cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
didik@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arikapal75@gmail.com
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM), Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
urnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi, adalah jurnal ilmiah nasional sebagai media bagi para akademisi untuk mempublikasikan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di bidang teknologi pada khususnya dan bidang lain pada umumnya. Jurnal PASOPATI terdaftar dalam International Standard Serial Number (ISSN) dengan nomor ISSN 2685-886X yang tertuang dalam SK LIPI no. 0005.2685886X/JI.3.1/SK.ISSN/2019.09 - 3 Agustus 2019 (mulai edisi Vol.1, No.3, Agustus-Oktober 2019) Fokus dan Sekup Jurnal meliputi hasil-hasil Pengabdian Kepada Masyarakat yang berhubungan dengan : 1. Teknik / Teknologi Tepat Guna 2. Pendidikan / Pemberdayaan Masyarakat 3. Pengembangan 4. Manajemen 5. dan bentuk pengabdian masyarakat lainnya yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor.
Articles 224 Documents
REBOISASI SEBAGAI UPAYA KONSERVASI DI KHDTK DIPOFOREST HUTAN PENGGARON KABUPATEN SEMARANG Fuad Muhammad; Maryono Maryono; Hadiyanto Hadiyanto; Tri Retnaningsih; Rini Budi Hastuti
Jurnal Pasopati Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.17135

Abstract

Hutan Penggaron merupakan Daerah Tangkapan Air (DTA) sungai Babon beserta anak sungainya yang sering menyebabkan  banjir di kawasan Kota Semarang bagian Timur. Kondisi Kawasan hutan Penggaron, khususnya petak 16, 17 dan 18; berupa perbukitan dengan kemiringan lahan sebagian besar lebih dari 30% dan cenderung rawan erosi. Terdapat enclave, yaitu pemukiman di dalam Kawasan hutan, yaitu satu dusun Kaligawe. Salah satu tata kelola hutan di Perhutani adalah penyertaan masyarakat melalui mekanisme PHBM (Penghutanan Bersama Masyarakat). Dalam hal ini terdapat sekitar 84 orang pesanggem di Hutan Penggaron khususnya petak 16, 17 dan 18 dengan luas lahan sekitar 92,1 Ha. Kondisi hutan Penggaron tersebut memerlukan upaya konservasi, salah satunya dengan reboisasi. Reboisasi akan dilakukan di beberapa tempat yang sudah kritis dengan tanaman langka dan buah. Dari kegiatan tersebut, selain sebagai upaya konservasi, juga menambah pendapatan masyarakat Desa Susukan dan kaligawe. Kegiatan ini dirancang dengan bentuk penyuluhan dan praktek reboisasi dengan melibatkan masyarakat Desa Susukan dan Kaligawe. Pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi “Reboisasi sebagai upaya konservasi lahan di KHDTK berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari anggota Kelompok Tani Mitra Lestari. Bibit yang sudah disediakan berupa tanaman buah dan pohon langka berjumlah 500 bibit, siap ditanam di lokasi KHDTK. Adapun desain reboisasi dengan pola sabuk gunung. Diharapkan dengan reboisasi di KHDTK Dipo Forest akan menjadi upaya konservasi lahan, tanah, air dan keanekaragaman hayati di hutan Penggaron.Kata kunci: Reboisasi, konservasi, KHDTK Dipo-Forest
PELATIHAN PEMBUATAN HERBARIUM KERING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 KEFAMENANU Emilia Juliyanti Bria; Noviana Mery Obenu; Janrigo Kalumegio Mere
Jurnal Pasopati Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.17369

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar-mengajar. Salah satu media pembelajaran yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan di tingkat sekolah menengah pertama khususnya metapelajaran IPA adalah herbarium. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang herbarium dan keterampilan bagaimana teknik membuat herbarium secara sederhana bagi siswa di SMP Negeri 2 Kefamenanu. Metode yang digunakan adalah tutorial dan pendampingan secara kelompok kepada siswa. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa-siswi sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang ditunjukkan dengan diperolehnya pengetahuan dan keterampialn baru tentang herbarium dan teknik membuatnya secara sederhana. Selain itu, diperoleh juga sebelas spesies tumbuhan yang teridentifikasi nama ilmiahnya yang dibuat herbarium dari lingkungan sekolah dan dapat dijadikan sebagai perangkat pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.Kata kunci : pelatihan, herbarium, media pembelajaran, Kefamenanu
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN PRODUKSI USAHA KERUPUK DI DESA TUNTANG Kustopo Budiraharjo; Solikhin Solikhin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Pasopati Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.16528

