cover
Contact Name
I Komang Astana Widi
Contact Email
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Phone
+6282233465678
Journal Mail Official
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Karanglo Km.2 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FLYWHEEL
ISSN : 19795858     EISSN : 27457435     DOI : https://doi.org/10.36040/flywheel
Jurnal Flywheel merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian di bidang teknik mesin yang bukan hanya mencakup mesin semata namun terdapat bidang-bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan mesin misalnya bidang otomotif, desain dan simulasi serta perhitungan biaya mesin. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada Jurnal Flywheel merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.
Articles 185 Documents
Pengaruh Variasi Diameter Nozzle terhadap Dimensi Droplet, Sudut Spray dan Jarak Spray Menggunakan Bahan Bakar Pertalite Roring, Anjalita Geraldine; Gatot Soebiyakto; Akhmad Farid; Dadang Hermawan
JURNAL FLYWHEEL Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v16i1.9500

Abstract

Seirig Jet Cleaner umumnya didesain menggunakan air sebagai media utama untuk membersihkan permukaan dan biasanya tidak memerlukan penggunaan bahan bakar seperti Pertalite. Sebagai bahan bakar yang umumnya digunakan pada kendaraan bermotor, Pertalite biasanya dirancang untuk memberikan efisiensi bahan bakar yang baik. Namun, pada Jet Cleaners, efisiensi ini mungkin mempunyai dampak yang lebih terbatas karena karakteristik operasional yang berbeda. Pertalite merupakan jenis bahan bakar Pertamax yang memiliki angka oktan rendah, lebih rendah dibandingkan Pertamax dan Pertamax Turbo. Artinya Pertalite cenderung cocok untuk mesin mobil atau motor dengan kompresi lebih rendah. Nosel adalah perangkat yang dirancang untuk mengarahkan atau menyemprotkan suatu zat, seperti cairan atau gas, dengan cara yang terkendali. Nozel dapat ditemukan dalam berbagai aplikasi, seperti semprotan air pada pembersih jet, penyemprotan pestisida di bidang pertanian, atau dalam sistem pembakaran pada mesin kendaraan. Karakteristik semprotan seperti sudut sebaran tetesan, kecepatan semprotan dan ukuran tetesan yang telah didistribusikan, telah ditentukan dalam proses atomisasi yang terjadi. Pertalite perlu dianalisis dengan melakukan penelitian mengenai pengaruh variasi lubang nosel dengan berbagai diameter lubang nosel 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm dengan tekanan 90 bar yang tidak divariasikan guna mengetahui sudut penyemprotan dan jarak penyemprotan. dan jarak penyemprotan
Analisis Kecepatan Udara Panas Dan Kapasitas Pengering Terhadap Kinerja Pada Mesin Pengering Kemiri Model Pembakaran Biomassa Rizki Anjar Kusuma; Mietra Anggara; Fadhli Dzil Ikram; Aldrin
JURNAL FLYWHEEL Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v16i1.10473

Abstract

Salah satu tahapan dalam proses menjadikan kemiri yang siap pakai adalah tahap pengeringan, tahap pengeringan yang masih banyak dilakukan masyarakat adalah pengeringan secara tradisional dan menggunakan sinar matahari, Pengeringan yang baik membutuhkan panas yang merata. Penjemuran langsung di bawah sinar matahari sulit untuk memenuhi kebutuhan, masalah terbesar menggunakan pengeringan matahari adalah perubahan cuaca. Namun dengan perkembangan teknologi, pengeringan alami telah diperbaiki untuk meningkatkan kinerja pengeringan. Selanjutnya dengan berkembangnya teknologi, perkembangan alat pengering berubah dari pengeringan alami menjadi pengeringan paksa atau pengering dengan prinsip fluidisasi. Pada kecepatan udara dan kapasitas pengering dapat dilakukan pengujian Eksperimen untuk mengetahui kinerja pengeringan. Tujuan penelitian ini unuk mengetahui variasi kecepatan udara dan kapasitas terhadap laju pengeringan, kadar air dan efisiensi pengeringan. Pada penelitian terdapat 3 variabel penelitian yang di gunakan, yaitu: a. Variabel bebas – kecepatan udara 1,5 m/s dan kecepatan udara 2 m/s b. Kapasitas – 5 kg – 15 kg – 25 kg Di lihat dari hasil perbandingan nilai dari dua kecepatan udara dan terdapat kecepatan udara 1,5 m/s menghasilkan nilai laju pengeringan terbaik sebesar 1,16 g/menit kecepatan udara 2 m/s sebesar 1,52 g/menit untuk kadar air terendah kecepatan udara 1,5 m/s menghasilkan nilai sebesar 4,24 % pada kapasitas 5 kg sedangkan di kecepatan udara 2 m/s sebesar 1 % dan untuk nilai efisiensi terbaik kecepatan udara 1,5 m/s sebesar 2,71% pada kapasitas 25 kg dan kecepatan udara 2 m/s sebebesar 3,5% maka dapat disimpulkan bahwa laju pengeringan dan penurunan kadar air pada bahan sangat berpengaruh terhadap efisiensi mesin pengering kerupuk semakin banyak bahan yang di keringkan maka efisiensi lebih tinggi dengan bahan bakar yang sama.
Pengaruh Kuat Tekan dan Temperatur Pengeringan Briket Cangkang Kemiri dan Bonggol Jagung terhadap Karakteristik Briket Dewa Putu Sukerta Yasa; Mietra Anggara; Fadhli Dzil Ikram; Amri Hidayat
JURNAL FLYWHEEL Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v16i1.10478

