cover
Contact Name
I Komang Astana Widi
Contact Email
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Phone
+6282233465678
Journal Mail Official
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Karanglo Km.2 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FLYWHEEL
ISSN : 19795858     EISSN : 27457435     DOI : https://doi.org/10.36040/flywheel
Jurnal Flywheel merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian di bidang teknik mesin yang bukan hanya mencakup mesin semata namun terdapat bidang-bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan mesin misalnya bidang otomotif, desain dan simulasi serta perhitungan biaya mesin. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada Jurnal Flywheel merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.
Articles 185 Documents
Analisis Tekno-Ekonomi dan Efisiensi Usaha Se’i Tuna Asap Cair Daun Kesambi Leki, Aloysius; Mardyaningsih, Mamiek
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tekno-ekonomi dan keuangan usaha se’i tuna asap cair daun kesambi di Kota Kupang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah B/C ratio, NPV, payback period, break event point, dan IRR. Berdasarkan hasil analisis kelayakan non finansial, usaha pembuatan Se’i Tuna yang akan dijalankan oleh prusahaan layak untuk dilaksanakan, karena tidak ada faktor yang menghambat kegiatan produksi perusahaan dari tiap-tiap aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama perendaman asap cair berpengaruh signifikan (P < 0,05) terhadap asam amino lisin, kadar air, Aw dan pH. Akan tetapi, secara umum tidak berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap nilai organoleptik produk. Perendaman asap cair selama 5 menit dengan konsentrasi asap cair 1,5% menghasilkan kualitas produk paling baik. Nilai NPV produksi Se’i Ikan Tuna asap cair daun kesambi Rp. 990.014.008,-; IRR 12,93% nilai lebih tinggi dari pada dicounted rate 9%; dan nilai PP 3,56 tahun. Kesimpulannya adalah usaha pengasapan Tuna dengan asap cair daun kesambi menjadi Se’i Tuna di Kota Kupang layak untuk dikembangkan.
Analisis Waktu Pemotongan dengan Program Inkrimental dan Absolut pada Mesin Bubut CNC TU-2A Budiono Soemardi, Heryanto; Rahbini
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.682

Abstract

CNC TU-2A merupakan alat potong benda uji dalam proses pemotongan dilakukan dengan cara memberi program Computer Numerically Controlled G code pada mesin bubut yang memberikan arah pemotongan searah dengan garis sumbu benda uji. Waktu proses pemotongan dengan program inkrimental dan absolut akan mendapatkan perbedaan waktu pekerjaan akhir. Benda uji berbentuk panjang pejal yang dipotong bertingkat. Proses pemotongan meliputi facing, roughing dan finishing. Gaya potong pahat bergerak horisontal sama dengan arah sumbu kekiri. Proses pemotongan benda uji tersebut dilakukan dengan cara menggunakan pahat insert untuk memotong benda uji pada bagian permukaan arah horizontal yang sejajar dengan sumbu benda uji. Parameter pemotongan meliputi varian putaran spindel dan kecepatan pemakanan Parameter putaran spindel 700, 800 dan 900 rpm, kecepatan pemakanan 80, 90 dan 100 mm/min, dan ukuran poros bertingkat 20, 40, 60 mm. Sedangkan pengukuran waktu dilakukan dengan jangka sorong pada permukaan benda kerja. Hubungan antara putaran spindel dan kecepatan pemakanan dibutuhkan analisa statistik. Beberapa analisa tersebut digunakan untuk mengindentifikasi dan membandingkan antara program inkrimental dan absolut terhadap waktu proses pemotongan. Hasil akhir dari parameter putaran spindel dan kecepatan pemakanan (feeding) didapatkan yang paling rendah waktu pemotongan pada langkah feeding program inkrimental dengan waktu tempuh rata-rata 433 detik dan program absolut rata-rata 448,7 detik.
Studi Analisa Pengembangan Produk Limbah Plastik Berbasis Tekanan Teknologi Injection Moulding Widi, K. A.; Ekasari, L. D.
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.693

