cover
Contact Name
I Komang Astana Widi
Contact Email
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Phone
+6282233465678
Journal Mail Official
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Karanglo Km.2 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FLYWHEEL
ISSN : 19795858     EISSN : 27457435     DOI : https://doi.org/10.36040/flywheel
Jurnal Flywheel merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian di bidang teknik mesin yang bukan hanya mencakup mesin semata namun terdapat bidang-bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan mesin misalnya bidang otomotif, desain dan simulasi serta perhitungan biaya mesin. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada Jurnal Flywheel merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.
Articles 190 Documents
PENGARUH TINGGI DAN DIAMETER INLET TERHADAP KAPASITAS POMPA HIDRAM DENGAN MODEL SIMULASI PROGRAM DELPHI Budiyanto
JURNAL FLYWHEEL Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v2i2.329

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi setiap makhluk hidup, khususnya manusia baik untuk sumber tenaga, maupun untuk kebutuhan seharihari. Pompa merupakan suatu alat yang dapat mengangkat air dari ketinggian yang lebih rendah ketempat yang lebih tinggi, namun karena pompa yang ada dipasaran banyak yang menggunakan energi listrik sebagai pembangkit daya serta harga jual yang cukup tinggi bagi masyarakat pedesaan , maka dibutuhkan suatu pompa yang tepat guna dan murah. Pompa Hydram adalah salah satu alternatip, dimana cara kerja alat ini dapat menaikkan air ketempat yang lebih tinggi dengan energi atau daya yang berasal dari air itu sendiri . Pembuatan pompa Hydram itu sendiri relative murah, sederhana dan tahan lama . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi tinggi inlet (tinggi jatuh air) dan diameter inlet terhadap kapasitas Pompa Hydram. Sehingga dengan adanya variasi tinggi inlet dan diameter inlet tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap kapasitas pada Pompa Hydram yang lebih tinggi dan menghasilkan kapasitas debit air yang lebih besar.
PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DALAM MERENCANAKAN KEGIATAN PEMELIHARAAN MESIN PRODUKSI PADA PABRIK “X” Bagus Suardika, Ida
JURNAL FLYWHEEL Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v2i2.330

Abstract

Sistem produksi dalam sebuah perusahaan akan berjalan dengan baik apabila didukung beberapa aspek, salah satunya adalah kegiatan pemeliharaan terhadap fasilitas kerja yang ada dalam sistem tersebut. Pemeliharaan seringkali dikaitkan dengan reparasi mesin dan peralatan yang mengalami kerusakan, tetapi tujuan dari pemeliharaan yang paling prinsip adalah untuk mempertahankan mesin dan peralatan dapat beroperasi dengan baik dan mencegah terjadinya kerusakan. pemeliharaan yang efektif adalah untuk mempertahankan sistem operasi/produksi beroperasi pada kondisi yang optimum, artinya bahwa pemeliharaan dapat memberikan kepuasan terhadap permintaan yang diekspektasikan pada ongkos yang minimum. Pada Pabrik “X” masih ditemukan terjadinya kerusakan mesin sebelum interval pemeliharaan yang dijadwalkan perusahaan. Adapun fokus dari penelitian ini yaitu pada Granulator Machine dan Screen Machine yang ada pada mechanical produksi. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RCM yang bertujuan untuk mendapatkan aktivitas pemeliharaan yang optimal apabila ditinjau dari segi minimasi biaya. Pada metode RCM ini meliputi analisa kualitatif yaitu dengan FMEA dan Decission Diagram untuk menentukan jenis kegiatan pemeliharaan yang optimal, dan analisa kuantitatif untuk menentukan interval kegiatan pemeliharaan. Dari hasil penelitian yang diperoleh untuk analisa kualitatif menunjukan bahwa dari 10 komponen yang menyusun mesin granulator dan mesin screen, terdapat 6 komponen yang memungkinkan untuk dilakukan jenis pemeliharaan scheduled restoration task, sedangkan 4 komponen sisanya menggunakan jenis pemeliharaan scheduled on condition task dan ada default action yaitu dengan redesign pada jangka panjang. Adapun dari analisa kualitatif menujukkan bahwa dengan adanya interval pemeliharaan optimal dapat mereduksi biaya pemeliharaan pada 10 komponen yang diteliti, jika dibandingkan dengan interval pemeliharaan sebelumnya penurunan biaya pemeliharaan terbesar terjadi pada komponen rabber panel pada mesin granulator yaitu sebesar 23%. Dengan interval pemeliharaan optimal 2.215,14 jam operasi dimana pada awalnya memiliki pemeliharaan setiap 3.600 jam operasi. Pada urutan kedua, terjadi pada komponen bearing 2222C pada mesin granulator, yang diikuti oleh komponen line hose NH3 dan over size screen.
ANALISIS BRUNNAEUR EMMET TELLER (BET) TOPOGRAFI PERMUKAAN SERAT RAMI (Boehmeria nivea) UNTUK MEDIA PENGUATAN PADA BAHAN KOMPOSIT Marsyahyo, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v2i2.332

