cover
Contact Name
I Komang Astana Widi
Contact Email
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Phone
+6282233465678
Journal Mail Official
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Karanglo Km.2 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FLYWHEEL
ISSN : 19795858     EISSN : 27457435     DOI : https://doi.org/10.36040/flywheel
Jurnal Flywheel merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian di bidang teknik mesin yang bukan hanya mencakup mesin semata namun terdapat bidang-bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan mesin misalnya bidang otomotif, desain dan simulasi serta perhitungan biaya mesin. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada Jurnal Flywheel merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.
Articles 185 Documents
Pelatihan Meningkatkan Kualitas Pembuatan Stik Mie dari Bahan Bambu di Kota Malang Rahmadianto, Febi; Edy Susanto, Eko; Pohan, Gerald Adityo
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4278

Abstract

Bahan baku bambu banyak digunakan di Indonesia sebagai stik bambu dan bambu mempunyai banyak jenis, jenis yang peneliti gunakan adalah jenis bambu betung, bambu hijau, dan bambu hitam, pemilihan bahan baku jenis bambu merupakan aspek penting guna untuk menghasilkan kualitas produk yang presisi dan layak untuk dipasarkan dengan bantuan mesin penyerut. Mesin penyerut merupakan mesin tepat guna dalam meningkatkan produksi stik bambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen atau pengujian terhadap mesin penyerut dengan bahan baku bambu betung, bambu hijau dan bambu hitam sebagai bahan olahan kemudian dilakukan pengukuran diameter dengan jangka sorong dihitung rata-rata penyimpangan hasil penyerutan dengan standart diameter yang digunakan adalah diameter mata pisau 2,5mm, 3mm, 4mm, 5mm. Berdasarkan hasil pengujian mesin penyerut yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada jenis bambu betung merupakan jenis bambu yang baik atau bambu yang sedikit terjadi penyimpangan dari hasil mesin penyerut yaitu pada diameter 2.50 mm adalah 0.06 mm, pada diameter 3 mm adalah 0.06, pada diameter 4 mm adalah 0.05 mm dan pada diameter 5 mm adalah 0.05 mm, sedangkan pada bambu hijau merupakan jenis bambu lunak sehingga hasil penyerutan tidak presisi atau banyak terjadi penyimpangan produk, sedangkan kepresisian yang dihasilkan mesin penyerut dengan jenis bambu hitam adalah sedang karena hasil kepresisian yang dihasilkan diatas kepresisian jenis bambu hijau dan dibawah tingkat kepresisian jenis bambu betung.
Analisa Perancangan Desalinasi Air Laut Dengan Variasi Filter Tempurung Kelapa Dan Variasi Temperatur Pemanasan Pratama, Adhi; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4279

Abstract

Dalam penyusunan jurnal ini peneliti bermaksud untuk memberikan informasi tentang proses desalinasi air laut dengan variasi filter tempurung kelapa dan variasi temperatur pemanasan. Dengan proses desalinasi air laut dengan filter tempurung kelapa sangat menguntungkan karena mampu memberikan penurunan nilai TDS pada air laut dengan satuan PPM mg/l. Namun tidak hanya itu, desalinasi air laut sangat memberikan kontribusi untuk peningkatan nilai pH air laut untuk kelayakan minum. Dalam proses desalinasi dengan filter tempurung kelapa menggunakan 3 filter tempurung kelapa yang memiliki ketebalan, suhu dan holding waktu yang berbeda-beda. Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan metode taguchi. Selama proses pengujian ini batasannya adalah untuk mengetahui dampak filter tempurung kelapa terhadap nilai TDS dan pH. Maka dari itu peneliti sungguh mendapatkan temuan menakjubkan dimana filter tempurung kelapa ini mampu mengurangi zat yang terkandung dalam air laut melalui uji TDS. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa tempurung kelapa sangat penting untuk proses desalinasi air laut dalam mengurangi kadar zat yang bisa saja berbahaya dalam air laut.
Pengaruh Media Arang Kayu Bakau Mangrove Dan Arang Kayu Asam Pada Proses Perlakuan Carburizing Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon ST-37 Arifandi, Rico; Pohan, Gerald Adityo
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4280

