cover
Contact Name
I Komang Astana Widi
Contact Email
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Phone
+6282233465678
Journal Mail Official
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Karanglo Km.2 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FLYWHEEL
ISSN : 19795858     EISSN : 27457435     DOI : https://doi.org/10.36040/flywheel
Jurnal Flywheel merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian di bidang teknik mesin yang bukan hanya mencakup mesin semata namun terdapat bidang-bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan mesin misalnya bidang otomotif, desain dan simulasi serta perhitungan biaya mesin. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada Jurnal Flywheel merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.
Articles 185 Documents
Penerapan Keselamaan Kerja Pada Bengkel Sepeda Motor Di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Malang Budijanto; Edy Susanto, Eko; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.705

Abstract

Dikeluarahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang masyarakat giat meningkatkan kesejahteraan perekonomiannya dengan mengoptimalkan bidang usahanya dan salah satunya mengadakan kegiatan pada bengkel sepeda motor. Dalam upaya meningkatkan dalam bidang pelayanan perbengkelan diperlukan upaya pelaksanaan manajemen yang profesional dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal. Adanya penyuluhan dan pelatihan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, kepada kelompok pemuda yang berusaha di bidang pebengkelan sepeda motor di daerah tersebut dan mendapat tanggapan dan dukungan sangat besar. Penyuluhan membahas tentang manfaat tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada bengkel sepeda motor. Pelatihan dilakukan dengan intensip dan terjadwal, hasilnya masyarakat mampu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kerjanya.
Analisa Mampu Las Material besi Tuang Memanfaatkan Elektroda Nikel (Studi Kasus komponen Cylinder Head Pc750se-7 Yang Mengalami Fretting) Widi, K. A.; W. Sujana; T. Rahardjo
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.707

Abstract

Tujuan pengembangan metode ini adalah berdasarkan studi kasus dilapangan dimana ditemukan banyak sekali komponen barbahan baku besi tuang yang yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Tidak berfungsinya komponen-komponen tersebut sebagian besar diakibatkan karena terjadi kekegagalan produk baik saat diaplikasikan maupun saat proses manufaktur pembuatannya. Dengan demikian, peneliti mencoba mencari solusi terhadap permasalahan tersebut yaitu dengan mencari metode manufaktur yang tepat, efisien dan praktis untuk dikembangkan dalam memperbaiki kegagalan yang umumnya terjadi pada komponen tersebut. Adapun kegegalan yang sering terjadi diantaranya adalah kegegalan akibat retak dan freeting. Besi cor memiliki kadar karbon yang tinggi (lebih dari 2 wt%) sehingga mempunyai sifat mampu las (weldability) yang kurang baik. Pada penelitian ini akan memanfaatkan komponen cylinder head PC750SE-7 yang terbuat dari besi cor kelabu FC250 yang mengalami kegagalan fretting. Tingkat kegegalan ini akan diamati memanfaatkan pengujian tidak merusak (NDT) dengan metode dye penetrant.Produk gagal tersebut selanjutnya akan dilakukan analisa dengan menerapkan metode pengelasan. Pengamatan akan dilakukan pada sifat mekanis berupa kekerasan pada base metal, HAZ (heat affected zone), PMZ (partially melted zone), weld metal, hasil lasan pada permukaan dan retak las, serta struktur mikro. Proses pengelasan menggunakan SMAW (shielded metal arc welding) dengan elektroda nikel CIN-1 dengan proses perlakuan panas preheat 2000C dan PWHT (post weld heat treatment) 6000C. Untuk meningkatkan kemampulasan, pada penelitian ini juga memanfaatkan proses normalisasi setelah proses pengelasan. Pengamatan juga akan dilakukan berupa kekerasan dan SEM/EDAX. Dari pengamatan, kekerasan antara weld metal dan base metal tidak jauh berbeda yaitu 24,36 HRC dan 27,32 HRC. Kekerasan pada PMZ sebesar 769,72 HV. Hasil pada permukaan hasil lasan baik karena tidak adanya indikasi crack/retak dan porositas yang diuji dengan dye penetrant. Berdasarkan hasil pengamatanstruktur mikro terlihat matriks yang terbentuk berupa perlit dengan grafit berupa flake(serpih) yang tipis dan panjang. Struktur mikro pada PMZ terbentuk eutektik ledeburit dan pada HAZ terbentuk struktur martensit. Sedangkan struktur mikro pada weld metal terdiri dari matriks austenit dengan persebaran partikel grafit yang merata.
Alat Pengering Pakaian Portable dengan Memanfaatkan Energi Panas Buangan AC Split 1PK Berutu, Ronald; Immanuel S; Heryanto, Andar; Nasution, A. Halim; Yohanes Setyawan, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.710

Abstract

Pengaruh Kekasaran Pemesinan Terhadap Kerusakan Permukaan Rol Pada Proses Pembuatan Cooper Rod Dengan Metode Hot Roll Edy Susanto, Eko; Budiyanto
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.711