Abstract

Sampah plastik merupakan sampah yang sangat sulit terurai dengan sendirinya. Indonesia merupakan negara terbesar kedua peyumbang sampah plastik ke laut. Untuk menjaga rusaknya lingkungan terutama lingkungan laut yang diakibatkan oleh sampah plastik , maka sampah plastik botol didaur ulang kemudian dijadikan bahan untuk membuat produk plastik dengan mesin injection molding. Tekanan merupakan variabel penting pada proses injeksi molding agar biji plastik yang telah meleleh dapat mengisi mold. Besarnya tekanan yang dibutuhkan dipengaruhi oleh temperatur. Proses penekanan pada injection molding dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama dilakukan dengan tekanan tinggi untuk menginjeksikan plastik cair agar mengisi rongga cetakan. Tahap kedua pada tekanan yang lebih rendah atau disebut holding pressure, pemberian tekanan ini dimaksudkan untuk menahan produk selama proses pembekuan sehingga terbentuk sempurna. Batasan tekanan injeksi tergantung pada kemampuan mesin untuk menekan dan mengklem. Tekanan ini harus dapat menahan tegangan produk dari over packing. Sedangkan penurunan tekanan (pressure drop) yang masih diijinkan selama proses injection molding adalah 80% dari tekanan maksimum injeksi. Jika melebihi batas tersebut, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan menaikkan tekanan maksimum injeksi. Selain itu dapat juga dilakukan penambahan pada temperatur lebur plastik. Menurut Mochamad Fatich Asror, peningkatan tekanan injeksi menyebabkan terjadinya penambahan kekuatan impact dikarenakan semakin banyak kristalin yang terbentuk. Sedangkan tingkat kekerasan produk menurun dikarenakan berkurangnya kadar armorf produk. Untuk mengetahui apakah perbedaan nilai tekanan yang mempengaruhi kekerasan akan mempengaruhi struktur makro produk serta untuk mengetahui cacat / defect yang terjadi akibat variasi tekenan pada produk injection molding maka penulis melakukan penelitian ini.
Pelapisan Krom pada Bahan Komposit dengan Proses Elektroplating Edy Susanto, Eko; Boediyanto; Sugiyanto
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.694

Abstract

Pelapisan krom pada komposit bahan resin polypropylene meliputi tahapan pengerjaan : tahap pembersihan dan etsa ditentukan oleh komposisi larutan, temperatur dan waktu, tahap sensitasi dan aktivasi dipengaruhi oleh larutan stannous chloride (SnCl2) dan palladium chloride PdCl2(-H2PdCl4), temperatur dan waktu untuk meningkatkan sifat logam pengaktif dan konduktif, tahap elektroles nikel dipengaruhi oleh arus listrik, temperatur dan waktu untuk meningkatkan daya lengket lapisan krom dan tahap elektroplating krom dilakukan cara konvensional. Komposisi pelapisan krom: CrO3 350 gram, Consentrad H2SO 42 mililiter, Air 1 liter, Tegangan 6 volts DC, Arus 90 ampere/ft2, Temperature 400C. Kekerasan pelapisan krom pada polypropylene waktu proses1 menit 15,4 Hv dan waktu proses pelapisan 4 menit kekerasannya 21,4 Hv. Tebal pelapisan krom pada permukaan sampel resin polypropylene : waktu 1 menit tebal lapisan 0,31 µm dan waktu 4 menit tebal lapisan 0,46 µm. Waktu, besar arus dan temperatur proses elektroplating krom sangat berpengaruh pada kekerasan dan ketebalan lapisan.
Kacip Termodifikasi dengan Delapan Mata Penyayat Guna Mendukung Usaha Kacang Mente B. Yokasing, Yohanes; Abdullah, Amiruddin; Pangalinan, Antonius
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.695

