cover
Contact Name
Ridwan Arifin
Contact Email
ridwanarifin.mail@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
ijps.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jl. Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang. Nomor Telepon: 024 8411680-90.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Police Studies
ISSN : 2722452X     EISSN : 27224538     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Police Studies (Indonesian J. Police Stud.) (ISSN Print 2722-452X ISSN Online 2722-4538) is a double blind peer-reviewed journal published by the Indonesian Police Academy. This journal contains research and review articles related to the study of police science.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 397 Documents
Peran Dikmas Lantas dalam Mencegah Terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Hukum Polres Magelang yang Melibatkan Pelajar SMA Maharestu, Tito
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi di Kabupaten Magelang menunjukkan angka paling tinggi di kelompok usia 15 sampai dengan 19 tahun. Kelompok usia ini rata-rata adalah pelajar sekolah menengah, yaitu pelajar SMA. Kelompok usia ini masuk dalam golongan masyarakat terorganisasi karena masih dalam lingkungan pendidikan formal berupa sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Magelang melakukan upaya berupa kegiatan dikmas lantas untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar SMA di Kabupaten Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penyebab-penyebab kecelakaan dan kegiatan dikmas lantas kepada pelajar SMA. Dan tujuan yang ke tiga adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan dikmas lantas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2017. Lokasi penelitian di wilayah hukum Polres Magelang. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa, di kabupaten magelang pengendara yang berumur 15-19 tahun dan menggunakan kendaraan sepeda motor adalah pengendara yang paling sering mengalami kecelakaan lalu lintas. Kemudian, pelaksanaan kegiatan dikmas lantas yang dilakukan oleh Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Magelang kurang maksimal karena masih ditemui hambatan. Selama 3 tahun kebelakang jumlah kecelakaan Lalu lintas khususnya yang melibatkan pelajar SMA terus bertambah. Faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan dikmas lantas terdiri dari faktor internal dan eksternal. Dari faktor tersebut ada yang mendukung dan menghambat kegiatan dikmas lantas oleh Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Magelang. Saran, yaitu melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelajar yang telah diberikan dikmas lantas, membuat program baru dikmas lantas yang melibatkan orang tua pelajar SMA. Menyusun rencana anggaran yang rinci, mengadakan pelatihan bagi anggota Unit Dikyasa. The number of traffic accidents that occurred in Magelang Regency shows the highest number in the age group of 15 to 19 years. This age group is on average high school students, i.e. high school students. This age group belongs to the organized community because it is still in the formal education environment in the form of schools. To overcome this problem, the Magelang Regional Police Traffic Unit Unit made an effort in the form of community education activities to prevent traffic accidents involving high school students in Magelang District. The purpose of this study is to describe the causes of accidents and community education activities and then to high school students. And the third objective is to describe the factors that influence the activities of the community education then. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques used were interviews, observation and document study. This research was conducted in March 2017. The research location is in the Magelang Police jurisdiction. The results of this study show that, in the district of Magelang, motorists who are aged 15-19 years and use motorbike vehicles are the riders who experience the most traffic accidents. Then, the implementation of the community health activities then carried out by the Traffic Unit Unit of Magelang Police Traffic Unit was not optimal because there were still obstacles encountered. In the past 3 years the number of traffic accidents especially those involving high school students has continued to increase. Factors that influence the activities of community health education then consist of internal and external factors. From these factors there are those that support and hinder the activities of the community education program and then the Magelang Police Traffic Unit Unit. Suggestions, namely to conduct periodic evaluations of students who have been given community education then, create a new community education program and then involve parents of high school students. Prepare a detailed budget plan, conduct training for members of the Dikyasa Unit.