Abstract

Salah satu kerusakan pada produk copper rod disebabkan oleh kerusakan pada rol dan bentuk kerusakannya terdapat pada permukaannya. Tahapan pembuatan rol meliputi pemesinan,dan selanjutnya untuk pengerolan panas copper rod . Penelitian dilakukan terhadap bahan yang digunakan untuk rol, proses pemesinan, proses pengerolan panas copper rod dan pengujian laboratorium terhadap rol yang rusak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui berapa kekasaran permukaan rol yang digunakan untuk pengerolan panas copper rod dan yang menyebabkan kerusakan pada permukaan rol. Pengujian kerusakan rol dimulai dari bahan rol, tingkat kehalusan permukaan rol hasil pemesinan, jenis dan penyebab kerusakan permukaan rol setelah digunakan untuk pengerolan hot working sampai rol rusak. Penyebab kerusakan rol akibat pengerolan panas setelah diketahui maka penyebab kerusakan tersebut bisa diminimalkan, sehingga umur pakai rol dapat ditingkatkan.
Pengembangan Keahlian Material Bagi Bengkel Umkm Perbengkelan Manufaktur Melalui Pemanfaatan Silicon Rubber Dalam Meningkatkan Kualitas Produk W. Sujana; T. Rahardjo; K. A. Widi
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.712

Abstract

Penerapan ipteks yang diajukan pengusul ini merupakan tindak lanjut dari hasil hibah penelitian yang telah pengusul selesai lakukan pada tahun 2010. Hasil penelitian tersebut berupa material baru untuk produk berbahan baku plastik yang lebih ekonomis berbasis ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan solusi pada permasalah yang dihadapi UMKM saat ini terutama kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas produksi komponen berbahan baku plastik. Melalui pelatihan dan bimbingan dibidang ilmu material, teknologi produksi bahkan desain diharapkan dapat memberikan dampak updating teknologi bagi UMKM Dari permasalah yang dihadapi tersebut, kegiatan ini akan menargetkan pada beberapa hal sebagai solusi pemanfaatan metode dan material baru yaitu diantaranya meningkatkan kualitas produk dan pemahaman penggunaan material ramah lingkungan yang biasanya penting diketahui oleh pekerja dan pemilik UMKM sehingga dapat mengurangi pencemaran yang berdampak pada kesehatan pekerja dan orang-orang yang bertempat tinggal disekita lingkungan UMKM tersebut. Dengan memberikan pengetahuan atau wawasan tentang cara mengembangkan produk dan teknik pengolahan bahan dan prosesnya.
Pengaruh Tegangan Dan Jarak Jarum Elektro Plasma Terhadap Emisi Gas Buang (CO, HC, O2) Pada Sepeda Motor Agus Winoko, Yuniarto; Tamimul Anwar Ramadhan, Muhammad
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i1.714

Abstract

Reaktor plasma adalah alat untuk mereduksi emisi gas buang dari motor bensin. Prinsip kerja alat ini memanfaatkan perubahan tegangan akibat loncatan elektron. Loncatan elektron pada reaktor ini tergantung pada jarak jarum dan tegangan pada elektro plasma. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tegangan dan jarak elektro plasma menggunakan reaktor plasma terhadap kadar karbon monoksida (CO), hidro karbon (HC), dan oksigen (O2) pada emisi gas buang. Metode yang digunakan pada reaktor plasma terdiri sistem mekanik berbentuk jarum yang berbahan dasar tembaga sebagai alat pembentuk korona. Sistem elektronik terdiri dari rangkaian resistor, diode, kapasitor, dan transistor. Pengambilan data dilakukan dengan dua variasi tegangan dan tiga variasi jarak jarum dengan pengulangan tiga kali, sehingga didapat hasil data emisi CO, HC dan O2. Penyelesaian hasil data emisi gas buang menggunakan analisis two factorial analysis with replications. Variabel yang digunakan adalah tegangan dan jarak jarum elektro plasma. Hasil penelitian dengan menambahkan alat reaktor plasma terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kadar emisi gas buang daripada tanpa menggunakan reaktor plasma. Perubahan yang paling baik dalam pengurangan emisi gas buang terdapat pada jarak jarum 10mm dengan tegangan 12 V.
Pengaruh Temperatur Pirolisis Terhadap Kinetik Rate Dan Volume Tar Pada Limbah Plastik Hermawan, Dadang; Hardianto, Andi; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i1.715

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap tar laju kinetik hasil limbah plastik. Proses penelitian dilakukan secara eksperimental dengan suhu 563 K, 623 K, 723 K, 773 K, 873K, 973 K dan 1073 K. Proses pirolisis dilakukan selama 2 jam dengan ukuran partikel plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju kinetik meningkat dengan meningkatnya suhu. Nilai laju kinetik tertinggi dicapai pada 1073 K, dengan nilai laju kinetik adalah k = 23,60695 min-1. Persamaan laju kinetik yang dilakukan dalam makalah ini adalah k = 185,49 e-2779 / T. Dengan membalikkan persamaan laju kinetik menjadi volume, nilai laju kinetik makalah ini akurat.
Alat Reduksi Emisi Gas Buang Menggunakan Reaktor Plasma Riezutya, Dyota; Agus Winoko, Yuniarto
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i1.718