Abstract

Serat rami (Boehmeria nivea) merupakan salah satu jenis serat alam yang memiliki kekuatan sangat tinggi dan telah dimanfaatkan untuk aplikasi non-struktural khususnya untuk bahan baku kertas dan industri tekstil. Penelitian ini akan mengungkap dan membahas serat rami yang berpeluang sebagai bahan penguatan pada komposit dan diharapkan akan mampu bersaing dengan serat buatan/sintetis. Serat rami diteliti dengan melibatkan aspek-aspek dasar yakni porositas, luas permukaan dan volume pori-pori menggunakan metode BET (Brunnaeur-Emmet-Teller) Hasil yang diperoleh adalah serat rami memiliki ukuran pori-pori permukaan rata-rata berkisar antara 20 – 500 Angstrom yang dikelompokkan dalam material mesopores. Ukuran pori-pori yang dimiliki serat rami tersebut mendukung kompatibilitas antara serat-matrik disamping kompleksitas struktur ikatan kimia permukaan serat, yakni terjadinya ikatan mekanis interlocking atau mechanical bonding antara permukaan serat dengan matrik di daerah interface.
ANALISA DISTRIBUSI PENYEBARAN PARTIKEL PENGUAT SiC PADA SPESIMEN KOMPOSIT LOGAM MENGGUNAKAN SOFTWARE DEGIMIZER Astana Widi, I Komang
JURNAL FLYWHEEL Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v2i2.387

Abstract

Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh beberapa peneliti menunjukan hasil sifat mekanis yang kontroversi. Beberapa penelitian komposit Al-SiC yang telah dilakukan [1 s/d 3] menunjukan komposisi untuk bahan komposit SiC-Al yang optimal masih belum dapat ditentukan secara pasti. Hal ini disebabkan karena selain komposisi, struktur juga sangat berpengaruh yaitu diantaranya tingkat distribusi partikel. Untuk menghasilkan struktur yang optimal ini sangat dipengaruhi oleh teknologi atau metode pemrosesan bahan komposit tersebut. Teknik atau metode yang digunakan dalam menghitung penyebaran partikel terutama berupa penguat pada material komposit menggunakan suatu program software masih belum digunakan perhitungan penyebaran partikel ini telah dilakukan oleh W. Zhou, Z.M. Xu menggunakan suatu alat ukur. Dan keterbatasan dari alat ukur ini adalah hanya mampu menganalisa pada daerah yang terukur sehingga data yang dihaslkan tidak dapat mewakili jumlah penyebaran partikel secara keseluruhan. Pada penelitian ini, penulis mencoba memanfaatkan software digimizer karena software ini merupakan software asik untuk menghitung data statistic yaitu data yang dihasilka dapat mewakili seluruh komponen tanpa melakukan pengukuran pada seluruh komponenya. Adapun sample uji pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap penyebaran partikel penguat SiC didalam matrik logam aluminium. Halini sangat penting dan perlu untuk dilakukan penelitian karena dengan mengetahui tingkat penyearan partikel maka analisa terhadap nilai sifat mekanis bahan komposit akan lebih mudah diamati. Penggunaan software Digimzer yang digunakan untuk mengukur tingkat distribusi partikel menunjukan hasil yang memadai artinya dapat diandalkan, yaitu dengan software ini dapat diprediksi jumlah partikelnya didalam sebuah komponen atau produk meskipun ada persyaratan tertentu terhadap image/hasil foto struktur mikro spesimen yang layak untuk diuji dengan software ini. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada spesimen dengan jmlah partikel besar/banyak belum tentu menunjukan distribusi partikel yang baik. Hal tersebut ditunjukan bahwa spesimen 1 dengan jumlah partikel terbesar yaitu 908,724 memiliki mear rata-rata 37,966 dan ada spesimen 2 dengan jumah partikel 869,325 memiliki mean rata-rata 32,053 sedangkan pada spesien 3 dengan jumlah partikel 683,375 memiliki mean rata-rata 35,201. Dan disarankan untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih akurat perlu menambahkan bantuan media lain terhadap image dari struktur mikronya.
PENJADUALAN PRODUKSI DENGAN METODE DISAGREGAT UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA PRODUKSI DI PT.SJM. Silalahi, MH Perwira; Suardika, Ida Bagus
JURNAL FLYWHEEL Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v2i2.388