Abstract

In the military field, tank is armored fighting vehicles that move using chain-shaped wheels. The tread of the tank chain is a component to tread and move so that it requires tougher properties on the surface and has ductile and tough properties on the inside and is more resistant to wear on the surface. The development of tank chain production materials is necessary for the independence of national defense and security as well as reducing dependence on imports. Imported tank chain hardness value 28 HRC or 286 HV. In this research, the objective of this research is to increase the surface hardness of the steel by carburizing the initial material, especially the low carbon steel ST-37. The carburizing treatment process is a method of adding carbon content in steel using solid media. The carbon media used were mangrove charcoal and tamarind wood charcoal using calcium carbonate (CaCO3) catalyst at a constant heating temperature of 900ºC, variations in holding time of 30 minutes, 60 minutes and 90 minutes, cooled rapidly with water media. Then performed an analysis of the effect of the type of wood charcoal on the mechanical properties of carbon steel ST-37. The results obtained will be applied to the tank chain tread production process. The results of the micro structure of martensite and the highest hardness value were found in the holding time of 60 minutes of mangrove charcoal media with the microstructure results of 63.8% martensite, 36.2% bainite and a hardness value of 453.1 HV. The highest toughness value is found in the holding time of 60 minutes of tamarind wood charcoal media with an impact price (HI) of 0.4345 J/mm2. The difference between the impact test results of tamarind charcoal media with mangroves is not too significant. The higher the martensite phase, the higher the hardness value. However, there is also a bainite phase which can increase the toughness of the steel which will be used as a tread chain production material.
Perancangan Pompa Air Positive Displacement yang Digerakkan Oleh Turbin Angin Sudu Jamak Hidayat, Amri; Anggara, Mietra
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4371

Abstract

Di beberapa daerah di Indonesia seperti Kabupaten Sumbawa, masih memiliki wilayah terpencil yang jauh dari jaringan listrik nasional, jaringan irigasi pertanian dan perusahaan daerah air minum, tetapi memiliki kelebihan yaitu tersedianya sumber air tanah (air sumur) dengan kedalaman sumur antara 3 m sampai 9 m. Namun untuk mengangkat air sumur dibutuhkan suatu sistem pemompaan, seperti pompa berpenggerak motor bakar, motor listrik atau memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti turbin angin sudu jamak yang di gerakkan secara mekanik. Sudu dihubungkan dengan poros dan mekanisme engkol ditempatkan di ujung poros. Ketika sudu berputar secara otomatis mekanisme engkol juga akan berputar. Karena pengaturan eksentrik poros, gerakan putaran mekanisme engkol diubah menjadi gerakan linier yang diteruskan ke batang piston pompa, sehingga proses pemompaan akan berlangsung secara terus menerus sesuai dengan ketersediaan dan kecepatan angin. Memanfaatkan turbin angin sebagai penggerak pompa air bisa dilakukan karena letak geografis Kabupaten Sumbawa yang memiliki garis pantai cukup panjang dengan kecepatan angin di atas 2,3 m/detik. Pada penelitian ini telah dirancang pompa air model piston (pompa air positive displacement) dengan penggerak turbin angin sudu jamak, diameter silinder pompa 50,80 mm, panjang langkah pompa 127 mm, ketinggian (head) pemompaan 9 m pada kecepatan angin 2,8 m/detik. Dari hasil perancangan diketahui aliran air rata-rata efektif yaitu 7,8 m3/hari dan torsi untuk memulai pemompaan yaitu 11,21 Nm.
Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Bahan Campuran Batako Dalam Implementasi Green Manufacturing Mustakim; Dwi , Iryaning Handayani; Yustina , Suhandini
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4437