Kegiatan Sambang Satuan Binmas dalam Mencegah Pencurian Kendaraan Bermotor Roda Dua di Wilayah Hukum Polresta Surakarta Djakatara, Rachmat
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tindak pidana Curanmor roda dua di wilayah hukum Polresta Surakarta. Upaya represif sudah dilakukan untuk menangani kasus Curanmor roda dua yang terus meningkat tiap tahunnya tetapi tidak menyelesaikan permasalahan. Sehingga upaya yang paling efektif adalah upaya preventif. Oleh karena itu, maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan peran Satuan Binmas dalam mengoptimalkan sambang guna mencegah pencurian kendaraan bermotor roda dua, Mendeskripsikan bentuk kegiatan optimalisasi sambang oleh Satuan Binmas dalam mencegah pencurian kendaraan bermotor roda dua, Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi sambang oleh Satuan Binmas dalam mencegah pencurian kendaraan bermotor roda dua. Penelitian ini menggunakan kepustakaan konseptual yaitu Teori Peran, Teori Manajemen, Konsep Sambang, Konsep Polmas, Konsep Optimalisasi, Pengertian Pencegahan, Pengertian Curanmor sebagai pisau analisisnya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder yang diperoleh dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang ada kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa peran Satuan Binmas dalam mengoptimalkan sambang belum berjalan optimal karena budaya Satuan Binmas yang bekerja sendiri. Bentuk kegiatan optimalisasi sambang dalam mencegah Curanmor roda dua pada pasal 11 Perkap No.3 tahun 2015 belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi sambang adalah SDM personel dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyarankan kepada Kasat Binmas kiranya dalam pembuatan rencana kegiatan yang lebih jelas dan fokus terhadap pencegahan curanmor roda dua, penambahan jumlah personel Satuan Binmas sesuai dengan DSP yang ada, pendirian Pos Koban Bhabinkamtibmas dan petugas Polmas disuatu kawasan tempat berkumpul dan bertukar informasi secara lebih baik antara masyarakat dan polisi, memberikan pelatihan/dikjur Binmas, pemberian reward and punishment secara adil kepada Bhabinkamtibmas yang memberikan kontribusi positif. This research is motivated by the crime of two-wheeled Curanmor in the jurisdiction of the Surakarta City Police. Repressive efforts have been made to handle the two-wheeled Churanmor case which continues to increase each year but does not solve the problem. So the most effective effort is preventive effort. Therefore, a study was conducted aimed at describing the role of the Binmas Unit in optimizing the sambang in order to prevent the theft of two-wheeled motorized vehicles, Describe the shape of the activity of the optimization of the sambang by the Binmas Unit in preventing the theft of two-wheeled motorized vehicles, describing the factors that influence the optimization of the sambang by Binmas Unit in preventing theft of two-wheeled motorized vehicles. This study uses conceptual literature, namely Role Theory, Management Theory, Sambang Concept, Polmas Concept, Optimization Concept, Definition of Prevention, Understanding Curanmor as the analysis knife. This research also uses a qualitative approach with field research methods. Source of data derived from primary and secondary data obtained by data collection techniques through interviews, observations, and document studies. Existing data are then analyzed using data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results found that the role of the Binmas Unit in optimizing the sambang was not running optimally because the culture of the Binmas Unit was working alone. The form of the activity of optimizing the sambang in preventing the two-wheel charter in article 11 Perkap No.3 of 2015 is not optimal. The factors that influence the optimization of the symbol are HR personnel and the community. Based on the results of the study, the authors suggest to Kasat Binmas presumably in making activities plans that are clearer and focus on preventing two-wheeled motorbike, increasing the number of Binmas Unit personnel in accordance with the existing DSP, the establishment of the Koban Bhabinkamtibmas Pos and Polmas officers in an area where they gather and exchange better information between the community and the police, providing training / Dikjur Binmas, giving reward and punishment fairly to Bhabinkamtibmas who make a positive contribution.