Abstract

PT.SJM.adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi mesin. Adapun masalah yang dihadapi PT.SJM.yaitu terjadinya penumpukan salahsatu produk (Bottle Neck) dan kekurangan pada produk lainnya yang menyebabkan perusahaan tidak dapat memperoleh keuntungan yang optimal akibat meningkatnya biaya produksi. Prosedural penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh PT. SJM, maka untuk mengatasi hal tersebut dengan bagaimana menyusun Jadual Induk Produksi (JIP) yang efektif dan efisien sehingga dapat dijadikan pedoman bagi perusahaan dalam merencanakan produksi. Selain itu perbaikan terhadap perencanaan dan penjadualan produksi dengan metode disagregat merupakan salah satu solusi yang perlu dilakukan untuk mengatasi terjadinya peningkatan biaya produksi. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam menyusun Jadual Induk Produksi (JIP) adalah melakukan peramalan permintaan, perencanaan agregat dan perencanaan disagregat. Hasil dari perencanaan disagregat berupa Jadual Induk Produksi (JIP) dan rencana tingkat persediaan untuk setiap periode perencanaan selama satu horizon atau 12 periode. Hasil dan kesimpulan penelitian degan Penerapan metode disagregat dalam perencanaan Jadual Induk Produksi (JIP) di PT.SJM. ternyata menghasilkan penghematan biaya. Penghematan biaya yang terjadi setelah menerapkan Jadual Induk Produksi (JIP) sebesar Rp.6.551.763 tahun atau sebesar 46.50 % / tahun. Dengan demikian usulan penerapan Jadual Induk Produksi (JIP) tersebut dapat digunakan sebagai pedoman dalam penjadualan produksi pada periode mendatang.dan perlu saran untuk selalu melakukan pengendalian sumberdayamanusia dengan pelatihan pelatihan dalam penguasaan permesinan.
Karakteristik Hidrodinamik dan Pola Aliran Pada Fenomena FLooding Dalam Pipa Vertikal Mahmuddin; Kamal, Samsul; Indarto; Purnomo
JURNAL FLYWHEEL Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v3i1.398

Abstract

Karakteristk hidrodinamik, dan pola aliran pada aliran berlawanan arah udara-air dalam pipa vertikal telah dilakukan. Pengukuran ketebalan film dengan metode konduktimetri, dan penurunan tekanan dengan manometer U. Untuk mendapatkan aliran berlawanan arahm udara-air, maka air dialirkan dari atas melalui media berpori, sedangkan udara diinjeksikan dari bawah secara aksial. Pengukuran ketebalan film dilakukan pada jarak (X) 400, 1600, dan 2400xmm dengan variasi angka Reynolds air (ReL) 845-2446 dan laju injeksi udara dengan kecepatan 1.84-5.54m/s dari injektor air. Pengukuran ketebalan film dilakukan secara simultan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kurva ketebalan film terjadi penurunan secara perlahan-lahan dengan meningkatnya laju aliran udara. Tetapi, saat flooding besaran ini turun drastis, dan gradien tekanan (dp/dx) tiba-tiba meningkat tajam. Flooding diawali ketidakstabilan aliran film dimulai dari sisi bagian bawah saluran, kemudian membentuk formasi gelombang-gelombang kecil dan pola aliran acak bergerak ke atas secara simultan. Saat flooding pola aliran ini berubah menjadi pola aliran annular mengalir ke bawah. Pada transisi aliran, dimana struktur aliran lokal turun drastis dan kemudian konstan sebagai fungsi waktu. Pengukuran ketebalan film dari tiga titik menunjukkan bahwa flooding terjadi lebih awal pada sisi bagian atas dekat sisi masuk air.
ANALISA PEMILIHANGFN PASIRSILIKA SEBAGAI BAHAN CETAKAN PASIRTERHADAP JENIS BAHAN LOGAM YANG DICETAK Edy Susanto, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v3i1.404

