagai ipenyokong keseluruhaniketeraturan ialam, ijuga menyediakan isumber-sumber ibaru ibagi iketeraturan iitu. Kejahatan dalam hal ini dianggap sebagai suatu proses tersendiri. Adanya kejahatan di dunia ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang menggugurkan eksistensi Tuhan.
Fenomena Kaunan dalam Masyarakat Toraja Dari Perspektif Emmanuel Levinas Dody Grace Febryanto Rongrean; Pius Pandor
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.53594

Abstract

The focus of this study is to see and reveal how the relationship of kaunan in Toraja society is. The author wants to see why kaunan is looked down upon in a society that basically they are human beings who think and feel. and the author also wants to see how the relationships that are built in their despised condition are. does kaunan not have uniqueness? Aren't they also unique creations? What phenomenon makes them looked down on so low? The methodology used in this study is qualitative with a phenomenological approach, namely by allowing the subject to present himself as he is without any limiting ideas. Data were obtained by reading related literature and in-depth interviews. By using the perspective of Emmanuel Levinas, it will be seen how the causal relationality is. As the findings in this paper is that the relationship is a relationship of responsibility with the concept of family as responsibility for the presence of others. In line with what Levinas said, we must be responsible for the presence of the other (the other). Kaunan is looked down upon because of the universal idea. In the encounter between kaunan and To sugi', the relationship that is built is an asymmetrical relationship.
Politik Identitas Era Post-Truth di Indonesia dalam Perspektif Language Games Ludwig Wittgenstein Gregorius Loudowick Lengga Wangge; Robert Wijanarko
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.53628

Abstract

This paper aims to explore the thoughts of Ludwig Wittgenstein's language games which are appropriate for caring for the political world in Indonesia. In this post-truth era, Indonesia as a plural nation is being hit by the phenomenon of identity politics by bringing up religious and ethnic issues. The truth is no longer easy to identify objectively because of the political element of interest under the guise of identity, with the pretext that it involves the emotional aspect of the public. As a result, objective truth is obscured by the emotional nuances of religion and ethnicity that are formed. In analyzing this phenomenon, we use the method of critical reading of the phenomenon of religious identity politics in Indonesia in the perspective of Wittgenstein's thought. Through the perspective of Ludwig Wittgenstein's language games, we want to bring back the pluriformity of the Indonesian nation in the spirit of Bhinneka Tunggal Ika. Through Wittgenstein's thought, the author wants to analyze the plurality of the Indonesian nation as an objective fact that describes the real reality of the Indonesian nation. The reality of this pluriformity is an undeniable reality and makes every people aware of the existence of autonomy, the existence of their respective language games that cannot be mixed up. Therefore, to realize unity and unity, it is necessary to idealize towards a unity that respects each other. This is summarized in the motto Bhinneka Tunggal Ika.
Mekanika Newtonian dan Signifikansi Filosofisnya: Kajian Aspek Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Muhamad Taufiq; Ida Kaniawati
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.53649

Abstract

Mekanika Newtonian telah memotivasi berbagai ide dan penerapan sains khususnya tentang gaya, massa, gerak, dan energi pada fenomena gerak benda dan penyebabnya. Hukum Newton tentang gerak selama ini diakui sebagai salah satu pengetahuan ilmiah yang empirik dan kokoh menjelaskan berbagai fenomena alam khususnya tentang gerak. Namun demikian, perlu dilakukan kajian terkait signifikansi filosofis teori mekanika Newtonian. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep mekanika Newtonian dalam filsafat ilmu dan signifikansinya (aspek ontologi, epistemologi dan aksiologinya). Artikel ini disusun melalui studi literatur dengan metode critical literature review menggunakan lima tahapan, yaitu menentukan topik, menentukan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan pencarian literatur, mengevaluasi literatur yang ditemukan, dan menulis laporan hasil studi. Berdasarkan hasil analisis literatur, disimpulkan bahwa sejarah perkembangan teori Mekanika Newtonian merupakan bagian dari perkembangan mekanika klasik hingga mekanika modern. Teori Mekanika Newtonian atau juga dikenal sebagai Hukum Newton tentang gerak diperkenalkan dan berkembang pada era Periode Awal Sains (1550–1800 M). Mekanika Newtonian dalam tinjauan ontologi merupakan pemikiran yang panjang mengenai konsep gerak benda dan membahas mengenai gaya yang bekerja pada benda. Secara epistemologis, teori Mekanika Newtonian tidak semata-mata bersumber dari gagasan Isaac Newton, melainkan merupakan hasil usaha kolektif sekelompok ilmuwan yang mengkaji dan mendalami fenomena gerak alam. Dari perspektif aksiologis, Mekanika Newton menawarkan berbagai keuntungan praktis dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki arti penting, khususnya dalam bidang pendidikan fisika, khususnya mekanika. Ini melampaui sekadar eksplorasi fakta, prinsip, atau hukum karena mencakup nilai-nilai moral yang dapat ditanamkan kepada peserta didik sebagai alternatif pendekatan pendidikan karakter.
Dilema Moral Teknik “Three-Parents-Baby” Pada Mitochondrial Replacement Therapy Asyti Febliza
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.53689

Abstract

Penyakit mitokondria merupakan salah satu penyakit maternal yang belum dapat disembuhkan. Salah satu cara untuk menurunkan angka penyakit mitokondria yaitu melalui terapi pengganti mitokondria (Mitochondrial Replacement Therapy). Artikel ini bertujuan untuk membahas teknik Mitochondrial Replacement Therapy (MRT) dari aspek moral melalui kajian teoritis dari berbagai referensi yang sesuai. Menghindari terjadinya dehumanisasi terhadap penerapan teknik MRT, maka teknik MRT terikat oleh nilai (value-bound) yang diatur melalui berbagai kebijakan pemerintah. Selanjutnya, teknik MRT dapat dipandang dari paham deontologi dan paham teleologi. Paham deontologi dalam teknik MRT memberikan rekomendasi cara yang baik dalam melaksanakan MRT melalui aturan kebijakan pemerintah. Di sisi lain, paham teleologi mengarahkan teknik MRT hanya boleh diberikan kepada pasien dengan tujuan untuk mencegah penularan penyakit mitokondria yang parah. Kedepannya dapat dilakukan pengkajian perkembangan teknik MRT dari waktu ke waktu ditinjau dari perkembangan gagasan ilmiah. Perkembangan gagasan ilmiah yang diangkat mulai dari perkembangan rekayasa genetika, munculnya fertilisasi in-vitro sampai kepada pengembangan teknik fertilisasi in-vitro.

Page 1 of 2 | Total Record : 20