Optimalisasi Program SIM Online Guna Mendukung Pelayanan SIM di Wilayah Hukum Polres Magelang Putra, Tommy Subardi
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun oleh penulis karena di latar belakangi oleh adanya penilaian yang menyatakan bahwa pelayanan SIM Online yang dilakukan dari Polres Magelang masih belum optimal. Sehingga skripsi bertujuan mengetahui bagaimana mengoptimalkan program SIM Online guna mendukung pelayanan SIM di wilayah hukum Polres Magelang kepada masyarakat SIM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif serta menggunakan konsep optimalisasi, mekanisme layanan SIM Online, manajemen kualitas jasa, kualitas layanan serta teori SWOT, dan teori manajemen sebagai pisau analisisnya. Sumber data dari penelitian ini adalah personel Polres Magelang,masyarakat pemohon SIM, dokumen dan buku. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan tekhnik wawancara, observasi, dan dokumentasi sehingga penulis dapat mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pelayanan SIM yang dilakukan oleh Satuan Lantas Polres Magelang. Penelitian ini dilaksanakan di Polres Magelang. Program SIM Online guna mendukung pelayanan SIM di wilayah hukum Polres Magelang sudah menerapkan pendekatan indikator kualitas layanan Service quality menurut Engel et al. (1995) meliputi : tangibles, reliability, responsiveness, performance, dan emphaty dan Teori SWOT serta sudah menerapkan Teori manajemen yang baik. Namun masih terdapat kendala-kendala yang dihadapi Polres Magelang diantaranya secara internal kurangnya jumlah personel di SATPAS, rusaknya ruang uji simulator sedangkan secara eksternal kurangnya pengetahuan tentang teknologi bagi masyarakat sehingga memperlambat proses pelayanan SIM di SATPAS Polres Magelang. Dari beberapa masalah yang dihadapi, perlunya penambahan personel SATPAS, perbaikan ruang uji simulator dan sosialisasi yang dilakukan secara rutin dengan membuat jadwal yang ditentukan Satuan Lantas Polres Magelang agar berjalan dengan optimal.
Kinerja Unit I Satuan Reserse Kriminal dalam Penanganan Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Brebes Wicaksono, Yanuar
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya pencurian kendaraan bermotor di wilayah Hukum Polres Brebes, namun tidak diimbangi dengan penyelesaian kasus oleh Unit I Satreskrim. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan dan menganalisis gambaran umum pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Brebes. (2) untuk mengetahui kinerja Unit I Satuan Reserse Kriminal dalam penanganan pencurian kendaraan bermotor (3) untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi kinerja unit I Satreskrim. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Adapun teori yang digunakan yaitu teori aktivitas rutin, teori kinerja, teori manajemen, teori analisis SWOT konsep manajemen penyidikan tindak pidana yang berdasarkan Peraturan Kapolri No 14 Tahun 2012. Dari hasil penelitian diperoleh data yaitu : masih banyak personel Unit I Satreskrim yang belum mengikuti pendidikan kejuruan reserse, jumlah personel yang masih kurang jika dibandingkan daftar susunan personel. Penanganan pencurian kendaraan bermotor Unit I Satuan Reserse Kriminal Polres Brebes berpedoman pada Perkap No. 14 Tahun 2012 tentang manajemen penyidikan namun dalam pelaksanaannya belum dilaksanakan dengan maksimal sehingga mempengaruhi kinerja dari personil. Adapun kesimpulan berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa pencurian kendaraan bermotor di Brebes banyak terjadi antara pukul 00.00 sampai 04.00 WIB dan modus menggunakan kunci T. Kinerja Unit I dipengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi baik dari internal maupun eksternal. Saran yang diberikan oleh penulis berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah mengajukan rekomendasi kepada pimpinan tentang penambahan personil Satuan Reserse Kriminal dan merekomendasikan kepada personel reserse untuk mengikuti pendidikan pengembangan maupun pendidikan kejuruan reserse, serta pengajuan terkait masalah penambahan sarana prasarana serta anggaran untuk mendukung penanganan pencurian kendaraan bermotor.