Abstract

Pasir yang ada di Indonesia jumlahnya sangat besar dan umunya mempunyai spesifikasi dan karaktristik yang berbeda untuk bahan baku cetakan pasir. Ditinjau dari sifat fisis dan kimianya, jenis pasir yang ada perbedaan penggunaanya untuk bahan cetakan di Industri pengecoran logam besi, bja maupun non ferous. Pasir dari hasil pengujian sample SiO2 dari daerah Ngepon, Tuban dengan Grain Finenes Number (GFN) 90, 77 dan 65 dengan kadar 8,4 % , 7,6 % dan 8 % tanah liat (clay) untuk bahan pasir cetak yang nantinya digunakan untuk cetakan pasir. Pengecoran impeller pompa yang menggunakan pasir silika dari Tuban Jawa Timur sudah menggunakan pasir silika GFN = 77 kadar clay = 7,6 % dan kandungan air pada pasir cetak 5,5 % namun masih banyak cacat-cacat pada produk cor yang dibuat dari besi. Cacat-cacat yang terjadi pada produk coran impeller pompa bukan disebabkan pasir, pasir cetak yang kurang memenuhi syarat untuk pengecoran logam besi, namun proses pembuatan cetakan pasir pemadatannya kurang memenuhi syarat atau kurang padat dan permeabilitasnya kurang baik.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PENUANGAN DAN TEMPERATUR CETAKAN TERHADAP SIFAT MEKANIS BAHAN PADUAN Al-Zn Raharjo, Teguh; Sujana, Wayan
JURNAL FLYWHEEL Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v3i1.406

Abstract

Proses pengecoran merupakan salah satu proses yang banyak digunakan khususnya dalam bidang industri karena dengan proses pengecoran dapat dihasilkan berbagai produk atau komponen yang rumit dan komplek. Agar menghasilkan produk yang diinginkan maka digunakan berbagai cetakan. Cetakan logam merupakan jenis cetakan yang mudah dijumpai serta sering digunakan. Cetakan logam digunakan dalam produksi massal, karena besarnya biaya yang digunakan untuk membuat cetakan ini. Dalam keadaan murni alumunium memang terlalu lunak dan kekuatanya rendah,sehingga perlu ditambahkan logam lain untuk menaikan kekuatan mekaniknya. Untuk itu perlu dikenali sifat-sifat yang dimiliki dan teknik untuk memperbaiki atau meningkatkan sifat-sifat Aluminim tersebut. Sebagai tambahan pada sifat mekaniknya dapat dipakai unsur-unsur paduan antara lain: Cu(copper), Mg(magnesium), Si(silicon), Mn(mangan), Zn(seng), Ni(nikel) dan sebagainya baik secara satu per satu maupun bersamaan. Dengan berbagai pertimbangan diatas ,maka penyusun ingin melakukan penelitian terhadap pengecoran paduan Alumunium- Seng dengan variasi temperatur penuangan 600° C,650° C,700° C, 800° C,850° C,900° C dan pemanasan pada cetakan logam 300° C, 350° C dan 400° C. Hasil benda tuang yang baik untuk penuangannya pada temperatur 850 0C dan pemanasan cdetakan loga pada temperatur 350 0C. Hasil penuangannyamempunyai permukaan yang halus dan mengkilap serta kekerasan dan kekuatan tarik benda tuang bisa optimal.
EFEKTIFITAS ELEKTROFLOKULATOR DALAM MENURUNKAN TSS DAN BOD PADA LIMBAH CAIR TAPIOKA Setyobudiarso, Hery
JURNAL FLYWHEEL Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v3i1.409