Abstract

Disaat ini, dunia mengalami kekurangan tenaga yang kritis Tiap tahunnya, terjadi kenaikan jumlah usaha masyarakat yang memerlukan bahan bakar, paling utama bahan bakar minyak atau bahan bakar fosil. briket ialah salah satu sumber energi alternatif yang bisa digunakan, guna untuk mengambil alih sebagian dari penggunaan bahan bakar minyak. Biomassa yang digunakan dalam riset ini berupa cangkang kemiri dan tongkol jagung dan tepung tapioka sebagai campuran untuk perekat atau sebagai lem supaya campuran briket bisa terbentuk dengan baik. Tujuan dari riset ini buat mengenali pengaruh komposisi penyusun briket terhadap nilai ciri briket. Pengujian yang dicoba dalam riset ini meliputi: kuat tekan, dan temperatur pengeringan, Hasil riset membuktikan kalau nilai kalor paling tinggi dalam riset ini pada pada ilustrasi 4 dengan kuat tekan 100kg dan temperatur pengeringan sebesar 1500C dengan komposisi campuran cangkang kemiri 65%, bonggol jagung 25% dan perekat 10% dengan nilai kalor 6107cal/ gram, pada kuat tekan 100kg dan temperatur pengeringan sebesar 1500C dengan kandungan kadar air sebesar 4.70%, dengan kadar abu mencapai 0,90%, dengan kadar zat mudah menguap mencapai 2,10%, dengan kadar karbon terikat mencapai 97,00%.
Rancang Bangun Alat Peraga Sistem Kemudi Untuk Mendukung Kegiatan Pembelajaran Pada Mata Kuliah Body & Chasis Program Studi Diploma Tiga Mesin Otomotif Dedy Nataniel Ully; Antonius Pangalinan; Nasaruddin; Vinsensius Faot; Agustinus Laka
JURNAL FLYWHEEL Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v16i1.12787

Abstract

Teknologi otomotif berkembang dengan pesat saat ini, hal ini ditandai dengan banyak produk kendaraan baik mobil maupun sepeda motor yang diproduksi oleh oleh beberapa pabrik. Semua pabrik berusaha untuk memproduksi kendaraan dengan tingkat kenyamanan dan memiliki efisiensi mesin yang tinggi serta ramah lingkungan. Kenyamanan yang didapati oleh pengemudi maupun penumpang tidak terlepas dari pengembangan teknologi pada berbagai sistem yang ada pada sebuah kendaraan, misalnya saja pada sistem kemudi. Namun saat ini karena perkembangan teknologi dan para insinyur mesin melihat ini merupakan suatu kendala maka dicari teknologi yang dapat membuat sistem kemudi lebih ringan, sehingga hanya membutuhkan sedikit tenaga untuk memutar setir kendaraan dalam hal ini mobil. Urgensi dari penelitian adalah karena kurang fasilitas pembelajaran yang kekinian pada mata kuliah Body & Chasis, sehingga perlu adanya rancangan alat peraga untuk mendukung kegiatan pembelajara praktis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental nyata (true experimental) yaitu melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari data sebab akibat dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat ditahui berapa besar tekanan yang dihasilkan ketika setir itu diputar ke kiri atau ke kanan. Selain itu dapat diketahui pula akselerasi ketika system kemudi bekerja.
Analisis Perawatan Mesin Mixer Pakan Ternak dengan Metode Overall Resource Effetiveness Albertus Niko Kristian Hartanto; Hardianto, Andy; Restu Wardhani, Arie
JURNAL FLYWHEEL Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v16i1.13262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas produksi dengan menggunakan metode Overall Resource Effectiveness (ORE) pada mesin horizontal mixer tipe paddle mixer di Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah. Berdasarkan hasil pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE), diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,39%, yang masuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan perlunya analisis lebih lanjut untuk meningkatkan kinerja mesin. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data primer, seperti observasi langsung dan wawancara dengan teknisi, serta data sekunder berupa catatan historis kerusakan dan produksi (Januari 2022–Januari 2023). Analisis akar penyebab kerusakan menggunakan fishbone diagram, sedangkan pengukuran efektivitas mesin dilakukan dengan metode ORE yang mencakup tujuh faktor utama: Readiness (R), Availability of Facility (Af), Changeover Efficiency (C), Availability of Material (Am), Availability of Manpower (Amp), Performance Efficiency (P), dan Quality Rate (Q). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ORE mampu mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi efektivitas mesin, termasuk waktu henti, cacat produksi, dan efisiensi operasional. Dengan memahami faktor-faktor ini, penelitian memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan mesin dan efisiensi proses produksi secara keseluruhan.