Pelaksanaan Patroli Sabhara dalam Pencegahan Kejahatan di Wilayah Hukum Polres Kota Cilacap Syahputra, Yulius
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini membahas pelaksanaan patroli Sabhara dalam pencegahan kejahatan di wilayah hukum Polres Cilacap. Latar belakang dilakukan penelitian ini karena pelaksanaan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara Polres Cilacap belum mampu mencegah kasus kejahatan yang ada di wilayah tersebut. Persoalan dalam penelitian ini meliputi (1).bagaimana gambaran kasus kejahatan yang ada di wilayah hukum Polres Cilacap?, (2).bagaimana pelaksanaan patroli Sabhara dalam pencegahan kejahatan tersebut? (3).apa saja faktor yang mempengaruhi pelaksanaan patroli Sabhara dalam pencegahan kejahatan di wilayah hukum Polres Cilacap? Pisau analisis dalam penelitian ini adalah teori pencegahan kejahatan, teori manajemen, teori peran dan teori aktivitass rutin Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, yang selanjutnya dilakukan melalui wawancara, pengamatan dan studi dokumen. Setelah data penelitian diperoleh, langkah yang selanjutnya dilakukan adalah mereduksi data, menyajikan data dan melakukan verifikasi data. Adapun temuan peneliti ini yakni (1).kasus Curat dan Curanmor merupakan trend crime dan kasus gangguan kamtibmas lain berasal dari kegiatan tawuran, balap liar, psk dan mabuk-mabukan serta wilayah yang merupakan hot spot kerawanan ada dijalan rinjani, JL.MH Thamrin, JL. Banjaran, JL.Kel.Donan, JL.DI Panjaitan, JL.A.Yani, JL.RE. Martadinata, JL.Gatot Subroto dan Perempatan Cipto-Radjiman(2).Pelaksanaan patroli yang dilakukan hanya sebatas patroli dengan mobil, sementara sarana yang lain tidak dimanfaatkan. tidak sesuai dengan perencanaan yang ada,.(3).faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan patroli yaitu faktor pendukung adalah sarana dan prasarana, anggaran serta dukungan masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya berasal dari motivasi dan kemauan anggota yang hanya memilih melaksanakan kegiatan patroli dengan mobil saja. Sehubungan dengan hasil penelitian tersebut, saran untuk meningkatkan kegiatan patroli adalah memberikan motivasi kepada anggota, menerapkan Program Patroli Bersambung Anggota-Masyarakat dan Program Patroli Sambang Desa di wilayah hukum Polres Cilacap.
Penerapan Aplikasi Panic Button dalam Mewujudkan Polisi yang Profesional, Modern dan Terpercaya (PROMOTER) di Wilayah Hukum Polres Brebes Edmond, Zharfan
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh perkembangan teknologi saat ini yang telah banyak memberikan dampak kepada manusia dalam kesehariannya baik untuk pekerjaan maupun kesenangan. Seiring dengan ketergantungannya manusia dengan teknologi, Polri sebagai pelayan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan dibutuhkan masyarakat khususnya yang dilakukan oleh Polda Jawa Tengah membuat inovasi yaitu membuat aplikasi SMILE POLICE. Aplikasi SMILE POLICE merupakan aplikasi berbasis android yang didalamnya terdiri atas 5 aplikasi yang salah satunya Panic Button. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran terkait penerapan aplikasi panic button dan gambaran faktor yang mempengaruhi penerapan aplikasi panic button dalam mewujudkan polisi yang PROMOTER sesuai program prioritas Kapolri di wilayah hukum Polres Brebes. Sebagai pisau analisis penulis menggunakan teori manajemen dan SWOT.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode kualitatif serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan aplikasi panic button pada umumnya adalah untuk mewujudkan PROMOTER dan quick wins sebagai langkah Polri dalam menjawab tuntutan masyarakat dalam bidang pelayanan publik. Adapun manfaat yang ditemukan dari aplikasi panic buttonadalah memudahkan masyarakat untuk melakukan laporan atas terjadinya kejadian yang mendesak atau terancam serta memudahkan polisi untuk mengetahui posisi pelapor melalui GPS pada smartphone pelapor. Sedangkan faktor yang menghambat penerapan aplikasi panic button dalam mewujudkan polisi yang PROMOTER di wilayah hukum Polres Brebes yaitu anggota Polres Brebes belummemahami pengoperasian aplikasi dan kesalahan teknis pada aplikasi. Saran yang dibuat oleh penulis, merekomendasikan beberapa hal diantaranya (1) Dilakukan pemeliharaan dan perawatan pada aplikasi, (2) Penugasan kepada petugas yang berkompeten sebagai operator.