Abstract

“Kacip ceklok” is a cutting tool for cashew nut shells, which consist of 2 blades that used to help remove the cashew nuts from the skin. The results obtained from these cuts, still requires the removal. At this step,the process require a precision and circumspection so that the beans are not cracked, and not contaminated byCNSL oil.To realize it, kacip ceklok has been modified by adding more blades and become 8 blades. In addition, changes are also made on the size of the “kacip” eyes are varied into 3 groups of small size, medium and large. Specifications of the modifiedkacip are Length 600 mm, 280 mm height, adjustable 8 kacipblades and 3 cranks drive. The production ability of modified “kacip ceklok” is ± 74 seconds per peanut.The total percentage of cashew nuts from the results of the study for stripping of 9 seeds of mente in 3 size groups was 88.8 percent.Further studies are needed on the more grouping of mente seed dimensions and easier toadjust the kacip eyes. Keywords :Cashew seeds, kacip ceklok, cashew nuts.
Perancangan Mesin Pengolahan Kedelai Otomatisasi Ramah Lingkungan dan Higienis Sujana, W.; R., Teguh; Widi, K. A.
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.696

Abstract

Kegitan ini merupakan riset pembuatan alat yang akan diaplikasikan pada masyarakat yaitu berupa produk TTG (teknologi tepat guna). Tujuan kegiatan ini adalah dapat mempekerjakan usia-usia produktif (20-30 tahun), dimana dengan teknologi ini, akan mempermudah proses pelembangan, dapat meningkatkan produktifitasnya tanpa adanya penyakit-penyakit yang dapat membahayakan kesehatan pekerjanya dan kualitas biji kedelai dapat ditingkatkan, dapat meningkatkan produksinya karena waktu proses pelembangan dengan mesin dapat dilakukan secara terus menerus tanpa harus berhenti karena kecapean atau keram atau kaku, dengan terpenuhinya parameter pengerjaan olahan kedelai seperti lama perendaman maka akan dihasilkan kualitas biji kedelai yang lebih baik. Disamping itu, keahlian operator sudah tidak terlalu penting sehingga jika ada pengalihan pekerja tidak terlalu bermasalah terhadap produksi. Dan satu hal yang menjadi pertimbangan dari pembuatan alat ini yaitu diharapkan menggunakan jumlah listrik (watt) yang rendah karena home industri tersebut rata-rata memiliki kapasitas listrik terpasang yang rendah (sekitar 450900 watt).
Analisa Putaran Spindle dan Kedalaman Potong Terhadap Keausan Pahat Positive dan Negative Rhombic Insert Rahmadianto, Febi; Wilis Lestarining Basuki, Diah
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.697

Abstract

Proses permesinan yang dilakukan untuk membentuk material adalah proses pembubutan. Ada berbagai maalah yang ditimbulkan pada proses ini, salah satunya adalah keausan pahat yang digunakan untuk proses pembubutan. Hal ini dapat mempengaruhi baiay produksi dari suatu material atau objek. Penelitian ini dilakukan dengan experimental research, parameter yang digunakan adalah depth of cut yaitu 1,0 mm, 1,5 mm, 2,0 mm dan putaran spindle yaitu 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm , 2500 rpm. Variabel terkontrol adalah kecepatan pemakanan konstan 150 mm/menit dan material yang digunakan baja ringan. Untuk variable terikat digunakan keausan pahat dan kekasaran permukaan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa putaran spindle,dan depth of cut, berpengaruh terhadap keausan pahat hasil pembubutan baja ringan. Pada depth of cut yang rendah, yaitu 1,0 mm dan putaran spidle 1500 rpm akan dihasilkan nilai keausan yang rendah. Sedangkan untuk depth of cut paling besar yaitu 2,0 mm dan dengan putaran spindle 2000 rpm dihasilkan nilai keausan yang besar. nilai keausan tersebut meningkat seiring dengan peningkatan putaran spindle.
Pengeringan Bahan Makanan Ringan Dengan Peralatan Pengering Berbahan Bakar Gas Elpiji Boediyanto; Edy Susanto, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.698