Abstract

Kerupuk merupakan salah satu jenis makanan yang digemari masyarakat Indonesia. Dusun Gading, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang merupakan desa yang memiliki sejumlah UKM yang memproduksi kerupuk kedelai. Adanya home industry ini memberi dampak positif bagi pemerintah dengan membantu menekan tingginya persentase pengangguran. Namun UKM tersebut masih banyak mengalami kendala dalam mengembangkan usahanya, antara lain terbatasnya alat-alat untuk membantu sistem produksi serta kurangnya pemasaran. Tim Pengabdian PKUM bermitra dengan UKM desa setempat untuk dapat meningkatkan omset daerah melalui pendampingan dan pelatihan. Metode yang digunakan yaitu metode participatory action research (PAR). Target tahun ke-1 adalah peningkatan produktivitas dengan alat timbangan digital. Target tahun ke-2 adalah efisiensi produksi serta peningkatan produktivitas dengan penerapan alat pengukus adonan (steamer stainless). Target tahun ke-3 adalah efisiensi produksi serta peningkatan produktivitas dengan menerapkan mesin pengaduk adonan otomatis. Hasil yang dicapai adalah Kata kunci : kerupuk, produktivitas, teknologi tepat guna
OPTIMALISASI POTENSI PERTANIAN BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN DIGITAL DI KABUPATEN TEMANGGUNG Gentur Handoyo; Purbayu Budi Santosa; Darwanto Darwanto
Jurnal Pasopati Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.16585

Abstract

Desa Greges mempunyai potensi yang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Temanggung jika di kelola dengan baik. Desa Greges memiliki hasil bumi berupa padi dan singkong yang berlimpah dan masyarakat yang telah mengolah hasil singkong ini menjadi berbagai produk salah satunya produk Thiwul Instan. Target yang diharapkan dari kegiatan IDBU ini adalah peningkatan produksi UKM Thiwul dan KUB PANDAWA melalui pelatihan dan pendampingan manajemen usaha dengan menerapkan proses produksi yang efisien menggunakan teknologi tepat guna serta optimalisasi system penjualan thiwul berbasis e-commerce. Target tahun pertama adalah peningkatan produksi Thiwul dengan menerapkan sarana pengering berupa mesin pengering. Hal ini dilakukan agar produktifitas meningkat karena selama ini proses produksi lebih sering terhambat pada masalah pengeringan tepung Thiwul yang sangat bergantung pada cuaca. Kegiatan ini juga meliputi pendampingan penggunaan mesin pengering serta pendampingan mengenai optimalisasi produksi melalui pemanfaatan mesin pengering. Target tahun ke-2 adalah peningkatan efisiensi produksi dengan penerapan alat pengemas produk berupa mesin pengemas makanan. Penerapan alat-alat tersebut diharapkan akan dapat meminimalisasi waktu pengemasan, menjaga kualitas serta higienitas produk sehingga proses pengemasan dapat lebih efisien dan produktifitas meningkat. Hal ini dilakukan agar produktifitas dari proses produksi Thiwul meningkat.Kata kunci : Pangan alternatif, Teknologi Tepat Guna, Digital marketing
STRATEGI OPTIMALISASI DESA WISATA ALAM DAN EDUKASI SAAT MASA PANDEMI COVID-19 Wisnu Mawardi; Kustopo Budiraharjo
Jurnal Pasopati Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.16529

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi lokal di Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru berupa tanaman eceng gondok, obat dan aren yang melimpah. Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Lestari sebagai mitra strategis selama ini menghadapi tantangan dalam melakukan produksi hasil lokal warga Desa Kebondowo. Permasalahan belum dapat melakukan produksi secara masal hingga pengelolaan usaha yang belum tertata menjadi salah satu permasalahan utama dari KWT Maju Lestari yang selanjutnya menjadi mitra strategis pengabdian ini. Peningkatan tata kelola usaha dilakukan dengan melakukan pendampingan dan pelatihan usaha bagi mitra. Selain itu dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi hasil olahan lokal pengabdian ini menerapkan teknologi tepat guna berupa alat-alat produksi bagi mitra. Capaian dari program pengabdian yang telah dilakukan adalah KWT Maju Lestari dapat secara mandiri melakukan produksi olahan berupa pie susu dan mengelola keuangan usaha. Dengan adanya pengabdian ini akan memberikan efek multiplier ekonomi bagi masyarakat sekitar Desa Kebondowo.Kata kunci : Desa Wisata, Teknologi Tepat Guna, Covid-19
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA DESA WERDI, KECAMATAN PANINGGARAN, KABUPATEN PEKALONGAN MELALUI PEMBUATAN DESAIN BENDUNGAN WISATA Anis Kurniasih; Muhammad Hasan Atqiya; Rismiyati Rismiyati; Agus Naryoso; Muhammad Rizki Maulana
Jurnal Pasopati Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.17663