Optimalisasi Program Warkop Binmas Guna Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Menanggulangi Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Polres Kudus Syahputra, Alfin Reza
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Indonesia, salah satunya di Kudus, membutuhkan penangangan yang khusus terutama dalam hal pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program Warkop Binmas yang dilaksanakan oleh Polres Kudus dalam menanggulangi Curanmor, mengetahui dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan Warkop Binmas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mengetahui upaya optimalisasi program Warkop Binmas guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menanggulangi Curanmor. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian ini di Kudus, Jawa Tengah.
Optimalisasi Fungsi Unit Dikyasa dalam Menekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas Pelajar SMA di Wilayah Hukum Polres Jepara Maulana, Agustian
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini diangkat dari adanya Optimalisasi Unit Dikyasa Dalam Menekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas oleh Pelajar SMA Di Wilayah Hukum Polres Jepara. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana karakteristik pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pelajar SMA, bagaimana upaya yang dilakukan oleh Unit Dikyasa Sat lantas Polres Jepara serta mengetahui inovasi apa yang dilakukan guna mengoptimalkan Unit Dikyasa dalam menekan angka pelanggaran lalu lintas oleh pelajar SMA di wilayah Kabupaten Jepara. Dalam penelitian ini menggunakan metode field research dan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan police goes to school kepada pelajar SMA di beberapa sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Jepara yang pelaksanaannya dilakukan dengan dialog interaktif serta praktek safety riding kepada pelajar SMA disertai dengan pemberian souvenir berupa bingkisan, stiker, mug, payung untuk menarik simpati. Kegiatan ini merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran dalam menjaga keselamatan diri sendiri serta orang lain agar terhindar dari hal-hal yang beresiko dan berdampak buruk bagi pelajar. Inovasi yang dilaksanakan oleh Unit Dikyasa Polres Jepara adalah dengan melatih siswa pelajar yang tergabung didalam organisasi PKS (Patroli Keamanan Sekolah), melaksanakan kegiatan safety riding yang bekerjasama dengan dealer motor Arpindo, serta sosialiasi Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta pengenalan syarat dan ketentuan dalam proses pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi). Berdasarkan hasil temuan selama pelaksanaan penelitian maka penulis memberikan saran agar Unit Dikyasa Polres Jepara memasang spanduk dan membagikan sticker kamseltibcar lantas serta menempatkan anggota lalu lintas didepan sekolah SMA sebagai upaya pencegahan terjadinya guan kamseltibcar lantas. Kedua adalah dengan memberikan perintah kepada anggota Bhabinkamtibmas yang ada di desa untuk turut mengedukasi setiap pelajar di sekolah sekitar wilayah binaan masing-masing. Ketiga meningkatkan kegiatan Dikmas Lantas dan sosialisasi di sekolah serta membangun kesadaran dan partisipasti masyarakat sesuai dengan poin ke 7 (tujuh) dalam Program Prioritas Kapolri.