Abstract

Untuk menjaga kelestarian lingkungan perlu melakukan inovasi penggunaan limbah dalam pembuatan bahan bangunan, Limbah Botol Plastik yang dihancurkan dapat diolah untuk dijadikan alternatif bahan campuran dalam pembuatan batako yang ramah lingkungan, metode yang digunakan adalah design experimen dengan menggunakan metode taguci, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas produk batako dengan memanfatkan limbah plastik, menentukan komposisi untuk pembuatan batako. benda uji berbentuk batako dengan luas 40.000 mm2, dengan uji Maksimum kuat tekan batako, dari hasil pengujian komposisi yang memiliki kekuatan tekan paling tinggi adalah semen dan agregat ( 1 : 07 ), komposisi air dan semen (40% : 60%), komposisi limbah botol plastic (25%), komposisi pasir dan abu batu (60% : 40%) dengan dengan hasil tekan kuat rata rata 13,5275 Mpa, sedangkan kuat tekan batako pada umunya hanya 3-5 Mpa
Studi Laju Korosi Plat Baja Hitam Dengan Penambahan Inhibitor Dari Astaxanthin Di Lingkungan Air Laut Yoyok, Marhadi Budi Waluyo; Laksana, A. H.; Ansar
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i2.4759

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi inhibitor dari astaxanthin terhadap laju korosi plat baja hitam. Adapun metode yang di gunakan yaitu wight loss dimana untuk mengetahi kehilangan berat yang terjadi pada plat baja hitam. Medium korosi yang digunakan adalah air laut yang telah di saring untuk menghilangkan mocro organisme. Waktu perendaman yang dilakukan di variasikan yaitu 5 hari hingga 30 hari masa perendaman untuk melihat kemampuan inhibitor menghambat laju korosi. Setelah dilakukan perendaman dalam larutan korosif maka dilakukan pengangkatan berdasarkan waktu yang telah dilakukian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efesien inhibisi korosi yang baik terjadi pada konsetrasi inhibitor 50 ppm, baik untuk perendaman 5 hari hingga 30 hari dengan nilai rata- rata efesiensi yaitu 48 % di bandingkan konsentrasi uinhibitor lainya. Berdasarkan pada foto struktur makro meperlihatkan pada permukaan plat baja hitam dilapisi dengan astaxanthin pada konsentrasi inhibitor 50 ppm dengan tingkat laju korosi sangat rendah.
Analisa Kekuatan Tarik dan Foto Makro Patahan Komposit Serat Eceng Gondok Berpenguat ZnO Tito Arif Sutrisno; Widi, I Komang Astana; Rochim, M. I. F.
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i2.5561

Abstract

Komposit terdiri dari dua bahan utama: penguat dan matriks sebagai pengikat. Keunggulan komposit dibandingkan material lain adalah ketahanan terhadap korosi. Sifat-sifat bahan yang dihasilkan dari kombinasi ini diharapkan dapat melengkapi kelemahan lain dari setiap bahan penyusun. Dengan memilih kombinasi penguat dan pengikat yang tepat, dimungkinkan untuk menghasilkan komposit dengan sifat yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan memvariasikan persentase 2,5% ZnO, 5% ZnO, dan 7,5% ZnO untuk mengetahui perbedaan kekuatan tarik komposit. Dari hasil pengujian tarik, kemudian dilanjutkan dengan pengujian foto makro patahan, untuk mengetahui pengaruh penambahan partikel ZnO pada komposit serat eceng gondok. Nilai kekuatan tarik dari variasi 0%ZnO yang didapat sebesar 4 Mpa. Setelah ditambahkan variasi sebanyak 2,5% ZnO, nilai kekuatan yang didapat sebesar 12 Mpa, pada komposit variasi 5% ZnO mengalami kenaikan sebesar 16 Mpa. Dan saat variasi ditambahkan menjadi 7,5% ZnO kekuatan mengalami penurunan 8 Mpa. Penambahan ZnO terlalu tinggi dapat mengurangi kekuatan tarik. Hal ini disebabkan oleh polyester tidak mampu menyelimuti partikel zinc oxide (ZnO). Hasil dari pengujian foto makro, patahan yang terjadi rata-rata patahan getas dan terdapat fiber pull out dan void (kekosongan) dikarenakan lemahnya ikatan antar serat dengan matrik mengakibatkan banyaknya terjadinya fiber pull out.
Unjuk Kerja Turbine Archimedes Screw pada PLTMH dengan Variasi Debit Air dan Kemiringan Poros Djoko Wahyudi; Prasetio, Dani Hari Tunggal; Noor, M. Fathuddin; Mustakim
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i2.5643