Abstract

Desa Werdi memiliki potensi wisata yang cukup baik berupa panorama yang indah yang terbentuk akibat proses geologi yang unik. Namun di sisi lain, Desa Werdi menghadapi permasalahan terbatasnya lapangan pekerjaan sehingga memicu banyaknya warga yang memilih mencari penghidupan di kota besar. Saat ini, di Desa Werdi tengah dibangun bendungan yang berfungsi sebagai bangunan pengontrol aliran irigasi. Di kawasan pembangunan bendungan tersebut, teramati kondisi panorama alam yang indah dikelilingi oleh perbukitan dan hutan yang asri. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Paninggaran mengusulkan untuk dibangun tempat wisata di sekitar bendungan guna meningkatkan potensi wisata khususnya Desa Werdi. Tim pengabdian bermitra dengan pemerintah Desa Werdi melakukan analisis pengembangan wisata bendungan Desa Werdi. Metode yang digunakan adalah direct observation dan focus group discussion untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan gagasan pengembangan wisata. rencana pengembangan kawasan bendungan wisata Desa Werdi dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata berkelanjutan yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Werdi. Gagasan pengembangan yang disusun dalam kegiatan ini dibangun berdasarkan analisis kondisi alam dan sosio-ekonomi masyarakat Desa Werdi. Gagasan pengembangan potensi wisata yang dihasilkan meliputi perencanaan atraksi dan amenitas serta analisis keberlanjutan wisata dan dampak perkembangannya terhadap ekonomi masyarakat dan lingkungan.Kata kunci: bendungan, wisata, pengembangan, Desa Werd
Perilaku Fomo di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Terhadap Kualitas Kepercayaan Diri Mahasiswa Aulia Gunasti Fitri; Muthia Yutika Azizah Harahap; Devia Ayu Sitarani; Akhmad Rizky Purnama
Jurnal Pasopati Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.17888

Abstract

Ada banyak orang yang rajin dan berlomba-lomba memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan selama berkuliah. Bagi beberapa orang yang tidak melakukan hal yang sama, akan merasa tidak percaya diri dan takut tertinggal dari teman-temannya, sehingga muncullah orang-orang berperilaku FOMO ini. Sejalan yang dilakukan Mylivaskaya yang menunjukkan bahwa pelajar berpotensi lebih besar mengalami FOMO pada saat mengerjakan tugas akademikMetode penelitian kualitatif merupakan metode yang menghasilkan data secara deskriptif berupa tulisan, ucapan, atau perilaku objek. Metode ini bisa dilakukan secara naratif, studi dokumen, wawancara, fenomenologi, observasi, atau studi kasus. Metode penelitian fenomenologi merupakan pandangan berfikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. 17 orang dari 22 orang narasumber telah mencapai konsep FOMO, yakni merasakan ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan. Perasaan yang timbul inilah kemudian memberikan dampak negatif, terutama dalam kualitas kepercayaan diri seseorang. Walaupun tidak semua orang yang FOMO merasa minder, namun kebanyakan orang yang mengalami FOMO akan merasa tidak percaya diri ketika dirinya melakukan hal yang berbeda dengan orang lain hubungan antara kepercayaan diri dengan FOMO pada mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, dengan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri yang ada di dalam diri seseorang untuk tidak merasa tertinggal maka akan rendah pula tingkat FOMO yang ada pada dalam dirinya. Begitu juga sebaliknya, apabila kepercayaan dirinya rendah maka tingkat FOMO akan tinggi pada mahasiswa tersebut.Kata kunci : fomo, kepercayaan diri, cemas
Teknologi Tepat Guna Mesin Grinder Listrik Sebagai Sarana Peningkatan Produksi Kopi Pada UKM Kopi Pinanggih Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono; Ari Wibawa Budi Santoso
Jurnal Pasopati Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.18409