Abstract

Dikeluarahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang masyarakat giat meningkatkan kesejahteraan perekonomiannya dengan mengoptimalkan bidang usahanya dan salah satunya pembuatan makanan ringan. Dalam upaya meningkatkan produksi makanan ringan dengan menggunakan alat pengering bahan baku dapat menyingkat waktu proses pengeringan. Adanya penyuluhan dan pelatihan penerapan alat pengering makanan ringan dalam upaya meningkatkan produktivitas industri, kepada kelompok pengusaha kecil di daerah tersebut mendapat tanggapan dan dukungan sangat besar. Penyuluhan membahas tentang manfaat tentang keuntungan pemakian alat pengering. Pelatihan dilakukan untuk membimbing pembuatan alat pengering dan pengoperasiannya. Dengan waktu pertemuan yang intensip dan terjadwal, hasilnya masyarakat mampu mengembangkan alat tersebut serta mampu mengoperasikannya.
Analisa Pemanas Air Tenaga Surya Sistem Hybrid Dengan Variasi Sudut Kemiringan Kolektor 15o dan 30o Untuk Memanaskan 80 Liter Air Hutauruk, Isra; Ambarita, Himsar; Yohanes Setyawan, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.701

Abstract

Energi surya merupakan salah satu sumber daya energi terbarukan yang potensial untuk dimanfaatkan terutama di daerah yang beriklim tropis. Pemanfaatan energi surya yang paling umum adalah untuk memanaskan air baik sistem aktif maupun sistem thermosifon. Tipe paling umum sistem pemanas air ini menggunakan pelat datar sebagai absorbernya. Pada kebanyakan pemanas air sistem aktif masih menggunakan sumber energi cadangan untuk memompa air. Menggunakan sel photovoltaic sebagai sumber energi listrik untuk memompa air merupakan satu terobosan yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi alat Pemanas Air Tenaga Surya (PATS) yang diuji pada kondisi cerah. Satu buah kolektor pelat datar dengan ukuran 1,5 m x 1 m dengan double glazing dari bahan acrylic dan kaca telah diuji untuk memanaskan air dengan kapasitas 80 L. Kolektor dimiringkan15o dan 300 menghadap ke Utara. Air ditampung dalam satu tangki penampungan dan dipompakan, sehingga bersirkulasi secara kontiniu dalam pipa kolektor. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1) Rata-rata radiasi matahari secara teoritis yang sampai ke kota Medan sebesar 700 W/m2 dan rata-rata radiasi pengukuran 376W/m2. 2) Temperatur air tertinggi yang dipanaskan dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB mencapai temperatur 59,870C. 3) Efisiensi pemanas air (η) mencapai = 55,94 %.
Analisa Perpindahan Panas Tangki Air Berkapasitas 80 Liter Pada Pemanas Air Tenaga Surya Sistem Hybrid Roygerst Ambarita, Juelf; Nasution, A. Halim; Yohanes Setyawan, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.703

Abstract

Energi matahari merupakan salah satu potensi sumber energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan terutama di daerah tropis. Penggunaan energi matahari yang paling umum adalah memanaskan air baik dalam sistem aktif sistem termosifon. Jenis sistem pemanas air yang paling umum adalah kolektor pelat datar. Air akan beredar melalui pipa di dalam kolektor dan akan menyerap panas dari kolektor. Air panas ini akan disimpan di tangki 80 Liter. Tangki telah diisolasi menggunakan polyurethane dan glasswool sehingga energi termal terbuang ke lingkungan dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi tangki setelah diisolasi, berapa suhu ° C yang turun sepanjang malam, dan tes ini dilakukan pada jam 5 sore sampai jam 6 pagi. Hasil penelitian ini adalah: 1) Panas yang paling panas 505,217 MJ. 2) tangki efisiensi tertinggi = 97,02%. 3) Suhu air rata-rata turun di dalam tangki sampai pagi hari = 4,86 ° C.

Page 8 of 19 | Total Record : 185