Abstract

Pengaruh Variasi Tekanan Gravity Shot Peening Pada Proses Pengerasan Permukaan terhadap Sifat Mekanis dan Morfologi Struktur Baja S45C Pratama, Ago Edli; Sakuri, Sakuri; Prabowo, Nugrah Rekto
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i2.5688

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui surface treatment dengan metode gravity shot peening menggunakan variasi tekanan terhadap kekerasan, pengamatan struktur mikro dan foto makro dari baja S45C. Baja S45C merupakan jenis baja yang memiliki kadar karbon (0.3-0.5%C) memungkinkan baja ini untuk ditingkatkan lagi sifat mekaniknya. Parameter penelitian metode gravity shot peening pada material baja S45C dengan variasi tekanan penembakan 5 kg/cm², 6 kg/cm² dan 7 kg/cm². Jarak penembakan 100 mm. Waktu 7 menit, dan menggunakan bola baja tipe S23 dengan diameter 0,6 mm. Diameter nozzle 5 mm. Spesimen diletakkan tegak lurus (900). Metode shot peening dapat meningkatkan kekerasan suatu material. Nilai rata-rata kekerasan terbesar ada pada variasi tekanan 6 kg/cm² yaitu sebesar 202,8 VHN, sedangkan nilai rata-rata kekerasan terkecil pada ada variasi tekanan 5 kg/cm² yaitu sebesar 180,37 VHN. Struktur mikro pada tekanan 7 kg/cm² struktur perlit dan martensit lebih banyak dibandingkan shot peening dengan variasi tekanan yang lainnya, hal ini semakin menguatkan bahwa semakin besar tekanan shot peening maka material akan mengalami peningkatan kekerasan. Hasil foto makro raw material memiliki permukaan yang lebih halus dibandingkan dengan spesimen sesudah dilakukan shot peening. Data menunjukan semakin besar tekanan shot peening maka semakin dalam bekas penembakan bola baja dan semakin tinggi nilai kekasaran dari struktur permukaan baja S45C.
Analisis Putaran Puli Roda Gigi Flywheel Penggerak Beban Putaran Roda Gigi Transmisi Otomotif Marpaung, Parlindungan Pandapotan
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i2.5712

Abstract

Daya listrik motor listrik ac sebesar Pin = 310,4 watt menghasilkan putaran poros output digunakan menggerakkan putaran puli roda gigi flywheel menghasilkan kecepatan putar Vrpm(in) = 347,8 rpm dengan torsi putaran parameter Tin = 8,53 Nm ditransmisikan menuju setiap masing-masing beban putaran puli roda gigi transmisi maju-1 s/d transmisi maju-4 dan transmisi mundur. Hasil penelitian pada kecepatan putar puli roda gigi flywheel parameter Vrpm(in) sebesar 347,8 rpm tersebut ditransmisikan menuju beban roda gigi transmisi maju-1 menghasilkan putaran Vrpm(maju-1) = 89,6 rpm, torsi Tout(maju-1) = 33,1 Nm dan daya mekanik Pout(maju-1) = 191,87 watt. Kemudian ditransmisikan menuju beban roda gigi transmisi maju-2 menghasilkan Vrpm(maju-2) = 162,7 rpm, Tout(maju-2) = 17,34 Nm dan Pout(maju-2) = 100,51 watt. Selanjutnya ditransmisikan menuju beban roda gigi transmisi maju-3 adalah Vrpm(maju-3) = 248,2 rpm, Tout(maju-3) = 11,36 Nm dan Pout(maju-3) = 65,85 watt. Ditransmisikan menuju beban roda gigi transmisi maju-4 menghasilkan Vrpm(maju-4) = 347,8 rpm, Tout(maju-4) = 8,11 N dan Pout(maju-4) = 47,01 watt. Untuk menuju beban roda gigi transmisi mundur menghasilkan Vrpm(mundur) = 75,4 rpm, Tout(mundur) = 37,44 Nm dan Pout(mundur) = 217,03watt.