Abstract

Potensi hasil alam Dusun Jrakah, Kebondowo Banyubiru Semarang salah satunya adalah kopi jenis robusta. Kopi jenis ini banyak dibudidayakan oleh UKM Kopi Pinanggih. Ada beberapa tahapan dalam proses pengelolaan kopi dari mulai pascapanen hingga kopi siap dipasarkan, yaitu pemetikan buah kopi, rimbang air, penjemuran, pengupasan kulit kopi, sorting, roasting, grinding (penghalusan kopi), dan packing (pengemasan) kopi. Khususnya pada proses grinding, mitra UKM Kopi Pinanggih menggunakan jasa sewa dengan kecepatan produksi 12 kg/jam. Hal ini tentunya membutuhkan biaya sewa sehingga menambah beban operasional usaha disamping adanya biaya transportasi. Selain itu, kapasitas produksi kopi juga terbatas sesuai permintaan konsumen. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan teknologi tepat guna mesin grinder listrik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi kopi pada UKM Kopi Pinanggih dan mengurangi beban operasional usaha. Adapun metode yang diterapkan yaitu pemberian pelatihan teknologi tepat guna pada penanganan pascapanen kopi khususnya proses grinding dan hibah mesin grinder. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan produksi kopi (grinding kopi) sebesar 66%, terjadi pengurangan biaya operasional usaha, dan membuka peluang jasa grinding kopi.Kata kunci : Kopi Pinanggih, Teknologi Tepat Guna, Mesin Grinder Kopi
PELATIHAN PEMASARAN KOMODITAS LOKAL DAN USAHA RUMAHAN DI KAYEN BERBASIS DIGITAL Listiarini Edy Sudiati; Daniel Alfa Puryono; Ninik Haryani
Jurnal Pasopati Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.17992

Abstract

Pelaku UMKM di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih menggunakan sistem pemasaran secara manual sehingga produk mereka hanya dikenal melalui mulut ke mulut. Kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Kayen bertujuan melatih pelaku UMKM memasarkan produknya secara digital dan memberikan pelatihan untuk membuat desain logo dan banner agar para penjual memiliki ciri khas tersendiri. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu tahap pertama pengenalan tentang digital marketing. Kedua belajar mendesain menggunakan aplikasi Canva dan tahap ketiga tentang registrasi ke aplikasi e-commerce. Manfaat yang diperoleh dari pelatihan ini pelaku UMKM mampu memasarkan produknya secara digital dan mampu membuat logo sesuai keinginan.Kata kunci : Pemasaran Digital, Canva, E-Commerce, UMKM
EKONOMI SIRKULAR BAGI PETERNAK DAN MASYARAKAT DESA KESONGO MELALUI EDUKASI PEMBUATAN KOMPOS UNTUK IMPLEMENTASI SDGs TUJUAN 12 Slamet Priyanto; Dessy Ariyanti; Bambang Pramudono; Tutuk Djoko Kusworo; Kristinah Haryani; Nurfiningsih Nurfiningsih; Muhamad Naufal Aditya; Silmi Kaffah; Dina Lesdantina
Jurnal Pasopati Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.18437

Abstract

Ekonomi sirkular merupakan suatu model yang berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat dipakai secara berkelanjutan. Salah satu implementasi ekonomi sirkular yaitu mampu mengurangi timbulan limbah yang dihasilkan dan dibuang, mengutamakan penggunaan energi terbarukan, dan mendukung efisiensi penggunaan sumber daya alam, produk yang dihasilkan, serta proses yang digunakan pada industri sehingga lebih ramah lingkungan. Namun belum banyak masyarakat memiliki pengetahuan terkait hal tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar nantinya masyarakat di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang memiliki pengetahuan dan memiliki keterampilan dalam mengaplikasikan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kotoran ayam dan sampah organik sebagai bahan baku pembuatan produk yang memiliki nilai tambah, yaitu pupuk kompos. Kegiatan serupa juga dilakukan di Yayasan Perklis Semarang dengan harapan masyarakat yang teredukasi semakin banyak. Berdasarkan hasil pengujian dari Laboratorium BBTPPI Provinsi Jawa Tengah, bahwa pupuk kompos yang dibuat dari kotoran ayam dan sampah organik telah memenuhi standar kuallitas kompos SNI 19-7030-2004 dan bernilai jual sebagai pupuk kompos yang bersertifikat BBTPPI Provinsi Jawa Tengah. Penerapan program ini juga dilakukan oleh masyarakat secara berkelanjutan dengan melakukan pengomposan secara rutin dan memanfatkan produk yang diperoleh sebagai pupuk organik untuk berbagai jenis tanaman. Manfaat yang diperoleh adalah tanaman yang diberi pupuk kompos dapat tumbuh dengan subur dan limbah organik yang diolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar.  Kata kunci : pupuk kompos, sampah organik, kotoran ayam, probiotik, komposter