Optimalisasi Patroli Dialogis Satuan Sabhara Polres Kudus dalam Mencegah Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan Ali, Rozehan Nur
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polres Kudus, pelaksanaan patroli dialogis oleh satuan sabhara polres kudus, dan faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan patroli dialogis. Sehingga dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan manfaat baik secara akademis maupun praktis. Penelitian ini menggunakan kepustakaan konseptual yang meliputi, teori aktifitas rutin, teori manajemen POAC, teori manajemen (sumber daya manajemen), konsep optimalisasi, konsep patroli dialogis, konsep upaya preventif, konsep kejahatan, konsep pencurian dengan pemberatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, sajian data, penarikan simpulan. Setelah itu, data tersebut diolah dengan triangulasi dalam validitasnya. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di polda jawa tengah terkhususnya diwilayah polres kudus. Temuan dalam penelitian ini yaitu terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polres Kudus minimnya pengamanan dari masyarakat maupun anggota polri. Pelaksanaan Patroli dialogis di Polres Kudus dilakukan dengan mengedepankan unsur unsur manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan patroli dialogis terdiri dari jumlah personel, jumlah angaran, sarana prasarana, metode dan pasar dalam hal ini masyarakat. Simpulan dalam penelitian ini adalah optimalisasi patroli dialogis satuan sabhara dalam mencegah pencurian dengan pemberatan di wilayah polres kudus belum optimal karena adanya beberapa faktor. Yang perlu dioptimalkan adalah pelaksanaan patroli dialogis secara profesional dengan membangun partisipasi masyarakat agar terciptanya kamtibmas, personil dalam melaksanakan tugas, serta kerja sama dengan polsek jajaran maupun instansi terkait.
Optimalisasi Bimbingan Penyuluhan oleh Satuan Binmas dalam Mencegah Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Cilacap Pratama, Salman Putra
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Kabupaten Cilacap masih menjadi favorit bagi para pelaku kejahatan. Mengenai kejahatan pencurian kendaraan bermotor ini, pihak Polres Cilacap menjadi tumpuan bagi masyarakat Cilacap dalam menciptakan dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan preemtif yang telah dilakukan oleh Polres Cilacap khususnya satuan Binmas dalam melakukan pencegahan terhadap terjadinya pencurian kendaraan bermotor melalui bimbingan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Sebagai pisau analisis, peneliti menggunakan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2007, teori Manajemen, dan analisis SWOT. Berdasarkan temuan peneliti, pelaksanaan bimbingan penyuluhan oleh satuan Binmas Polres Cilacap dalam mencegah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu : (1) perlu adanya evaluasi terhadap SOP Penyuluhan yang telah dibuat oleh satuan Binmas Polres Cilacap, (2) perbaikan dan penambahan sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan bimbingan penyuluhan oleh satuan Binmas Polres Cilacap terutama terhadap alat peraga, alins, dan/atau alongins, (3) memberikan kesempatan kepada personel satuan Binmas yang belum melaksanakan Dikjur Binmas, (4) melakukan inovasi terhadap metode yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan penyuluhan selain program Binmas Vaganza, (5) melakukan koordinasi dengan unit Binmas yang ada di Polsek – Polsek terutama Polsek yang berada di perbatasan wilayah Cilacap, (6) membuat kotak saran disertai dengan nomor telepon yang dapat dihubungi disetiap tempat dilaksanakannya bimbingan penyuluhan.

Page 2 of 40 | Total Record : 397


Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 11 (2022): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 10 (2022): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 9 (2022): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 8 (2022): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 7 (2022): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 6 (2022): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 5 (2022): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 4 (2022): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 3 (2022): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 2 (2022): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 1 (2022): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 12 (2021): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 11 (2021): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 10 (2021): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 9 (2021): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 8 (2021): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 7 (2021): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 6 (2021): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 5 (2021): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 4 (2021): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 3 (2021): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 2 (2021): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 1 (2021): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 12 (2020): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 11 (2020): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 9 (2020): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 8 (2020): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 7 (2020): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 6 (2020): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 5 (2020): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 4 (2020): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 3 (2020): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 2 (2020): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 1 (2020): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 12 (2019): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 11 (2019): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 9 (2017): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 1 (2017): January, Indonesian Journal of Police Studies More Issue