Abstract

Reaktor plasma adalah alat untuk mereduksi emisi gas buang dari motor bensin.Tujuan penelitian ini untuk membahas pengaruh variasi tegangan dan bidang plasma terhadap emisi gas buang saat menggunakan reaktor plasma sebagai pembakaran lanjut. Metode yang digunakan pada reaktor plasma terdiri dari sistem mekanik yang berbahan dasar tembaga dan penggunaan bidang jarum maupun plat sebagai alat pembentukan korona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan reaktor plasma terdapat pengaruh yang signifikan terhadap emisi gas buang yang dihasilkan dibandingkan tanpa menggunakan reaktor plasma.
Efek Temperatur Terhadap Laju Korosi Sumanto; El Maghfiroh, Rofila
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i1.722

Abstract

Korosi merupakan proses alami terhadap logam sebagai akibat dari reaksi redoks antara logam dengan zat-zat yang berada di lingkungannya. Proses korosi terjadi jika logam bersentuhan langsung dengan air atau udara (oksigen). Logam yang mengalami korosi akan mengalami keropos sehingga terjadi pelemahan dalam arti kekuatannya akan berkurang. Penggunaan keran sebagai bagian dari instalasi air minum yang bersentuhan langsung dengan air mulai menuai masalah, di mana ada beberapa penduduk yang menggunakan keran dengan merk tertentu melaporkan adanya pengeroposan akibat korosi. Waktu antara pemasangan keran pertama kali dengan timbulnya karat terjadi pada selang waktu yang tidak terlalu lama, bahkan ketika keran diputar langsung patah. Ini terjadi di Desa Torongrejo yang menggunakan air dari sumber air Telogo Towo Desa Pandanrejo Kota Batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur laju korosi bahan logam pada instalasi air yang berasal dari sumber air Telogo Towo Desa Pandanrejo Kota Batu. Metode yang digunakan adalah dengan pengurangan massa. laju korosi pada masingmasing sampel tidak sama, meskipun dibuat oleh pabrik yang sama dengan merk dagang yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi bahan sampel yang mempengaruhi laju korosi. Laju korosi masing-masing sampel adalah: Sampel A sebesar 0,005 gram/bulan, sampel B sebesar 0,025 gram/bulan, sampel C sebesar 0,055 gram/bulan, sampel D sebesar 0,007 gram/bulan dan sampel sebesar 0,017 gram/bulan.
Pengaruh Suhu Bahan Bakar Terhadap Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Motor Bensin 1781 CC Putra Pratama Kusmanto, Ilham Panji; Agus Winoko, Yuniarto
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i1.723

Abstract

Bahan bakar minyak yang dihasilkan dari fosil memiliki keterbatasan jumlah produksi. Penghapusan subsidi bahan bakar minyak di tahun 2014 membuat terjadinya kenaikan harga bahan bakar minyak, baik premium, pertalite, pertamax plus dan solar yang banyak dikonsumsi masyarakat dan industri. Dengan pemakaian yang relatif tetap bahkan cenderung meningkat, maka upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan penghematan pemakaian bahan bakar. Langkah lain adalah meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan energi panas yang terbuang dari air radiator sebagai pemanas bahan bakar agar proses pembakaran menjadi lebih sempurna, sehingga daya menjadi meningkat dan terjadi perubahan pada konsumsi bahan bakar. Menganalisis besar variasi suhu pemanasan bahan bakar saat suhu standar, 40, 50, 60 dan 70 °C dengan mengguakan dua jenis bahan bakar pertalite dan pertamax. Metoda pengambilan data menggunakan metoda eksperimental dengan standar DIN 70020 dan analisisnya menggunakan three way anova. Variabel bebasnya dua junis bahan bakar pertalite dan pertamax, variasi suhu 40, 50, 60, 70 oC dan variabel terikatnya adalah daya dan konsumsi bahan bakar yang dipengaruhi oleh suhu bahan bakar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan pemanas bahan bakar terdapat pengaruh yang signifikan terhadap daya dan konsumsi bahan bakar dari pada tanpa menggunaka pemanas bahan bakar. Kenaikannya sebesar 23.35% ini pada putaran 3500 rpm dengan suhu 70 °C pada pemakian pertalite dari standartnya dan mengalami kenaikan sebesar 2.77% pada putaran 5000 rpm dengan suhu 70 ºC dengan menggunakan pertamax dari standartnya. Penuruanan nilai konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 20.20% ini pada putaran 3500 rpm dengan suhu 50 °C dengan menggunakan pertalite dari standartnya dan mengalami penurunan sebesar 14.82% pada putaran 4000 rpm dengan suhu 60 ºC dengan menggunakan pertamax dari standartnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan penggunaan pemanas bahan bakar dapat berpengaruh pada peningkatan daya dan penurunan konsumsi bahan bakar.

Page 9 of 19 | Total Record : 185