Abstract

Industri kecil berbahan baku lokal memegang peranan yang berarti bagi masyarakat, akan tetapi hal tersebut menjadi tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat limbah yang dihasilkan, seperti halnya yang terjadi pada industri tapioka yang akhir-akhir ini berperan banyak dalam terjadinya pencemaran perairan sungai. Adanya bahan-bahan organik dalam air limbah menyebabkan tingginya TSS dan BOD badan air sehingga keseimbangan ekosistem air akan terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi elektroflokulator dalam menurunkan TSS dan BOD pada limbah cair tapioca. Sebagai teknologi alternative yang aplikatif proses elektroflokulasi merupakan sebuah proses yang secara simultan menghilangkan/memindahkan suspended solid, bahan organik teremulsi dan kontaminan lainnya dari air dengan menggunakan arus listrik searah (DC) dari anoda menuju katoda. Sistem ini menyebabkan pelepasan ion pada elektroda untuk berpindah kedalam larutan elektrolit. Hasil penelitian dan analisa data menunjukkan bahwa elektroflokulator mempunyai kemampuan untuk menurunkan kandungan TSS dan BOD pada limbah cair tapioka. Dari berbagai perlakuan yang direncanakan penyisihan konsentrasi TSS setelah proses elektroflokulasi yang paling rendah adalah pada waktu 30 menit dengan tegangan 15 volt dengan penurunan 15,93 % dan penyisihan yang paling tinggi adalah pada waktu 90 menit dengan tegangan 25 volt dengan penurunan 66,22 % dan penyisihan konsentrasi BOD setelah proses elektroflokulasi yang paling rendah adalah pada waktu 30 menit dengan tegangan 15 volt dengan penurunan 14,76 % dan penyisihan yang paling tinggi adalah pada waktu 90 menit dengan tegangan 25 volt dengan penurunan 53,66 %.
SIMULASI KESEIMBANGAN LINTASAN PROSES DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN WAKTU PROSES PRODUKSI ETERNIT L.A., St. Salammia; Ariyanto, Dedy
JURNAL FLYWHEEL Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v3i1.412

Abstract

Proses produksi eternit dilakukan dengan menggunakan beberapa Mesin dengan tenaga manusia sebagai operator pada beberapa stasiun kerja yaitu: mesin mixer, mesin cetakan, mesin press, dan mesin pemotongan. Pada proses produksinya, perusahaan tersebut mengalami antrian pada setiap stasiun kerja disebabkan karena waktu proses pada masingmasing mesin tidak seimbang. Hal ini mengakibatkan terjadi keterlambatan waktu proses produksi. Sehingga melalui simulasi arena, diharapkan dapat diperoleh model alternatif yang dapat mengatasi ketidak seimbangan waktu proses dan dapat mengurangi antrian material pada setiap mesin dan dapat meningkatkan Out put Produksi. Analisis keseimbangan waktu proses produksi dilakukan melalui simulasi komputer menggunakan software Arena versi 5.0. Simulasi digunakan supaya analisis yang dilakukan tidak mengganggu sistem kerja dilapangan dan proses tetap berjalan , data-data waktu proses pada masing-masing mesin kemudian disimulasikan , disetiap mesin yang mengalami antrian akan memberikan solusi yaitu menambah tenaga atau fasilitas alat yang dapat menyeimbangkan waktu proses. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan produksi, dari produk 655 yang terdiri dari 631 produk baik dan 24 cacat dan mengalami antrian sebanyak 5 lembar pada pencetakan dari model awal menjadi produk yang dihasilkan 660 lembar terdiri dari 642 produk baik dan 18 produk tanpa ada antrian pada stasiun kerja dari alternatif 3. Hasil tersebut diperoleh dari model alternatif 3 dengan menambah 1 operator pada pencetakan dan 1 mesin potong. Solusi terbaik berdasarkan simulasi adalah menggunakan model alternatif 3.

Page 3 of 19 | Total Record : 190